Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Gmim Ibadah Jumat Agung Dan Perjamuan Kudus Dirumah

Kamis, 09 April 2020 | 23.02 WITA Last Updated 2020-04-15T03:05:06Z
Seluruh Jemaat GMIM merayakan Jumat Agung dan Paskah 2020 di rumah 

Bidikdot.com Jumat besok 10/4/2020 merupakan hari bersejarah bagi seluruh umat Kristiani di seluruh dunia sebab Jumat Agung merupakan sebuah transformasi kehidupan manusia di mulai dari titik nol saat karya penebusan Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa dan masuk kepada trangnya Kristus atas kemenangan di Kayu Salib setelah Yesus bangkit pada hari ke-3.

Memaknai Perayaan Jumat Agung di tengah bencana dunia sungguh memilukan seluruh warga gereja di tanah air di minta untuk tetap melakukan kegiatan Ibadah didalam rumah termasuk Jumat Agung dan Paskah. sangat berbeda memang dari tahun-tahun sebelumnya kali ini pelayanan Ibadah di laksanakan dari dalam rumah baik di pandu dari pengeras suara gereja maupun memakai teknologi lewat via streaming (on-line).

Hal ini juga di lakukan oleh Gereja Masehi Injili di Minahasa sejak di tetapkannya darurat covid-19 oleh Pemerintah Sulawesi Utara pada 16/3/2020.maka dengan itu mengikuti himbauan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara maka lewat BPMS di seruhkan kepada seluruh jemaat melalui para Pendeta yang memimpin baik wilayah maupun jemaat untuk melaksanakan ibadah di rumah dan telah di mulai 22/3/2020.

Bentuk Tata Cara Ibadah Jumat Agung, Perjamuan Kudus dan Ibadah Paskah di atur oleh Badan Pekerja Sinode Gmim (BPMS) dan telah di bagikan lewat website dodoku gmim maupun sosial media resmi Gmim.

Ini merupakan tanggung jawab BPMS terhadap seluruh pelayanan di aras Gmim untuk beribadah dari rumah. mengingat Gmim adalah gereja yang inklusif maka Gmim ambil bagian dalam rangka memutus mata rantai covid-19 dengan tetap menjaga  jarak termasuk pelayanan Ibadah.

Khotbah dalam Ibadah Jumat Agung dan Paskah di tuntun oleh Ketua BPMS Pdt.DR Hein Arina di kemas dalam bentuk audio dan teks bacaan (tertulis).

Ibadah Jemaat di mulai pagi dan di atur sesuai dengan kondisi jemaat bersangkutan sebab tidak semua dapat menjangkau dengan teknologi.namun juga bisa memakai teks tertulis sebagaimana yang telah di edarkan. Sekretaris BPMS Pdt.Evert Tangel mengatakan "Pendeta sebagai pemimpin di jemaat sudah tau apa yang akan mereka lakukan" demikian ungkapan Pendeta Tangel saar meliris informasi Jumat Agung di lakukan di rumah dan menunda pelayanan pernikahan dan peneguhan sidi.

Begitu juga Paskah kebangkitan Kristus untuk tahun 2020 tidak ada kegiatan Paskah di buat secara arak-arakan dengan mengundang masa cukup banyak. kegiatan Paskah juga di batasi dan hanya di lakukan ibadahnya dari rumah.

Dalam ibadah Jumat Agung besok 10/4/2020 Ketua BPMS mengharapkan kepada seluruh Pendeta, Guru Agama, Penatua, Syamas untuk menjadi pelopor keselamatan bagi warga jemaanya yang mendapat musibah atas dampak dari covid-19. para pelayan khusus harus menjadi bagian untuk memberi penguatan dan pastoral menyejukan, ungkap Pendeta Arina.

Hal lain di sampaikan oleh BPMS lewat Pendeta DR.Hein Arina meminta agar para Pelsus bersama jemaat menggumuli dalam doa Covid-19 sebagai pandemi global untuk segera berlalu dari dunia. menurut BPMS beribadah di rumah tidak akan mengurangi keberimanan seperti beribadah di gereja maka dengan itu Badan Pekerja Majelis Sinode meminta bahwa seluruh jemaat ada kesungguhan hati menikuti ibadah Jumat Agung besok.

Meski demikian jemaat menyambut positif arahan BPMS dan merasa bersukacita boleh beribadah bersama dengan keluarga didalam rumah apalagi bagi mereka yang cukup disibukan dengan pekerjaan sehingga sering tidak ada waktu berkumpul beribadah bersama . dan ini merupakan moment yang pas bahkan waktu yang sangat langkah bila untuk beribada secara bersama dan secara rutin di lakukan di sepanjang 3 minggu berturut-turut ini ungkap beberapa jemaat.


Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update