Notification

×

Iklan

Iklan

Kegunaan VAR Dalam Sepak Bola, Indonesia Belajar Dari Thailand

Senin, 02 November 2020 | 14.31 WITA Last Updated 2020-11-08T03:04:29Z

 

Liga Thailand yang menggunakan VAR gambar bidikdot

Bidikdotcom Dunia sepak bola terus melakukan terobosan-terobosan baru terhadap kualitas dan profesionalnya sebuah kompetisi atau pertandingan dalam level-level domestik maupun internasional dibawa tanggung jawab lembaga sepak bola dunia FIFA. Salah satu terobosan dilakukan FIFA tersebut adalah penggunaan  VAR (Video Asissten Referee) dalam setiap pertandingan bola.

Penggunaan VAR pertama kali di lakukan saat Piala Dunia 2018 lalu di Rusia dan hingga kini sistem ini telah diterapkan di liga-liga top Eropa seperti Premier League, Seri A Italia dan Laliga, UCL dan Eropa League. kehadiran VAR memiliki manfaat signifikan terhadap kualitas sebuah kompetisi dan mengurangi benturan antar pemain serta wasit saat pertandingan sedang berlangsung.

Baca Juga : UCL Juventus Tumbang Dari Barcelona 

Bagaimana dengan Asia Tenggara yang memiliki pendukung fanatik bolanya bahkan sering melakukan tindakan anarkis jika keputusan wasit tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Dilansir dari FOX Asia, negara Asia Tenggara yang telah menerapkan sistem VAR dalam petandingan sepak bolanya adalah Vietnam dan Thailand dan baru di mulai pada akhir tahun 2019 lalu. Vietnam dari sejarah sepak bola mereka kalah jauh dari Indonesia yang memiliki tifosi penggemar dan peminat sikulit bundar cukup luar biasa.

Tetapi kini Vietnam merupakan raksaksa sepak bola baru di Asia Tenggara yang tidak lagi dapat dipandang sebelah mata oleh negara-negara dimana sepak bolanya telah memiliki nama seperti Indonesia dan Thailand.

Negara Asia Tenggara kedua yang menerapkan sistem VAR dalam setiap pertandingan sepak bolanya adalah Thailand. Negeri Gajah Putih ini juga sejak 2019 lalu sudah menerapkan sistem VAR dala setiap kompetisi domestiknya dan bisa di bilang cukup sukses. Penerapan VAR dalam setiap pertandingan sepak bola di Thailand berhasil menciptakan suasana dari berbagai benturan karena ketidak puasan pemain kepada wasit.

Dari yang kami ikuti pertandingan-pertandingan di Toyota Thai League cukup terkesan melihat pemanfaatan VAR sangat membantu pengambilan keputusan wasit ditengah lapangan. Memang ada protes dari para pemain tetapi tidak seperti kompetisi-kompetisi sebelumnya dimana VAR belum digunakan dalam setiap pertandingan.

Bagaimana Dengan Indonesia? 

Tahun 2019 wacana PSSI akan menerapkan VAR di Liga Utama (Shope) belum kunjung terlaksana entah apa yang menghalangi sehingga sistem dimana membantu wasit ini belum di terapkan. Padahal merujuk dari sifat dan karakter pendukung sepak bola Indonesia yang cenderung bertindak diluar batas bila keputusan wasit tidak sesuai keinginan mereka, seharusnya VAR benar-benar menjadi solusi.

Indonesia Perlu Belajar Dari Thailand  dimana VAR menjadi solusi dalam pengambilan keputusan wasit ditengah lapangan sebab Indonesia dan Thailand adalah 2 negara dimana memiliki kegemaran besar terhadap olahraga yang satu ini.

Kegunaan VAR cukup signifikan adalah bisa menahan benturan atau gesekan antar suporter, pemain dan wasit sehingga kecenderungan pertandingan dihentikan karena terjadi kerusuhan bisa dihindari dan kemungkinan kecil akan terjadi. Memang diakui Indonesia adalah salah satu suporter pembuat ulah bila tim kesayangannya tidak mendapat perlakuan adil dari hakim lapangan.

Kemudian bila VAR diterapkan akan terlihat kualitas sebuah kompetisi karena sudah menggunakan teknologi berstandar FIFA dan rasa nyaman menikmati jalannya sebuah pertandingan akan terasa bebas dari setiap pendukung karena tidak ada tim dirugikan.

Kompetisi Liga 1 Shope Indonesia merupakan kompetisi sepak bola bergengsi maka tidak ada salahnya PSSI selaku badan sepak bola tertinggi tanah air secepatnya menerapkan  sistem VAR saat kompetisi Liga 1 akan bergulir meskipun nanti akan dimulai pada awal tahun 2021.

Saat pertandingan Toyota Thai League semalam mempertemukan Samhuprakan City berhadapan dengan Sukothai FC yang dimenangkan Samhuprakan dengan skor 3-2 ada protes dari pemain terhadap wasit tetapi analisa VAR tidak dapat membuat protes pemain Sukothai berlanjut dan akhirnya menerima keputusan wasit dengan tenang.

Dan terlihat dalam pertandingan tersebut sebuah profesionalis dari para pemain bahkan seluruh ofisial yang di ijnkan masuk mendampingi para pemain.

Baca Juga : Cara Menonton Acara Bola Live Gratis 2020

Bila kompetisi Liga 1 Shope akan digulirkan Januari mendatang dan VAR akan menjadi pembantu wasit ke-4 maka bisa dipastikan Liga ini akan menjadi kompetisi profesional dan benturan-benturan selama ini terjadi di sepak bola tanah air karena keputusan wasil secara manual bisa ditekan dengan adanya teknologi pembantu wasit ini.

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update