Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Masker Meroket Pengusaha Kesabet Durian Runtuh

Kamis, 05 Maret 2020 | 22.12 WITA Last Updated 2020-03-08T15:29:42Z
 Masker naik hingga 12 kali lipat dari harga normal trending topik hari ini 5/3/2020
Photo : abc.net.au 

Bidikdot.com Hari ini pemberitaan masker di tanah air menjadi topik hangat media-media tanah air sebab akibat dari kenaikan masker tersebut di picu atas 2 wni yang terpapar Covid-19 pada 3 hari lalu yang di umumkan secara resmi oleh pemerintah lewat Presiden Joko Widodo dari istana negara.

Publik ramai-ramai menyerbu toko yang menyediakan masker namun sangat di sayangkan harga masker melejit cukup signifikan harganya bahkan ada yang tembus angka jutaan rupiah dari harga biasanya dan ini hampir menyeluruh terjadi di beberapa daerah di Indonesia bak durian runtuh para pengusaha merogoh keuntungan dari persoalan kemanusian sedang di hadapi negara.

Baca Juga : Virus Corona Lesuhkan Suplay Daging Asap di Manado

Walau harga masker di atas harga biasanya bukan berarti masker bisa di temui atau muda di dapat sebab setelah pengumuman 2 warga negara indonesia terpapar Virus Corona masker di toko toko mulai kurang bahkan ada yang kosong. setelah mendapat laporan dari berbagai sumber tentang kelangkaan masker ternyata telah lakukan penimbunan secara sepihak oleh pemilik toko.

Di Jakarta sendiri harga masker dengan harga tertinggi sangat bervariasi ada dengan harga Rp 550.00 per dosnya dari harga normal Rp 50.000 ada pula yang sampai 1,5 juta dari harga normal Rp 95.000.

Menyikapi kelangkaan masker dengan harga meroket anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Eneng Malianasari mengecam sala satu pasar yang di kelolah oleh Pemda BUMD PD Pasar Jaya yang menjual masker dengan harga yang tak masuk akal.

Menurut Eneng tindakan yang di lakukan oleh pihak pengelolah pasar telah menyengsarakan masyarakat mengingat kondisi Jakarta sedang darurat dan bukan saatnya untuk meraup keuntungan ungkap Politikus dari PSI tersebut.ia menambahkan lebih baik jangan berjualan dari pada mematok harga tinggi untuk meraup keuntungan sebagaimana yang di lansir dari Kompas news 5/3/2020.

Dengan kelangkaan masker di wilayah Jakarta menunjukan kepanikan masyarakat menghadapi wabah virus yang sedang di tangani oleh seluruh dunia pengobatannya.namun ada saja orang-orang yang memanfaatkan kesempatan dalam meraup keuntungan di balik kesusahan banyak orang.

Sala satu imbas dari harga masker yang tinggi adalah artis Adi Nugroho. menurut pengakuan Adi ia harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan masker dengan harga Rp 550.000/dos yang biasanya harga normalnya adalah Rp 50.000.sangat mengherankan memang tiba tiba masker berubah menjadi sebuah produk yang luar biasa mahalnya sehingga menjadi pertayaan publik apa maksudnya.

Bahkan ada yang terang terangan melakukan penimbunan dengan alasan untuk di bawa keluar negeri padahal pemerintah telah mewanti wanti barang siapa yang menjual masker dengan harga yang tidak wajar akan di denda sebesar 25 milyar dan hukuman penjara 10 selama tahun. namun hal tersebut tidak membuat para pengedar untuk tetap menjual masker dengan harga yang sangat tinggi.

Baca Juga : WNI Pekerja Kapal Diamond Princess di Evakuasi ke Pulau Sebaru Kecil 

Menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto bahwa bukan orang sehat yang menggunakan masker seharusnya orang sakit yang  menggunakannya. menurut sang Menteri Covid-19 lebih berbahaya dari pada demam berdarah yang setiap harinya ada 300 orang di Indonesia meninggal di akibatkan oleh penyakit demam berdarah sehingga masyarakat Indonesia tidak perlu kawatir secara berlebihan menghadapi wabah Covid-19.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update