HEADLINE NEWS

Enggan Berobat ke Rumah Sakit Masyarakat Memilih Rawat Dari Rumah

 

Ilustrasi gambar by pixabay

Bidikdotcom - Tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia saat ini terhadap rumah sakit kian menurun sehubungan dengan penetapan pasien kategori Covid-19 yang tidak lagi dilihat dari sifat bawaan  penyakit si pasien. semua jenis penyakit sudah di kategorikan sebagai turunan dari wabah virus corona saat seseorang memeriksakan dirinya ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat.


Keluhan masyarakat ini cukup mendasar karena beberapa kasus sudah terjadi seperti di Kota Bitung ada pasien yang berobat karena kecelakaan, kelelahan dan sakit lain yang tidak ada hubungan dengan bawaan corona virus desease oleh pihak medis di tetapkan sebagai penyakit yang dihasilkan oleh wabah tersebut.


Baca Juga : Sayur dan Buah Dapat Menetralisir Asam Urat Dalam Tubuh


Memiriskan lagi akibat tindakan putusan yang tak berimbang itu oleh para medis memberi rasa enggan dan ketidak nyamanan masyarakat untuk pergi berobat ke rumah sakit.


Kita masih ingat saat anggota keluarga salah satu pasien dirawat di RS Budi Mulia Bitung pertengahan tahun 2020 lalu dimana keluarga pasien tidak menerima pihak medis memvonis keluarganya untuk dimakamkan menurut protokol kesehatan yang pada akhirnya memicu keributan.


Rasa takut masyarakat khususnya di Kota Cakalang ini untuk berobat kerumah sakit dipicu karena alasan seperti tadi sehingga sebagian lebih memilih diam dirumah sambil melakukan alternatif lain.


Bahkan ada keluarga yang rela sampai menghembuskan nafas terakhir dirumah ketimbang memilih ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif dari medis.


Inilah lika-liku polemik dibalik penetapan seseorang menjadi pasien rumah sakit yang di vonis terjangkit virus corona yang hingga hari ini menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat apalagi bagi warga yang berkebutuhan ekonomi menengah kebawa.


Diakui bahwa keseriusan dan perhatian pemerintah terhadap penanganan wabah berbahaya ini patut di dukung secara totalitas oleh seluruh masyarakat Indonesia siapapun dia termasuk para medis.


Pemberian fasilitas rumah sakit khusus pasien Covid-19 oleh pemerintah adalah hal lebih dari cukup untuk menghindari bertambah jatuhnya korban jiwa dari penyakit ini.


Namun untuk saat ini pergi ke rumah sakit masyarakat semacam mengalami fobia mendadak dan rasa takut berlebihan mengingat jangan-jangan sakit dialami seseorang nantinya adalah virus berbahaya.  sehingga pengobatan rawat jalan menjadi alternatif piliha,  itupun bukan melalui rumah sakit tetapi dari klinik praktek para dokter.


Tidak salah juga karena pengobatannya sama-sama dokter yang menangani hanya saja fasilitas yang diberikan sangat terbatas, apalagi bagi mereka mengalami penyakit cukup serius. Jika tidak melalui rumah sakit akan berbahaya juga bagi warga yang memeriksakan diri tersebut.


Memang seluruh masyarakat di tanah air diperhadapkan hingga tahun 2021 ini dengan persoalan wabah yang mengguncang seluruh dunia, tetapi perlu sikap proaktif masyarakat khususnya di Kota Bitung melihat secara akal sehat, sakit mana yang benar-benar butuh rawat inap di rumah sakit dan tidak,  sehingga tak akan mengancam keselamatan jiwa seseorang.


Meski rasa takut akan ke rumah sakit, tetapi ada keputusan yang harus diambil setiap warga masyarakat seperti,  jika sakit tersebut cukup serius dan harus ditangani pihak medis di RS kenapa harus memilih rawat jalan dimana mungkin hal tak diduga bisa teralami oleh si pasien.


Baca Jua : Ruang Isolasi Gawat Darurat Corona Pertemuan Akhir Pasien Dan Keluarga


Maka dengan itu semua rasa enggan warga untuk berobat ke rumah sakit perlu di pikirkan kembali sehingga apa yang dialami dari penyakit seseorang, solusi mungkin ada di rumah sakit bukan pada rawat jalan. Tetap sehat ikuti protokol kesehatan (bung deny)

Previous
« Prev Post
Show comments

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *