HEADLINE NEWS

Ritual Pesugihan Orang Tua Korbankan Anak Sendiri

By On 10.51

 

AP(inisial) anak 6 tahun korban ritual pesugihan sumber gambar video tayangan kompas tv

Bidikdotcom - Berita pesugihan dengan korban seorang anak 6 tahun di Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menggemparkan jagat maya.


Tidak hanya dunia online dunia nyata pun secara umum Indonesia dibuat geger dengan peristiwa yang tidak berperikemanusiaan.


Mirisnya lagi dan sangat memilukan para pelaku adalah orang tua dari anak tersebut.


Pasangan suami istri di Desa Malino Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dengan tidak ada rasa kemanusiaan mencoba mencungkil mata anak mereka dengan dalih Ritual Pesugihan.


Mengikuti kesaksian Bayu paman korban yang dilansir dari Kompas TV pada 4/9/2021 yang juga memiliki hubungan keluarga dekat dengan pelaku ritual, menceritakan bagaimana ia mengevakuasi korban saat kedua orang tuanya melakukan penganiayaan dengan modus rtual.


Anehnya aktivitas biadab ini di saksikan langsung oleh kakek dan nenek korban yang tidak ada tindakan sama sekali melerai dan menghalangi kedua pelaku.


Bayu yang baru duduk di depan teras rumah usai mengikuti acara pemakaman mendengar suara tangis aneh dari dalam rumah langsung masuk dan melihat aksi kedua oarang tua saat akan mencelekai korban.


ia pun langsung mengevakuasi korban keluar sambil berteriak meminta bantuan warga sekitar.


Korban yang menjerit kesakitan langsung dibawa ke RSUD Syech Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa oleh Bayu dibantu Babinkamtibmas bersama beberapa warga.


Menurut paman korban dirumah tersebut sering dilakukan kegiatan ritual yang melibatkan semua anggota keluarga.


Kepolisian daerah Gowa dan Polda Sulawesi Selatan lagsung mengamankan korban untuk diperiksa. tetapi sebelumnya kedua orang tua korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes kesehatan.


Dari informasi Polda Sulsel bahwa kedua orang tua dari anak tersebut dinyatakan sehat secara fisik dan emosi ini disampaikan langsung oleh Kabid Humas Polda Sulawsesi Selatan Kombes Polisi E Zulpan pada Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV.


Publik pun dibuat marah oleh tindakan penganiayaan anak dibawa umur dengan dalih pesugihan apapun alasannya para pelaku harus dihukum setimpal dengan rasa sakit anak tersebut lepas dari mereka adalah kedua orang tuanya.


UU No.35 Tahun 2014 tetntang perlindungan anak salah satu isi pasalnya mengatakan "Bila terjadi kekerasan fisik berlebihan akan dihukum setinggi-tinginya 5 tahun penjara".


Tetapi dari Ketua Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)  Sutanto  mengatakan bahwa UU tersebut tidak cukup untuk menjerat para pelaku harus ada upaya tambahan hukum lainnya agar efek jerah benar-benar diterima pelaku.


Ini juga di setujui oleh Reza Indragiri  Psikolog Forensik dimana ia mendorong penyidik Kepolisian untuk dapat mempertimbangkan pasal-pasal tambahan dalam menjerat para pelaku tersebut.


ia juga memberikan apresiasi kepada KPAI serta Kepolisian dan lembaga lainnya yang melakukan pendampingan kepada korban yang baru berusia 6 tahun ini.


Kombes Zulphan juga merespon positif masukan yang telah diberikan oleh para pemangku kepentingan lainnya atas tambahan pasal untuk menjerat para pelaku.


Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan ini mengatakan bahwa sudah ada masukan dari beberapa warga bahwa kakak korban pun meninggal diakibatkan oleh tindakan kedua orang tuanya.


Apakah hal tersebut di akibatkan dengan ritual pesugihan atau alasan lainnya pihaknya masih akan mendalaminya dan dimungkinkan akan ada pasal tambahan jika itu terbukti bersalah. 


deny/BDC


Ini Wajah Ruang BPU Pemkot Bitung Usai di Ganti Nama SH Sarundajang

By On 12.09

 

Ruang S.H Sarundajang berstandar Internasional sumber gambar fanpage FB Pemkot Bitung


Bidikdotcom - Pemkot Bitung terus berinovasi melakukan perubahan-perubahan agar kota yang dihuni 200 ribu jiwa ini benar-benar tanpak berbeda dari waktu ke waktu.


Fakta ini terlihat dalam komitmen Walikota Ir. Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengki Honandar memberi penghargaan pada mantan Walikota Sinyo Hary Sarundajang yang jenazahnya disemayamkan di Kantor Walikota Bitung pada 16/2/2021 lalu.


Ruang serbaguna yang terletak tepat dipertengahan area perkantoran pemkot Bitung ini sebelumnya bernama Balai Pertemuan Umum kini berubah nama menjadi ruang S.H Sarundajang.


Menariknya ruang baru ini dimana sebelumnya terlihat biasa-biasa saja kini disulap menjadi wadah pertemuan berkelas dunia sebab dilengkapi dengan peralatan meeting berstandar internasional.


Mewah dan berteknologi modern menghiasi seisi ruangan yang hampir berpuluhan tahun terksesan gaptek dengan perkembangan zaman yang setiap saat penuh perubahan.


Merilis informasi resmi dari Pemkot Bitung ruang serba guna ini juga dapat disewakan secara umum sebagaimana pengaturan regulasi yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 tahun 2011 dimana untuk umum  harga sewa berjumlah Rp 500.000 dan untuk ibadah Rp 250.000.


Kapasitas ruangan sendiri dapat menampun 400 orang dan dilengkapi dengan screen raksaksa yang bisa menjangkau keseluruhan peserta dalam ruangan.


Apresiasi dan rasa bangga pun terlontar dari tanggapan masyarakat  bahwa baru kali ini ruangan dimana sebelumnya biasa-biasa saja kini menjadi "ekslusif of place" dan terkesan elegan.


Memasuki semester pertama pemerintahan Maurits Mantiri dan Hengki Honandar sudah ada beberapa gebrakan membuming dari kerja nyata yang mereka jalankan.


Tidak menjadi slogan dan pemanis dalam setiap pidato mereka tetapi  fakta di lapangan mengatakan bahwa hampir terjawab setiap keluhan dan kebutuhan masyarakat meskipun masih banyak catatan miring serta raport merah yang harus kedua birokrat ini kejar.


Pemasangan wifi gratis, pembukaan lapangan pekerjaan, perbaikan -perbaikan sarana umum dan lainnya bukti bahwa walikota dan walikota ini betul-betul menjalankan amanat rakyat.


Congratulations buat Pemkot Bitung yang telah melaunching ruang BPU menjadi istimewah serta berkelas, salam hebat


deny/BDC

Buruknya Sistem Drainase Membuat Kota Bitung Sering Kebanjiran

By On 20.54

 

Pusat perbelanjaan Kota Bitung terkurung banjir Foto bidikdot


Bidikdotcom - Berkali-kali saat musim penghujan tiba Kota Bitung sering mengalami kebanjiran yang cukup parah seperti yang terpantau pada Kamis 26 Agustus 2021 pukul 15.30 wita


Pusat perbelanjaan Kota Bitung di kepung banjir dari berbagai penjuru, derasnya air kiriman dari wilayah kelurahan Kakenturan dan beberapa daerah perbukitan membuat drainase (got) tidak mampu menampung debit air yang cukup banyak akibat hujan yang begitu deras.


Mulai dari samping toko MM hingga ke-depan toko Noerainy tinggi genangan air mencapai hampir lutut kaki orang dewasa.


Sehingga para pengendara baik roda 2 maupun roda 4 harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan saat mengendarai kendaraannya.


Penerapan mitigasi khususnya bencana banjir dan sistem drainase yang tak kunjung ada perbaikan serius oleh pihak terkait membuat Kota Bitung tidak lebihnya dari wajah ibu kota Jakarta yang identik dengan banjir.


Area dimana tempat mengalirnya air bagian trotoarnya telah dijadikan tempat berjualan warga atau dicor oleh pemilik toko untuk parkiran mobil ini terlihat disekitar depan  eks Bank Mandiri dan disamping toko Sarina dan sekelilingnya.


Selain itu kontur jalan dipusat perbelanjaan terlihat turunannya cukup dalam sehingga membuat air sulit keluar dari dalam badan jalan, dan bila air surut maka tersisa lumpur dan penggalan sampah yang berserahkan.


Memiriskan memang jika melihat kondisi pusat kota seperti ini.


Pemerintah gencar-gencarnya mempromosikan Kota Cakalang sebagai salah satu destinasi wisata patut dikunjungi. Tetapi apa jadinya jika melihat kondisinya sangat memprihatinkan jika musim penghujan tiba.


Oleh karena itu saatnya memperhatikan infrastruktur khususnya drainase-drainase mulai dari hulu hingga hilir agar polemik banjir tidak menjadi warisan turun-temurun dari setiap pergantian pemerintahan.


Hal yang tidak kalah pentingnya yakni kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dimana sering menjadi stigma buruk adalah kesempatan membuang sampah saat hujan deras.


Padahal tanpa disadari sampah-sampah tersebut bisa saja hinggap keberbagai pemukiman warga bahkan tidak sedikit berserahkan di pusat kota.


Beberapa masyarakat yang sempat saya tanyakan mengatakan bahwa mereka sudah tidak kaget jika terjadi banjir seperti ini.


sebab telah menjadi kebutuhan setiap hari bagi mereka yang tinggal diperkotaan bila menyambut musim penghujan. tutur pak Rizal sambil membantu rekan-rekannya mendorong sepeda motor yang mati akibat tenggelam.


deny/BDC

Lembeh Utara Sabet Juara 2 Cooking Competition Bitung Tuna Fest 2021

By On 21.54

 

Elvina dan Metha di Bitung Tuna Fest 2021 gambar editing by bidikdot


Bidikdotcom - Pemerintah Kota Bitung gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata daerahnya agar mampu bersaing dengan daerah lainnya.

 

Dibawa kepemimpinan Walikota Ir.Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengki Honandar perlahan tapi pasti kota yang disebut dengan kota cakalang ini terus berbenah.


Salah satunya memperkenalkan pada masyarakat nusantara bahkan regional bahwa daerah di ujung pulau Sulawesi ini memiliki komoditi laut andalan yakni Ikan Tuna.


Sebetulnya ada dua jenis ikan populer sejak puluhan tahun silam yakni Cakalang dan Tuna hanya saja Tuna lebih unggul karena telah masuk pasar ekspor.


Itulah sebabnya pemerintah memilih varian Ikan Tuna di perkenalkan pada publik Indonesia khususnya di Sulawesi Utara sebagai salah satu olahan unggulan dikota dengan 8 kecamatan ini.


Alasan inilah kemudian lewat Tim Penggerak Kota Bitung melaksanakan iven bertajuk Bitung Tuna Fest 2021 secara virtual pada 26/8/2021.


Kompetisi memasak memakai bahan dasar Ikan Tuna mendapat respon sangat positif oleh masyarakat Kota Bitung dan dari 8 kecamatan seluruhnya memilik utusan.


Acara cocoking competition dimulai pada pukul 10.00 wita dan disiarkan secara live lewat akun resmi facebook dan youtube pemkot Bitung.


Meski dengan penerapan protokol kesehatan ketat dimasing-masing station tetapi peserta mampu menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


Sementara perwakilan Kecamatan Lembeh Utara lewat peserta Elvina Pananggung dan Metha Seran  berhasil menyabet gelar Juara 2 dalam turnamen tersebut.


Keduanya berasal dari Kelurahan Batukota tepatnya di Pintukota Kecil yang dijadikan sebagai destinasi desa wisata terpilih tahun 2018 lalu oleh Pemkot Bitung.


Apresiasi pun mengalir dari kalangan masyarakat bahwa iven kontes memasak dengan mempromosikan sumber alam lokal merupakan sebuah sinyal kemajuan daerahnya lewat ekonomi kreatif para pelaku UMKM.


Tidak sampai disitu pada hari yang sama pukul 19.00 wita Walikota Maurits Mantiri melaunching iven Festival Pesona Selat Lembeh 2021 yang juga akan dilaksanakan secara virtual.


Tentu ini akan membuat geliat ekonomi masyarakat bangkit meski ditengah pandemi sebab hampir dua tahun ini efek dari wabah penyakit telah menyeret penghasilan warga Kota Bitung di titik yang paling suram bahkan secara umum di Indonesia.


deny/BDC

Pantai Buniang Wisata Tersembunyi Pulau Lembeh Kurang diKetahui Publik

By On 22.20

 

Foto Pantai Buniang Agustus 2021 oleh deni's


Bidikdotcom - Pulau Lembeh memiliki beberapa tempat pariwisata yang bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar apalagi bicara pantainya.


Tidak kalah menariknya dengan tempat wisata di Sulawesi Utara secara umum Pulau Lembeh juga punya area wisata liburan yang bisa bikin pengunjung berlama-lama menikmatinya.


Pantai Buniang dapat dijadikan tujuan wisata keluarga untuk liburan harian karena memiliki air yang sangat jernih dan tidak kotor.


Lokasi pantai ini bertempat di Kelurahan Pintukota Kecamatan Lembeh Utara di Kota Bitung yang bisa dicapai selama 30 menit dari jalan aspal belakang lingkar Lembeh di Pintukota Besar.


Untuk mencapai lokasi pantai anda harus melalui track jalan kaki yang sedikit turun gunung tapi yang punya motor trail atau sejenisnya bisa mencapainya tanpa jalan kaki.


Pantai Buniang sebetulnya menjadi ikon rekreasi masyarakat kelurahan Pintukota sejak lama tetapi karena jarak yang cukup jauh dan mengharuskan mereka jalan kaki maka banyak warganya enggan ke pantai ini lagi karena alasan kelelahan.


Dengan lokasi tersebunyi membuat pantai Buniang kurang diketahui masyarakat luas apalagi yang ada diseputaran Kota Bitung karena tidak ada akses yang menunjang untuk mencapai area ini.


Tahun 2014 silam pemerintah kelurahan Pintukota merintis jalan menuju pantai ini. dan tahun 2016 pengerjaan jalan dibuat tetapi hanya sekedar dalam bentuk merintis saja supaya terlihat sudah ada akses untuk sampai kepantai.


Aspalnya pun hanya berjarak tiga puluh meter dari badan jalan lingkar lembeh (jalan utama).


Bahkan hari ini jalan tersebut sudah sangat parah untuk dilewati dan akan membahayakan pengendara bila memaksakan diri membawa kendaraan kepantai.


Pantai Buniang sangat eksotis bila dijadikan wisata rekreasi atau sekedar bersantai sebab memiliki kenyamanan untuk berenang karena dihalangi dengan batu karang yang luas didepannya sebagai pengaman terhubung ke laut lepas kecuali pada musim-musim angin selatan.


Selain itu bila area ini  memiliki akses jalan akan memberikan penghasilan bagi masyarakat yang punya tanah disekitar pantai tersebut untuk dibangun usaha. 


Beberapa masyarakat pun punya harapan agar sesegera ada projek jalan untuk membantu mereka bisa memanfaatkan pantai sebagai lahan usaha untuk ekonomi kedepan.


Tidak hanya Pantai Buniang menyisihkan pemandangan eloknya tetapi Pantai Salise di Keluruhan Lirang dan Pantai Pasir Itang di Kelurahan Gunung Woka bukti bahwa Pulau Lembeh memiliki area wisata yang cukup menarik, 


hanya saja alasan tadi yang membuat area ini sulit untuk diakses yakni tidak ada jalan layak mencapainya.


Kiranya kedepannya dalam hal ini pemerintah Kelurahan Pintukota dapat mengusulkan pada pemerintah Kota Bitung untuk dapat membuat jalan yang terhubung ke pantai Buniang.


deny/BDC



Serba Serbi Paskibraka 2021 Pengibar Bendera Merah Putih

By On 22.24

 

Pasukan Pengibar bendera pada upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan  17 Agustus 2021 (Foto: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)


Bidikdotcom - Momen upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun di halaman depan istanah negara (17/8/2021) yang dimulai sejak pukul 09.30 wib  menyisihkan cerita menarik khususnya para peserta kelompok pengibar bendera.


Sebagaimana diberitakan media-media nasional bahwa personil Paskibraka tahun 2021 tidak sama dengan keanggotaan Paskibraka tahun 2020 lalu.


Kali ini formasi 8,17 dan 45 semua slotnya terwakili dari 34 provinsi 68 orang, sementara biasanya pasukan 17 diisi oleh personil TNI untuk tahun ini tidak memakai anggota TNI mengingat pemberlakukan PPKM dan menghindari terjadinya kerumunan semuanya diisi oleh perwakilan siswa.


Sebagaimana tema hari kemerdekaan tahun 2021 "Indonesia Tanggu, Indonesia Tumbuh" juga menjadi nama pada kelompok Paskibraka yang mendapat tugas mengibarkan bendera dan menurunkan.


Untuk pasukan mengibarkan bendera merah putih pada upacara pagi diberi nama pasukan tangguh sedangkan untuk menurunkan sang merah putih diberi nama tumbuh.


Lantas seperti apa cerita menarik dari para personil pengibar bendera ini? berikut uraiannya.


Tidak hanya berhasil lolos hingga kesenayan saat peserta ikut seleksi Paskibraka di daerahnya tetapi lebih dari pada itu personil pengibar bendera ini mewakili kaum muda milenial di daerah mereka untuk menjadi duta berprestasi dan kebanggaan di lingkungan dimana mereka bersekolah maupun dalam keluarganya.


Inilah kemudian disaksikan oleh seorang Aditya Yogi Susanto asal Jawa Barat saat diwawancarai awak media, dimana ia merasa sangat dihargai dan benar-benar memiliki pengalaman diluar yang ia duga.


Bagaimana ia menceritakan saat karantina, maupun melakukan latihan benar-benar terasa seperti dikucilkan sebab biasanya hunian kamar diisi 2 orang tapi kali ini karena pandemi satu kamar cukup satu orang yang tinggal.


Kemudian hal menaril lainnya menjadi pengalaman para murid didik ini adalah saat gerak jalan mereka langkahkan harus berhati-hati dalam mengatur pernafasan sebab masker yang dipakai memiliki dua lapisan tentu membuat seluruh rongga kain masker tertutup rapat.


Tetapi juga pengakuan Ardelia Mutia Zahwa pembawa bendera  perwakilan provinsi Sumatera Utara yang bertugas pukul 09.30 wib bagaimana kemandirian yang diterimanya saat menjalankan latihan, tidak ada kata bermaja-manja dengan mama maupun keluarga terdekat.


Hanphone genggam mereka dibatasi beraktivitas semua fokus pada latihan, gadis kelahiran 6 Desember 2004 ini sangat haru saat ditunjuk sebabagai pembawa bendera merah putih untuk di kibarkan pada pagi hari dan ia tidak dapat menyembunyikan tangis bangganya atas kepercayaan tersebut.


Dari pasukan Tumbuh yang bertugas pada penurunan bendera hampir sama pengakuannya, hanya saja ada beberapa anggota yang sempat nervous seperti dialami pengibar bendera asal Provinsi Jawa Tengah Zaidaan Kamal Anwar.


Untuk pembawa bendera di kelompok 8 di percayakan kepada Qyara Maharani Putri asal Jawa Tengah dari SMA1 Garut.


Dari Sulawesi Utara nama Cyanda Ravaella Johannes asal SMA Katolik Rex Mundi dan Arel Tangkilisan dari SMA 1 Airmadidi Minahasa Utara.


Cyanda Ravaella Johannes Paskibaraka 2021 asal Sulut (Foto:sekretariat kepresidenan)


Memang sangat disayangkan usai upacara mereka tidak dapat bertemu secara langsung denga orang tua maupun keluarga terdekat. Sebab biasanya dalam perayaan kemerdekaan orang tua dari anggota Paskibraka di undang oleh istanah ikut hadir dalam pengibaran bendera merah putih.


Selamat bagi kalian putra-putri terbaik bangsa yang mewakili daerahmu, sekolahmu serta keluargamu kiranya kalian akan semakin berprestasi kedepannya salam sehat selau.


deny/BDC

Pemkot Bitung Terapkan PPKM Level 3

By On 22.56

 

Ilustrasi gambar oleh bidikdot

Bidikdotcom - Pemerintah Kota Bitung menurunkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 menjadi level 3. Hal ini diputuskan oleh Pemda setempat yang di tanda tangani langsung Walikota Ir.Maurits Mantiri MM dalam sebuah surat edaran bernomor 008/619/WK.


Diturunkannya pembatasan hingga ke level-3 sebagai bentuk apresiasi pemerintah bagi masyarakat Bitung yang menjalankan protokol kesehatan secara madiri dan bertanggung jawab sehingga mampu menurunkan angkah penyebaran wabah covid ke status yang lebih nyaman.


Dalam dua minggu sebelumnya hampir semua kelurahan di 8 Kecamatan berstatus zona merah tetapi saat ini status tersebut sudah hampir berakhir dan hanya beberapa kelurahan saja masyarakatnya yang masih menjalankan isolasi mandiri (isoman) ringan.


Meski demikian pernyataan dalam surat edaran tersebut tetap menegaskan untuk menjalakan protokol kesehatan secara ketat meski status levelnya sedikit dilonggarkan.


Hampir tidak ada skema yang berubah dari penerapan PPKM level 3 ini beberapa lokasi masih sama pengawasannya dengan status level 4.


Lokasi-lokasi tersebut di antaranya adalah pasar, pusat perbelanjaan, warung makan, kafe pedagang kaki lima yang diijinkan beroperasi hingga pukul 20.00 wita dengan jumlah pengunjung 50%.


Untuk transportasi seperti kapal Feri Ruko-Lembeh, perahu taksi, mobil taksi dalam kota, rental mobil di beri kapasitas tampung hingga 70% tidak lebih dan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak.


Aktivitas masyarakat dalam satu kelurahan dibatasi hingga pukul 20.00 wita untuk berada diluar rumah, selebihnya harus ada kontrol dari para petugas covid yang nantinya diinstruksikan oleh camat, lurah dan petugas TNI/POLRI di wilayah pemerintahan masing-masing.


Edaran ini mulai diberlakukan sejak diterbitkannya SK PPKM terbaru pada 10 Agustus dan selesai pada 23 Agustus 2021 mendatang. 


Untuk dunia pendidikan diijinkan tatap muka dengan kapasitas 50% sedangkan, kerja kantoran dapat melakukannya dari tempat kerja sebesar 75% dan sisanya WFH (work from home).


deny/BDC

Dermaga Penyeberangan Lembeh Pulau Abadi Jadi Solusi Cepat Ke Daratan Bitung

By On 19.55

 

Foto Dermaga Perjuangan Pulau Abadi - bidikdot


Bidikdotcom - Menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengakses transportasi cepat, kelompok pemilik perahu taksi Papusungan-Ruko menginisiasi untuk membuat satu tambahan dermaga yang bertempat di Pulau Abadi Kelurahan Papusungan.


Sebelumnya masyarakat Pulau Lembeh menggunakan jasa penyeberangan yang ada di Papusungan Besar berdekatan dengan Pelabuhan Feri. Namun seiring berjalannya waktu masyarakat yang ingin cepat dalam memenuhi kebutuhannya,  sarana penyeberangan perahu taksi di Papusungan ini tidak kompeten lagi.


Alasannya harus memenuhi target penumpang 20 orang dan 5 kendaraan roda dua (motor) baru bisa menyeberang ke Ruko.


Tetapi hal tersebut bertolak belakang dengan penumpang yang bekerja di daratan Bitung ataupun para ASN yang berburu waktu agar tidak terlambat. sebab untuk memenuhi target sebagaimana yang disampaikan tadi harus menunggu hingga 30 menit baru perahu taksi yang mendapat giliran jalur  bisa berangkat.


Itulah sebabnya kenapa Dermaga Penyeberangan Pulau Abadi sudah menjadi alternatif penumpang khusus yang tinggal di seputaran Pulau dengan dua kecamatan tersebut.


Dibuka pada Januari 2021 dermaga ini telah dipakai secara resmi oleh para pemilik perahu taksi sebagaimana diatur dalam musyawarah bersama dengan pemerintah Kelurahan Papusungan dan di Kecamatan Lembeh Selatan.


Perahu taksi yang mengangkut penumpang dari dermaga ini di pasang target Rp 30.000 per trayek (sekali menyeberang).


Jumlah motor yang dimuat hanya satu unit kalau ada dua satunya harus mendapat persetujuan dari petugas yang mengatur lalulintas tersebut.


Untuk penumpang paling banyak berjumlah 5 orang tidak lebih, 


inilah kemudian dermaga Pulau Abadi menjadi alternatif penyeberangan masyarakat umum sampai di bulan Agustus 2021 karena servis yang diberikan menjawab kebutuhan mereka yang punya keperluan super cepat.


Tidak sampai disitu para pemilik perahu taksi mengumumkan nomor handphone mereka sebagai hotline bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa perahu mereka bila ada yang sakit dan akan dibawa ke rumah sakit pada waktu tengah malam atau kepentingan darurat lainnya.


Hal ini disampaikan oleh Bpk Bado Dalambide penanggung jawab operator harian di dermaga ini.


Iya menyampaikan bahwa merasa bangga dengan hadirnya dermaga Perjuangan Pulau Abadi ini dan melayani masyarakat dengan kebutuhan yang mereka inginkan yakni "cepat-cepat mu brangkat".tutur pria lansia dengan semangat tinggi itu.


Walau sekarang ini perahu taksi yang beroperasi di dermaga Papusungan Besar telah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan diatur tidak lagi seperti semula, namun perahu taksi di dermaga Pulau Abadi telah berhasil menyulap orientasi warga untuk tetap menggunakan fasilitas mereka.


deny/BDC

Penyeberangan Bitung-Lembeh Tetap Beroperasi, KMP Tude Dalam Perbaikan

By On 21.18

 

Gambar diambil dari depan dermaga Ruko Pateten Bitung

Bidikdotcom - KMP Tude adalah sarana transportasi Penyeberangan Bitung-Lembeh satu-satunya dimiliki oleh PD Bangun Bitung dalam melayani kebutuhan pembangunan masyarakat khususnya di Pulau Lembeh.


Telah diumukan sejak akhir Juni 2021 oleh pihak pengelola transportasi laut ini bahwa KMP Tude akan docking dan untuk sementara segalah sesuatu yang berhubungan dengan material bangunan proyek atau hasil panen kopra dibawa ke perusahaan tidak akan terlayani.


Salah satu staf yang bekerja di kapal Feri  Bpk Ocax Pansarian mengatakan bahwa perbaikan kapal angkutan ini akan memakan waktu selama kurang lebih 3 bulan.


Sehingga masyarakat yang biasanya memakai jasa KMP Tude dapat mencari alternatif lain mengingat cukup lama masa perbaikan kapal tersebut.


Di tengah mandeknya kebutuhan transportasi yang terhubungan antara Lembeh dan daratan Bitung tersebut,


masyarakat dihentak dengan  kabar menggembirakan lewat Pemkot Bitung bahwa akan ada dua armada kapal Feri yang siap melayani rute Bitung-Lembeh agar roda ekonomi masyarakat maupun kepentingan pembangunan proyek pemerintah di 2 kecamatan ini serta didaratan tetap berjalan.


Dua armada kapal Feri yang akan mengisi sementara kekosongan saat KMP Tude dalam perbaikan adalah KMP Lokong Banua yang melayani rute Sitaro dan Sangihe serta KMP Bawal yang melayani rute Ternate Maluku Utara.


Kedua armada ini akan melayani rute Ruko Pateten dan dermaga Papusungan selama tidak ada jadwal keberangkatan sebagaimana aktivitas kedua kapal tersebut selama ini masing-masing mendapat kuota penyebrangan 8 trip, berikut adalah jadwalnya :


KMP Bawal 

Hari Senin dan Kamis pukul 08.00 - 14.00 wita


KMP Lokong Banua

Hari Selasa dan Sabtu pukul 09.00 - 15.00 wita


Jadwal kedua armada ini dapat berubah secara fleksibel sesuai kebutuhan. Masyarakat pun menyambut baik usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan khususnya transportasi kapal Feri agar semua aktivitas bongkar muat meski berskala kecil tidak terbengkalai.


Salah satu pengusaha kopra dan pembeli arang asal kelurahan Pintukota Pak Andreas memberi apresiasi atas usaha dari walikota Ir.Maurits Mantiri karena menurutnya bila ada armada feri maka arang yang dibelinya dari petani tidak akan bertumpuk dan bisa langsung dibawa ke perusahaan.


Kedua armada Feri ini sudah beroperasi sejak Kamis 22 Juli 2021 dan akan melayani kebutuhan masyarakat hingga KMP Tude selesai dalam perbaikan.


deny/BDC

Pemkot Bitung Terapkan Pembatasan Rumah Ibadah, Ini Reaksi Warganya

By On 16.50

 

lustrasi gambar bidikdot


Bidikdotcom - Penyebaran wabah virus corona di Kota Bitung memuncak setelah Kecamatan Girian ditetapkan sebagai status Zona Merah.


Hal ini merembet ditutupnya untuk sementara waktu RSUD Manembo-nembo sejak tanggal 6 Juli 2021 lalu karena beberapa perawat terkonfirmasi positif.


Seminggu kemudian dari ditutupnya RSUD tersebut virus ini terus menyebar hampir di 8 Kecamtan dan akhirnya menjadikan Kota Bitung sebagai Zona Merah.


Mengantisipasi agar penyebaran wabah ini tidak signifikan maka Pemkot Bitung lewat Walikota Ir Maurits Mantiri mengambil langka dengan mengeluarkan edaran untuk menambah waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) pada 22 Juli 2021 lalu.


Salah satu isi poin tersebut adalah kegiatan di rumah-rumah ibadah sementara ditiadakan untuk menjaga tidak terjadinya kerumumana.


Masyarakat dengan penduduk mayoritas beragama Kristiani itu menanggapi dengan beragam pendapat mengingat bahwa pembatasan rumah ibadah termasuk didalamnya adalah gereja tidak bisa di hindari.


Meski hingga hari ini belum ada klaster penyebaran  di zona gereja tetapi dalam rangka memutus mata rantai wabah tersebut maka sementara waktu kegiatan ibadah gereja di pandu lewat pengeras suara atau media streaming tv kabel.


Sebagian masyarakat menyayangkan tidak ada lagi ibadah gereja.


Menurut mereka bahwa jangkauan toa atau pengeras suara lainnya sangat terbatas sehingga sangat mengganggu saat ibadah sedang berlangsung.


Ibu Uto asal kelurahan pintukota mengatakan "kalo dipasar nyanda dapa batasi itu manusia pe banya, mar di gereja nyanda dapa ijin".ungkapnya pada saya. Menanggapi keluhan masyarakat ini pemerintah setempat dan pimpinan gereja di kelurahan pintukota memohon untuk dapat bersabar sambil tetap menjalankan protokol kesehatan.


Ini merupakan kedua kalinya ibadah-ibadah kembali dilakukan dari rumah dengan panduan pengeras suara dan virtual setelah Maret-Juli 2020 lalu. 


Pulau Lembeh sendiri saat ini masih berstatus normal meskipun sudah ada isoman hasil swab antingen.


Menghindari terjadinya penyebaran signifikan dari virus ini Puskesmas Lembeh Utara di Pintukota sementara ditutup dan tidak ada pelayanan.


Meskipun vaksinasi sementara dilaksanakan tidak menjadi alasaan bagi seseorang telah terbebas dari virus corona meskipun bersangkutan sudah di vaksin.


Waba virus ini masih menjadi ancaman keselamatan manusia, untuk itu tidak hentinya pemerintah dan pemimpin agama di Kota Bitung menyeruhkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.


Banyaknya masyarakat takut divaksin memberi peluang virus yang pertama ditemukan di  Provinsi Hubei itu menyebar dengan mudah.


Pembatasan kegiatan peribadatan umat merupakan langka alternatif pemerintah untuk menjaga agar semua tetap sehat walaupun menurut beberapa pendapat bahwa rumah ibadah belum ada kasus klaster penyebaran.


Sebagaimana surat edaran Gubernur Olly Dondokambey bahwa PPKM Mikro diperpanjang hingga 1 Agustus 2021 diseluruh Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Utara


deny/BDC 

Pro - Kontra Kehadiran Minimarket di Pulau Lembeh

By On 10.52

 

Foto ilustrasi oleh bidikdot 


Bidikdotcom - Isu masuknya minimarket ke Pulau Lembeh telah terdengar sejak 2015 silam hanya saja rumor tersebut  sebatas cerita antar sesama warga masyarakat dan tidak pernah terealisasi hingga hari ini karena beberapa alasan.


Tetapi dalam pemerintahan baru Kota Bitung dibawa pimpinan Ir.Maurits Mantiri dan Hengki Honandar SE isu keberadaan minimarket tersebut tidak hanya sebatas rumor tetapi benar-benar akan terealisasi karena salah satu peluang bisnis berdampak langsung pada masyarakat.


Hal ini tertuang dalam rekomendasi Walikota Bitung bernomor 008/439/WK tentang Rekomendasi Pembukaan Minimarket Indomaret oleh PT Indomarco Prismatama tertanggal 14 Juni 2021 yang sudah di tandatangani oleh Ir.Maurits Mantiri sealku Walikota


Adapun isi surat rekomendasi tersebut salah satunya menyebutkan 2 Kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan yakni Kelurahan Mawali dan Kelurahan Papusungan akan didirikan Indomaret.


Sontak saja ini langsung menuai pro dan kontra antar warga masyarakat didua kecamatan yang ada di Pulau Lembeh tersebut.


Beberapa alasan pun di kemukakan oleh mayarakat yang kontra seperti jika akan ada Indomaret di Pulau Lembeh maka pemilik-pemilik kios sedang/kecil kemungkinan akan tersingkir karena kalah stok produk apalagi UMKM yang belanja barangnya hanya seminggu sekali.


Bagi mereka yang pro dan bersedia menerima masuknya pasar modern berpendapat bahwa kehadiran minimarket tersebut nantinya akan menyerap tenaga kerja di sekitar Pulau Lembeh secara umum dan kedua masyarakat pulau ini tidak perlu lagi ke daratan Bitung untuk membeli barang yang dicari karena telah tersedia di minimarket tersebut yang catatanya belum tentu tersedia di kios biasa.


Menerima dan tidaknya Indomaret di Pulau Lembeh juga ramai di perbincangkan di sosial media namun dari sekian komentar warganet beberapa diantaranya menyatakan hal tersebut dapat dibicarakan ditingkat RT maupun di Lingkungan masing-masing.


Rapat dengar pendapat antar sesama warga jauh lebih bijaksana ketimbang saling melakukan provokasi dan pada akhirnya masyarakat lainnya dirugikan.


Keberadaan minimarket di pulau seperti Pulau Lembeh ini memberikan jaminan bahwa Lembeh bisa menjadi peluang infestasi masa depan bagi para investor menanamkan modalnya lewat bisnis yang akan nantinya dibangun. 


dan kedua adalah menunjukan bahwa meski di pulau, modernisasi untuk perubahan sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat di dua Kecamatan itu.


Menjadi persoalan saat ini adalah cara berpikir masyarakat Lembeh saja yang sedikit belum terbuka dan awam terhadap sesuatu yang modern. Merasa tersaingi dan usaha kemungkinan akan bngkrut bila hadirnya minimarket seperti Indomaret itulah sedang melilit pola pikir masyarakat.


Padahal bila dicermati secara seksama dibeberapa tempat di perkotaan  ada juga minimarket yang kalah bersaing dengan kios ritel milik warga dan UMKM lainnya.


Contohnya Indomaret Kombos Manado didepannya ada kios warga namun terlihat minimarket tersebut biasa-biasa saja dan masih terlihat kios dari warga di depannya lebih ramai.


Memang diakui minimarket memiliki kemasan produk resmi tetapi belum tentu bisa di jangkau masyarakat biasa. 


Barang produknya mungkin hampir sama tetapi untuk beras di Indomaret tidak ada yang jual per/liter tidak ada gula setengah liter dan lainnya. jadi bila kita berpikir merasa terancam akan hadirnya minimarket mungkin bisa dibuang jauh dulu pola pikir seperti itu sebab fakta di lapangan tidak semuanya seperti yang di bayangkan.


Semoga dengan hadirnya minimarket di Lembeh masyarakatnya akan semakin maju dan punya pola pikir rasional kedepan menyambut era industri digital. Salam Sehat


deny/BDC


Ruang Sepakat 3 Juli 2021 Tampung Banyak Aspirasi

By On 17.35

 


Bidikdotcom - Kepemimpinan Ir.Maurits Mantiri dan Hengki Honandar SE memajukan Kota Bitung  terus dilakukan dalam rangka penjawab setiap tantangan di Pemerintahan serta berbagai keluhan dari  masyarakat yang menginginkan akan adanya berubahan di Kota Cakalang ini.


Ruang Sepakat merupakan sarana informasi digital "head to head" yang dapat di akses oleh seluruh masyarakat Kota Bitung untuk menyampaikan berbagai persoalan serta harapan sehingga Kota Bitung semakin sejahtera.


Di setiap tanggal 3 bulan berjalan Ruang Sepakat di buka mulai jam 10.00 - 12.00.wita


Seperti hari ini Sabtu  3 Juli 2021 semua keluhan masyarakat langsung di back up oleh pemangku kepentingan  dalam hal ini para Kepala-kepala Dinas (KADIS).


Jelas ini merupakan terobosan yang patut di apresiasi oleh seluruh elemen masyarakat sebab setiap keluhan langsung ditanggapi oleh bapak walikota dan wakilnya.


Menjadi bahan perbincangan di ruang sepakat hari ini yang saya sororti adalah soal Perda perlindungan tenaga kerja yang di terbitkan oleh Pemerintah Daerah Kota Bitung, walikota menegaskan kepada Kadisnaker jika ada perusahaan yang mengabaikan Perda tersebut untuk dapat melaporkannya langsung ke walikota atau walikota tutur Om Kumis sapaan akrab Maurits Mantiri.


Meski di tengah pandemi ada beberapa perusahaan yang sudah membukan lowongan pekerjaan meskipun sifatnya masih terbatas.


Perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan diantaranya PT Indo Lautan Tanjung Merah membutuhkan 20 orang karyawan, PT Agro 1, PT Deho 2 Karyawan dan Indomaret tidak ada batasan.


Kebijakan pemerintah dibawa kepemimpinan Maurits Mantiri benar-benar pro rakyat meski baru bekerja beberapa bulan namun kenyamanan dan kesejehteraan mulai di rasakan oleh masyarakat  Bitung yang di huni sekitar 250 jiwa ini.


Selain mengenai lapangan pekerjaan ada juga tentang kesehatan, literasi dan lainnya.


Untuk kesehatan akan ada vaksinasi masal bagi masyarakat yang berusia 12 tahun keatas dan akan di mulai pada Senin 5 Juli 2021 di SMA 2 Bitung.


Menurut Sekretaris Daerah Kota Bitung DR.Drs Audy Pangemanan AP M.Si bahwa tatap muka secara digital ini dari 514 Kabupaten Kota di seluruh Indonesia baru Kota Bitung yang membuat program seperti ini jadi akan sangat membantu untuk mengkofer setiap persoalan terjadi di tengah masyarakat tanpa harus ke kantor walikota langsung.


Kota Bitung akan menuju Kota Smart Digital untuk itulah percepatan pembangunanan dalam rangka pemasangan 1000 titik wifi akan diupayakan Pemerintah segera terlaksana diseluruh wilayah pemerintahan di 8 kecamatan.


Tentu semua program baik pemerintah ini perlu sinergitas terarah antar sesama warga dengan pemerintah baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan.


Menjadi perhatian tentu sumber daya manusianya Maurits - Hengki akan mengupgrade data-data masyarakat yang hanya punya ijazah SD dan SMP sehingga akan disejajarkan dengan SMK dan sederjat lainnya dan ini butuh partisipasi masyarakat yang serius.


Mengakhir pertemuan ruang sepakat Maurits Mantiri berharap semua kegiatan kemasyarakatan di canangkan pemerintah dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan oleh seluruh masyarakat bagi kepala dinas yang belum terjaring dengan digital RS ini untuk segera mengfollow-up semua yang disampaikan masyarakat.


deny/BDC

Presiden Joko Widodo Tanggapi Dengan Santun Kritikan Mahasiswa BEM UI

By On 12.19

Foto Sekretariat Kepresidenan RI editing bidikdot

Bidikdotcom - Masyarakat Indonesia di hebohkan dengan ramainya berita tentang kritikan terhadap Jokowi selaku presiden yang telah dua periode memimpin negara republik ini.


Presiden Joko Widodo  menanggapi kritik yang dilontarkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) kepada dirinya. Menurut Presiden, kritik para mahasiswa tersebut merupakan bentuk ekspresi mahasiswa yang diperbolehkan di negara demokrasi seperti Indonesia.


"Ya saya kira ini bentuk ekspresi mahasiswa dan ini negara demokrasi jadi kritik itu ya boleh-boleh saja. Universitas tidak perlu menghalangi mahasiswa untuk berekspresi," ujar Presiden saat memberikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2021.


Namun demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa bangsa Indonesia memiliki budaya-budaya tata krama dan sopan santun. Presiden juga memandang kritik para mahasiswa kepada dirinya sebagai suatu hal yang biasa.


"Mungkin mereka sedang belajar mengekspresikan pendapat, tapi yang saat ini penting kita semuanya bersama-sama fokus untuk penanganan pandemi Covid-19," ungkapnya.


Untuk diketahui, sebelumnya BEM UI pada Sabtu, 26 Juni 2021, melontarkan kritik kepada Presiden Joko Widodo yang disampaikan melalui unggahan di akun Twitter resmi @BEMUI_Official. Dalam unggahan tersebut, 


BEM UI menyebut Presiden Joko Widodo sebagai "The King of Lip Service". Kritik serupa sebelumnya pernah juga diterima Presiden dari sejumlah kalangan.


"Itu kan sudah sejak lama ya. Dulu ada yang bilang saya ini _klemar-klemer_, ada yang bilang juga saya itu _plonga-plongo_, 


kemudian ganti lagi ada yang bilang saya ini otoriter, kemudian ada juga yang ngomong saya ini 'bebek lumpuh', dan baru-baru ini ada yang ngomong saya ini 'Bapak Bipang', dan terakhir ada yang menyampaikan mengenai 'The King of Lip Service'," jelasnya.


Masyarakat pun memberikan apresiasi atas tanggapan santun yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo tanpa ada tindakan intimidasi kepada pemberi kritik seperti yang terjadi masa orde baru.


deny/BDC

Diberi Peringatan Tegas Masyarakat Bitung Baru Ingin di Vaksin

By On 16.54

 

Foto MS

Bidikdotcom - Pernyataan tegas disampaikan oleh pemerintah daerah Kota Bitung lewat surat edaran Walikota Ir.Maurits Mantiri MM sehubungan dengan program vaksinasi nasional dalam rangka memutus mata rantai Covid-19.


Meski termasuk dalam zona rendah penyebaran virus berbahaya ini pemkot Bitung tetap berkomitmen bahwa seluruh masyarakat harus di vaksin. yang dikecualikan bagi mereka yang memiliki penyakit bawaan dan rekomendasi dokter karena beberapa alasan selebihnya tetap di ikut program vaksinasi. 


Dari berbagai usaha pemerintah meminta masyarakat untuk di vaksin rupanya tidak ada yang bergeming merespon program vaksinasi tersebut termasuk masyarakat Kota Bitung.


Namun dengan peringatan tegas akhirnya masyarakat khususnya di Kota Bitung baru ingin di vaksin. lewat surat edaran Walikota yang di umumkan melalui corong toa di kelurahan-kelurahan atau via sosial media yang berbunyi "jika ada masyarakat yang tidak ingin divaksin, maka segalah bantuan sosial yang selamaini di terima sementara akan dilakukan penundaan".


"Bagi yang akan melakukan pengurusan administrasi berhubungan dengan pemerintah untuk sementara tidak akan di layani" demikian bunyi penegasan tersebut.


Dari pantauan kami pada Senin 28/6/2021 di salah satu titik tempat dilaksanakannya vaksinasi yakni di Kelurahan Pintukota Kecamatan Lembeh Utara, peserta yang ikut vaksin cukup membludak, padahal sudah ada jadwal dari kelurahan-kelurahan.


Hanya saja kesadaran menerapkan protokol kesehatan sudah dijlankan oleh masyarakat pulau ini yakni tetap memakai masker dan selalu menjaga jarak.


Untuk Selasa 29/6/2021 bagian dari Kelurahan Gunung Woka sedangkan di Kelurahan Mawali akan dilaksanakan pada 2/7/2021.


Seandainya program pelayanan kesehatan pada periode pertama ada penegasan seperti ini kemungkinan besar juga akan ada banyak pelayan publik yang akan datang untuk di vaksin.


Karena banyaknya masyarakat ikut vaksin maka kegiatan ini nanti ditutup pada pukul 17.00 wita yang tetap mendapat pengawalan dari pihak Kepolisian dan TNI setempat.


deny/BDC

Pemkot Bitung Umumkan Calon THL Tahun 2021

By On 12.22

 

Gambar tribunnews

Bidikdotcom - Panitia seleksi penerimaan Tenaga Harian Lepas Pemkot Bitung tahun 2021 telah mengumumkan pada 28 Juni 2021 sekitar pukul 22.00 wib nama-nama calon yang ikut seleksi bulan Mei yang lalu.untuk bekerja sebagai pembantu pemerintah di lembaga-lembaga yang telah disiapkan.


Ada 20 lembaga kedinasan yang akan diisi oleh para pekerja pemerintah ini. 30 Staf Sekretariat DPRD, 5 Badan Kepegawaian dan 30 staf untuk masing-masing 8 Kecamatan.


Seleksi   pegawai harian lepas ini sempat terjadi penundaan dari jadwal sebelumnya yakni pada 16 Juni 2021. karena ketatnya seleksi dan penyesuaian terhadap regulasi pemda Kota Bitung khususnya para THL ini maka di undur hingga 28 Juni.


Meski telah diupayakan secara profesional seleksi pengangkatan THL tahun 2021 oleh Pemkot Bitung beberapa masyarakat merasa tidak puas atas hasil yang diumumkan. mereka menuntut janji kampanye Walikota dan Wakil Walikota pemenang pemilu 2020 lalu bahwa siap mengakomodir suara perjuangan mereka yang memenangkan pemilu 9 Desember 2020 itu.

 

Pemerintah daerah lewat pernyataan pers pada 16/6/2021 bahwa akan berhati-hati mengambil keputusan sehingga tidak akan membuat masyarakat kecewa walaupun mereka punya opsi lain untuk diberikan demi kesejahteraan warga Kota Bitung.


Memang sangat disayangkan ada peserta calon yang memiliki SDM cukup baik namun tidak terakomodir, tetapi demikian publikasi informasi pengumuman seleksi THL dapat diterima oleh seluruh masyarakat walaupun masih di pertanyakan kenetralan dan keprofesionalan panitia yang bekerja di dalamnya.


Belum ada informasi masa kontrak kerja para THL ini, tetapi merujuk pada pengangkatan-pengankatan sebelumnya bahwa masa kerja mereka adalah satu tahun.


Memang diakui tenaga para pekerja ini sangat membantu mengoptimalkan pelayanan masyarakat khsusus di tingkat kecamatan dan kelurahan, apalagi pemerintah menggenjot kota Bitung menjadi Kota Smart Digital sehingga semua pengurusan administrasi akan melalui jalur online.


Hanya saja apakah semua pegawai yang direkrut ini telah dibekali dengan kualitas kerja yang sesuai dengan misi pemerintah tadi ataukah belum seperti contoh menguasai dasar-dasar komputerisasi.


Untuk melihat daftar nama-nama calon yang lolos dan siap bekerja di instansi Pemkota Bitung silahkan copy link berikut ini bit.ly/pemkotbitung


deny/BDC


Menguak Kekayaan Selat Lembeh Kampung Pesisir atas Berlimpahnya Ikan Teri

By On 16.53

 

Foto Perairan Selat Lembeh oleh bidikdotcom


Bidikdotcom - Selat Lembeh memiliki cerita sejarah panjang mulai dari tempat persinggahan kapal perang TNI Angkatan Laut saat perang dunia ke II dan pembebasan Irian Barat hingga berlabuhnya kapal-kapal dagang Portugis sebelum menuju Pulau Maluku.


Tidak sampai disitu selat yang membela daratan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh memiliki kekayaan laut dengan beragam biodatanya mulai dari terumbu karang hingga ribuan jenis ikan tinggal di dalamnya.


Di era tahun 80-an hingga awal tahun 2000 selat ini menjadi tempat tinggal tersubur kumpulan ikan halus atau ikan Teri, sehingga beberapa kampung pesisir di jadikan sementara tempat tinggal para pencari nafkah dari hasil laut itu seperti pesisir pantai Binuang, Kareko, Baturirir, Rarandam, Mawali, Paudean, Tandurusa, Jiko Aras, Makawide.


Di jaman itu para nelayan yang menggeluti mata pencaharian tangkapan ikan teri dengan alat tangkapan yang disebut "Soma Dampar" bisa di bilang sukses karena langsung di ambil oleh kapal motor cakalang untuk di jadikan umpan.


Hanya saja waktu itu nilai jual ikan Teri kurang mendapat tempat sehingga harganya kadang relatif murah.


Namun diakui melimpahnya "ikan putih" di selat Lembeh kadang mebuat nelayan kelabakan karena kehabisan peralatan penampungan. dimana sebelum di ambil kapal ikan cakalang ikan Teri sebelumnya harus di kurung dalam wadah disebut "kurung-kurung".


Ikan Teri di selat ini tidak hanya ditangkap malam hari tetapi juga di siang hari sehingga pasokannya kadang membludak bahkan ada dalam satu kurungan karamba mati total disebabkan banyaknya ikan yang di tempatkan dalam wadah itu.


Bauhnya yang khas karena sudah membusuk sangat tercium hingga ke perkampungan lain yang ada di sekitar pantai itu seperti dari kampung Rarandam bisa tercium bau busuk ikan teri hingga ke Pintukota.


Namun beberapa pesisir di pulau lembeh mulai merelokasi wilayahnya dijadikan aktivitas industri seperti galangan kapal dan tempat-tempat wisata diving berbasis hunian resort memberikan pengaruh signifikan menghilangnya ikan Teri dari selat ini.


Bahkan "Soma Dampar" dulunya menjadi ikon kejayaan nelayan ikan putih di kampung-kampung pesisir, kini tinggal dihitung dengan jari dan ada yang sudah tidak tertarik lagi menggunakan alat tangkapan ini dengan alasan sudah sangat sulit mendapatkan ikan yang pernah hidup cukup lama di selat lembeh itu.


Menghilangnya ikan teri dari perairan selat Lembeh juga di pengaruhi oleh sorotan lampu listrik yang cukup tajam terangnya mulai dari arah pelabuhan, galangan kapal, sampai hunian resort membuat ikan berjenis kecik-kecil ini pergi dan menghilang.




ditambah dengan aktivitas bout diving setiap hari melintasi jalur selat lembeh memberikan ketidak nyamanan bagi penghuni laut selat ini dan akhirnya membuat mereka menghilang entah kemana.


Kini masyarakat yang pernah mengalami kejayaan atas kekayaan selat lembeh dengan berlimpahnya ikan teri hanya bisa mengenang masa-masa yang pernah mereka rasakan.


Memang masih ada saat ini ikan putih masuk pesisir selat lembeh namun hanya pada musim tertentu dan biasanya hanya sehari atau semalam selebihnya sudah menghilang, ini pun hanya di dapat di pesisir kelurahan Binuang.


Hari ini Selat Lembeh sudah dijadikan sebagai lalulintas persinggahan kapal-kapal barang atau kapal lainnya sehingga mengharapkan datangnya ikan teri mungkin sudah tidak ada lagi kejayaan yang pernah di alami para nelayan soma dampar hanya bisa di kenang.


deny/BDC

Pengumuman Seleksi THL Kota Bitung di Tunda Ini Alasannya

By On 15.53

 

Foto live FB Pemkot Bitung

Bidikdotcom - Pengumuman rekrutmen kerja 2021 Pemerintah Kota Bitung khusus Tenaga Harian Lepas (THL)  terjadi penundaan karena beberapa pertimbangan.


Sebagaimana jadwal yang sudah diedarkan panitia pelaksana seleksi melalui sosial media bahwa 16 Juni 2021 akan dilaksanakan pengumuman seleksi tapi sayang itu di cancel.


Dalam konprensi pers melalui akun resmi facebook Pemkot Bitung 16/6/2021  Juru Bicara Pemerintah Kota Bitung Albert Sergius SE menyampaikan penundaan pengumuman seleksi pengangkatan Tenaga Harian Lepas.(THL) karena ada berbagai pertimbangan jadi masyarakat dapat bersabar sambil menunggu pengumuman tiba.


Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Bitung Steven V Suluh SSTP M.Si selaku panitia seleksi mengatakan bahwa mereka akan sangat berhati-hati mengambil keputusan sehubungan dengan animo masyarakat yang ikut seleksi cukup tinggi.


Steven Suluh meminta arahan dari Walikota Bitung Ir.Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Bitung atas penundaan ini sebab para pendaftar melebihi kuota yang di patok sementara jumlah rekrutmen Pemerintah hanya 1.233.orang


Pendaftar paling banyak di Pendidikan, Catatan Sipil dan Pamong Praja sementara kuota yang disediakan untuk Pendidikan (120) yang mendaftar 1023, Catatan Sipil disediakan (6) yang mendaftar 224, Pamong Praja kuota tersedia (200) pendaftar 1049.


Salah satu alasan ditundanya pengumuman adalah harus jalannya sinergitas dengan Badan Keuangan Daerah dimana menurut Suluh bahwa penggajian mereka yang bekerja (THL baru) adalah tanggal 1 bulan berjalan bukan seperti tanggal pengumuman yang disampaikan.


Menurutnya banyak THL yang tidak akan lolos dalam rekrutmen tahun ini, tetapi pemerintah tidak akan tinggal diam. tuturnya di depan awak media.


Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bitung Weenas CH Nobel Luntungan SH MH mengatakan bahwa pemerintah akan bekerja sama dengan pemilik perusahaan untuk mengakomodir tenaga kerja lokal dimana sebesar 60% akan dipekerjakan sesuai dengan kopetensi masing-masing.


Sehingga masyarakat tidak perlu kecewa bila namanya tidak ada dalam pengumuman seleksi calon THL nanti.


Rencana pengumuman seleksi THL Kota Bitung di mundur hingga Senin 28 Juni 2021


Masyarakat menyambut baik keputusan pemerintah ini karena sangat memperhatikan kehati-hatian dan tidak terburu-buru dalam memutuskan, ini terlihat dari beberapa komentar masyarakat di akun FB Pemkot Bitung.


deny/BDC



Pelantikan Pala/RT di Kota Bitung Menuai Beragam Tanggapan Masyarakat

By On 08.52

  

Pelantikan Pala/RT di Kec.Girian Foto FKDM kec Girian


Bidikdotcom -  Pemerintah daerah Kota Bitung telah mengangkat dan menetapkan perangkat kelurahan yang baru tahun 2021 dan dilantik secara serentak pada Kamis 10 Juni 2021 di seluruh 8 Kecamatan.oleh Kepala Kecamatan masing-masing.


Pengangkatan Pala/RT tahun 2021 sebagai komitmen hukum Walikota Bitung Ir.Maurits Mantiri MM dan Wakil Walikota Hengki Honandar SE menjawab program yang mereka paparkan saat kampanye di pemilu 2020 lalu.


Perangkat kelurahan Kota Bitung kali ini diisi oleh wajah-wajah baru baik dari kepala lingkungan maupun ketua-ketua RT.


Penetapan pelayan masyarakat dalam pemerintahan tingkat bawa oleh Pemkot Bitung tersebut menuai beragam tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. baik tanggapan positif maupun tanggapan miring.


Keputusan pemerintah kota dalam mengangkat perangkat kelurahan sangat kurang proporsional dan terkesan hanya diperuntukan untuk pendukung partai pemenang pemilu.


Hal ini terpantau di salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Lembeh Utara dimana Pala dan RT adalah para simpatisan atau pendukung dari partai berlambang banteng moncong putih yang memenangkan pasangan Maurits Mantiri dan Henki Honandar saat pemilu 2020.


Tidak ada yang tersisa para Pala/RT yang bekerja sebelumnya semuanya diganti padahal ada beberapa dari mereka memiliki kinerja yang patut diancungi jempol.


Inilah kemudian memicu masyarakat mengkritik keputusan Pemerintah dalam hal ini pemkot Bitung. bahwa siapa yang mendukung pasangan calon walikota dan wakil walikota dan berhasil memenangkan pemilu merekalah menjadi prioritas.


Padahal bila merujuk pada etika kerja profesional bukanlah mendukung dan tidaknya seseorang tetapi bagaimana melihat kualitas kerja dari seseorang tersebut.


Dalam posisi ini keprofesionalan sudah diabaikan dan lebih terlihat siapa yang loyalitas saja akan ada di depan meja.


Meski demikian masyarakat tetap menerima dengan sukacita langkah-langkah pemerintah dan bersedia bersama bekerja dengan perangkat pemerintah paling bawa itu.


Arto salah satu warga Lembeh kecewa dengan keputusan tersebut padahal menurutnya ada Pala/RT yang bekerja sangat luar biasa dalam membantu keperluan masyarakat tapi sayang mereka digantikan, tapi ia tetap mendukung apapun program pemerintah dalam mengsejahterakan masyarakat kota Bitung.


Tidak hanya pak Arto beberapa masyarakat yang kami tanyakan juga punya pendapat yang sama hanya saja mereka berharap bagi Pala/RT yang baru dapat bekerja sesuai dengan hukum dan perundangan yang berlaku serta konsisten bersama dengan pemerintah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga ke pemkot Bitung.


Deny/BDC

Jurnal Program Sepakat Pemkot Bitung Belum Dapat Menampung Aspirasi Warga Lembeh

By On 11.06

 

Gambar FB Pemkot Bitung

Bidikdotcom - Berpacu dengan janji kampanye pada Pilkada yang barusan lewat Pemerintahan baru Kota Bitung dibawa kepemimpinan Ir.Maurits Mantiri MM dan Hengki Honandar SE terus melakukan gebrakan-gebrakan program yang berpihak pada masyarakat.


Dalam mewujudkan kinerja seratus hari yang berhasil Walikota Bitung Maurits Mantiri telah meluncurkan beberapa program dalam satu naungan  yaitu kata "Sepakat".


Mulai dari Sepakat Class, Sepakat UMKM dan Jurnal Sepakat merupakan bagian yang terintegrasi dalam rangka memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Kota Bitung untuk mendapatkan pelayananan publik merata serta seimbang.


Seribu titik wifi mulai dijalankan oleh pemerintahan Maurits-Hengki untuk menuju Kota Bitung yang smart digital.


Salah satu menjadi sorotan publik adalah Jurnal Program Sepakat yang diadakan setiap tanggal 03 bulan berjalan. Wadah ini disiapkan Pemkot Bitung untuk menampung setiap keluhan dan permasalahan dihadapi oleh masyarakat tanpa harus mengadu dan datang ke kantor Walikota.


Hanya saja program ini belum bisa menampung aspirasi masyarakat khususnya yang bermukim di wilayah Pulau Lembeh. Pasalnya ada beberapa kelurahan yang tidak terjangkau dengan internet sementara Jurnal Sepakat merupakan sebuah channel daring yang harus terhubung dengan internet.


Inilah harapan masyarakat dari Gunung Woka dan Pancuran seandainya mereka punya fasilitas internet. ada kerinduan untuk menyampaikan isi hati mereka kepada bapak Walikota yang baru terhadap kesejahteraan masa depan mereka yang ada dibelakang atau wilayah timur Pulau Lembeh. ungkap emak-emak yang saya jumpai di jalur jalan arah kelurahan Pancuran yang menemani anak mereka mencari jaringan internet untuk belajar.


Kedepannya dengan mulai dijalankan pemasangan 1000 titik wifi diseluruh wilayah pemerintahan Kota Bitung diharapkan dapat mengakses layanan disediakan pemerintah oleh seluruh masyarakat.


Namun demikian program jurnal sepakat dapat mengurangi permasalahan diberbagai wilayah pemukiman yang ada di Kota Bitung karena langsung di dengar Walikotanya apa-apa saja keluhan warga masyarakat tesebut ungkap salah satu mantan kepala lingkungan di kelurhan Pintukota yang tidak ingin di publikasikan namanya.


Masyarakat pun memberikan apresiasi kepada Pemerintahan baru Kota Bitung dimana  kinerja dan program mulai dirasakan meskipun pemerintahan baru berjalan singkat.


Deny/bdc  

Viral: Helm Kuning Jadi Trending Topik 100 Hari Kerja Pemkot Bitung

By On 21.15

 

Foto ekslusif from FB Maurits Mantiri


Bidikdotcom -  Pemerintahan Maurits Mantiri - Hengki Honandar benar-benar berkomitmen dengan apa yang mereka ucapkan saat kampanye pemilukada 9 Desember 2020 lalu ternyata bukan isapan jempol.


Pada seratus hari kerja pemerintahan mereka kedepan MM-HH membuat gebrakan cepat dengan memperhatikan infrastruktur yang rusak dengan menurunkan Tim Kerja bernama "Helm Kuning".


Sontak pasukan helm kuning ini menjadi trending topik pemberitaan media-media online maupun cetak dan menjadi viral di sosial media setelah akun Maurits Mantiri memposting aktivitas para relawan pekerja yang menangani slah satu badan jalan diwilayah wangurer. 


Dalam postingannya pada 8/4/2021 Maurits Mantiri mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bitung membangun bersama lewat kerusakan infrastruktur jalan yang nantinya akan di koordinir oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota  Bitung.


Masyarakat diminta untuk memfoto setiap badan jalan rusak diwilayah masing-masing atau secara umum di Kota Bitung dan diposting di Facebook dan harus diberi hastag #helmkuning.


Langkah prefentif dalam kebijakan pembangunan 100 hari Mantiri-Honandar mendapat apresiasi serta dukungan yang sangat tinggi oleh seluruh masyarakat Kota Bitung maupun pengguna  sosial media.


Gebrakan seperti inilah yang ditunggu-tunggu dan diharapakan warga Kota Bitung bahwa pemimpin harus sering berada dilapangan bukan hanya sekedar dibelakang meja menunggu laporan bawahan.


Program menuju Bitung Hebat akan terwujud bila pemerintahnya melihat langsung kondisi wilayah pemerintahannya termasuk infrastruktur yang rusak. Sebaik apapun programnya bila sistem pemerintahan hanya terpusat dalam ruangan, ujung-ujungnya pasti mubazir.


Tentu metode dan pola dalam awal pemerintahan Maurits Mantiri serta Hengki Honandar harus didukung penuh masyarakat Kota Bitung, baik yang mendukung maupun tidak dalam pemilihan lalu bersama-sama harus bersinergi melaksanakan program pembangunan kesejahteraan bersama.


Ini merupakan awal yang baik menuju Kota Bitung yang benar-benar diharapkan masyarakatnya, tetapi perlu menjadi catatan bahwa kedua pemimpin ini perlu menjaga keharmonisan hingga diakhir jabatan mereka bukan karena lebih mengedepankan kepentingan.


Selamat bekerja Pak Maurits dan Pak Hengki kami menunggu gebrakan spektakuler anda di Pemerintahan Kota Bitung.


Deny/bdc

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *