Notification

×

Iklan

Iklan

Melanggeng Dengan Mudah Dinasti Politik Jokowi Jadi Sorotan di Pilkada 2020

Jumat, 11 Desember 2020 | 08.05 WITA Last Updated 2020-12-11T01:05:53Z

 


Bidikdotcom Pilkada serentak 2020 menjadi perhatian seluruh masyarakat Indonesia maupun media Internasional sebab di lakukan ditengah situasi pandemi covid-19 dimana beberapa daerah di tanah air masih menjadi zona tidak nyaman dalam menghadirkan banyak orang.


Sehingga benar-benar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat dan teratur oleh seluruh petugas KPPS di masing-masing TPS untuk meyakinkan para pemilih bahwa pilkada 2020 meski di tengah pandemi wabah penyakit di jamin keamanannya.


Ada 1300 pasangan calon dari 270 daerah yang melaksanakan pemilihan umum kepala daerah pada 9 Desember 2020, dengan masing-masing rincian 9 provinsi untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, 224 daerah memilih Bupati dan Wakil Bupati serta 37 daerah memilih Walikota dan Wakil Walikota.


Dari total 270 daerah yang ikut pemilihan kepala daerah secara serentak ada beberapa daerah yang menjadi sorotan media seperti pemilihan di Kota Solo dan Kota Medan dimana masing-masing kandidatnya adalah keluarga Istanah.


Gibran Rakabuming Raka mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan status anak sulung dari Presiden Joko Widodo berpasangan dengan  Teguh Prakosa.


Dari perhitungan cepat lembaga survei Indonesia calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengungguli lawannya dengan raihan suara sebesar 87,15% sedangkan Bagyo Wahyono dan FX Supardjo hanya berhasil meraih suara 12,85%.


Demikian juga menantu Presiden Joko Widodo Boby Nasution sebagai calon Walikota Medan berhasil menggunguli lawanya dengan terpaut cukup signifikan perolehan suara 55,29% dan 44,71% suara dari Akhyar Nasution.


Dua Calon kepala daerah ini menjadi sorotan media sebab jaringan dinasti politik Joko Widodo tidak dapat di imbangi oleh lawan-lawan politik mereka meski di jalankan oleh mesin-mesi partai ternama namun belum bisa menembus kepopuleran sang Presiden saat ini memimpin Indonesia.


Secara demokrasi tidak ada masalah sebab sebagaimana diatur dalam perundang-undangan setiap warga negara berhak mendapatkan kedudukan yang sama sebagai warga negara republik Indonesia.


Tetapi di satu sisi ketenaran sang Ayah masih menjadi kekuatan untuk dipakai sebagai alat mencapai kekuasaan meskipun dari beberapa pakar politik seharusnya Jokowi dapat membatasi ruang keluarganya dalam kontestasi pilkada ini, karena sangat tidak elok  bagi iklim demokrasi tanah air.


Dalam  jumpa pers yang dilakukan oleh calon Walikota Solo ini pada sore hari 9/12/2020 sekitar pukul 17.30 wib  menanggapi hasil hitung cepat beberapa lembaga survei mengatakan bahwa akan melanjutkan program-program terbaik dari Walikota sebelumnya sambil menunggu penetapan resmi dari KPU terhadap kemenangan dirinya.


Kemenangan yang diraih oleh Gibran Rakabuming di Kota Solo tidak lepas dari peran sang Ayah yang pernah memimpin dua periode Kota Batik ini dimana saat ini memimpin Indonesia setelah menang dalam pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 lalu.


Keluarga Joko Widodo menjadi sejarah dalam demokrasi Indonesia memenangkan dua kandidat calon Walikota baik sebagai anak kandungnya maupun sebagai menantu dan melanggeng dengan mudah mendapatkan kursi nomor satu kepala daerah.


Namun sejauh ini belum ada tanggapan resmi dari Presiden Joko Widodo sehubungan dengan keluarganya menjadi calon kepala daerah. Tetapi perlu di ingat apapun alasannya pilkada telah selesai namun perlu di evaluasi dengan bijak oleh pemangku kepentingan sehingga ini bisa menjadi barometer dalam membuat regulasi baru sehubungan dengan pencalonan keluarga istanah.


Semua elemen bangsa perlu menghargai hasil dari keseluruhan pemilihan kepala daerah dari 270 daerah yang melaksanakan demokrasi 5 tahunan secara serentak ini meski ada ditengah wabah virus corona (bdc).

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update