Notification

×

Iklan

Iklan

Hakim Wanita Afghanistan di Buru Setelah Memenjarakan Pasukan Taliban

Sabtu, 04 September 2021 | 21.40 WITA Last Updated 2021-09-04T14:40:55Z

 

Ilustrasi gambar istockphoto

Bidikdotcom - Gejolak pemerintahan di Afghanistan terus berlanjut usai penguasaan total Taliban di negara yang di perebutkan dua pihak Taliban dan rakyat Pro Pemerintah.


Menjadi sorotan media-media asing adalah seorang hakim wanita yang sedang diburu oleh pasukan Taliban usai keputusannya memenjarakan pasukan Taliban beberapa tahun silam.


Tahanan pasukan Taliban semuanya di bebaskan tanpa terkecuali setelah secara keseluruhan pemerintahan diambil alih Taliban.


Melansir pemberitaan Reuters lewat pejabat hukum setempat bahwa ada sekitar 5pasukan Taliban yang datang bertanya padanya kerumahnya tentang keberadaan seorang hakim wanita dengan menyertakan foto.


Informasi ini beredar di kalangan warga Afghanistan pada Jumat 3/9/2021diri. 


Seorang pejabat hukum saat dimintai keterangan oleh Reuters mengatakan bahwa ada ribuan tahanan yang telah di bebaskan pasukan Taliban.


Ini berarti para pemberi keputusan saat memenjarakan pendukung Taliban akan terancam jika ukuran keadilan seperti dialami oleh seorang hakim perempuan tadi.


Tidak dijelaskan secara detil siapa nama hakim perempuan tersebut tetapi dari rujukan informasi sepertinya pihak pasukan Taliban ingin membalas apa yang telah mereka alami kepada penegak hukum tersebut.


Taliban telah berjanji untuk melindungi kaum wanita Afghanistan meskipun keputusan tersebut masih sangat diragukan warga Afghanistan.


Mengingat trauma yang mereka alami saat Taliban memerintah dan tidak ada pandang buluh dalam pengambilan keputusan mereka dan sering mengalami kekerasan adalah para kaum wanita.


Para hakim yang berhasil melarikan diri dibantu oleh aktivis hak asasi manusia dan Asosiasi hakim wanita Afghanistan.


Menurut pejabat negara dari koalisi politik yang tidak disebutkan namanya bahwa saat ini hanya 250 hakim wanita berhasil melarikan diri dari Afghanistan selebihnya tidak sempat melarikan diri.


Meski Taliban berjanji akan menegakan hak-hak perempuan tetapi warga negaranya masih di selimuti dengan trauma berkepanjangan atas perlakuan Taliban yang kejam dan masih terdokumentasi dengan baik dalam sejarah kemanusiaan Taliban ungkap pejabat itu.


Sang pejabat juga menambahkan akan ada semacam ancaman bagi keselamatan para penegak hukum apalagi hakim perempuan dan menurutnya bahwa pesan Taliban tersebut adalah ketakutan dan teror total.


Sejauh ini sorotan negara-negara dari berbagai belahan dunia adalah menyangkut keamanan dan keselamatan warga Afghanistan usai penguasaan pemerintahan oleh Taliban.


deny/BDC

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update