HEADLINE NEWS

Iklan

Hakim Wanita Afghanistan di Buru Setelah Memenjarakan Pasukan Taliban

By On 21.40

 

Ilustrasi gambar istockphoto

Bidikdotcom - Gejolak pemerintahan di Afghanistan terus berlanjut usai penguasaan total Taliban di negara yang di perebutkan dua pihak Taliban dan rakyat Pro Pemerintah.


Menjadi sorotan media-media asing adalah seorang hakim wanita yang sedang diburu oleh pasukan Taliban usai keputusannya memenjarakan pasukan Taliban beberapa tahun silam.


Tahanan pasukan Taliban semuanya di bebaskan tanpa terkecuali setelah secara keseluruhan pemerintahan diambil alih Taliban.


Melansir pemberitaan Reuters lewat pejabat hukum setempat bahwa ada sekitar 5pasukan Taliban yang datang bertanya padanya kerumahnya tentang keberadaan seorang hakim wanita dengan menyertakan foto.


Informasi ini beredar di kalangan warga Afghanistan pada Jumat 3/9/2021diri. 


Seorang pejabat hukum saat dimintai keterangan oleh Reuters mengatakan bahwa ada ribuan tahanan yang telah di bebaskan pasukan Taliban.


Ini berarti para pemberi keputusan saat memenjarakan pendukung Taliban akan terancam jika ukuran keadilan seperti dialami oleh seorang hakim perempuan tadi.


Tidak dijelaskan secara detil siapa nama hakim perempuan tersebut tetapi dari rujukan informasi sepertinya pihak pasukan Taliban ingin membalas apa yang telah mereka alami kepada penegak hukum tersebut.


Taliban telah berjanji untuk melindungi kaum wanita Afghanistan meskipun keputusan tersebut masih sangat diragukan warga Afghanistan.


Mengingat trauma yang mereka alami saat Taliban memerintah dan tidak ada pandang buluh dalam pengambilan keputusan mereka dan sering mengalami kekerasan adalah para kaum wanita.


Para hakim yang berhasil melarikan diri dibantu oleh aktivis hak asasi manusia dan Asosiasi hakim wanita Afghanistan.


Menurut pejabat negara dari koalisi politik yang tidak disebutkan namanya bahwa saat ini hanya 250 hakim wanita berhasil melarikan diri dari Afghanistan selebihnya tidak sempat melarikan diri.


Meski Taliban berjanji akan menegakan hak-hak perempuan tetapi warga negaranya masih di selimuti dengan trauma berkepanjangan atas perlakuan Taliban yang kejam dan masih terdokumentasi dengan baik dalam sejarah kemanusiaan Taliban ungkap pejabat itu.


Sang pejabat juga menambahkan akan ada semacam ancaman bagi keselamatan para penegak hukum apalagi hakim perempuan dan menurutnya bahwa pesan Taliban tersebut adalah ketakutan dan teror total.


Sejauh ini sorotan negara-negara dari berbagai belahan dunia adalah menyangkut keamanan dan keselamatan warga Afghanistan usai penguasaan pemerintahan oleh Taliban.


deny/BDC

Banjir New York di Samakan Dengan Film "The Day After Tomorrow"

By On 10.44

 

Foto cuplikan sinopsis film The Day After Tomorrow sumber gambar youtube

Bidikdotcom - Berita Internasional hari ini yang masih viral dan mejadi pemberitaan media-media online adalah Kota New York Amerika Serikat dilanda banjir sepanjang minggu ini usai di terjang badai IDA.


Banjir bandang dari badai IDA telah memakan korban  jiwa sebanyak 13 orang di salah satu terminal kereta api bawa tanah di Kota yang identik dengan pembuatan film Holy wood tersebut.


Hingga jumat 3/9/2021 sebagian Kota New York lumpuh total dari aktivitasnya yang super sibuk. lembaga pemerintah mupun masyarakat harus tetap tinggal di rumah masing-masing maupun mereka yang berada di pengungsian tetap waspada dengan cuaca alam Amerika yang masih memburuk.


Menurut badan Meteorologi dan Geofisika Amerika dilansir dari Daily News bahwa banjir masih akan melanda warga Pamansam itu jika badai IDA kembali beraktivitas.


Pemerintah Amerika Serikat pun mengeluarkan peringatan dini kepada warganya agar waspada dengan badai IDA susulan yang bisa kapan saja menyerang mengingat cuaca ekstrim masih menyelimuti wilayah New York dan sekitarnya.


nydailynews menyebutkan ini adalah bencana terparah sepanjang 20 tahun terakhir di Kota New York dimana banjir memakan korban jiwa lebih dari 10 orang.


Banjir New York usai dilanda badai IDA dihubungkan dengan Film yang di sutradarai oleh Roland Emmerich "The Day After Tomorrow".


Film dirilis tahun 2004 tersebut mengkisahkan bagaimana New York dilanda Tzunami dasyat dengan menenggelamkan gedung-gedung pencakar langit di kota bisnis itu. 


Kemudian disusul dengan membekunya air dari banjir tzunami dan menghasilkan suhu dingin mematikan, meski begitu masih ada manusia yang bertahan hidup.


Cerita film yang ditulis Jeffrey Nachmanoff dan dilengkapi alurnya oleh seorang ahli Paleoclimatology bernama Denis Quaid yang berperan sebagai Jack Hall merupakan sebuah cerita fiktif  tetapi tanpak nyata dalam peristiwa New York hari ini.


Sepanjang tahun 2021 ini dibawa kepemimpinan Joe Biden dan Camalla Harris Amerika Serikat dilanda berbagai bencana alam yang yang mengkawatirkan.


Mulai kebakaran di wilayah California hingga badai IDA yang mengakibatkan banjir bandang dan menghasilkan korban jiwa.


Hingga informasi ini di tulis pemerintah Amerika masih melakukan penanganan intensif terhadap keselamatan warganya dan menghimbau untuk sementara waktu masyarakat jangan dulu beraktivitas diluar rumah dan mengirimkan tim medis untuk merawat para korban akibat dampak dari banjir bandang.


deny/BDC

Pasukan Amerika Mulai Tinggalkan Afghanistan Taliban Siapkan Pemerintahan Baru

By On 13.09

Pasukan Amerika mulai meninggalkan Afghanistan di bandara Kabul (foto:shbana)


Bidikdotcom - Amerika Serikat akhirnya menarik pasukannya dari Afghanistan setelah kejatuhan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani oleh pasukan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.


Pasukan Amerika mulai meninggalkan Afghanistan melalui bandara internasional Kabul pada 29/8/2021 setelah melakukan evakuasi warga yang tidak ingin negaranya dipimpin Taliban.


Dilansir dari media setempat lewat akun media sosial bahwa Taliban akan mempersiapkan pemerintahan baru menurut cara dan gaya kepemimpinan Afghanistan tanpa ada campur tangan negara asing.


Perdana Menteri Pakistan Mufti Asad Mehmood  pemimpin parlemen Islam di Pakistan memberi dukungannya terhadap pemerintahan nantinya akan dibangun oleh Taliban.


Ia menyeruhkan agar semua kekuatan politik di Afghanistan menunjukan kemurahan hati dan dapat bersatu dalam meghadapai era peralihan kepemimpinan tersebut.


Tetapi ia mengingatkan agar cara-cara lama yang pernah dialami warga Afghanistan perlu dipikirkan untuk tidak diterapkan lagi, tukas Mufti dalam konfrensi persnya 31/8/2021 berikut kutipannya:


"Imarah Islam telah mengusulkan pembentukan pemerintahan berbasis luas di Afghanistan. Saya ingin meminta semua kekuatan politik di Afghanistan untuk menunjukkan kemurahan hati yang ditunjukkan oleh Imarah Islam. Haruskah Anda menerimanya dengan cara yang sama?"


Sementara dari Gedung Putih belum memberikan tanggapan perihal pembentukan pemerintahan dari Taliban, saat ini mereka masih fokus memulangkan seluruh warga Amerika maupun pasukan yang masih tertinggal di Afghanistan.


Tetapi dalam pernyataan Presiden Joe Biden dalam menyikapi kematian 13 anggota pasukannya beberapa waktu yang lalu akibat bom bunuh diri dari ISIS akan terus memantau pergerakan teroris termasuk dalam pemulangan seluruh warganya.


Diketahui bahwa US Army dengan pesawat dronne berhasil menembak mati salah satu pemimpin ISIS pada pekan lalu yang berencana kembali akan melakukan bom bunuh diri di bandara Kabul.


Saat ini dari data Gedung Putih bahwa sudah 52 ribu warga Afghanistan yang dievakuasi pasukan Amerika meninggalkan negaranya untuk mendapatkan perlindungan keamanan.


Sebagian warga Afghanistan memilih meninggalkan negaranya ketimbang harus hidup dibawa pemerintahan Taliban.


Trauma berkepanjangan akibat kebengisan dari cara pemimpin Taliban membuat alasan warganya  memilih meninggalkan negara dengan perang yang berkepanjangan.


Kini seluruh warga Afghanistan sedang menanti seperti apa cara memimpin Taliban bagi yang tetap tinggal di wilayahnya meski pemimpin Taliban berjanji akan memperlakukan warganya secara manusiawi.


deny/BDC

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *