Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sekitar 163 Karyawan Resort Di Pulau Lembeh Mengalami PHK

Kamis, 04 Juni 2020 | 08:31 WIB Last Updated 2020-06-17T07:23:14Z
Ilustrasi foto diving sebelum pandemi covid-19 Photo : critters@lembehresort

Bidikdot.com Pandemi Covid-19 berkepanjangan membuat beberapa pengeolah resort diving dan penginapan diseputaran Pulau Lembeh dengan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja kepada para karyawannya akibat tidak ada  lagi penghasilan yang masuk ke Perusahaan sejak awal  Maret 2020 lalu. sebelum pemberlakuan pembatasan penerbangan oleh Pemerintah Indonesia maka seluruh para pengunjung mancanegara yang berwisata ke Indonesia diminta pulang kenegara asalnya.

Itu merupakan pukulan awal kepada pihak pengelolah resort diving khususnya di Kota Bitung yang memang hanya mengandalkan kunjungan para turis mancanegara untuk mendapatkan profit dalam pemasaran jasa layanannya. pihak resort tidak berbuat apa-apa setelah seluruh pengunjung mereka dari luar negeri diminta pulang karena adanya pemberlakuan lockdown dibeberapa negara.

Baca Juga : Lembeh Zona Hijau Corona Warga Berharap Ada Batasan Pengunjung

Sektor pariwisata mendapat efek cukup signifikan atas pembatasan sementara kunjungan para turis mancanegara mengingat semakin meluasnya penyebaran Covid-19 ditanah air dibulan Maret lalu.

Salasatu yang sangat berdampak adalah para pemilik resort dengan jasa diving serta penginapan sebagai lahan untuk mendapatkan keuntungan dan mensejahterakan para pekerjanya. namun apa boleh dikata persoalan anjloknya roda perekonomian pariwisata tidak dapat dihindari oleh para pengolah resort dan jasa diving.

Untuk mempertahankan resort yang mereka kelolah dari kebngkrutan dan menghindari agar tidak ditutup secara total maka para pemilik resort jasa diving diseputaran Pulau Lembeh harus mem-PHK  para pekerja agar budget yang tersisa dapat mengurus resort dengan durasi beberapa bulan kedepan.

Resort-resort diving yang mem-PHK bahkan sebagian dirumahkan tanpa penghasilan tersebar di 6 Perusahaan resort diantaranya Talassa Resort, Lembeh Resort & Critters, NAD Resort, Bastianos Resort, Frogies Resort, Tow Fish Resort hanya sebagian kecil saja yang masih dipekerjakan karena berhubungan dengan merawat area resort.

Prediksi Pemerintah pandemi akan berakhir dibulan Mei lalu ternyata meleset  dan akhirnya diperpanjang hingga 6 Juni 2020 mendatang sebab penyebaran virus berbahaya ini terus bertambah diberbagai daerah ditanah air meskipun saat ini ada langka Pemerintah untuk memulihkan kembali perekonomian dengan solusi program New Normal.

Maksud dari program ini adalah masyarakat dapat beraktifitas seperti sebelum adanya pandemi covid-19 namun dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan virus corona, namun solusi ini masih akan dipelajari oleh Pemerintah meskipun dibeberapa daerah dengan zona hijau mulai diberlakukan program ini.

Meski demikian sudah ada tanda pergerakan aktifitas untuk memulihkan ekonomi itu hanya sebatas didalam negeri saja sebab belum ada regulasi yang mengatur kembalinya semua maskapai penerbangan untuk beroperasi. sebab harapan dari para pemilik resort hanya penerbanganlah yang akan membuka akses kran penghasilan mereka.

Sebab para tamu yang akan datang ke Indonesia memerlukan keamanan penerbangannya seandainya itu mulai beroperasi namun sangat disayangkan belum ada informasi tentang kenormalan kembali penerbangan tanah air mengingat juga ada beberapa maskapai penerbangan domestik yang juga melakukan PHK terhadap beberapa Pilot mereka dengan status kontrak.

Dari beberapa informasi para pekerja resort yang tersebar diseputaran Pulau Lembeh ada sekitar 163 karyawan resort yang di PHK namun menurut penjelasan para karyawan tersebut jika suasana telah kembali seperti dulu maka mereka tetap akan dipanggil kembali sebagai pekerja diresort dimana mereka bekerja.

Menurut mereka situasi seperti ini butuh pengertian dari para karyawan sebab bukan kesegajaan dari para pegolah Perusahaan resort namun karena keadaan yang memungkinkan mereka harus di PHK ataupun dirumahkan tanpa ada penghasilan.

'Torang musti naku mangarti deng bos karena kalau nyanda ada tamu bos mu bayar deng apa sedangkan penghasilan cuma baharap dari tamu yang mu datang" tutur Markus salasatu pekerja resort bagian penyelaman.

ia pun berharap bahwa Covid-19 ini segera berakhir sehingga ada tamu yang akan kembali berkunjung keresort dimana mereka bekerja. demikian juga para pekerja yang lain memiliki harapan yang sama sambil mengharapkan kepada Pemerintah dapat membuka kembali akses penerbangan keluar negeri meskipun masih dalam penganan virus corona.

Baca Juga : Imbas Covid-19 Terhadap Kesehatan Pariwisata Daerah

Mengingat juga ada beberapa resort yang telah diputuskan kerjasama mereka dengan para tamu untuk datang keresort dimana kesepakatan bookingan telah ditandatangani. namun juag diresort lain accupancy tamunya bulan ada berubah pada bulan oktober - desember hanya saja setelah belum ada pembukaan penerbangan satu persatu para tamu tersebut mulai melakukan pembatalan untuk datang keresort yang nantinya akan menjadi tujuan mereka.
×
Berita Terbaru Update