Notification

×

Iklan

Iklan

Harapan Publik Tanah Air Usai Oktila/Sadiyah Raih Medali Emas Pertama Indonesia di Paralimpiade 2020

Senin, 06 September 2021 | 21.18 WITA Last Updated 2021-09-06T14:19:18Z

Sumber gambar twitter


Bidikdotcom - Peraih medali emas dari cabang olahraga Badminton Paralampiade Tokyo 2020 Leany Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah menuai banyak pujian.


Kedua pebuluh tangkis dari nomor ganda Putri ini berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang bergengsi khusus bagi mereka penyandang disabilitas terukur dengan meraih medali emas pertama untuk kontingen Indonesia.


Ketua NPC Indonesia dan Pemimpin tim para Atlet Senny Marbun mengatakan tidak membayangkan hasil seperti ini "tidak terbayangkan bagi kami meraih sukses seperti ini, meski sudah ada target" tukas Senny kepada awak media.


Dari hasil perbandingan dengan Paralampiade Rio Jeneiro 2016 pasukan Garuda kali ini lebih lepas dan cukup rileks menghadapi lawan.


Leani Ratri Oktila kali ini menjadi bintang setelah emas keduanya diraih dari kelompok beregu campuran berpasangan dengan  Hary Susanto pebuluh tangkis senior.


Indonesia berhasil membawa pulang 9 medali ke tanah air masing-masing:

2 Medali Emas

3 Medali Perak

4 Medali Perunggu


Pasukan Merah putih dengan latar belakang penuh kekurangan ini memberikan inspirasi luar biasa bagi seluruh masyarakat Indonesia bahwa kekurangan fisik tidak dapat menghalangi seseorang untuk berprestasi.


Fakta inilah ditunjukan para atlet paralampiade Indonesia yang berhasil menyabet  medali.


Prestasi mereka inilah kemudian memberikan beragam pertanyaan oleh masyarakat Indonesia apakah bonus dan hadiah spontanitas di berikan oleh para donatur kepada tim Olimpiade Tokyo 2020 akan disamakan dengan tim paralampiade.


Apakah kemudian bonus yang diterima Greysia Polii dan Apriyani Rahayu akan sama diterima Leany Ratri Oktila dan Khalimatus Sadiyah serta Hary Susanto dan peraih medali emas lainnya.


Masyarakat Indonesia pun berharap bahwa semua yang diterima oleh atlet normal akan sama juga diterima oleh atlet paralampiade.


Memang sedikit terasa ada diskriminasi dari segi dukungan dimana saat Olimpiade 2020 ada beberapa channel tv yang menyiarkan secara live pertandingan saat itu seperti Indosiar, Champions TV 1 & 2 untuk jalur pay tv.


Tapi untuk paralampiade 2020 tidak ada satu pun channel tv tanah air yang meliput secara langsung iven para atlet disabilitas. inilah kemudian menuai kritik netizen bahwa mengambil hal siar jangan pilih-pilih seperti dalam cuitan twitter berikut:



Indonesia sendiri berada di urutan ke-43 dari daftar kepesertaan paralampiade peraih medali baik emas,perak dan perunggu.


Sementara itu pemuncak perai medali terbanyak masih dikuasai oleh Tiongkok  dengan total 207 medali, Britania Raya 124 medali dan Amerika Serikat 104 medali.


deny/BDC

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update