Terbaru

Bidik Update : Presiden Joko Widodo Ingatkan Bansos Jangan Beli Rokok

By On 22.23

 

Presiden Joko Widodo Foto Sekretaria Kepresidenan

Bidikdotcom Hari ini 04/1/2021 Presiden Joko Widodo menghadiri peluncuran Bantuan Sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia oleh Kementerian Sosial di pimpin langsung oleh Menteri Sosial yang baru Tri Rismaharini dari kantor Kepresidenan yang dihadiri oleh sejumlah menteri dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin serta juga dihadiri oleh Gubernur dari 34 Provinsi secara virtual

Diawali dengan laporan Menteri Sosial mengenai penggunaan anggaran bantuan sosial kepada seluruh  rakyat Indonesia wajib menerima dana bantuan tunai dan sembako nanti. Tri Rismaharini mengurai dari 10 Juta kepala keluarga penerima Program Keluarga Harapan ( PKH) di gelontorkan dana sebesar 28.7 Triliun


Sementara untuk bantuan sosial tunai  bagi 118 juta kepala keluarga disiapkan dana 45,12 Triliun dan untuk Kartu Sembako pemerintah menyiapkan dana sebesar 13,93 Triliun.


Secara keseluruhan Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 110 Triliun bantuan sosial langsung bagi seluruh masyarakat yang terdampak krisis yang dihasilkan oleh pandemi Covid-19 tersebar di 34 Provinsi, Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Mekanisme penerima manfaat Bansos Pemerintah untuk tahun 2021 ini sedikit berbeda dengan tahun 2020 lalu sebab bantuan kali ini akan diantar langsung oleh pemerintah yang bekerja sama dengan Bank Bank BUMN serta PT Pos Indonesia.

Dalam sambutannya Presiden Joko Widodo mengingatkan bagi seluruh masyarakat penerima manfaat Bansos tahun 2021 ini untuk dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kebutuhan pangan keluarga.

Jokowi memberi perhatian kepada bapak-bapak agar Bansos yang diterima jangan membeli rokok pakailah untuk  kebutuhan keluarga. ia juga menambahkan  Bansos 2021 dapat memicu kebangkitan ekonomi nasional dan memperkuat daya beli masyarakat.

Maka dengan itu Presiden menegaskan tidak ada pemotongan anggaran oleh pihak mana pun untuk bantuan yang dimaksud dana wajib diterima masyarakat benar sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan yakni sebesar Rp 300.000 selama 4 bulan kedepan Januari - April 2021.

Penegasan Joko Widodo terhadap Bansos langsung kepada masyarakat  ini agar tidak ada lagi oknum nakal yang akan memanfaatkan kesempatan untuk pemotongan dengan alasan apapun seperti biaya foto copy, transport dan lainnya.

Presiden memastikan bantuan mulai dari pihak pertama hingga kepada yang akan menerima sama persis jumlahnya dan tidak ada dikurangi sedikit pun. 

Kucuran APBN tahun 2021 khusus Bansos langsung baik tunai maupun berbentu sembako merupakan kepedulian pemerintah Pusat untuk menangani keterpurukan ekonomi nasional tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia walaupun ada ditengah masa pendemi Covid-19.


Mayarakat pun sangat mengapresiasi gebrakan pemerintah di tahun baru 2021 ini lewat Kementerian Sosial yang baru di pimpin oleh mantan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Bidik Update : Presiden Joko Widodo Resmi Reshuffle Kabinet Indonesia Maju

By On 22.47

Presdien Joko Widodo melantik para pejabat tinggi negara 21/12/2020

Bidikdotcom - Jakarta Hari ini 22/12/2020 Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia mengumumkan secara resmi reshuffle kabinet Indonesia Maju yang di nilainya beberapa Menteri lamban dan jalan di tempat serta 2 menteri yang menodai kepercayaanya sebagai perpanjangan tangan kerja di periode kedua pemerintahannya.

Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden Ma'aruf Amin sore tadi menyampaikannya kepada publik akan menggantikan 4 kursi Menteri yang dinilainya tidak ada perkembangan dalam tugas selama setahun ini, dan 2 kursi Menteri yang ditinggalkan Edy Prabowo dan Julian Batubara karena tersandung kasus korupsi.

Jadi total ada 6 kementerian yang dirombak oleh mantan walikota Solo itu. Nama Tris Maharani pada bursa calon menteri 2019 lalu sempat santer di bicarakan untuk mengisi salah satu kursi menteri namun Jokowi tidak meminangnya.

Tetapi kini Walikota Surabaya tersebut melanggeng ke istana untuk menggantikan posisi Julian Batubara yang di tangkap KPK karena korupsi dana BANSOS.

Nama lain adalah pengusaha sukses Sandiaga Uno memang akhir-akhir ini setelah ada bocoran reshuffle nama mantan calon wakil presiden itu dalam pemilu 2019 serta mantan wakil gubernur DKI Jakarta hangat di bicarakan dikalangan wartawan namun saat di tanya Bang Sandi sapaan akrabnya selalu berkilah.

Kini Presiden Joko Widodo memanggilnya mengisi kursi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Yaqut Cholil Quoumas,  sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum GP Ansor periode 2015-2020, diangkat sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi.

Wahyu Sakti Trenggono sebelumnya bertugas sebagai Wakil Menteri Pertahanan  diangkat Jokowi untuk mengisi kursi kabinet sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edy Prabowo.

Muhammad Lutfi, yang saat ini menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, di percayakan Joko Widodo mengemban tugas sebagai Menteri Perdagangan. Presiden Joko Widodo berharap ke-enam publik figur yang di percayakan ini dapat menjalankan amanat dengan baik.

Nama Budi Gunadi Sadikin diangkat menjadi Menteri Kesehatan menggantikan Agus Terawan yang dianggap Jokowi belum memiliki eksekusi mempan terhadap pembangunan di setahu berjalan ini.

Joko Widodo kembali mengingatkan kepada para pembantunya bahwa ia tidak main-main dalam menjalankan tugas yang negara dan rakyat berikan padanya sehingga patut di ikuti oleh seluruh Menteri dan ia juga menegaskan tidak akan melindungi pejabat korup dan menurutnya harus di hukum sesuai peratuan perundang-undangan yang berlaku.

Ke-enam Menteri tersebut rencananya akan dilantik besok Rabu 23/12/2020 di istanah negara.

Nama-nama pejabat menteri yang di panggil Presiden ini memiliki track record dan karir yang cukup berpengalaman dan telah di percaya rakyat kinerja mereka dan harapan bagi ke-enam menteri ini akan membawa perubahan terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia apalagi masih di tengah pendemi. 


Bidik Update : Pemerintah Pangkas Sistem Birokrasi Tak Menguntungkan

By On 07.10

 

Presiden Joko Widodo sumber foto Sekretariat Kepresidenan

Bidikdotcom Presiden Joko Widodo benar-benar konsen untuk melaksanakan pemerintahan secara efektif dan efisien dengan melakukan beberapa konstruksi pengerucutan lembaga.


Menurut Jokowi hadirnya lembaga-lembaga yang tidak terlalu menguntungkan bahkan sering terlihat model birokrasi dalam penerapan pemerintahan akan memperlambat sistem kerja yang ia inginkan.


Ada 10 lembaga yang akan di bubarkan presiden demi pengefektifan pelayanan pemerintahan.


Dilansir dari Biro Pers Kepresidenan lembaga-lembaga tersebut adalah :


1. Dewan Riset Nasional

2. Dewan Ketahanan Pangan

3. Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura

4. Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan

5. Komisi Pengawas Haji Indonesia

6. Komite Ekonomi dan Industri Nasional

7. Badan Pertimbangan Telekomunikasi

8. Komisi Nasional Lanjut Usia

9. Badan Olahraga Profesional Indonesia

10. Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia


Lembaga-lembaga ini akan di kerucutkan sehingga layanan publik dapat terlayani secara efektif sebab menurut Presiden akan lebih baika jika beberapa lembaga di hilangkan karena ada lembaga hampir sama tugas dan kedudukannya.


Sebelumnya pada Juli 2020 lalu Presiden sudah membubarkan 18 lembaga demi efisiensi pemerintahan dalam melayani masyarakat. demikian bidik update hari ini 30/11/2020.

Bidik Update : Presiden Joko Widodo Beri Penganugerahan Pahlawan Nasional Dan Bintang Maha Putera

By On 06.52

 

Pemberian Penganugerahan oleh Presiden Joko Widodo 10-11 November 2020
Foto Sekretariat Kepresidenan 

Bidikdotcom Pada peringatan hari Pahlawan 10 November 2020 Presiden Joko Widodo memberi penganugerahan kepada 6 Tokoh tanah air  menjadi Pahlawan Nasional sebagai bukti kecintaan negara menghargai perjuangan mereka dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebelum pemberian penganugerahan tersebut Presiden Joko Widodo memimpin upacara kenegaraan  yang dihadiri beberapa tamu undangan dan para menteri sambil tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemberian pahlawan nasional kepada ke enam tokoh tersebut mewakili beberapa daerah dari 6 provinsis tanah air mereka diantaranya :

1. Sultan Babullah dari Provinsi Maluku Utara

Sultan Babullah dari berbagai cerita dalam buku-buku pelajaran bahkan cerita rakyat Maluku sendiri dikenal sebagai seorang pejuang yang tidak mau menerima tawaran kerja sama dari penjajah Portugis ia memilih melawan meskipun nyawa dan keluarga taruhannya demi Indonesia. Warna merah dan putih selalu mengiringi pertempuran dilakukan Sultan mengusir orang-oarang Portugis dari Maluku.

2. Macmud Singgirei Rumagesan – Raja Sekar dari Provinsi Papua Barat


Macmud Singgirei Rumagesan berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia dalam melawan penjajahan Belanda khususnya perjuangannya untuk mengembalikan Papua Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi.

3. Jenderal Polisi (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari Provinsi DKI Jakarta

Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo memimpin kepolisian sejak awal berdirinya Negara RI hingga menjelang masuk ke sistem pemerintahan demokrasi terpimpin. Karya agungnya adalah meletakkan dasar-dasar kepolisian nasional yang kokoh selama masa kepemimpinannya. Pada 14 Februari 2001, ia ditetapkan sebagai Bapak Kepolisian RI oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

4. Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara
Arnold Mononutu telah terlibat aktif dalam dunia pergerakan nasional dengan misi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

5. MR. Sutan Mohammad Amin Nasution dari Provinsi Sumatra Utara

Sutan Mohammad Amin Nasution telah memperjuangkan semangat “etnonasionalisme” menjadi “nasionalisme” di kalangan pemuda dengan memprakarsai fusi berbagai organisasi pemuda kedaerahan (Jong Sumatra Bond, Jong Java, Jong Ambon, Jong Batak, Jong Minahasa dan sebagainya). Bersama Muhammad Yamin dan tokoh muda lainnya, ia berperan penting dalam penandatanganan naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

6. Raden Mattaher Bin Pangeran Kusen Bin Adi dari Provinsi Jambi

Raden Mattaher seorang panglima perang penuh talenta, cerdas, dan semangat. Ia berhasil memimpin perang 9 kali pertempuran melawan Belanda dan seluruhnya berhasil ia menangkan.
Anugerah Pahlawan Nasional diberikan langsung oleh Presiden kepada ahli waris keenam pahlawan tersebut, yang hadir dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. (sumber info diambil dari facebook Anthoy Paul S)

Pada Besoknya lagi 11 November 2020 Presiden Joko Widodo memberi penganugerahan Bintang Maha Putera dan Bintang Jasa kepada 71 orang  yang terbagi dalam 32 orang Bintang Maha Putera Adipradana, 14 2 orang Bintang Jasa Utama dan 14 Orang Bintang Jasa Pratama dan 9 orang Bintang Naraya mereka adalah :

A. Bintang Mahaputera Adipradana (32 Orang)

1. Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. (Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2015-2018 dan Hakim Konstitusi RI 2018-2023);
2. Dr. H. Anwar Usman, S.H., M.H. (Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2018-2021);
3. Prof. Dr. Aswanto, S.H., M.Si., DFM. (Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI 2018-2021 dan Hakim Konstitusi RI 2019-2024);
4. Dr. Darmin Nasution, S.E. (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI 2015-2019);
5. Puan Maharani Nakshatra Kusyala, S.I.Kom. (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI 2014-2019);
6. Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI 2016-2019);
7. Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc. (Menteri Sekretaris Negara RI 2014-2019);
8. Tjahjo Kumolo, S.H. (Menteri Dalam Negeri RI 2014-2019);
9. Retno Lestari Priansari Marsudi, S.I.P., LL.M. (Menteri Luar Negeri RI 2014-2019);
10. Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu (Menteri Pertahanan RI 2014-2019);
11. Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. (Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI 2014-2019);
12. Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 2016-2019);
13. Prof. H. Mohamad Nasir, M.Si., Ph.D. (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI 2014-2019);
14. Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, Sp.M (K). (Menteri Kesehatan RI 2014-2019);
15. Muhammad Hanif Dhakiri, S.Ag., M.Si. (Menteri Ketenagakerjaan RI 2014-2019);
16. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T., IPU. (Menteri Perindustrian RI 2016-2019);
17. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D. (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI 2014-2019);
18. Ir. Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan RI 2016-2019);
19. Rudiantara, S.Stat., M.B.A. (Menteri Komunikasi dan Informatika RI 2014-2019);
20. Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. (Menteri Pertanian RI 2014-2019);
21. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI 2014-2019);
22. Dr. (H.C.) Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan RI 2014-2019);
23. Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P., Ph.D. (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI 2016-2019);
24. Rini Mariani Soemarno (Menteri Badan Usaha Milik Negara RI 2014-2019);
25. Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga (Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI 2014-2019);
26. Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. (Menteri Pariwisata RI 2014-2019);
27. Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip.Apling, M.A. (Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI 2014-2019);
28. H. Muhammad Prasetyo, S.H., M.H. (Jaksa Agung RI 2014-2019);
29. Jenderal TNI (Purn.) Gatot Nurmantyo (Panglima TNI 2015-2017);
30. Jenderal Pol (Purn.) Drs. H. Sutarman, S.I.K. (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia 2013-2015);
31. Jenderal Pol (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia 2016-2019);
32. Jenderal Pol (Purn.) Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si. (Kepala Badan Intelijen Negara 2016-sekarang).

B. Bintang Mahaputera Utama (14 Orang)

1. Dr. Wahiduddin Adams, S.H., M.A. (Hakim Konstitusi RI Periode 2014-2019 dan 2019-2024);
2. Dr. Suhartoyo, S.H., M.H. (Hakim Konstitusi RI Periode 2015-2020 dan 2020-2025);
3. Dr. Manahan M.P. Sitompul, S.H., M.Hum. (Hakim Konstitusi RI Periode 2015-2020 dan 2020-2025);
4. Drs. Enggartiasto Lukita (Menteri Perdagangan RI 2016-2019);
5. Ignasius Jonan, S.E. (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI 2016-2019);
6. Eko Putro Sandjojo, BSEE., M.B.A. (Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI 2016-2019);
7. Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (Menteri Sosial RI 2014-2018);
8. Dr. H. Asman Abnur, S.E., M.Si. (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI 2016-2018);
9. Triawan Munaf (Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI 2015-2019);
10. Jenderal TNI (Purn.) Mulyono (Kepala Staf Angkatan Darat 2015-2018);
11. Laksamana TNI (Purn.) Dr. Ade Supandi, S.E., M.A.P. (Kepala Staf Angkatan Laut 2014-2018);
12. Laksamana TNI (Purn.) Siwi Sukma Adji, S.E., M.M. (Kepala Staf Angkatan Laut 2018-2020);
13. Marsekal TNI (Purn.) Agus Supriatna (Kepala Staf Angkatan Udara 2015-2017);
14. Marsekal TNI (Purn.) Yuyu Sutisna, S.E., M.M. (Kepala Staf Angkatan Udara 2018-2020).

C. Bintang Jasa Utama (2 Orang)

1. Dr. Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si. (Menteri Sosial RI 2018-2019); dan
2. Komjen Pol. (Purn.) Dr. (H.C.) Drs. H. Syafruddin, M.Si. (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI 2018-2019).
D. Bintang Jasa Pratama (14 Orang)
1. Almarhumah dr. Bernadette Albertine Francisca, Sp.THT. (Dokter RS Bhayangkara Makassar dan RS Awal Bros);
2. Almarhumah dr. Ketty Herawati Sultana (Dokter RS Medistra Jakarta);
3. Almarhum dr. Berkatnu Indrawan Janguk (Dokter RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya);
4. Almarhumah Nurlaela, A.M.K. (Perawat RS Abdi Waluyo Jakarta);
5. Almarhum Agus Indarto, A.M.K. (Perawat RS Dr. Oen Solo Baru);
6. Almarhumah Hastuti Yulistiorini, A.Md.Kep. (Perawat RS Siloam Surabaya);
7. Almarhum Hery Soesilo, S.Kep., Ns. (Perawat Ahli Muda pada RSPI Sulianti Saroso Jakarta);
8. Almarhumah Ari Puspita Sari, S.Kep., Ns. (Perawat RS Royal Surabaya);
9. Almarhumah Suhartatik, A.Md.Kep. (Perawat RSUD dr. Mohamad Soewandhie Surabaya);
10. Almarhum H. Umar, S.Kep., Ns. (Perawat RSUD Nene Mallomo Sulsel);
11. Almarhumah Sri Agustin, A.Md.Kep. (Penata Muda Tk. I atau Perawat RSUD Sidoarjo);
12. Almarhumah Sulistiowati, A.Md.Kep. (Perawat RSAL Surabaya);
13. Almarhumah Vivitra Wallada Tika, A.Md.Kep. (Perawat RS Gotong Royong Surabaya; dan
14. Almarhum Untung, S.Kep., Ns., M.Kes. (Perawat Ahli Madya RSUD Ulin Banjarmasin).

Bintang Jasa Nararya (9 Orang)

1. Almarhum dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ., M.K.K. (Dirut Rumah Sakit Jiwa dr. Soeharto Heerdjan Jakarta);
2. Almarhumah dr. Ratih Purwarini, M.Si. (Dokter RS Duta Indah Jakarta);
3. Almarhum Dr. dr. Lukman Shebubakar, Sp.OT (K)., Ph.D. (Dokter RS Premier Bintaro Jakarta);
4. Almarhum dr. H. Hasan Zain, Sp.P. (Dokter RS Islam Banjarmasin);
5. Almarhum dr. Mikhael Robert Marampe (Dokter RS Permata Bunda Cibitung);
6. Almarhum dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S. (Dokter RS USU Medan);
7. Almarhum Dr. dr. Heru Prasetya, Sp.B., Sp.U. (Dokter RSUD Ulin Banjarmasin);
8. Almarhumah Nani Suhartini, A.Md.Kep. (Perawat RS Sukmul Sisma Medika Jakarta); dan
9. Almarhum H. Saidi, S.K.M. (Perawat Puskesmas Tonrorita Kab. Gowa).

Itulah nama-nama yang menerima penganugerahan dari Presiden Joko Widodo dalam rangka hari Pahlawan 10 November 2020. sumber lain dari Website Keskretariatan Kepresidenan.


Bidik Update : Realisasi Dana Efek Dari Covid19 Di Sampaikan Oleh Presiden Joko Widodo

By On 22.32


Bidikdotcom
Presiden Joko Widodo memaparkan realisasi dana  yang di gelontorkan Pemerintah sebesar Rp 203,9 Triliun untuk klaster perlindungan sosial akibat pandemi corona virus desease 19 seperti PKH, BNT, BST, Pra Kerja, BLT Dana Desa, Banpres produktif untuk modal kerja, subsidi gaji dan diskon listrik. Realisasi  hingga 23 September 2020  sebagai berikut.

1.PKH Rp 29 T, 38 Milyar kepada 10 Juta penerima manfaat
2.Sembako 30 T, 978 Milyar kepada 19,4 Juta penerima 
3.Jabodetabek Rp 4 T, 407 Milyar kepada 1,9 Juta penerima
4.Tunai non Jabodetabek Rp 24 T, 787 Milyar  kepada 9,18 Juta penerima 
5.Pra Kerja Rp 16 T, 617 Milyar kepada 4,86 Juta pengguna
6.BLT dana desa Rp 11 T, 730 Milyar kepada 7,55 Juta penerima
7.Banpres produktif/modal kerja (UMKM) Rp 14 T, 183 Milyar kepada 5,9 Juta penerima
8.Subsidi Gaji Rp 10 T, 800 Milyar kepada 9 Juta penerima

Presiden Joko Widodo bersyukur atas tersalurnya semua bantuan pemerintah kepada seluruh rakyat Indonesia sebagai program yang sementara dijalankan untuk memberi keringanan bagi masyarakat yang benar-benar terkena dampak covid-19.

Presiden juga mengharapkan kinerja dari semua stake holder dan Kementerian, kepala daerah untuk dapat bekerja cepat dan bersinergi mengurangi penyebaran wabah virus corona yang angkanya semakin meningkat setiap harinya.(informasi ini diambil dari pidato presiden pada 26/9/2020 via tv nasional)

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *