Notification

×

Iklan

Iklan

Martabat Dihina Picuh Kerusuhan Manokwari

Senin, 19 Agustus 2019 | 11.29 WITA Last Updated 2020-04-06T09:49:30Z
Situasi Kerusuhan Monokwari 19/8/2019/Photo Republika

Bidikdot.com Kerusuhan Manokwari hari ini 19/8/2019 dimulai dari pagi tadi kira-kira pukul 07.00 waktu indonesia timur dipicu atas konten yang tidak manusiawi yang di tunjukan kepada sekelompok masyarakat papua.

Ketersinggungan sebagian masyarakat atas perlakuan yang tidak wajar kepada beberapa mahasiswa yang ada di Surabaya Jawa Timur khususnya juga yang ada dikota malang.ada pernyataan-pernyataan dari beberapa orang yang tidak bertanggung jawab menyinggung perasaan para mahasiswa dari papua. sehingga menjurus terjadi kerusuhan di Papua Barat.

Menurut Brigjen Polisi Dedy Prasetyo bahwa masyarakat monokwari merupakan korban provokasi dari konten si sosial media yang tidak bertanggung jawab.dan saat ini sedang di telusuri oleh Tim Cyber Polri.

Baca Juga : Tarik Ulur Pemindahan Ibukota Negara

Saat ini Kelompok masa yang berunjuk rasa sedang di hadapi oleh pemerintah daerah Kapolda, Wakil Gubernur dan Pangdam untuk meredahkan aksi masa yang menjurus pada tindakan anarkis yang berlebihan.

Menurut informasi dari beberapa stasiun televisi nasional bahwa sudah ada ekonsiliasi yang mendekati pada kesepakatan untuk melakukan penghentian unjuk rasa, namun sayang terjadi provokasi lewat pelemparan batu kepada pihak pengamanan.

Namun Kepala Biro Penerangan Mabes Polri Dedi Prasetyo mengharapkan pasukan pengamanan mundur dulu sampai keadaan benar-benar kondusif biarlah Wakil Gubernur, Kapolda dan Pangdam yang saat ini ada di tempat kejadian untuk melakukan negosiasi dengan pengunjuk rasa ungkapnya saat jumpa pers

Dari apa yang dilakukan masa pagi ini bahwa para pengunjuk rasa telah merusak beberapa fasilitas publik yaitu bekas kantor gubernur dan membakar gedung DPRD yang lama bahkan terlihat masa melakukan pemalangan jalan dengan menumbangkan beberapa pohon sehingga jalan tidak bisa di akses masa juga membakar bekas-bekas reruntuhan bangunan dan ban-ban bekas sehingga akses
jalan  direkayasa oleh pihak kepolisian.

Harapan seluruh masyarakat indonesia Papua Barat khususnya Monokwari tetap kondusif serta aman dan terkendali sekiranya dialok yang dilakukan oleh wakil gubernur, Kapolda dan Pangdam menghasilkan kesepakatan yang penuh kekeluargaan.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update