Notification

×

Iklan

Iklan

Cara Menabung Uang yang Benar di Tengah Pandemi

Senin, 19 Juli 2021 | 21.19 WITA Last Updated 2021-07-27T13:50:24Z

 



Bidikdotcom -  Pada umumnya orang mengenal cara menabung uang dalam celengan tetapi karena  perkembangan jaman dan pesatnya kemajuan teknologi model penyimpanan uang seperti ini sudah dianggap usang dan lebih cocok diuntukan bagi anak-anak.


Arti menabung secara sederhana memiliki pengertian simpanan yang hanya dapat diambil dalam waktu tertentu atau untuk keperluan pada jangka waktu lama.


Masa kini metode menyimpan uang untuk tidak diambil secara cepat telah tersedia sesuai kebutuhan masyarakat meodern baik deposit maupun reguler.


Hampir seluruh bank di Indonesia memiliki kebijakan sendiri terhadap tabungan para nasabanya. demikian juga lembaga simpan pimjam uang yang di kontrol oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pasti punya kebijakan dalam memberikan layanan untuk kepuasan publik.


Tetapi di tengah pandemi seperti sekarang ini ekonomi bangsa yang kian terpuruk membuat peluang menabung kemungkinan besar tidak menjadi lirikan menarik lagi.


Himpitan kebutuhan setiap hari dapat berakibat seseorang tidak lagi memikirkan menabung untuk hari depan sebab pikiran hanya terfokus pada situasi covid.


Untuk mengembalikan geliat menabung anda meski kecil-kecilan beberapa cara berikut bisa membantu agar punya simpanan di tahun mendatang, atau tahun ini seperti menyambut hari raya besar keagamaan yang identik dengan persiapan jasmani.


1. Sisihkan Bukan Dari Sisa


Pemikiran ini pasti semua kita setujuh bahwa menyisihkan uang dari hasil kerja adalah langkah bijak bukan mengingat dari sisa yang sudah di belanjakan atau lainnya


Kebiasan mengisi celengan dari sisa seperti praktek jaman dulu adalah pemikiran keliru dan tidak pantas dipertahankan, bahkan dapat berdampak buruk dari apa yang di harapkan dikemudian hari.


Hal ini merupakan cara menabung di rumah paling efektif tetapi anda perlu menerapkan sifat melupakan bukan mengingat.


Saya beri contoh: anda mungkin punya keinginan membeli smartphone android dengan tipe Samsung A50 dengan kisaran harga Rp 3,7 juta. tidak mungkin harga hp tersebut anda akan tabung dengan nominal uang sebesar Rp 1000 dan target anda hanya setahun tidak mungkinlah.


Jadi belajarlah menyisihkan meski itu merasa sulit bagi anda bukan dari sisa.


2. Punya Tujuan


Anda perlu merencanakan tujuan menabung untuk apa, dan pada siapa tabungan tersebut apakah untuk pribadi orang tua, keluarga atau pendidikan


Sebab tabungan tanpa tujuan sama saja bohong, meski di tengah pandemi Covid-19 anda perlu menekan berfikir kebutuhan setiap hari soal isi perut, karena tujuan menabung anda bukan hanya soal makan minum tapi lebih dari itu.


3. Infestasi


Menabung dimasa kekurangan seperti sekarang ini adalah infestasi terukur dikemudian hari. Anda tidak akan menyangka kelak dapat membeli sebuah perumahan mewah, lahan perkebunan, mobil, motor dan lainnya.


Sebab kelak bila pandemi berakhir dan peluang sebagaimana penjelasan diatas datang pada anda maka disitulah kesuksesan anda. karena tidak mungkin masa itu harga-harga akan secepatnya kembali normal.


4. Melupakan 


Melupakan adalah bagian dari cara menabung efektif  diawal sudah disinggung bahwa anda harus punya sifat ini bukan sebaliknya.


Bila penerapan menabung anda kecenderungannya pada mengingat maka kegagalan akan jadi bagian anda, kenapa sebab telah bertentangan dengan konsep menabung tadi hanya bisa dipakai dalam kesempatan tertentu dengan durasi yang waktu cukup lama.


5. Kebutuhan Bukan Keinginan


Banyak masyarakat Indonesia kurang memahami kriteria ini antara kebutuhan dan keinginan padahal keduanya jelas berbeda.


Anda harus memisahkan mana menjadi prioritas kebutuhan anda dan mana hanya sebuah keinginan, bila semua permintaan kebutuhan secara sederhana dapat terpenuhi maka tidak perlu mengingkan sesuatu yang lain.


Ada saatnya anda mengingini jika benar-benar latar belakang ekonomi anda pulih kembali.


Kesimpulannya menabungkan uang anda bukan hal ikut-ikutan atau karena tren gaya hidup tetapi bagaimana melihat hal tersebut sebagai investasi masa depan bagi diri sendiri dan keluarga.


Bisa saja efek dari apa yang  dibuat hari ini tak akan terasa seperti memakan cabe rawit langsung terasa pedasnya namun kelak saat anda butuhkan, uang yang ditabungkan tersebut akan terasa sebagai sesuatu warisan yang tak dapat anda bayangkan.


Bagaimana tertarik lagi untuk menabung? mulailah dari diri sendiri dan keluarga anda bukan dari orang lain.


deny/BDC


Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update