Notification

×

Iklan

Iklan

Melihat Lebih Dekat Peradaban Kota Pompeii Romawi Kuno dan Kehancurannya

Sabtu, 20 Februari 2021 | 20.42 WITA Last Updated 2021-02-21T12:48:25Z

 

Kota Pompeii dekat Napoli Foto National Geographic

Bidikdotcom Kota Pompeii merupakan salah satu kota jaman pemerintahan Kerajaan Romawi Kuno dengan perdaban kebudayaan dan perekonomian cukup tinggi dimana sifat kekejaman serta hukum rimba menghiasi setiap sudut sosial manusia jaman itu.


Siapa terkuat dialah bisa bertahan hidup dan mereka mencoba melawannya, kematian adalah jalan satu-satunya. Tidak ada hukum adil di kota ini semua dijalankan atas transaksi uang, seks dan jabatan diluar dari pada itu dianggap sampah.


Anak-anak lelaki dijadikan pekerja kasar dan budak sedangkan gadis belia diperjual belikan seperti jajanan pasar yang murah meriah.


Saya sangat tertarik dengan legenda kota ini dari pemaparan film-film seperti POMPEII, APOCALYPSE POMPEII, THE LAST DAY, IMPERIUM POMPEII, dimana ceritanya memberi gambaran kejayaan kota serta peradabannya.




Hanya saja secara real history film-film tersebut tidak dapat menggambarkan backround secara rinci dalam cerita situs sesungguhnya hari ini, dan lebih pada mengedepankan hiburan meskipun nuansa sejarahnya kental digambarkan.


Beberapa refrensi sumber saya padukan dengan tour lapangan tim dari channel tv National Geographic yang menginspirasi catatan sederhana ini karena liputannya langsung dari tempat kejadian perkara letak dan kedudukan Kota Pompeii.


Kota Pompeii saat ini berada dekat Kota Napoli wilayah Campania, Italia yang sempat hilang selama 1.600 tahun dan ditemukan pada tahun 1748 abad ke-11.(wikipedia)


Namun beberapa hal mempengaruhi penggalian saat itu karena beberapa alasan seperti sering terjadinya kekacauan di Roma perang saudara dan pengelompokan komunitas mengakibatkan saling ekspansi. dan menunggu 150 tahun kemudian untuk melakukan penggalian kembali kota bersejarah tersebut.


Seorang Arsitek bernama Fontana berhasil menemukan kota ini sebelumnya pada tahun 1599 dengan sumber petunjuk yakni manusia yang terbungkus dengan debu yang telah mengeras.


Tahun 1860 Arkeolog bernama Giuseppe Fiorelli ilmuwan asal Italia ini mencoba memakai teknik injeksi yang disebut Plester untuk menyatukan tubuh korban agar dapat diteliti dengan cermat manusia jaman itu dari alur tubuh agar tidak rusak, ini dikarenakan bungkusan tubuh akibat abu vulkanik panas yang bertahan ribuan tahun dan bisa saja hancur jika disentuh.


Penggalian berlangsung selamat 6 tahun oleh para ilmuwan dari Italia dan para LSM pecinta peninggalan kuno dengan menghabiskan dana triliunan rupiah (indonesia).


Kota kuno ini saat penggalian memiliki kontur bangunan masih utuh dan belum terbongkat sehingga memudahkan para peneliti mengembangkan pemikiran mereka sebagaimana fakta dilapangan saat penggalian.



Mayat Batu tertimbun selama 1600 tahun Foto Italian Ministry of Culture


Adalah Kaisar Nero Claudius Caesar Germanicus kaisar kelima dan terakhir Romawi dari dinasti Julio Claudian memiliki reputasi buruk saat menjalankan pemerintahan.


Saling membinasakan anatara manusia satu dengan lainnya adalah olahraga prestisius yang cukup kejam jaman itu pemerannya disebut Gladiator dan tempat pelaksanaannya di Kota Pompeii atau para ilmuwan menyebutnya Las Vegas dan Beverly Hills modern.


Arena seperti stadion sepak bola dengan jumlah penonton sekitar 10000-15000 orang daya tampungnya dan merupakan arena olahraga termegah saat itu di Pompeii. Usai para Gladiator melaksanakan pertarungan (lomba) petugas lapangan membersihkan lumuran darah di lantai tanah yang berdebu.


Tidak ada aturan dalam kompetisi ini hanya siapa yang kuat bisa hidup dan melanjutkan kompetisi selanjutnya.


Gladiator menjadi lambang keberuntungan bagi para calon pengantin yang akan menikah sehingga sebelum pernikahan mereka harus menonton hingga selesai dan mengambil darah gladiator yang telah mati untuk dipercikan atau digosok didinding kamar pengantin.


Tidak hanya itu para putri kerajaan pun menjadi penyanding hidup para gladiator, meskipun nasib mereka pada akhirnya harus menghadap maut. 


Tubuh para atletik ini berbeda dengan tubuh masyarakat biasa, mereka memiliki kulit dilapisi lemak tebal yang dihasilkan dari makanan berjenis kacang-kacangan serta sayuran sehingga saat benda tajam melukai mereka tidak akan sampai kedaging dalam dan akan keluar lemak terlebih dahulu.


Kecuali hentakan senjata tajam mengenai hingga daging dalam tubuh baru akan mengeluarkan darah. 


Makanan para gladiator ini masih dikembangkan di restoran Fenesia  dan hanya mereka yang diundang khusus untuk mencicipi makanan ini dan biasanya para pejabat dan tamu undangan dari duta asing negara sahabat Italia, benar-benar spesifikasi.


Sebagai Kota Pelabuhan masyarakat Pompeii memiliki beragam jenis kebudayaan dan interaksi sosial cukup tinggi. roda ekonomi berkembang sangat pesat sehingga tidak heran semua aktivitas disini dihitung dengan uang, bukan lagi dari hubungan persaudaraan.


Pompeii juga dikenal sebagai lahannya "prostitusi" Romawi rumah-rumah bordir bagai penjual sembako dipasar yang bisa ditemui di berbagai sudut kota dan memiliki kamar yang cukup istimewah.


Rumah bordir yang sangat terkenal di Pompeii adalah "Lupanar" nama ini memiliki arti sarang serigala sedangkan para pelaku pelacuran disebut lupa. tempat ini menampung sekitar 286 - 300 wanita dan dikategorikan sebagai tempat pelacuran terbesar di Romawi Kuno.


Prostisusi sebagai salah satu penghasilan terbesar di Pompeii, ini terlihat dari temuan-temuan dalam penggalian ditemukan gambar berpasangan dalam "pesta sex" dan jenis alat kelamin dalam ornamen alat makan kaisar.


Karya seni tersebut tidak  dipertontonkan didepan publik saat ini, dan hanya disediakan untuk dilihat sebagai komsusi penelitian saja oleh Pemerintah Italia.


Sex seperti menjadi sajian istimewah bagai Kaisar Nero bahkan istrinya bernama Peppaea tidak segan membunuh ibu kandungnya sendiri yang menegurnya, saat melakukan adegan panas didepan publik bersama suaminya.


Bebagai keberhasilan ada pada Pompeii saat itu baik dari segi ekonomi maupun teknologi namun "Moral" kehidupan masyarakatnya sangat rendah dan tidak memiliki "harga" sebagai manusia ciptaan Tuhan.


Cara buruk itu terus berlanjut pada pemerintahan Kaisar Caligula dimana para wanita yang baru saja menikah tidak boleh tidur dengan suaminya pada malam pertama, kaisarlah yang memiliki hak itu selebihnya baru lelaki yang menikahi wanita tersebut.


Bila ada dari pria tidak mengikuti perintah kaisar tersebut maka mereka akan mati dengan cara ditanan badan mereka dengan kepala keluar, dan ditebas dengan semacam mesin berjalan dengan golok dibawanya pas seukuran leher orang tersebut.


Perilaku sex didepan publik sering dipertontonkan oleh Kaisar Caligula.


Kota Pompeii dalam masyarakatnya telah mengenal teknologi cukup luar biasa, ini terlihat dalam cara mereka membuat villa bertarif milyaran jika di rupiahkan saat ini. sebab dari segi arsitektur cukup mencengangkan dan ditambah dengan ruangan yang cukup luas.


Villa ini diberi nama House of  Menander dan hanya para pembesar negara yang akan memakai fasilitas ini seperti jamuan makan malam dan acara-acara kenegaraan.


Bisa dikatakan Kota Pompeii semacam Sodom dan Gomora dalam cerita Alkitab dengan segalah kejahatannya disana.


Penemuan lain dari penggalian Arkeolog yakni di temukan adanya lambang-lambang salib dibeberapa tempat tinggal masyarakat dan diyakini sudah ada ajaran keagamaan Yahudi jaman itu.


Gunung Vesivius menenggelamkan Kota Pompeii Foto Daily Mail


Petaka menimpa Kota Pompeii pada tahun 79 M lewat letusan gunung berapi Vesuvius yang  menghasilkan gempa tektonik cukup dasyat sebanyak 4 kali berturut-turut yang disusul dengan semburan debu vulkanik sangat tebal hingga menenggelamkan kota beberapa kaki kedalamannya.


Tidak ada satu pun manusia tersisa hidup dalam bencana ini semuanya mati mengeras terbungkus debuh panas dan hilang bersama kotanya dengan segalah peradaban yang kejam selama 1.600 tahun lamanya.


Perkiraan penduduk Pompeii berjumlah 20.000 jiwa dan berhasil ditemukan dalam penggalian sekitar 2000 mayat.


Bila disandingkan dengan ajaran mulia agama mungkin bisa dikatakan Kota Pompeii layak menerima penghukuman dari yang menciptakan manusia dan se-isi alam ini yakni Tuhan yang Maha Kuasa. Atas segalah kejahatan tak terkendalikan dilakukan oleh manusia di dalamnya


Meskipun di dalam kota tersebut masih ada orang-orang yang berdoa memohon pertobatan dan kembali kejalan Tuhan.


Tetapi dari segi sejarah sesuatu yang sangat bernilai dan mahal harganya diwariskan pada generasi modern hari ini betapa jayanya Kota Pompeii saat itu.


Tahun 1997 UNESCO mengukuhkan Kota Pompeii sebagai situs warisan dunia. dan gunung Vesivius saat ini menjadi wisata gunung yang aman bagi para pendaki. Gunung merapi ini terakhir meletus pada tahun 1944.(denys).

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update