Notification

×

Iklan

Iklan

Istilah Malam Bakupas di Sulawesi Utara Saat Acara Perkawinan

Jumat, 19 Maret 2021 | 07.49 WITA Last Updated 2021-11-03T14:32:10Z

 

Ilustrasi gambar pernikahan by pixabay


Bidikdotcom - Setiap daerah di Sulawesi Utara memiliki keragaman budaya yang berbeda baik dari sudut pandang etnisnya maupun sosial.


Tetapi dalam acara perkawinan meski itu dalam prosesi yang berbeda, masih memiliki kesamaan dalam meramu persiapan untuk acara makan bersama (resepsi) pada esok harinya.


Istilah Malam Bakupas merupakan acara persiapan pada besok hari saat pengantin atau kedua mempelai usai melaksanakan akad nikah atau selesai diteguhkan oleh Pastur atau Pendeta kalau umat Kristiani.


Malam Bakupas juga sebagai sarana bertemunya kedua keluarga dua bela pihak baik dari calon mempelai laki-laki maupun calon mempelai perempuan dengan masing-masing membawa atau mempersiapkan berbagai jenis bahan makanan nantinya akan diolah pada acara resepsi.


Istilah ini dapat dihubungkan dengan membaersihkan berbagai jenis rempah, sayuran maupun daging serta ikan. 


Membersihkan rempah dan sayuran dalam dialek Manado disebut "Kupas" atau bisa disesuaikan dengan tempat saat pekerjaan dilaksanakan sehingga dapat juga disebut "ba Kupas".


Suasana malam bakupas sangat identik dengan keramaian hampir sama keberadaannya saat kita kepasar-pasar umum, ditambah dengan suguhan musik dari alat sound baik itu dari Keeyboard maupun disco tanah semakin membuat kemeriahan walaupun hari elaksanaan acara perkawinan nanti esok harinya.


Tradisi ini sebenarnya sudah terjadi sejak nenek moyang diberbagai daerah yang tersebar di Sulawesi Utara tetapi tata cara pengemasan acaranya sedikit berbeda.


Kalau dulunya benar-benar terlihat unik dan cara santun antara satu dengan yang lain sangat kental dan saling menjaga sehingga malam bakupas hingga acara hari "H" nya berjalan sangat sakral.


Berbeda dengan malam bakupas era modern, suguhan minuman keras menjadi tren pendamping dalam acara malam bakupas apalagi para kaum adam.


Sehingga tak jarang acara tersebut dicoreng oleh tindakan yang tak terpuji dari beberapa orang yang sudah mabuk karena mungkin tak terima ditegur rekan yang lain, atau karena persoalan pribadi keluarga yang melaksanakan acara.


Padahal acara malam bakupas memiliki sisi manfaat yang cukup positif.


Mulai dari perjumpaan keluarga yang mungkin sudah lama terpisah ikut diundang dalam acara itu, mempererat hubungan sosial antar warga, saling melengkapi kelebihan dan kekurangan dan masih banyak lagi hal lain terkandung dalam ramainya acara yang disebut "Malam Bakupas"


Deny/bdc

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update