Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Cengkih Kota Bitung Tak Menentu, Petani Berharap Kejayaan Cengkih 2001 Terulang Lagi

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 15.54 WITA Last Updated 2020-09-17T00:21:41Z
Photo Bidikdot

Bidikdotcom Dua bulan terakhir ini Juli-Agustus petani cengkih Kota Bitung ada pada masa panen raya khususnya petani cengkih di Pulau Lembeh meski ada yang tidak semuanya pohon cengkih berbuah namun dari keseluruhan warga Lembeh rata-rata bisa mengambil hasil dari tanaman musiman ini.

Diakui oleh beberapa petani bahwa tahun ini buah cengkih tidak berbuah secara bersamaan ada yang sudah bisa dipanen dalan sepohon tetapi ada lainnya masih sengat kecil. tetapi juga ada yang memang tidak menghasilkan buah tahun ini.

Baca Juga : Pulau Lembeh Panen Cengkih Di Tengah Pandemi CV19

Walau demikian harga dipasaran bersahabat meski sebagian pohon milik petani tidak menghasilkan tapi kini harga cengkih tidak sangat bersahabat sekarang ada dibawa harga nasional untuk Kota Bitung dengan harga per kilogram Rp 52.000 ini harga pada Jumat 15 Agustus 2020 sedangkan harga nasionalnya adalah Rp 60.000.

Petani Cengkih sangat mengeluhkan harga yang semakin menurun dan tidak memiliki ketetapan harga dari yang kami tanyakan ke pihal pembeli yang ada di sekitaran Ruko Pateten bahwa memang harganya seperti itu beberapa waktu lalu ada yang Rp54.000 hingga Rp54.500.

Tetapi saat ini sangat disayangkan harganya semakin turun bukan naik ungkap Ined sala satu pemilik cengkih yang baru menjualnya kemarin 15/8.2020.

"mu beking bagimana ya torang cuma pasrah deng harga bagini, blum mu bayar orang kerja" ungkap pak ined disela-sela percakapan bersama rekan-rekan pemilik cengkih yang lain.

Para petani cengkih dari Pulau Lembeh mengeluhkan dengan harga yang ada saat ini sebab hampir tidak mendapat keuntungan kata mereka. sebab angkutan dari area perkebunan untuk dibawa pulang kerumah butuh biaya transportasi bagi mereka yang memiliki kendaraan pribadi tidak masalah tetapi bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi sangat mengeluh dengan harga pasaran saat ini.

Inilah kemudian mengharapkan perhatian pemerintah untuk dapat mencari solusi agar harga cengkih saat ini bisa diangkat dari harga sekarang minimal seperti harga nasional Rp60.000.

Pandemi covid-19 membuat perekonomian nasional sempat down di bulan terakhir akibat pemberlakuan kebijakan Pemerintah dirumah saja dan menutup sementara pabrik-pabrik dengan ribuan pekerjanya termasuk pabrik pengolahan cengkih.

Alasan inilah kemudian membuat nilai ekspor nasional menurun dan produk dari rempah andalan tanah air ini juga ikut turun yang akhirnya berdampak negatif  bagi masyarakat.

Bila menoleh kebelakang pada tahun 2001 silam harga cengkih kering bisa tembus angka RP 125.000 per kilogramnya sedangkan cengkih basah ada di harga Rp 45000 - 50000. harapan petani atas kejayaan panen cengkih ditahun itu kiranya dapat terulang kembali.

Baca Juga : Benarkah Pinjaman Online Berbasis Aplikasi Menjanjikan Atau Hoax

Padahal harga kopra mulai meroket dan di Kota Bitung telah tembus angka RP700.000 per 100 kg namun disayangkan tidak semulus dengan harga cengkih saat ini. meski begitu petani cengkih khususnya di Pulau Lembeh tetap bersyukur walau ada di tengah pandemi covid-19 masih mendapat penghasilan dengan kebijakan Pemerintah dirumah saja.
loading...

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update