Notification

×

Iklan

Iklan

Pembakaran Gereja Di Palu, Korban Di Bunuh Dengan Sadis

Minggu, 29 November 2020 | 09.39 WITA Last Updated 2020-11-29T14:56:41Z

Puing Gedung Gereja Bala Keselamatan yang di bakar teroris pada 
27/11/2020 Sumber Foto : suryakepri.com


Bidikdotcom Masyarakat Indonesia kembali di hebohkan dengan aksi Teroris yang cukup sadis dan kejam menganiaya salah satu Persekutuan Jemaat Gereja Bala Keselamatan Sulawesi Tengah Desa Lemba Tongoa Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi pada 27/11/2020.


Aksi yang di sinyalir dari teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini membakar tempat ibadah umat Kristiani pada Jumat malam.


Dari beberapa informasi yang tersebar di sosial media bahwa karena jangkauan ke wilayah Lemba Tongoa sedikit terisolir maka kabar kebiadapan ini nanti di ketahui pada besoknya Sabtu 28/11/2020.


Ada empat orang warga jemaat Gereja Bala Keselamatan di bunuh dengan cara tidak manusiawi yakni di bakar dan satu orang di penggal kepala yakni mertua anak dan menantu.


Pemerintah setempat baru mendapat kabar setelah berita ini viral di Sosial Media.


Dikutip dari Suryakepri.com Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Fraksi Partai Hanura Pendeta Frits A Kandori meminta Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola memberi perhatian khusus terhadap kasus ini.


Menurut Pdt.Frits agar masyarakat warga gereja di Sulawesi Tengah khususnya di desa-desa seperti Lemba Tongo ini akan merasa nyaman saat merayakan Natal Yesus Kristus.


Belum ada pernyataan dari pihak berwajib apa motif dari para teroris tersebut apakah berhubungan dengan beberapa orang teroris di wilayah Palu bulan yang lau dilumpuhkan petugas gabungan TNI/Polri ataukah ada motif lain.


Perbuatan keji ini terjadi di saat umat Kristiani akan memasuki bulan perayaan hari Natal di mana beberapa Lembaga Gereja akan memulainya dengan menghayati minggu-minggu Adven (penantian) pada Minggu 29/11/2020.


Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia menyayangkan peristiwa ini dan mengutuk keras para pelaku yang tidak bertanggung jawab itu.


Lewat pernyataan pers dalam surat resminya salah satu poin  PGI adalah meminta Pemerintah dan Petugas keamanan mengusut tuntas peristiwa biadab yang telah menghilangkan nyawa orang dan membakar tempat ibadah itu agar masyarakat Indonesia merasa aman dalam menjalankan aktifitas beribadahnya.




Demikian juga dengan Pemerintah lewat Menteri Agama Fachrul Razi mengecam serta mengutuk perbuatan biadap tersebut dan meminta aparat keamanan segera mengusut tuntas kasus di Lemba Tongoa itu.


Ini salah satu perbuatan  terkeji di wilayah Sulawesi Tengah bahkan di Indonesia secara umum dimana orang-orang Kristiani menjadi sasaran empuk dari para perlaku yang tidak menginginkan Indonesia kaya perbedaan termasuk dari segi Agama.


Untuk itu perlu kesigapan dari petugas keamanan secepatnya mengusut tuntas kasus kemanusiaan yang biadap ini agar masyarakat Indonesia khusunya warga Kristiani mendapat kebebasan dalam menjalankan ibadahnya apalagi menyambut Natal Yesus Kristus. (bdc) 




Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update