Notification

×

Iklan

Iklan

Rupiah Merengek Di Tengah Wabah Corona Pemerintah Siap 3 Strategi Menangkalnya

Jumat, 20 Maret 2020 | 21.28 WITA Last Updated 2020-03-28T03:42:27Z
Presiden Joko Widodo di ruang kerjanya saat berkoordinasi dengan 
para Menteri Photo : Sekretariat Kepresidenan/Andre Opa Sumual

Bidikdot.com Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar memberi sentimen negatif bagi pelaku usaha kecil menengah  di tengah maraknya penyebaran Covid-19 sedang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia.rupiah melemah pada pagi ini 20/3/2020 sekitar pukul 09.00 pada level nilai tukar Rp 16.000.

Tentu sesuatu yang tidak di inginkan oleh seluruh pelaku dunia usaha  di tanah air mengingat Indonesia sementara di perhadapkan dengan penyebaran Covid-19  yang telah menyebar di beberapa daerah yang setiap harinya bertambah dengan kasus baru.

Baca Juga : Cara Jitu Tambah Imunitas Tangkal Covid-19 Dengan Sarabah

Melihat fenomena yang tidak sehat di tengah dunia usaha pemerintah mengambil beberapa langkah intensif untuk menahan masalah ekonomi yang di akibatkan dari penyebaran virus corona yang terus mengganggu tindakan pasar dalam dunia usaha.

Langkah-langkah di ambil pemerintah ini lewat Presiden Joko Widodo di harapkan menyeimbangkan sementara iklim perekonomian dalam negeri di tengah penyebaran wabah corona. sekretariat kepresidenan mengulas 3 hal tentang bagaimana pemerintah dapat melakukan keseimbangan dalam kebijakan secara nasional untuk seluruh pelaku bisnis apalagi untuk usaha kecil menengah  yang
terasa  terganggu dengan melemahnya rupiah dari dolar amerika serikat.

Pemerintah pusat melihat bahwa harus ada langkah preventif untuk mengatasi wabah covid-19 agar tidak mengganggu iklim perputaran ekonomi di tanah air. ada 3 langkah cepat hendak di tangani pemerintah saat ini yaitu ;
1.Bidang Kesehatan, akan menjadi prioritas pemerintah dalam penanganan Covid-19
2.Social Safety atau bantuan sosial
3.Insetif Ekonomi ini di untukan buat pelaku usaha dan UMKM agar tetap melakukan produksi sehingga terhindar dari PHK.

Pernyataan ini di sampaikan Presiden saat menggelar rapat terbatas melalui telekonfrensi dari Istana Merdeka Jakarta pada 20/3/2020 di lansir dari website Sekretariat Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menegaskan kepada jajarannya dapat memangkas anggaran dianggap tidak prioritas saat ini baik APBN maupun APBD

Presiden mengatakan "tantangan ini harus kita hadapi dan harus kita jawab" tegas Presiden ia meminta juga re-alokasi anggaran baik APBN dan APBD untuk dapat memprioritaskan ke tiga kebijakan di atas sehingga di tengah negara dan bangsa menghadapi virus corona ekonomi dan dunia usaha tetap terjaga dan seimbang.

"Perlu saya tekankan sekali lagi bahwa program padat karya tunai di semua kementerian dan lembaga harus diperbanyak. Satu-dua kementerian sudah mulai, tapi menurut saya perlu diperbanyak di semua kementerian lagi,"

Kepala negara menekankan hal yang sama dapat di berlakukan bagi program Dana Desa agar dapa direalisasikan dan dapat di arahkan ke hal berkaitan dengan kegiatan padat karya di desa bahkab dapat membantu penanganan Covid-19. di ketahui saat ini penyebaran virus corona semakin meluas di berbagai daerah dengan tingkat kasus yang telah mencapai angka 300-san seperti pada tabel berikut Kementerian RI merilis kasus Covid-19 sampai pada 20/3/2020.

Positif Covid-19 Sembuh Meninggal Dunia
309 Pasien 15 Pasien 31 Pasien
Data Kemenkes 20/3/2020 by detiknews
Kasus kematian tertinggi ada di daerah DKI Jakarta dengan angka pasien virus corona berjumlah 19 pasien disusul Jawa Barat dan Jawa Tengan 3 pasien, Jawa Timur 1 pasien, Sumatera Utara 1 pasien, Banten 2 Pasien dan Bali 1 pasien dan 15 di pulangkan karena telah sembuh total dari data Kementerian kesehatan lainnya pada 19/3/2020 bahwa ada 1.727 orang yang di periksa dan negatif berjumlah 1.418 orang.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update