Notification

×

Iklan

Iklan

Amerika Serikat Menjadi Episetrum Tertinggi Covid-19

Rabu, 06 Mei 2020 | 09.00 WITA Last Updated 2020-05-12T07:53:15Z

Presiden Donal Trump mengijinkan pembukaan pertokoan disebagian 
wilayah Amerika Photo : paris marcth

Bidikdot.com Penyebaran Covid-19 di seluruh dunia terus memberi tren meningkat sampai pada 5/5/2020 pemberlakuan kebijakan pembatasan aktifitas masing-masing negara belum menunjukan perubahan penurunan dari angka penyebaran wabah mematikan itu. tetapi bagi negara disiplin melaksanakan kebijakan Pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona tentu akan menerima konsekuensi positif dan itu terlihat di beberapa negara seperti Malasyia, Philipina, Singapura dan Thailand memiliki tingkat kasus yang masih dapat ditekan.

Saat ini penyebaran covid-19 didunia tertinggi ada di Amerika Serikat dan telah menjadi episetrum dari penyebaran wabah virus corona. Amerika mencatatkan namanya sebagai negara dengan dengan kasus penyebaran tertinggi setiap harinya dan hampir mencapai 10 kali lipat dari angka kasus sebelumnya.

Baca Juga : Konsekuensi PSBB Menurut Walikota Surabaya

Tercatat oleh badan kesehatan dunia angka kasus perharinya orang positif wabah corona ini mencapai 24 ribu orang dan mennjadi pusat penyebaran (episetrum) tertinggi di seluruh dunia. sebelumnya Italia menjadi episetrum pertama namun kasusnya berhasil ditekan.

Saat ini angka kasus Positif virus corona di Amerika Serikat mencapai 1.237.461 kasus  dengan kasus barunya setiap hari 24 ribu dan angka kematian tembus 72.256 dan perharinya ada 2 ribuan orang meninggal. Amerika Serikat tidak memiliki kebijakan untuk lockdown masal di wilayah negaranya. tetapi pemberlakuan PSBB dengan melibatkan aparat militer.

Angka kematian setiap harinya meningkat membuat petugas medis sering kewalahan menghadapai persoalan covid-19 yang tak kunjung reda. namun ada yang menghebohkan disaat ditetapkan sebagai episetrum wabah corona Amerika mengijinkan kembali pusat perbelanjaan di buka sambil tetap mengikuti protap covid-19 memakai masker dan jaga jarak.

Memang diakui oleh pihak Pemerintah Amerika saat ini ekonominya mulai terpukul dan menurun drastis akibat dampak dihasilkan dari virus corona ini sehingga kebijakan membuka sebagian kran ekonominya menjadi solusi alternatif  Pemerintah untuk bangkit dari keterpurukan

Walau telah dibuka aktifitas pertokoan bukan berarti himbauan protokol kesehatan diabaikan oleh masyarakat namun tetap dijalankan untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Meski telah dibuka area perbelanjaan namun tidak dibuka secara umum seluruhnya  diwilayah Pemerintahan Amerika sebab bagi area yang masih kategori zona merah pihak Pemerintah masih menutupnya dan tidak ada aktifitas berlebihan.

Amerika menilai kebijakannya adalah untuk memfasilitasi agar pergerakan ekonomi disebagian wilayah Pemerintahannya tetap berjalan meskipun ditengah pandemi corona virus. Amerika mengalami krisis ekonomi lokal setelah peningkatan kasus positif Covid-19 setiap harinya dan memaksakan mereka harus melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Amerika mendapat pukulan telak dari dampak virus corona yang disinyalir oleh Presiden Donald Trump adalah kesengajaan dari pihak Tiongkok. sebab diketahui wabah virus corona bermula dari Provinsi Hubei disala satu pasar Kota wuhan dan merengut sekitar 4 ribu jiwa di Tiongkok. itulah kemudian membuat pertanyaan masyarakat global termasuk Presiden Trump.

Trump menghubungkan dengan aktifitas nuklir yang gagal di Tiongkok sehingga mengakibatkan munculnya berbagai spekulasi miring terhadap Pemerintah Tiongkok.namun spekulasi tersebut dibalas oleh otoritas Pemerintah Tiongkok bahwa semua tuduhan yang dialamatkan kepada mereka adalah tidak benar dan tidak bertanggung jawab.

Wabah virus corona pertama kalinya di temukan dari binatang liar yaitu kelelawar di pasar-pasar tradisional Kota Wuhan yang dimasak secara utuh untuk pembuatan menu berkuah. masyarakat Wuhan Tiongkok menyakini jika mengkomsumsi makanan dari kelelawar akan menambah stamina dan kekebalan tubuh akan tetap terjaga walaupun pada akhirnya menciptakan wbah mematikan.

Baca Juga : Cerita Didi Kempot Saat Berkarya Di Panggung Musik Indonesia

Lepas dari semua spekulasi yang tidak berujung tersebut seluruh negara telah ditulari oleh wabah virus corona termasuk Amerika Serikat dan membutuhkan gotong royong bersama memutus penyebaran virus yang telah memakan korban jiwa cukup besar di seluruh dunia. kini Amerika telah membuka portal ekonomi barunya untuk menutupi kerugian yang telah melanda seluruh negeri Pamansam itu meskipun wabah virus corona masih mengancam warganya.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update