Notification

×

Iklan

Iklan

Kerusuhan 22 Mei 2019 Sikap Nasionalis Abu-abu

Kamis, 23 Mei 2019 | 11.01 WITA Last Updated 2020-03-25T04:11:02Z
Depan Kantor Bawaslu Pusat gambar suara.com

Bidikdot.com - News Kerusuhan 22 Mei pada rabu kemarin subuh merupakan tindakan anarikis yang sangat tidak terpuji yang di lakukan oleh sekelompok orang dengan dalih anak bangsa memperjuangkan keadilan.fakta mengatakan bukan keadilan yang di cari malah sebaliknya kericuhan, keonaran dan tindakan kejahatan yang lain yang di bangun atas dasar kebencian.

Ketidak puasan terhadap penyelenggara Pemilu 2019 di plentir sebagai tindakan kejahatan demokrasi.padahal baik KPU dan dan seluruh stage holder yang bekerja di dalamnya sudah melakukan menurut perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga : Potret Indoesia setelah Pengumuman KPU Pemilu 2019

Suasana sempat steril dan aman sebelumnya dari pihak pengunjuk rasa namun tiba-tiba terjadi penyerangan kepada barisan pertahanan polisi yang berjaga di depan kantor Bawaslu.menurut pihak keamanan ada orang-orang

yang tidak bertanggung jawab yang masuk menyusup dan membuat provokasi kepada pengunjuk rasa.namun dari keterangan beberapa media mainstream bahwa para provokasi tersebut berhasil di amankan oleh pihak keamanan.

Pengunjuk rasa kali ini sudah tidak lagi membawah nilai-nilai Nasionalis sebagai anak bangsa kebencialah yang lebih besar dari tuntutan supaya pemilu di lakukan dengan penuh keadilan sebab jikalau bukan rasa benci

pasti kerusuhan tidak akan terjadi dan jalan damailah yang akan di lakukan oleh pengunjuk rasa jika merasa bangsa dan negara ini di perlakukan seperti mencintai keluarga sendiri. sehingga orang-orang ini bisa di sebut sebagai nasionalis yang abu-abu.

Di tempat yang lain admin memantau khususnya pada acara Mata Natjwa semalam yang di putar secara live oleh Trans7 para penyelenggara pemilu, KPU, Bawaslu, TKN, BPN dan para ahli tata negara berdiskusi memecahkan solusi terbaik

demi suasana bangsa yang kondusif.walaupun di akui perwakilan dari BPN dengan nada yang keras sesekali menyampaikan pendapatnya kepada KPU dan Bawaslu, namun sang pemilik acara sekaligus moderator Natjwa Shihab mampu menyejukan suasana.

sambil menayangkan aksi unjuk rasa yang masih berlajut para elit mengharapkan adanya rekonsiliasi bagi semua petinggi negara baik dari Partai Politik maupun dari Pemerintah sebab jika tidak di tangani secara cepat akan merugikan seluruh pihak termasuk akan berpengaruh pada  perekonomian bangsa ungkap wakil presden Hj.Jusuf Kala

Namun di akhir acara Mata Natjwa para elit politik saling berpelukan seakan tidak ada lagi 01 dan 02 semuanya Indonesia.harapan ini pun  kiranya dapat di tularkan kepada elit yang lain bahwa kerukunan persaudaraan di dalam persatuan bangsa itu jauh lebih penting dari kehendak dan keegoisan pribadi.

Baca Juga : Media Social di Tutup ini Alasannya

dari info media bahwa tadi pagi 23 mei seputaran jalan Thamrin atau di depan gedung Bawaslu suasana sudah kondusif yang terlihat hanya pasukan orange  yang membersihkan sisa sampah yang bertebaran di jalanan walaupun memang pihak keamanan masih tetap berjaga untuk memastikan suasana benar-benar kondusif.semoga  indonesia akan lebih baik

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update