Notification

×

Iklan

Iklan

Mengenal Lebih Dekat Siapa Dibalik Nama Kamala Harris

Rabu, 04 November 2020 | 10.49 WITA Last Updated 2020-11-08T03:05:12Z

 

Kamala Harris calon Wakil Presiden Joe Biden Foto twitter @kamala harris

Bidikdotcom Nama Kamala Harris ramai diperbincangkan oleh berbagai media Amerika namun tidak hanya di tanah Pamansam saja tetapi seluruh dunia termasuk Indonesia secara umum. Kamala Harris membuming namanya setelah menjadi salah satu calon Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden Amerika tahun 2020 tepatnya hari ini 3 November 2020 dan waktu Indonesia 4 November 2020.

Pemilik nama lengkap Kamala Devi Harris adalah seorang Lawyer dan Senator Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland Amerika. Kamala Harris merintis karirnya sebagai seorang pengacara di Oakland dan mengantarkannya sebagai Jaksa Agung ke-32 di California.

Baca Juga : Joe Biden Siapkan 18 Juta Lapangan Kerja Bagi Warga Amerika

Jebolan mahasiswa dari Howard Univercity ini terbilang memiliki karir gemilang dalam perjalanan pekerjaan sebagai seorang publik figur ternama. Atas kesuksesannya tersebut Tahun 2017 ia dipinang Partai Demokrat untuk menjadi Politisi dari partai yang pernah mengangkat nama mantan Presiden Barack Obama dan menjadikannya menjabat Presiden Amerika selama dua periode.

Bukan tidak ada alasan Partai Demokrat meminang istri dari Douglas Emhoff itu karena Kamala memiliki karakter pekerja keras dan bisa menaikan pamor Partai. dan ini terbukti, menjadi Politikus sejak tahun 2017 lalu nama Kamala Harris kian bersinar dan membuat Partai Demokrat melejit dalam tanggapan publik sebagai partai moderat yang terpercaya.

Anak dari pasangan Donald Harris berdarah Jamaika dan Ibu Syamala Gopalan asal India akhirnya diusung Partai sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joe Biden sebagai Calon Presiden Amerika Serikat lima tahun mendatang.

Kamala Harris adalah calon Wakil Presiden perempuan berkulit hitam pertama yang menjadi kandidat birokrasi dalam dunia politik Amerika dimana sebelum-sebelumnya para calon Presiden maupun Wakil Presiden dari kaum perempuan masih di dominasi oleh warga Amerika berkulit putih. Itulah sebabnya saat di berikan kesempatan menjadi pendamping Biden wanita dengan bawaan tegas ini meneteskan air matanya dengan penuh rasa haru dan bangga.

Elektabilitas Joe Biden naik tidak lepas dari pengaruh publik figur seorang Kamala Harris dan menjadikan dirinya wanita cukup disoroti di Amerika Serikat menjelang Pemilihan Umum. Meski begitu pengacara tegas ini memiliki sifat rendah hati yang di puji warga Amerika Serikat.

Pertarungan Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan menjadi sebuah kompetisi dalam level tertinggi untuk tahun 2020 sebab masing-masing kandidat memiliki record politik dan birokrasi cukup di andalkan sehingga publik Amerika dapat menilai siapa calon yang akan mereka pilih nanti.

Melihat konsistensi dan tanggung jawab dari pasangan wakil Partai Demokrat dalam menjabarkan program mereka kepada seluruh publik Amerika maka bisa saja petahana Donald Trump dan pasangannya akan sedikit kesulitan mengimbangi elektabilitas Biden dan Harris.

Naiknya elektabilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap dua politikus pentolan Partai Demokrat ini adalah program kerja mereka yang mana sangat menarik simpati warga apalagi akan tersiapnya lapangan pekerjaan yang melibatkan 18 juta tenaga kerja dari semua kalangan bila Biden dan Harris di percayakan memimpin Amerika ke depan.

Kamala Harris saat debat 22/11/2020 foto twitter kamalaharris

Dan hari ini 3 November atau 4/11/2020 waktu Indonesia seluruh warga Amerika Serikat menyalurkan hak pilihnya untuk menentukan kesejahteraan Amerika kedepan. Dan melihat beberapa analisis saat masa kampanye lalu tidak ada trafict berubah dari kedua calon Presiden Amerika tersebut dan Biden masih sedikit memimpin dari trafict Trump.

Calon Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris berhasil meraih perhatian publik Amerika seputar isu penanganan percepatan Covid-19. Publik menganggap Biden lebih serius dalam penanganan Covid-19 dan ini terlihat dalam kampanye serta debat yang sudah berjalan. Biden sering memakai masker sedangkan petahana Donald Trump jarang memakai masker.

Sama halnya dengan wakil Presiden Kamala Harris menjadikan masker sebagai bagian dari aktifitasnya setiap hari dan ini disukai publik negeri adidaya itu. Beberapa wilayah seperti California, Los Angel,Masshasuset menujukan tingkat perhatian cukup tinggi bagi peran Kamala Harris dalam membantu warga mendapatkan perlindungan hukum yang adila.

Sehingga tiga wilayah ini menjadi pundi suara dari pasangan Biden dan Harris (sumber twitter). Namun bukan berarti petahana tidak memiliki basis di rilis dari BBC Net Work Trump menguasai beberapa wilayah dengan penduduk cukup signifikan jumlahnya.

Baca Juga : Cara Tak Pantas Di Lakukan Pendukung Paslon Pilgub Sulut

Ini berarti kedua calon Presiden tersebut memiliki peluang cukup untuk memenangkan pemilu presiden tahun 2020 ini. Mengingat juga bahwa pemilu tahun 2020 adalah pemilu dengan tingkat keterlibatan masyarakat Amerika yang cukup tinggi dari pemilihan umum sebelumnya sehingga lembaga pelaksana telah membuka pemilihan tersebut sejak awal Oktober lalu.


Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update