Notification

×

Iklan

Iklan

Di Balik Arti Ungkapan Kata JO Percakapan Dialek Manado

Rabu, 23 Oktober 2019 | 21.35 WITA Last Updated 2021-11-03T14:36:11Z
Gambar ilustrasi bidikdot


Bidikdotcom Bahasa Manado tidak berbeda dengan bahasa-bahasa daerah lainnya yang ada di tanah air, kekhasan dari percakapan dialek ini terdengar kasar tetapi memiliki sapaan makna cukup halus dan bersahabat.

Dialek suatu daerah merupakan bagian istimewah dalam identitas keragaman budaya maupun nilai moril dari suatu komunitas yang tinggal dalam sebuah wilayah khusus terkumpulnya orang-orang dari satu keturunan dan menetap serta tinggal dengan tidak berpindah-pindah.

Dialek atau logat tersebut dapat memperkenalkan seseorang dengan orang lain yang serumpun bila berada di suatu daerah atau negara lain sebab naluri untuk berdekatan jika mendengar percakapan dari seseorang dengan dialek yang sama dari orang tersebut akan membuat keakraban semakin terasa dekat.dan akhirnya munculah persahabatan penuh kekeluargaan mengikat antara satu dan lainnya.

Dalam bahasan kita kali ini tentang dialek Manado dari orang-orang kawanua atau disebut masyarakat  Sulawesi Utara yang terjangkau dengan logat setiap hari mulai dari Manado, Minahasa, Bolaangmongondow hingga Sangihe

Secara umum bahasa manado merupakan perpaduan dari beberapa bahasa yang ada di daerah Sulawesi Utara sebagaimana disebutkan diatas, dimana kedengarannya seperti bahasa indonesia namun pada prakteknya tidaklah demikian.

Logat atau dialek Manado memiliki ciri khas tersendiri sebab punya makna tambahan disetiap akhiran kata yang diucapkan saat berbicara antara seseorang dengan lawan bicaranya seperti contoh
Bahasa Indonesia "Kamu ingin makan ikan?" Bahasa Manado : "Ngana suka makang ikang"

Itu hanya sebagian kecil penggalan kalimat sederhana diucapkan pada percakapan setiap hari. nah, bagaimana dengan makna kata "Jo" yang dalam arti sederhana tidak memiliki pengertian sama sekali tetapi menjadi kata pendamping utama dalam ungkapan kata kerja seperti : Pigi jo ngana, ambe jo, kase jo dll.

Ungkapan kata "jo" lebih kepada pelengkap dari keseluruhan kalimat yang akan diucapkan sehingga tidak akan bernilai suatu kalimat kalau tidak disertakan dengan kata "jo". 

contoh lain dalam kalimat mengajak "Ngana jo kwa pigi deng dia ke kobong" artinya "Kamu saja pergi dengannya ke kebun" dari arti keseluruhan kalimat tersebut tertuju pada arti membujuk secara halus kepada seseorang yang di perintahkan.

Tidak ada refrensi mengikat terhadap pengertian kata "jo" ini, ia hanya sebagai kata pelengkap saja dengan intonasi lebih halus dan sedikit membujuk ketika seseorang memiliki keperluan atau kepentingan dengan orang lain terhadap suatu tujuan.

Memang diakui dialek Manado sedikit kasar kedengarannya jika tidak diungkapkan dengan penuh ketulusan hati, namun jika disampaikan dengan penuh kelembutan maka kata "jo" tadi akan mengandung makna yang lebih tinggi dan menjadi solusi tambahan pada rana kerja.


Disetiap daerah di Sulut punya dialek atau bahasa sendiri dimana punya keunikan masing-masing, tetapi dalam argumen setiap hari ungkapan seperti dalam bahasan kita ini tetap menjadi pendamping dari keunikan bahasa daerah tadi.

Tentu teritori dari dialek khas daerah nyiur melambai hanya pada komunitas atau masyarakat penggunanya, kecuali ada masyarakat dari daerah luar yang bisa menguasai karena telah berbaur lama atau sudah kawin campur.

Indonesia dengan beragam pesona wisatanya dapat memanfaatkan bahasa daerah masing-masing sebagai kearifan lokal dalam mengedepankan seni budaya berbasis bahasa yang bisa di ekspresikan dalam ornamen kerajinan tangan.

Sebab sangat jarang terlihat kerajinan tangan yang memakai bahasa daerah dalam memperkenalkan identitas daerah tersebut sebagaimana artikel tentang dialek Manado ini.

Itulah sedikit catatan yang boleh saya bagi tentang ungkapan-ungkapan dalam bahasa Manado khususnya pengertian dari kata "jo"tadi. ada ungkapan bijak kuno berkata "orang tidak hanya mendengar dari kata anda saja tapi dari perbuatan."

Perbuatan atau tindakan adalah cerminan dari kata-kata yang keluar dari mulut kita, maka dari itu pergunakanlah kata-kata untuk sebuat itikad baik bukan sebaliknya untuk menciptakan kalimat mengandung hoax, kebencian dan lainnya.


deny/BDC

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update