Notification

×

Iklan

Iklan

Pembaharuan Mesin Motogp 2020 DIbatasi Karena Covid-19

Minggu, 19 April 2020 | 20.58 WITA Last Updated 2020-04-19T13:58:37Z
Regulasi Motogp 2020 dalam pembatasan upgrade mesin menangani krisis dari dampak
Covi-19 Gambar : Author motogp

Bidikdot.com Putaran seri balapan Motogp 2020 memiliki dampak cukup signifikan kerugiannya akibat dari Covid-19 bagi perusahaan dengan lisensi resmi untuk mengupgrade mesin-mesin berstandar balapan di motogp. akibat Covid-19 menyerang penjuru dunia maka otoritas pelaksana motogp membatasi akses untuk perubahan mesin-mesin balapan baik Moto3. Moto2 dan Motogp.

Alasan pembatasan pembaharuan tersebut di karenakan pihak otoritas Motogp yaitu Dorna Sport tidak ingin semua stage holder maupun perusahaan yang menangani tim dalam turnamen balapan merugi mengingat telah disetujuinya berbagai pembatasan termasuk sirkuit tanpa penonton.

Baca Juga : MotoGP Gelar Balapan Tanpa Penonton, Dorna Sports Demi Keselamatan

Otoritas pelaksana balapan meminta kepada semua pihak yang ikut ambil bagian dalam turnamen balapan ini dapat bekerja keras selama wabah virus corona agar setiap mesin digunakan dalam balapan nanti tetap berkualitas meskipun tidak ada perubahan secara berlebihan.

Semua keputusan dikeluarkan oleh otoritas pelaksana balapan merupakan kesepakatan lewat pertemuan oleh seluruh perwakilan organisasi balapan maupun perusahaan yang menangani mesin-mesin moto3, moto2 dan motogp lewat surat-menyurat secara elektronik maka di sepakati tidak akan ada upgrade secara berlebihan mesin-mesin balapan bahkan kalender race 2020 akan turut berubah.

Perubahan pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi budget akibat krisis atas dampak dari Covid-19. semua kesepakatan ini di ambil dengan tingkat kesimbangan diterima oleh semua pihak dengan tidak ada yang dirugikan.

Dari 3 kelas balapan moto ini motogp mendapat kelonggaran sehubungan dengan homologi mesin maupun aero-body dari masing-masing pabrikan baik berijin tetap maupun pabrikan yang tidak berijin resmi dari pihak penyelenggara. berbeda dengan moto2 rata-rata mesinnya adalah 765 cc sedangkan upgrade aero-bodinya cukup sekali selama musim 2020.

Sedangkan untuk moto3 pemberian ijin upgrade hanya pada roda gigi dengan dua pilihan selama musim 2020 jika semua race dimusim dapat dilaksanakan maka pembatasan ini secara teknis dapat berubah sesuai kebutuhan perkembangan.

Penetapan pembatasan ini di lakukan sejak seri balapan yang akan dimulai di Losail Qatar semua upgrade menyangkut mesin penunjang lainnya seperti sasis, swingarm, aero-body, gearbox atau throttle body tidak di ijinkan untuk upgrade berlebihan dengan alasan agar semua pabrikan tidak merugi dengan suku cadang nantinya dimungkinkan akan naik 2 kali lipat dari biaya normal.

Baca Juga : Aplikasi PeduliLindungi Berbasis IOS Dan Android Bantu Perangi Covid-19

Tim Dynavolt moto2  menyambut positif  kebijakan penyelenggara untuk mengantisipasi setiap pabrikan yang mengeluarkan suku cadang agar tidak merugi. kebijakan ini akan berlaku sampai motogp 2021 dengan perkembangan penanganan Covid-19 menuju kestabilan.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update