Notification

×

Iklan

Iklan

Ventilator Alat Bantu Pernafasan Convent 20 Buatan Anak Bangsa

Jumat, 15 Mei 2020 | 00.01 WITA Last Updated 2021-10-07T17:05:23Z
Ventilator buatan anak bangsa untuk penanganan Covid-19 Photo :bidikdotcom


Bidikdot.com  Kasus penyebaran Covid-19 di 2 bulan terakhir ini semakin memprihatinkan melanda negeri upaya berbagai solusi pun terus dilakukan Pemerintah maupun para akademisi pemangku kepentingan untuk menghadapi pandemi wabah virus corona khususnya bidang kesehatan. 

Petugas medis saat ini menjadi garda terdepan penanganan wabah global ini baik di rumah-rumah sakit maupun tempat isolasi darurat dan rumah singga yang tersebar diberbagai daerah.

Kematian para medis ditengah perjuangan menangani para pasien corona tidak lepas dari kurangnya peralatan pendukung untuk memfasilitasi kinerja mereka dalam ruang perawatan sehingga hal ini menggugah rasa keprihatinan para akademisi tanah air maupun ahli kesehatan untuk membantu para medis agar tidak terjangkit virus dari pasien saat mereka layani.

Baca Juga : Carut Marut Bantuan Sosial Dampak Covid-19 Di Kota Cakalang

Saat ini para petugas kesehatan tanah air telah dibanjiri bantuan Alat Pelindung Diri (APD) untuk membantu pelaksanaan tugas dimana mereka bekerja. bantuan tersebut datang mulai dari perseorangan sampai pada lembaga kemasyarakatan dan perusahaan sebagai bentuk dukungan bagi mereka dimana berjuang untuk kesehatan para pasien yang terpapar wabah berbahaya

Tidak kala pentingnya juga dunia teknologi Nusantara menyumbangkan idenya untuk membantu para medis dengan menciptakan robot dan peralatan untuk membantu pernafasan para pasien covid.

Pekan lalu para akademisi dari Universitas Indonesia menciptakan  alat bantu pernafasan atau disebut Ventilator bagi para pasien yang terpapar virus corona.

Peralatan tersebut diberi nama Convent-20 oleh tim Akademisi Universitas Indonesia Convent-20 merupakan 1 dari 2 peralatan bantu pernafasan yang dibuat oleh anak negeri dan telah lulus produk di Balai Pengamanan Fasilitas kesehatan BPMK Jakarta.

Pengembangan teknologi alat bantu pernafasan dibuat oleh 16 tim Akademisi dan Mahasiswa Universitas Indonesia dengan transfort lokal yang rendah biaya sehingga dimungkinkan dapat digunakan oleh seluruh rumah sakit diseluruh Indonesia meskipun uji kelayakannnya tidak di untukan bagi ruang Intensive Care Unit (ICU).

Ketua Tim Akademisi dr.Basari mengatakan bahwa Convent-20 ini memiliki keunggulan bagi pasien saat pernafasan mereka terganggu. keunggulan lain dari peralatan ini bisa dipasang didalam Ambulance dan transport lain dengan pengaturan home care atau mode control (CMP).

Convent-20 telah melakukan ujicoba praklinis pada paru-paru hewan meskipun ajuran Kementerian Kesehatan RI tetap harus dilakukan uji coba kepada manusia agar dapat digunakan sesegerah mungkin dirumah sakit rujukan Covid-19. bila semua telah lolos uji klinik maka rencana pihak penanggung jawab dalam hal ini UI akan memproduksi 1000 unit ventilator untuk disebarkan kerumah sakit.

Dengan hadirnya peralatan bantuan pernafasan buatan teknologi anak bangsa maka diharapkan akan dapat membantu para medis dalam menjalankan tugasnya. bukan hanya dari para akademisi saja yang bersimpatik terhadap kedaruratan kesehatan tanah air akibat dari pandemi. 

Bantuan alat pernafasan juga datang dari pihak swasta sala satunya Perusahaan Fyrom International yang medaftarkan peralatannya untuk membantu penanganan Covid-19.

Peralatan diberi nama Continous Positive R-Wab Presure CPAP itu sebelum beroperasi akan dilakukan uji kelayakan oleh BPFK. Direktur Marketing PT Fyrom Joko Priyonggo mengatakan "bahwa teknologi alat bantu pernafasan buatan merek telah terintegrasi atau menyatu dengan compresor medis atau Medical Air Medic (MAm)."

Baca Juga : Mauricio Pochettino Ingin Menyelesaikan Tugas Belum Tercapai Di Spurs

Priyonggo menambahkan fungsi dari peralatan ini mencampur udara murni (O2) dengan udara ruangan.yang bisa diatur pada setingan alat dengan besaran berapa kebutuhan udara yang diperlukan si penderita. dengan keunggulan teknologi dipunyai PT Fyrom maka mereka akan mengupayakan memproduksi peralatan tersebut sebesar 1000 unit perminggunya dalam rangka melakukan percepatan penanggulangan Covid-19.


deny/BDC

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update