Headline

thumbnail

By On November 09, 2020

 

Ilustrasi gambar pixabay

Bidikdotcom Hari ini 10 November 2020 merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia dimana para pejuang kemerdekaan pantang menyerah mempertahankan sejengkal tanah agar tidak jatuh pada kaum penjajah. Mereka benar-benar berbakti dalam semangat tulus ikhlas sekalipun jiwa dan raga hancur lebur demi sebuah kemerdekaan.

Bulan November diperingati sebagai hari pahlawan tepatnya pada tanggal 10 dimana kota-kota ditanah air dibumi hanguskan agar tidak dijadikan markas penjajah bahkan sebagai bentuk pengalihan taktik perang di kerjakan oleh TNI dan rakyat demi terjadinya kemerdekaan.

Baca Juga : Teori Circle of Fifht Dari Johann Sebastian Bach

Bandung lautan api, Arek-arek Suraboyo, adalah dua kota besar tanah air dibumi hanguskan agar penjajah keluar dari Nusantara tercinta. Peristiwa ini pun di ikuti oleh daerah-daerah lain di Sulawesi dan Sumatera sebagai bentuk perjuangan bersama untuk satu tujuan yaitu "Merdeka" yang pada akhirnya hingga hari ini mereka selalu dikenang baik yang tercatat sebagai pahlawan nasional maupun tidak.

Pahlawan-pahlawan memperebutkan kemerdekaan maupun setelah kemerdekaan terus di ingat oleh generasi hingga saat ini bahkan menjadi bagian dari kurikulum sekolah atau bahan pembelajaran para murid didik mulai dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi agar mereka tidak melupakan dalam setiap perjalanan kehidupan mereka para anak bangsa di kemudian hari.

Memang hari ini tidak lagi ada perjuangan mencucurkan darah dan air mata, seluruh rakyat Indonesia hidup dalam bingkai kemerdekaan bersifat modern dengan seluruh fasilitas tersedia lengkap mulai dari pendidikan hingga "dunia kerja" meski kemerdekaan sepenuhnya masih tergantung pada siapa lebih beruntung dan sukses namun semuanya hidup penuh kebebasan tidak lagi dilanda rasa takut, mendengar desingan peluru, ledakan bom dan jeritan kematian.

Kini semua kehidupan dijalani penuh dengan rasa bahagia sudut sosial menjadi ukuran manusia jaman ini saling memperhatikan dan menilai apalagi mereka dengan gaya hidup mewah dan memiliki pekerjaan  bergengsi sering menjadi sorotan populer dalam kodratnya sebagai manusia.

Tetapi bagaimana dengan para pekerja yang memiliki andil dalam lingkungan sosial dimana mampu memberikan perubahan  signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat yang kadang aktifitas mereka sering dipandang sebelah mata, padahal bisa dikatakan mereka adalah para pahlawan masa kini yang berkutat tanpa kenal jeri lelah demi masyarakat sekitar bisa tersenyum dalam menikmati kemerdekaan.

Artikel ini sedikit menyimpulkan para pekerja dari berjuta-juta pekerja di Indonesia dimana mendedikasikan diri mereka menjadi orang yang berpengaruh dalam lingkungan kemasyarakatan yang disebut "pahlawan sosial". Mereka ini adalah 10 Pahlawan  Sosial dari pekerjaan mereka yang kurang menjadi sorotan media atau lingkungan sekitar dimana mereka tinggal. Berikut ulasannya :

1. Petani dan Nelayan

Kadang sistem mata rantai dalam menghasilkan sesuatu berkualitas kurang menjadi perhatian padahal ada akar rumput yang menopang dari sesuatu berkualitas tersebut. Ada ungkapan bijak "Jarang ada orang hebat dari seorang guru, tetapi semua orang hebat terlahir dari seorang guru" ungkapan ini tidak ada salahnya karena faktanya demikian.

"Tetapi adakah orang hebat maupun seorang guru  menciptakan orang hebat tersebut tidak membutuhkan asupan nutrisi, makanan yang sehat dan minuman berenergi"?. Jawabannya semua pasti "butuh" tetapi dari mana mendapatkan makanan sehat bernutrisi dan berenergi tersebut kalau bukan dari seorang petani dan nelayan. Bahkan dari balita pun di beri asupan makanan sehat.

Para petani mengelola lahannya dengan berbagai tanaman makanan untuk menghasilkan sumber energi dan makanan bernutrisi untuk kelangsungan hidup manusia. Nelayan membawa tangkapannya untuk dikomsumsi manusia agar tetap sehat apalagi para balita dimana pakar kesehatan menyampaikan bahwa vitamin dari ikan akan memberi dua kali lipat daya nalar dari anak tersebut.

Kadang jeritan para petani atas harga dari komoditinya sering dibawa harga, menjadi sesuatu dianggap tidak perlu sebab siklus ekonomi memang seperti itu padahal hasil panen dan tangkapan di laut  bisa dibilang cukup berkualitas dan memberi pengaruh terhadap ketahanan pangan meskipun nilainya tidak terlalu besar.

2. Petugas Kebersihan 

Disetiap Kabupaten dan Kota pasti punya petugas kebersihan. Mereka ini memiliki peran sangat penting dalam menjaga kebersihan dalam Kota. setiap sudut  pasti mereka bersihkan bahkan ada pesan-pesan moral mereka sampaikan bagi masyarakat sekitar. Kadang juga sisi sosial mereka sering tidak dipedulikan manusia lainnya dan kurang menjadi sorotan dimana orang menganggap hal yang dilakukan seperti aktifitas biasa pada umumnya dilakukan banyak orang.

Seperti yang dilakukan Pak Sariban asal Bandung ia adalah salah satu orang dari banyak orang di Indonesia menjadi relawan kebersihan yang mengkampanyekan kepada masyarakat umum untuk membatasi penggunaan sampah plastik.

3. Pembantu Rumah Tangga

Pekerjaan seorang baby sister atau pembantu rumah tangga ini menjadi buruan para pekerja Indonesia ke luar negeri. Tetapi juga di dalam negeri banyak masyarakat Indonesia saat memiliki karir gemilang pekerjaan didalam keluarga sering di abaikan sehingga mereka membutuhkan seorang pembantu rumah tangga. Meskipun penilaian terhadap pekerja pembantu rumah tangga kecil sifatnya tetapi mereka bisa disebut pahlawan sosial yang memiliki andil bagi orang dimana merek bekerja.

4. Tukang Service

Pekerjaan seorang tukang service menjadi kebutuhan diera modern ini. Apa jadinya jika tidak ada orang yang melirik pekerjaan ini bila dirumah kita barang-barang elektronik rusak seperti Televisi, Air Conditioner (AC), Kulkas bahkan komputer serta smartphone.

Meski kurang menjadi sorotan media atau masyarakat umum peranan tukang service sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial manusia seperti disebutkan tadi.

5. Petugas PLN

Anda pernah mengalami terjadinya kerusakan pada mesin listrik yang di kelolah PLN atau terjadi pemadaman listrik hingga berhari-hari? pasti akan gerah dan sering mengeluarkan kalimat-kalimat tak karuan bila listrik belum menyalah. Padahal mereka yang bertugas tanpa di ketahui masyarakat banyak harus meninggalkan keluarga atau aktifitas lainnya demi memperbaiki aliran listrik.

Bahkan tidak sedikit dari mereka meninggal karena kesetrum, yang mana masyarakat pengguna tidak menyadari bahwa mereka adalah pahlawan dari yang di butuhkan, Benar mereka dibayar tetapi bukan berarti segalah macam cercaan disampaikan kepada mereka hanya karena kekesalan tidak bisa nonton, charge hanphone tidak bisa dan lainnya.Apapun alasannya kita tetap menghargai profesi yang mereka jalani tanpa mengeluarkan kalimat-kalimat menyinggung.

6.Pekerja Bangunan

Profesi sebagai pekerja bangunan patut di apresiasi dan masuk 10 pahlawan sosial masa kini sebab kita bisa saksikan gedung-gedung bertingkat, Mall, hingga bangunan pribadi adalah buah karya mereka yang kurang menjadi perhatian. Orang sering bertanya siapa pemilik bangunan megah itu ketimbang "siapa yang membuat bangunan tersebut"

7.Petugas Kesehatan Tradisional (Biang Kampung)

Petugas kesehatan secara umum sering menjadi sorotan media apalagi di tengah pandemi Covid-19 tetapi bagaimana dengan seorang petugas kesehatan tradisional atau di sebut "biang kampung" meski sudah di jaman digital dengan teknologi kesehatan berkembang pesat tetapi tidak menghentikan profesi satu ini. Biang Kampung masih menjadi pilihan pengobatan tradisional bagi daerah-daerah pelosok yang memiliki keterbatasan fasilitas kesehatan dan tanaga medisnya khusus menangani ibu-ibu hamil.

Walaupun hanya mengandalkan peralatan seadanya para perawat tradisional ini selalu berhasil menangani pasien melahirkan dengan bayi sehat. Mereka juga layak disebut sebagai pahlawan sosial karena menjalankan misi kemanusian yang mulia meski tidak dihargai se-sen pun. Meski dari beberapa masyarakat tetap memeriksakan kedokter walau jarak tempuh cukup jauh.

8. Pemandu Wisata (Guide)

Jasa seorang pemandu wisata akan sangat bermanfaat jika seseorang akan melakukan perjalanan jauh atau ke wilayah-wilayah yang dianggap cukup berbahaya. Seperti bila anda akan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ke Pulau Komodo anda harus membutuhkan seorang pemandu karena rentan dengan serangan binatang purbakala.  Apapun jenis pemandunya akan sangat bermanfaat bagi orang yang menggunakannya dan mereka akan menjadi pahlawan bagi anda.

9. Petugas Makam 

Profesi ini sudah tidak asing bagi masyarakat mereka sangat dibutuhkan bila anggota keluarga mendapat musibah kedukaan dan pihak keluarga tidak lagi sibuk sana dan sini menguras area dimana akan menjadi pemakaman. Mereka juga bisa di kategorikan sebagai ppahlawan sosial karena hal seperti diungkap  tadi. Namun ini tidak berlaku pada daerah-daerah yang masih memakai jasa gotong royong dengan tanpa di bayar dan bisanya profesi ini ada di perkotaan.

10. Nahkoda Kapal Transport

Media sering menyoroti para pilot dari berbagai maskapain tetapi jarang menyenti nahkoda kapal transportasi. Mereka bisa disebut pahlawan sosial karena memiliki andil yang cukup besar untuk membawa para penumpang sampai tujuan penuh dengan keselamatan. Sehingga seorang nahkoda kapal tak akan tidur bila dalam perjalanan malamnya melintasi lautan luas sebab jika ia gegabah maka ratusan penumpang bahkan ribuan akan dalam bahaya.

Baca Juga : Debat Pilwakot Bitung Angkat Isu THL Berijazah Sarjana Dan Pelecehan Warga

Itulah 10 Pahlawan Sosial "Dalam Dunia" Kerja Kurang Disorot Media dari sekian juta pekerja di tanah air yang menjadi pahlawan sosial dimana ia bekerja sehubungan dengan perayaan hari pahlawan yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah sejak jaman kerajaan hingga tahun 1945 yang peringatannya pada setiap 10 November. (bdc)


loading...

thumbnail

By On November 07, 2020

 

Joe Biden dan Kamala Harris Presiden terpilih Amerika foto : twitter kamala harris

Bidikdotcom Pemilu Presiden Amerika Serikat 2020 mengisahkan cerita tersendiri dibalik euforia pemilihan negeri Paman Sam itu kenapa demikian karena biasanya hasil pemilihan sudah bisa diputuskan dua  hari setelah pemilihan tetapi kali ini warga Amerika harus menunggu hampir 5 hari baru bisa mendengar hasil dari pemungutan suara.

Lambatnya surat suara yang masuk dari 5 negara bagian terakhir membuat hasil pemilu harus menunggu beberapa hari karena dikirim melalui kantor pos. Besarnya pemberian diri warga Amerika Serikat dalam pemilu kali ini membuat KPU setempat harus ekstra fokus meneliti setiap hasil kertas suara yang masuk.

Baca Juga : Dua Pernyataan Biden Sudutkan Trump Yang Curi Perhatian Publik 

Kantor pos merupakan alternatif pengiriman surat suara karena menjaga agar pemilihan dalam bentuk kerumunan tidak akan menciptakan klaster baru penyebaran virus covid-19. Inilah kemudian menjadi bahan pertimbangan oleh petahana Donald Trump bahwa cara pencoblosan surat suara via kantor pos sarat dengan kecurangan dan ia meminta untuk menghentikan perhitungan suara.

Tetapi pernyataan Donald Trump tidak di gubris oleh lembaga pemilu setempat dimana hasil pemilihan umum masih dalam perhitungan dan belum pada level akhir.Jika Donald Trump akan menggugat pemilihan presiden tahun 2020 harus menunggu selesainya perhitungan suara baru pernyataan penggugatan hasil pemilu dilayangkan ke kejaksaan tentu dengan syarat bukti yang riil.

Donald Trump merasa bahwa ia memenangkan pemilihan presiden tahun 2020 ini bukan Joe Biden dimana kantong-kantong suaranya melejit masuk secara tak terduga kepada lawan politiknya dari Partai Demokrat. Seperti di Georgia sejak tahun 1992 negara bagian ini selalu dimenangkan oleh Partai Republik dan baru tahun 2020 Partai Demokrat dapat mematahkan konsepsi itu.

Joe Biden dengan sabar menyampaikan kepada pendukungnya untuk menunggu hasil perhitungan suara yang sementara dilakukan oleh lembaga pemilu Amerika, Biden mengatakan bahwa apa yang telah dilakukan oleh para pendukungnya dengan memilihnya adalah jalan yang benar dan bila ia dipercayakan menjadi Presiden Amerika Serikat maka ia berstatus sebagai presiden oleh seluruh rakyat baik memilihnya dan tidak memilih.

Joe Biden mengungguli petahana dengan perolehan suara electoral 290 dengan meraup suara pemilih Amerika sebesar 74.857.88 (50,6%) sedangkan Donald Trump 70.598.535 (47,4%) sumber (kompas.com). Biden melewati ambang batas suara electoral vote dimana masing-masing kandidat harus mendapatkannya yakni 270 dari 538 suara electoral.

Donald Trump menanggapi miring kemenangan Joe Biden dimana menurutnya bahwa pemilihan yang diraih oleh mantan senator Partai Demokrat itu penuh kekacauan. Meski begitu kemenangan telah diraih Biden dan menghentarkannya sebagai orang nomor satu menuju "white house" bersama wakilnya Kamala Harris. Pria kelahiran Pennsylvania 20 November 1942 akan menjadi presiden tertua saat akan dilantik 20 Januari 2021.

Dilansir dari BBC Network bahwa Joe Biden adalah sejarah bagi Partai Demokrat dimana berhasil memenangkan suara di wilayah-wilayah menjadi lumbung dari Partai Republik termasuk Georgia. Pennsylvania merupakan salah satu negara bagian dengan suara electoral terbesar dengan jumlah 20 suara dan ini berhasil disapu bersih oleh Biden.

Para pendukung petahana pun melakukan unjuk rasa dengan meminta untuk menghentkan perhitungan suara karena diduga terjadi berbagai kecurangan. Tetapi perhitungan suara masih dilakukan tinggal menunggu pengumuman resmi dari lembaga pemilu setempat sebab merujuk perolehan suara elektoral Joe Biden telah melewati ambang batas itu dengan meraih 290 electoral vote.

Meski begitu Joe Biden mendapat sambutan hangat dari para pendukungnya dan memberi selamat atas kesuksesan dengan memenangkan pemilihan Presiden Amerika tahun 2020. Bersama pasangannya Wakil Presiden Kamala Haris Biden akan memenuhi janji-janjinya saat kampanye antara lain memerangi Covid-19, menyatukan Amerika dari batasan rasis dan janji lainnya mengsejahterakan seluruh rakyat Amerika.

Atas colehan-colehan klaim petahana bahwa ia memenangkan pemilu beberapa pengguna twitter pun mengilustrasikan kemenangannya seperti pada gambar dari akun Bruce girl berikut :

Perjalanan kemenangan Biden tidak lepas dari pengaruh Wakilnya Kamala Harris yang merupakan Senator asal California satu-satunya wanita berkulit putih pertama Amerika menjadi Wakil Presiden yang 99% (New York Times) warga berkulit hitam memberikan suara mereka kepada Joe Biden.

Baca Juga : Amerika Tolak Indonesia Beli Jet Tempur F35

Biden memiliki cara yang bisa dibilang cukup keras menyerang petahana saat kampanye dan dalam debat lalu dimana dua isu menjadi pokok ajakan Biden untuk tidak lagi memilih petahana Donald Trump yakni isu virus corona dan isu rasis. Menurut Biden petahana selaku Presiden tidak dapat menyatukan Amerika pada kedamaian menyeluruh untuk rakyatnya dalam mendantangkan kesejahteraan sehingga Amerika sering dilanda konflik sosial.(bdc)





thumbnail

By On November 04, 2020

 

Joe Biden dan Kamal Harris calon pemimpin Amerika foto twitter kamala harris

Bidikdotcom Pemilihan Umum Amerika Serikat telah selesai dilaksanakan dua calon kandidat Presiden dan pendukungnya masih menunggu hasil perhitungan  suara siapa nantinya akan melanggeng ke gedung putih untuk meminpin Amerika kedepan. Masing-masing kubu mengklaim memenangkan pemilu tak terkecuali calon presiden yang diusung partai Republik Donald Trump.

Trump menyampaikan kepada pendukungnya pada 3/11/2020 waktu setempat usai melakukan pencoblosan kertas suara bahwa ia akan memenangkan pemilihan Presiden kali ini. Meski tidak di umbar di sosial media tetapi ini menjadi perhatian publik Amerika baik dari kubunya sendiri maupun pihak Biden dimana belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara pemilu siapa yang unggul.

Baca Juga : Pemilu Amerika Joe Biden Ungguli Trump Sementara Suara Elektoral

Tetapi ada kisah menarik dalam perjalanan kampanye pemilu Amerika 2020 ini sebelum memasuki masa pencoblosan dimana dua pernyataan calon Presiden dari Partai Demokrat  Joe Biden berhasil menyudutkan petahana Donald Trump untuk di pertimbangkan warga Amerika memilihnya kembali.

Dua pernyataan itu masing-masing lahir dalam debat terakhir calon Presiden dan kampanye terakhir Biden di Philadelpia. dimana dua pernyataan Biden tersebut menyita perhatian masyarakat Amerika bahkan dunia secara umum termasuk Indonesia. Berikut ulasannya.

Pernyataan Biden

1."Orang yang telah menghadirkan kematian bagi 220.000 jiwa meninggal akibat covid-19 tidak layak lagi menjadi seorang Presiden" ungkapan ini disampaikan oleh Biden kepada Trump saat duel debat kandidat calon presiden Amerika pada 22/10/2020 lalu.

Menurut Biden pasukan Amerika di pimpin Donald Trump tidak mampu menangani wabah virus berbahaya tersebut. bahkan Menteri Kesehatannya angkat bendera putih menangani wabah virus corona. Biden meyakinkan seluruh rakyat Amerika bila ia di percayakan memimpin Amerika persoalan pertama yang akan menjadi sasarannya adalah penanganan virus berbahaya agar tidak banyak orang Amerika Meninggal.

Tudingan gagalnya rezim Trump menangani virus corona tidak lepas dari kearogansian pengusaha real estate itu yang tidak melihat bahwa wabah virus corona merupakan wabah berbahaya dan bisa mengancam bahkan membunuh manusia.

2. "Kita harus menyingkirkan virus corona dari Amerika Serikat ini, dan virus itu adalah Donald Trump sendiri" pernyataan ini disampaikan Joe Biden pada kampanye terakhir di negara bagian Philadelpia pada 2/11/2020. Biden mengajak warga Amerika bila tidak ingin ada lagi virus yang akan mengancam keselamatan dan jiwa warga Amerika jangan memilih Donald Trump.

Sontak saja pernyataan Biden ini langsung mendapat respon di sosial media  twitter dan berhasil mencuri perhatian warga net. Pernyataan Biden tersebut dilihat hampir 2,7 juta warga net dan menjadikan topik tersebut sebagai trending teratas hari itu di twitter.

Memang beberapa kelemahan Donald Trump di pergunakan Biden untuk menyerang termasuk penanganan wabah virus corona. Isu rasisme di Amerika Serikat saat kepemimpinan Donald Trump cukup meningkat signifikan sehingga membuat para warga berkulit hitan melakukan unjuk rasa pada 2019 lalu yang sangat disayangkan oleh pejuang HAM Amerika memakan korban jiwa

Demonstrasi menuntut keadilan atas perlakuan tidak adil dari warga kulit hitam Amerika mengakibatkan meninggalnya seorang pengnjuk rasa George Floyd dari tangan kepolisisan setempat dan menurut Biden Donald Trump tak bergeming atas kasus kematian dari George Floyd itu.

Dan di ketahui pada pemilihan Presiden Amerika tahun 2020 mereka yang di sebut berkulit hitam itu memberi suaranya hampir 100% kepada Biden dan Harris. Mengutip dari yang di beritakan New York Times bahwa 92% warga kulit hitam menjatuhkan pilihannya kepada Biden dan Harris.

Arus dukungan dari mereka yang merasa tidak diberlakukan secara adil dalam masa pemerintahan Trump kepada Biden tidak lepas dari peran seorang Kamala Haris dimana Biden menggandeng Senator dari California yang merupakan seorang keturunan kulit hitam. ini adalah sejarah pertama kalinya seorang perempuan berkulit hitam menjadi calon Wakil Presiden Amerika Serikat.

Dua pernyataan Biden tersebut berhasil mendapat respon dari warga Amerika yang ingin perubahan dari 100 juta pemilih yang telah memberi hak suaranya dalam pemilihan Presiden tanggal 3 November Joe Biden unggul sementara dengan perolehan suara 50% sedangkan Trump 48%.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Siapa di Balik Nama Kamala Harris 

Belum di sahkannya siapa yang akan memenangkan pemilu presiden Amerika 2020 karena belum masuknya surat suara dari 7 negara bagian tersisa karena dikirim melalui kantor pos masing-masing dan kemungkinan hasilnya akan diumumkan 2 atau 3 hari kedepan.(bdc)


thumbnail

By On November 03, 2020

 

Joe Biden ungguli Trump dalam perolehan suara elektoral 
sumber gambar New York Times

Bidikdotcom Pemungutan suara pemilihan Amerika Serikat berlangsung hari ini 3 November 2020 atau 4/11 waktu Indonesia dimana pasangan calon Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden dan Kamala Harris unggul sementara dari pasangan calon Donald Trump dan Mike Pence dengan hasil electoral vote Biden 209 dan Trump 118 selisih 91 suara elektoral.

Hasil ini tidak lepas dari kampanye lalu dilakukan Biden untuk mengajak warga Amerika tidak memilih Donald Trump lagi karena dinilai tidak dapat menangani secara serius permasalahan sosial yang terjadi ditengah masyarakat apalagi isu tentang covid-19 dimana menjadi senjata Biden menyerang petahana karena dianggap tidak konsisten dengan penanganan wabah berbahaya ini.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Siapa Di Balik Nama Kamala Harris 

Sederet persoalan terus membludak kala sifat rasisme kadang mewarnai konflik sosial masyarakat Amerika dan puncaknya adalah kematian George Floyd saat meninggal ditangan pihak kepolisian dalam unjuk rasa menentang rasisme di Amerika. Kasus ini mendapat kecaman dari seluruh warga Amerika.

Masa kepemimpinan Donald Trump Amerika Serikat dinilai antagonis dalam pengambilan kebijakan bauk dalam negeri maupun luar negeri. Perang dagang antara Amerika dan Tiongkok tidak lepas dari kebijakan Trump untuk membalas apa yang dilakukan oleh negeri tirai bambu itu bahkan lebih dari itu kebijakan Trump sering memboikot dan membatasi produk luar Amerika.

Kekecewaan sebagian warga Amerika kepada Donald Trump yakni dengan janji-janji kampanye lalu saat memenangkan pemilihan Presiden dari penantangnya Hillary Clinton tahun 2016 lalu yang tidak kunjung di realisasikan ditambah dengan berbagai kasus rasisme.

Perolehan suara Biden dari Trump dengan selisih 91 suara tidak lepas dari kesombongan Trunp sering merendahkan pasangan calon Presiden lainnya sehingga ia pun sering mengucapkan kalimat akan memenangkan pilpres Amerika secara sepihak.

Besar harapan warga Amerika kepada Joe Biden sebagai figur dapat mendamaikan suasana seperti saat kematian pengunjuk rasa berkulit hitam George Floyd. Biden menyempatkan diri menyampaikan bela sungkawanya kepada keluarga Floyd atas kematian anggota keluarga mereka. Dimana seharusnya ini dilakukan seorang Presiden Donald Trump.

Biden juga dianggap layak memimpin Amerika karena berbagai program kerjanya sangat rasional dan diterima oleh seluruh warga Amerika ketimbang sang petahana.

Hingga pukul 11.30 wib Joe Biden mengantongi 209 suara sedangkan Trump 118 suara. Menurut lembaga pemungutan suara setempat ada beberapa wilayah yang belum masuk hitungan suaranya karena masih ada dalam pemungutan suara seperti di Ohio dan sekitarnya.

Saling kejar mendapatkan kursi nomor satu orang di Amerika tersebut semakin menuju titik finish anatara Trump dan Biden dimana calon Partai Demokrat itu semakin mendekati angka 270 saura eletoral yang diperebutkan. Pemilihan secara demokrasi di Amerika memang berbeda dengan negara-negara demokrasi lain di dunia termasuk Indonesia.

Di Amerika perolehan kemenangan ditentukan oleh wilayah masing-masing negara bagian atau disebut Electoral Vote dimana masing-masing negara bagian memberi perwakilannya di parlemen Amerika dengan jumlah 538 orang dewan elektoral.

Bagi Calon Presiden Amerika harus meraih suara sebanyak 270 atau setengah lebih dari satu dari jumlah suara elektoral vote tersebut bila ingin memenangkan pemilu. Bila ada pasangan calon Presiden yang memenuhi garis angka ini maka dialah pemenang pemilu Amerika tanpa melihat elektoral suara wilayah lainnya atau suara tersisa. 

Sehingga bila dibandingkan dengan pemilu Indonesia bisa dibilang aneh sebab syarat untuk memenangkan pemilihan baik Presiden, Legislatif dan Kepala Daerah harus meraih suara terbanyak bukan dari keanggotaan parlemen. padahal masyarakat Amerika diminta untuk memberi hak suaranya meskipun cara perhitungan langsung dari masyarakat hanya sebatas presentasi saja.

Contohnya bila negara bagian A memiliki penduduk cukup banyak dengan perwakilan parlemennya 15 orang (electoral vote), sedangkan Negara bagian B dengan penduduk setengah dari negara bagian A dengan perwakilan parlemen 9 orang (electoral vote) dan negara bagian A dari presentasi perolehan suara kalah dari negara bagian B, tetap hitungan kemenangannya ada pada negara bagian A. Inilah yang dimaksud suara perwakilan parlemen (elektoral vote).

Update terbaru Biden 224 dan Trump 213 dan barusan Joe Biden menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan diberikan oleh warga Amerika kepadanya meskipun tetap akan menunggu hasil resmi dari KPU setempat. Sebab sosial media seperti Twitter, Facebook dan Instagram sudah mengingatkan kepada pasangan calon untuk tidak mengumumkan kemenangan saat pemungutan suara berlangsung.

Baca Juga : Debat Akhir Pilpres Amerika Biden Ungguli Trump

Hari ini benar-benar pemilu Amerika yang menjadi sorotan dunia dari pemilu sebelumnya sebab ada di saat masa pandemi covid-19 dan berbagai fenomena dari persoalan sementara menimpa Amerika. Ada beberapa pengaruh bisnis yang menunjukan poin positif terhadap pemilu Presiden Amerika saat ini salah satunya adalah nilai rupiah menguat diangka 14.500.


thumbnail

By On November 03, 2020

 

Kamala Harris calon Wakil Presiden Joe Biden Foto twitter @kamala harris

Bidikdotcom Nama Kamala Harris ramai diperbincangkan oleh berbagai media Amerika namun tidak hanya di tanah Pamansam saja tetapi seluruh dunia termasuk Indonesia secara umum. Kamala Harris membuming namanya setelah menjadi salah satu calon Wakil Presiden dalam pemilihan Presiden Amerika tahun 2020 tepatnya hari ini 3 November 2020 dan waktu Indonesia 4 November 2020.

Pemilik nama lengkap Kamala Devi Harris adalah seorang Lawyer dan Senator Amerika Serikat yang lahir pada tanggal 20 Oktober 1964 di Oakland Amerika. Kamala Harris merintis karirnya sebagai seorang pengacara di Oakland dan mengantarkannya sebagai Jaksa Agung ke-32 di California.

Baca Juga : Joe Biden Siapkan 18 Juta Lapangan Kerja Bagi Warga Amerika

Jebolan mahasiswa dari Howard Univercity ini terbilang memiliki karir gemilang dalam perjalanan pekerjaan sebagai seorang publik figur ternama. Atas kesuksesannya tersebut Tahun 2017 ia dipinang Partai Demokrat untuk menjadi Politisi dari partai yang pernah mengangkat nama mantan Presiden Barack Obama dan menjadikannya menjabat Presiden Amerika selama dua periode.

Bukan tidak ada alasan Partai Demokrat meminang istri dari Douglas Emhoff itu karena Kamala memiliki karakter pekerja keras dan bisa menaikan pamor Partai. dan ini terbukti, menjadi Politikus sejak tahun 2017 lalu nama Kamala Harris kian bersinar dan membuat Partai Demokrat melejit dalam tanggapan publik sebagai partai moderat yang terpercaya.

Anak dari pasangan Donald Harris berdarah Jamaika dan Ibu Syamala Gopalan asal India akhirnya diusung Partai sebagai calon Wakil Presiden mendampingi Joe Biden sebagai Calon Presiden Amerika Serikat lima tahun mendatang.

Kamala Harris adalah calon Wakil Presiden perempuan berkulit hitam pertama yang menjadi kandidat birokrasi dalam dunia politik Amerika dimana sebelum-sebelumnya para calon Presiden maupun Wakil Presiden dari kaum perempuan masih di dominasi oleh warga Amerika berkulit putih. Itulah sebabnya saat di berikan kesempatan menjadi pendamping Biden wanita dengan bawaan tegas ini meneteskan air matanya dengan penuh rasa haru dan bangga.

Elektabilitas Joe Biden naik tidak lepas dari pengaruh publik figur seorang Kamala Harris dan menjadikan dirinya wanita cukup disoroti di Amerika Serikat menjelang Pemilihan Umum. Meski begitu pengacara tegas ini memiliki sifat rendah hati yang di puji warga Amerika Serikat.

Pertarungan Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan menjadi sebuah kompetisi dalam level tertinggi untuk tahun 2020 sebab masing-masing kandidat memiliki record politik dan birokrasi cukup di andalkan sehingga publik Amerika dapat menilai siapa calon yang akan mereka pilih nanti.

Melihat konsistensi dan tanggung jawab dari pasangan wakil Partai Demokrat dalam menjabarkan program mereka kepada seluruh publik Amerika maka bisa saja petahana Donald Trump dan pasangannya akan sedikit kesulitan mengimbangi elektabilitas Biden dan Harris.

Naiknya elektabilitas dan tingkat kepercayaan publik terhadap dua politikus pentolan Partai Demokrat ini adalah program kerja mereka yang mana sangat menarik simpati warga apalagi akan tersiapnya lapangan pekerjaan yang melibatkan 18 juta tenaga kerja dari semua kalangan bila Biden dan Harris di percayakan memimpin Amerika ke depan.

Kamala Harris saat debat 22/11/2020 foto twitter kamalaharris

Dan hari ini 3 November atau 4/11/2020 waktu Indonesia seluruh warga Amerika Serikat menyalurkan hak pilihnya untuk menentukan kesejahteraan Amerika kedepan. Dan melihat beberapa analisis saat masa kampanye lalu tidak ada trafict berubah dari kedua calon Presiden Amerika tersebut dan Biden masih sedikit memimpin dari trafict Trump.

Calon Presiden Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris berhasil meraih perhatian publik Amerika seputar isu penanganan percepatan Covid-19. Publik menganggap Biden lebih serius dalam penanganan Covid-19 dan ini terlihat dalam kampanye serta debat yang sudah berjalan. Biden sering memakai masker sedangkan petahana Donald Trump jarang memakai masker.

Sama halnya dengan wakil Presiden Kamala Harris menjadikan masker sebagai bagian dari aktifitasnya setiap hari dan ini disukai publik negeri adidaya itu. Beberapa wilayah seperti California, Los Angel,Masshasuset menujukan tingkat perhatian cukup tinggi bagi peran Kamala Harris dalam membantu warga mendapatkan perlindungan hukum yang adila.

Sehingga tiga wilayah ini menjadi pundi suara dari pasangan Biden dan Harris (sumber twitter). Namun bukan berarti petahana tidak memiliki basis di rilis dari BBC Net Work Trump menguasai beberapa wilayah dengan penduduk cukup signifikan jumlahnya.

Baca Juga : Cara Tak Pantas Di Lakukan Pendukung Paslon Pilgub Sulut

Ini berarti kedua calon Presiden tersebut memiliki peluang cukup untuk memenangkan pemilu presiden tahun 2020 ini. Mengingat juga bahwa pemilu tahun 2020 adalah pemilu dengan tingkat keterlibatan masyarakat Amerika yang cukup tinggi dari pemilihan umum sebelumnya sehingga lembaga pelaksana telah membuka pemilihan tersebut sejak awal Oktober lalu.


thumbnail

By On Oktober 31, 2020

 

Donald Trump bersam istri Foto editing oleh bidikdot 31/10/2020

Bidikdotcom Calon Presiden Amerika Serikat Joe Biden semakin percaya diri dengan berbagai dukungan masyarakat Amerika dari berbagai elemen mulai dari komunitas milenial hingga lembaga-lembaga negara bahkan tak terkecuali mantan Presiden Barack Obama ikut dalam kampanye pemilihan presiden dengan menyatakan dukungannya kepada Joe Biden yang pernah mendampinginya sebagai wakil presiden.

Dalam pernyataannya lewat sosial media hari ini 31/10/2020 Biden memamerkan keunggulannya dari segi gagasan mendatangkan kesejahteraan bagi warga Pamansam itu. lewat rilisan salah satu lembaga analisis terkemuka di Amerika Serikat yakni Moody's.

Baca Juga : Debat Akhir Pilpres Amerika Biden Ungguli Trump

Moody's merupakan  perusahaan induk dari Moody's Investors Service (wikipedia) dimana menyediakan jasa analisis keuangan dari jasa usaha serta lembaga pemerintah untuk melaporkan sejauh mana perkembangan sebuah lembaga dalam meningkatkan pengaruhnya terhadap suatu keberhasilan secara finansial maupun upaya-upaya mendatangkan kesejahteraan dari lembaga bersangkutan atau negaranya.

Moody's melaporkan bahwa calon Presiden Amerika Serikat dari partai Demokrat itu unggul hampir tiga kali lipat dari program penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat Amerika jika ia terpilih menjadi Presiden. Disebutkan bahwa Trump selaku petahana menyediakan 7 juta lapangan kerja sedangkan Biden 18,6 juta lapangan kerja siap ia berikan bagi bangsanya.

Sontak saja membuat follower  Biden menanggapi postingan calon presiden tersebut. ada sekitar 15 ribu komentar bertaburan dikolom komentar twitter Biden dengan kalimat berfariasi ada yang mengucapkan selamat, ada menanggapi biasa saja dan ada juga menanggapi pak biden harus waspada karena belum mewakili keseluruhan dari warga Amerika Serikat.

Tetapi lembaga analisis sekelas Moody's sering menjadi ukuran dari berbagai survei disetiap proses pemilihan Presiden maupun kepala daerah lain di Amerika. selain cukup ankutable lembaga ini juga sudah berdiri cukup lama yakni tahun 1909 oleh pendirinya Jhon Moody dan memiliki pengalaman bisnis cukup dipercaya sepanjang sejara perjalanan karir mereka.

Sehingga pernyataan mereka langsung mendapat respon cukup signifikan baik dari kubu Biden sendiri maupun kubu petahana. tetapi bukan hanya penyediaan lapangan kerja saja menjadi ukuran dari para pemilih tetapi masih ada hal-hal menarik lain perlu disikapi yang mungkin tidak dimiliki Biden.

Hal menarik lain dari komentar para pendukung Biden adalah agar ini bukan hanya retorika dan janji semata saat kampanye tetapi dapat di aktakan setelah menjabat presiden nanti. Memang melihat kedua calon Presiden Amerika ini Joe Biden memiliki elektabilitas di atas 50% dari lawannya Donald Trunp.

Biden mendapat perhatian publik pada debat terakhir calon presiden pada Kamis 22 Oktober 2019 setelah memiliki keunggulan dalam pemaparkan program kerjanya dan mendapat perhatian khusus publik Amerika karena lebih memberi solusi ketimbang petahana memamerkan keberhasilannya.

Empat hari menuju pemilihan Presiden Amerika Serikat pada 3 November 2020 mendatang Joe Biden memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan perebutan kursi nomor satu warga Amerika itu. ini terlihat dari setiap postingan di sosial media mantan presiden ini mendapat respon hingga 15 ribu pendukung sedangkan Trump hanya berkisar di 8-10 ribu pendukung.

Donald Trump pun masih percaya diri bahwa ia akan memenangkan pemilihan Presiden kali ini dan tetap akan menjabat periode kedua sehingga ia tidak terpengaruh dengan berbagai dukungan publik vigur kepada lawan politiknya itu, meski demikian ia pun berharap kepada warga Amerika Serikat untuk dapat memberinya kesempatan dengan semua program akan ia lanjutkan.

Donald Trump selaku presiden Amerika Serikat mendapat sorotan warganya karena tidak mampu menekan angka penyebaran wabah virus corona yang melanda negaranya dan hari ini sudah tembus angka hampir 9 juta orang terjangkit virus tersebut.

Hal ini juga menjadi senjata Biden menyerangnya bahwa Trump belum bisa mengeluarkan Amerika dari tekanan virus corona. Saat terkonfirmasi covid-19 lalu Presiden Trump pun tidak terlihat seperti orang yang panik dan serius menghadapi wabah penyakit ini memang seharusnya demikian tetapi protokol kesehatan diterapkan pemerintahannya kurang diperhatikan Trump seperti beberapa kali tertangkap kamera ia tidak memakai masker.

Pemilihan Presiden Amerika Serikat ini sudah berjalan sejak awal Oktober lalu dimana KPU setempat telah memberi kesempatan kepada warganya untuk memilih lewat kantor pos dari kotak suara yang diantar petugas pemilu. Alasan ini hanya kepada mencegah agar di pemilu serentak tidak terjadi klaster penyebaran baru dari wabah virus berbahaya ini.

Baca Juga : 3 Konten Populer Paling Dicari Orang Di Internet

Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan dilaksanakan pada 3 November 2020 atau waktu Indonesia pada Rabu 04 November 2020. Kita nantikan saja siapa akan memimpin Amerika Serikat lima tahun kedepan apakah tetap petahana Donald Trump ataukah sang penantang Joe Biden tunggu saja.(bdc)

thumbnail

By On Oktober 26, 2020

 

Presiden Joko Widodo sumber foto sekretaris kabinet

Bidikdotcom Polemik seputar Omnibus Law UU Cipta Kerja terus kebanjiran kritik tetapi juga tidak sedikit yang memberi saran agar undang-undang ini secepatnya di simpulkan DPR yang nantinya akan di setujui oleh Presiden Joko Widodo selaku perintis Omnibus Law tersebut.

Undang-Undang cipta kerja di ketuk palu oleh DPR pada 5/10/2020 kemarin yang langsung mendapat reaksi beragam bagi seluruh masyarakat tanah air khususnya kalangan buruh. para buruh menganggap bahwa undang-undang tersebut nantinya akan menyudutkan hak-hak dari kaum buruh bahkan ada beberapa pasal yang menghilangkan beberapa hak buruh biasanya di terima oleh buruh.

Baca Juga : Uni Emirat Arab Beri Nama Jalan di Abu Dhabi Presiden Joko Widodo

Meski pendapat ini belum dapat diakui kebenarannya tetapi aksi-aksi buruh tidak dapat di hentikan dalam menyampaikan aspirasi mereka menolak kehadiran Omnibus Law Cipta Kerja. Para buruh meminta agar DPR mengkaji kembali undang-undang cipta kerja tersebut sebagai revisi dari UU No 13 Tahun 2003.

Unjuk rasa penolakan produk Omnibus Law ini akan berlanjut hingga 02 November 2020 dimana pada tanggal 4/11/2020 publik akan menunggu keseriusan Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk menanda tangani perundangan tersebut.

Meski sangat di sayangkan aksi penolakan undang-undang cipta kerja ini di warnai dengan berbagai kericuhan dan pengrusakan fasilitas-fasilitas umum baik di Ibu Kota sendiri yakni Jakarta dan di beberapa daerah lainnya seperti Makasar dan Medan.

Pro dan kontra dari penerbitan undang-undang ini hanyalah gagasan sementara untuk mengalih isu agar publik dapat mempertimbangkan kinerja pemerintah sebagaimana janji saat kampanye memberi perlindungan kepada setiap warga negara untuk kesejahteraan.

Omnibus Law awalnya di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat pelantikannya pada 20 Oktober 2019 lalu sebagai Presiden terpilih di mana pemerintah akan memberlakukan kemudahan dalam berbagai kepengurusan perijinan mulai dari skala kecil hingga skala besar. Dalam arti dunia usaha tidak akan terlihat di persulit dalam mengurus ijin usaha maupun ekspor impor dengan penanganan jalur  birokrasi lebih dominan termasuk dunia ketenaga kerjaan.

Menurut pemerintah dan publik atau masyarakat yang menyetujui undang-undang cipta kerja menilai bahwa aksi besar-besaran dari para buruh dan mahasiswa di tenggarai atas ketidak puasan orang-orang tertentu yang menilai pemerintahan Joko Widodo terlalu mementingkan kelompoknya yang sedang memerintah saat ini meskipun undang-undang cipta kerja tidak di lakukan pengecekan secara teliti apa-apa saja isi dari perundangan tersebut.

Juga di sinyalir ada para pengusaha yang merasa terancam posisinya sebab jika di berlakukannya undang-undang cipta kerja bisa saja zona nyaman selama ini mereka alami akan terganggu dengan kehadiran undang-undang yang menurut beberapa pakar hukum memiliki banyak positifnya ketimbang negatifnya.

Padahal bila publik dalam hal ini buruh dan mahasiswa lebih bijak menyikapi alasan-alasan dari penetapan undang-undang cipta kerja pada awal oktober lalu mungkin saja gesekannya akan tidak merembet ke hal-hal anarkis seperti di sampaikan tadi.

Hanya saja memang kurangnya transparansi DPR dan Pemerintah menyampaikannnya di hadapan masyarakat Indonesia secara umum menyangkut strukturisasi dari perundang-undangan ini. 

Seperti mnenjadi polemik hingga hari ini sebelum menuju 8 hari penetapan sah dari Pemerintah undang-undang cipta kerja yakni publik mempertanyakan kenapa halaman bahasan (UUCK) sebelumnya hanya 800 lembar telah menjadi 1100 lembar.

Itulah sebabnya publik menduga ada pasal-pasal seludupan atas ketambahan lembaran dalam uji materi cipta kerja yang sebelumnya delapan ratusan menjadi hingga seribuan meski ini di banta oleh DPR dan Pemerintah dalam hal ini oleh Menteri Koordinator Perekonmian dan Perdagangan Airlangga Hartarto.

Dari pengecekan Pemerintah oleh Kesekretariatan Kabinet Pratikno ada pasal yang di keluarkan dari undang-undang cipta kerja yakni pasal (46) dimana pasal tersebut menunjuk pada pemberian keuntungan pada pengusaha tertentu. dan ini disinyalir sebagai produk gelap dititipkan pada Omnibus Law undang-undang cipta kerja. belum di ketahui alasan kenapa undang-undang ini dimasukan.

Omnibus Law Cipta Kerja tahun 2020 dianggap buruh penetapannya terkesan terburu-buru dan sarat kepentingan sehingga ketika ada unjuk rasa penolakan dari produk ini baru Pemerintah mengatakan akan di bahas lagi padahal sudah di tetapkan.

Dua fraksi di DPR yang menolak undang-undang cipta kerja ini ditetapkan yaitu Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) seharusnya dapat menengahi atas informasi beredear di tengah publik bukan menyampaikan pernyataan seolah-olah mereka bukan bagian dari parlemen meski secara pengambilan keputusan mereka tidak punya hak lebih dalam melaksanakan bantahan-bantahan.

Pernyataan dua fraksi ini di media sosial seakan-akan membuang bola dari sesama pemain di mana mereka ada dalam tim yang sama. bahkan terkesan Partai Demokrat mulai mengambil hati publik (curi star) untuk maksud-maksud tertentu dalam melirik persaingan di 2024 mendatang meski durasinya masih cukup panjang.

Apapun semua spekulasi entah positif maupun tidak menguntungkan publik menunggu keseriusan Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo mengambil keputusan menjalankan atau tidak Omnibus Law Cipta Kerja.

Walaupun Presiden Joko Widodo harus menerima konsekuensi menyedikan dalam setiap keputusannya. Menandatangani berarti pemerintah menyetujui undang-undang cipta kerja 2020 di jalankan  dengan resiko kepopuleran menurun dan berkurangnya kepercayaan. Jika Presiden tidak menyetujui undang-undang cipta kerja maka sama halnya sebagai bentuk penciteraan. Publik akan menunggu 8  hari lagi keputusan pemerintah.

Baca Juga : Protes Buruh Di Balik Palu Omnibus Law Cipta Kerja

Tetapi jika Presiden Joko Widodo menyetujuinya sebagai produk terbaru dari perundangan ketenaga kerjaan Indonesia tahun 2020 pemerintah membuka jalan bagi siapa saja yang akan memeriksa kembali isi undang-undang tersebut di Mahkamah Konstitusi. (bdc).


thumbnail

By On Oktober 22, 2020

 

Debat Trump vs Biden memanas di isu wabah virus corona sumber gambar twitter
 The New York Times

Bidikdotcom Menjelang pemilihan umum Amerika Serikat pada 3 November 2020 atau tanggal 04 November waktu Indonesia calon Presiden Donald Trump (petahana) dan Joe Biden selaku penantang saling serang dalam debat final malam ini waktu Amerika atau pukul 09.00 wib pagi ini. Debat yang di ikuti bukan hanya seluruh publik USA tetapi seluruh dunia ikut ambil bagian dalam sesi debat terakhir calon Presiden Amerika tersebut.

Ada beberapa isu memanas di debatkan kedua calon orang nomor satu di negara adidaya itu pertama isu mengenai perubahan iklim (climed change) dan isu terbaru adalah wabah virus corona (covid-19). Biden selaku lawan politik Trump menyerang dengan mengangkat isu tentang kehidupan sosial kemanusiaan yang kurang di perhatikan oleh Donald Trump selama 4 tahun menjabat Presiden.

Baca Juga : Uni Emirat Arab Beri Nama Jalan Di Abu Dhabi Presiden Joko Widodo

Tetapi Trump mengelak dan membantah serangan politik Biden dengan mengatakan bahwa mantan wakil presiden zaman Barack Obama itu tidak tahu apa-apa tentang urusan dalam negeri Amerika sehingga tidak perlu mengambil simpati dengan ocehan tak bertanggung jawab.

Tetapi sekali lagi Joe Biden tetap menyerang Donald Trump dengan mengatakan bahwa ia tidak berhasil memimpin Amerika selama hampir 5 tahun ini. Menurut Biden seharusnya virus corona menjadi perencanaan matang dan penanganan maksimal Trump, sehingga tidak banyak orang Amerika menjadi korban bahkan menuju pada kematian akibat wabah berbahaya ini.

Bahkan Biden menyindir Trump dengan berkata " Seorang presiden yang gagal menangani persoalan dalam negara  dan menghadirkan banyak kematian setiap hari maka seseorang tersebut tidak pantas menjadi Presiden lagi" ungkap Biden

Pernyataan Biden ini membuat Donald Trump makin tersudut dan langsung menjadi trending topik hangat pemberitaan media-media setiap negara termasuk Indonesia bukan hanya di Amerika.

Bahkan singgungan Biden kepada Trump dengan mengangkat  masker miliknya bak permainan catur membuat sang petahana di skak mati. Donald Trump di anggap gagal menangani wabah virus corona di Amerika Serikat menurut politikus dari partai Republik itu. jika ia menjadi Presiden (Biden) maka yang pertama akan ia lakukan adalah menekan angka kematian dari covid-19 dengan kampanye seluruh warga Amerika harus memakai masker.

Memang di akui wabah penyakit corona desease 19 yang melanda Amerika dari sudut pandang Trump tidak terlalu penting sehingga beberapa kali sang Presiden tertangkap kamera tidak memakai masker bahkan saat ia keluar rumah sakit lalu usai menjalani pemeriksaan dari tim medis kepresidenan di istanah negara saat menyapa warga dan awak media Trump tidak menggunakan masker.

Dari sudut pandang politik ekonomi serta sosial, Biden lebih di unggulkan ketimbang petahana Donald Trump terlihat dari sensitifitas Biden melihat fenomena terjadi bagi masyarakat kelas bawa dan ini kurang menjadi sorotan Trump dalam pemaparan program di debat akhir jelang pilpres 3 November mendatang.

Sehingga mengutip data sementara perolehan suara kedua calon Presiden tersebut dari poling media Amerika Serikat Joe Biden lebih di unggulkan dengan meraih 51.2% suara sedangkan Donald Trump mendapat poin 47.1%. 

Ada yang menarik dari pemilihan Amerika Serikat tahun ini bahwa sudah di buka oleh KPU setempat sebulan lalu pemilihan melalui kantor pos dan ini mendapat respon tertinggi dari pemilu-pemilu presiden sebelumnya. Animo masyarakat Amerika naik hingga 60% dalam partisipasinya memberikan hak suara mereka untuk pemilu tahun 2020 (sumber:voa Indonesia di Amerika)

Meski Joe Biden meraih perolehan poin suara tertinggi sementara tetapi bukan berarti kemenangan sudah didepan mata sebab cara perhitungan suara di Amerika berbeda dengan negara-negara demokrasi lainnya termasuk di Indonesia. 

Perhitungan suara dalam pemilihan Amerika menurut para pakar tata negara dari Indonesia termasuk yang paling aneh kenapa demikian karena kemenangan di hitung dari banyaknya suara di raih dalam satu wilayah semisal salah satu calon menang di California dengan contoh rincian : Trump meraih suara sebesar 57% sedangkan Biden 43% total kemenangan diraih Trump tanpa harus menghitung suara dari Biden dengan sekian persen tadi begitu sebaliknya.

Menurut pakar hukum pemilu luar negeri Bara Hasibuan mengatakan pada pemilu 2016 lalu sebetulnya yang menang pemilu adalah Hilarry Clinton tetapi karena cara perhitungan suara hanya mematok yang menang saja pada satu wilayah tertentu maka pasangan lain di anggap tidak memiliki suara lagi.

Meski begitu mantan politikus PAN ini optimis pemilu Amerika Serikat 3 November mendatang akan di menangkan Joe Biden dengan alasan program yang di tawarkan cukup rasional.

Calon Presiden Joe Biden mendapat dukungan dari mantan Presiden Amerika dua periode berturut-turut yakni Barack Obama. Siapa yang tidak tahu mantan orang nomor satu di Amerika ini dengan memiliki penggemar cukup signifikan baik dunia nyata maupun dunia maya.

Obama mengajak seluruh warga Amerika memilih Joe Biden karena memiliki dasar-dasar program yang memperhatikan hajat hidup orang banyak apalagi mereka berstatus disabilitas dan lanjut usia akan menjadi perhatian utama Biden agar tidak terus menerus terserang wabah virus corona.

Baca Juga : Menakar Suara Pemilih Milenial Pilkada Kota Bitung

Jika ditanya apa pengaruh Biden bila terpilih sebagai presiden Amerika terhadap perkembangan dan kemajuan ekonomi Indonesia. Para pakar ekonomi dari tanah air masih belum memberikan spekulasi tentang ini mereka lebih memantau sejauh mana pengaruh positif  Biden terhadap ekonomi di Asia Tenggara seperti dikatakan Bara Hasibuan. (bdc)

thumbnail

By On Oktober 20, 2020

 

Jalan Joko Widodo di Abu Dhabi  Foto twitter jokowidodo

Bidikdotcom Indonesia kembali menjadi sorotan dunia atas penganugerahan dari Pemerintah Uni Emirat Arab di mana salah satu anak jalan terbesar di Abu Dhabi ibu kota Uni Emirat Arab (UEA) di beri nama jalan Presiden Joko Widodo Street. Jalan ini merupakan area perkantoran dari duta-duta besar negara-negara sahabat yang sebelumnya memiliki nama  Al Ma'arid street dalam bahasa Indonesia eksibisi atau pameran.

Pengabadian nama jalan untuk Presiden Joko Widodo merupakan bagiam dari hubungan kerja sama yang terus terbangun dengan baik dalam berbagai bidang selama pemerintahan Presiden Jokowi. ini merupakan hal istimewah bagi bangsa Indonesia di berikan pemerintah negara lain dalam hubungan bilateral yang terus terbangun.

Baca Juga : Menakar Suara Pemilih Milenial Pilkada Kota Bitung

Sejak Presiden pertama Soekarno mendapat penghargaan penyematan nama  jalan di Rabat Maroko tidak ada lagi nama presiden RI selanjutnya diberi penghargaan seperti ini. kembali tahun ini Indonesia menjadi lirikan utama pemerintah luar negeri untuk mengabadikan jalannya dengan nama Presiden Joko Widodo Street.

Memang bukan hanya Soekarno dan Jokowi yang diberi penghargaan nama mereka sebagai nama jalan di negara lain tetapi juga ada para toko-toko negarawan dan pahlawan nasional seperti pejuang HAM  Munir Sai Thalib namanya terpampang di salah satu anak jalan di Den Haag Belanda.

Tidak sampai di situ  nama Raden Ajeng Kartini di Amsterdam, Martha Kristina Tiahahu di Wierdem, Mohamad Hatta di Den Haag. toko -toko ini diberi nama jalan di kota-kota Belanda berhubungan erat dengan sejarah Indonesia dimana merupakan jajahan Belanda yang paling lama bahkan telah terjadi kawin campur antara dua negara ini.

Peresmian Presiden Joko Widodo Street Abu Dhabi di pimpin oleh Sheik Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan selaku Chairman Abu Dhabi Executive Office pada Senin 19/10/2020 waktu setempat. di lansir dari kompas.com Koordinator fungsi Pensosbu KBRI Abu Dhabi Nur Ibrahim mengatakan bahwa mereka menyaksikan langsung pelepasan tirai yang menutupi nama jalan tersebut.

"mereka bersama-sama menyaksikan penyingkapan tirai merah dimana sebelumnya di tutup" kegiatan ini di hadiri oleh KBRI Indonesia untuk Uni Emirat Arab, pejabat Kementerian luar negeri UEA dan petinggi pemerintah lainnya.

Presiden Joko Widodo pun memberikan apresiasi dan terima kasih bagi pemerintah Uni Emirat Arab dimana telah menjadikan dirinya sebagai salah satu anak jalan utama di Abu Dhabi dan menurut Jokowi ini adalah penghargaan untuk seluruh rakyat Indonesia dan ia pun berharap hubungan kedua negara semakin erat dan kokoh dalam membangun kerja sama di berbagai bidang.

Seperti dalam cuitannya di twitter "seruas jalan di Abu Dhabi UEA, diresmikan sebagai Presiden Joko Widodo Street oleh Sheik Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan  Chairman Abu Dhabi Executive Office, di balik nama jalan itu ada harapan agar hubungan kedua negara semakin kokoh dan bermanfaat bagi rakyat".

Bukan hanya ini Uni Emirat Arab melirik perkembangan Indonesia lewat Presiden Jokowi tahun 2019 lalu majalah ternama di Arab Saudi  Arrajol juga pernah mengangkat informasi tentang Indonesia lewat Joko Widodo dan menempatkannya di halaman depan majalah.

Dari dalam negeri Presiden Joko Widodo mendapat kritik tajam bahkan arus unjuk rasa atas keputusan pemerintah menetapkan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober lalu, bahkan kondisi penyebaran wabah virus corona masih cukup tinggi sehingga membutuhkan seorang pemimpin benar-benar dan bertanggung jawab menghadapi fenomena sosial di negaranya.

Baca Juga : Polemik Konser Kampanye Pilkada 2020 Sampai Batasan Jumlah Simpatisan 

Tetapi dari luar negeri Presiden Joko Widodo bak pahlawan hero di elu-elukan bahkan di beri gelar oleh Pemerintah Arab terhadap nama sebuah jalan utama di kota Abu Dhabi. ini bukan soal ketenaran seseorang namun bagaimana seorang Joko Widodo dapat mengimbangi tanggung jawab kenegaraan yang saling menguntukan meski pun dari dalam negeri kondisi tidak terlalu menguntungkan.


loading...

thumbnail

By On Oktober 13, 2020

Ganjar Pranowo meredahkan situasi unjuk rasa Kota Semarang
Foto twitter ganjarpranowo

Bidikdotcom  Gelombang unjuk rasa terus mengalir di berbagai daerah tanah air menyuarakan penolakan atas Omnibus Law UU Cipta Kerja yang disahkan DPR RI dan Pemerintah pada Senin 5 Oktober 2020. Berbagai metode persuasif di hadapi serta diterapkan oleh pimpinan daerah untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan anarkis dari para pengunjuk rasa.

Diakui memang  dibeberapa daerah seperti Bogor, Medan dan Makasar terjadi tindakan kekerasan antara pengunjuk rasa dan pihak keamanan dimana para pendemo mencoba melakukan tindakan di luar aturan unjuk rasa yang diatur oleh undang-undang mengenai penyampaian pendapat di muka umum hingga menimbulkan reaksi pihak keamanan dalam hal ini Kepolisian dan TNI mengambil tindakan hukum.

Baca Juga : Jejualan Lapak Ganjar Pranowo  Dongkrak UMKM Di Tengah CV-19

Meskipun ada sebagian daerah dengan tingkat anarkisme rendah dimana terlihat kepolisian membagi-bagikan air mineral dan makanan ringan kepada pengunjuk rasa seperti terjadi di Palu dan Manado serta beberapa daerah lainya. 

Ini menunjukan bahwa menyampaikan pendapat di depan umum tidak harus dengan cara kekerasan sehingga semua pihak tidak dirugikan sebab bukan hanya pengunjuk rasa menjadi imbasnya tetapi masyarakat disekitar juga seperti contoh hal merugikan dihasilkan oleh pendemo yaitu membakar halte bus trans Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sangat menyayangkan pengrusakan fasilitas umum dilakukan oleh para pendemo menurutnya tujuan berdemo menyampaikan aspirasi seluruh masyarakat yang tak diakomodir pemerintah bukan sebaliknya melakukan pengrusakan.

Tetapi berbeda dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dimana ia menjadi viral di sosial media pada Senin 12 Oktober 2020 dengan ikut berorasi menyuarakan aspirasi buruh di Kota Semarang dengan menyampaikan bahwa cara-cara inilah sebetulnya diinginkan.

Gubernur Jawa Tengah itu menyampaikan bahwa keluhan buruh atas di terbitkannya Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja telah diteruskannya kepada 3 Menteri yakni Menteri Tenaga Kerja, Menteri Keuangan dan Menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian untuk dapat mendengar suara buruh di seluruh Indonesia.

Gubernur Ganjar pun di persilahkan naik ke mobil unjuk rasa oleh para peserta dan ia mendahuluinya dengan sapaan bahasa Jawa mengatakan siapa bisa nyanyi dangdut bahasa Jawa, langsung salah seorang pengunjuk rasa perempuan berdiri disampingnya dengan lantunan dangdut khas Jawa sesuai permintaan dari sang Gubernur.

Ganjar Pranowo pun mengatakan bahwa unjuk rasa di Kota Semarang adalah yang paling aman. "Inilah demo buruh yang sangat tertib, sebenarnya Jakarta telah mendengar panenjengan semua" tuturnya.

Sehingga bila dilakukan dengan tertib semua bentuk unjuk rasa pastinya akan aman seperti di Kota Semarang ini. setelah berhasil mendinginkan suasana Gubernur Jawa Tengah itu meminta para pengunjuk rasa untuk membubarkan diri  sambil menjaga protokol kesehatan.

Dari unggahan video twitter akun pribadi Ganjar Pranowo terlihat kerumunan masa cukup banyak sehingga penerapan protokol kesehatan tidak di perdulikan lagi seperti jaga jarak. walau sebagian pengunjuk rasa memakai masker tetapi bisa saja demo terhadap penolakan UU Cipta Kerja tersebut bisa menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona.

Sangat disayangkan memang di tengah negara sementara berjuang memutus mata rantai penyebaran virus corona tetapi sebagian masyarakat tanah air tidak mempedulikan kesehatan dari jangkauan wabah virus berbahaya dengan dalih penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

Memang  gorengan status sosial media cukup mudah memberi tanggapan negatif terhadap beberapa kebijakan pemerintah sehingga sangat cepat menyulut emosi masyarakat  yang rata-rata adalah anak muda dan juga sebagai pengguna mayoritas di sosmed.

Sebab jika mengikuti informasi dari media mainstream para pengunjuk rasa penolak Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah para mahasiswa tidak hanya para buruh. yang catatanya sebagai pengguna internet  mayoritas dimana lebih mengerti dari para sebagian buruh yang tidak terjangkau dengan media gawai tersebut.

Inilah kemudian muncul spekulasi miring baik dari pemerintah sendiri maupun masyarakat umum terhadap pengunjuk rasa di mana sebagian dari mereka termakan isu "hoax" media sosial. walaupun dari pengunjuk rasa membanta hal tersebut. sebab menurut mereka pemerintahlah pembuat kekisruhan sehingga muncul gerakan penolakan dari kebijakan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Sebenarnya pemerintah telah memberi ruang bagi masyarakat yang tidak setuju dengan penetapan UU Cipta Kerja lewat uji materi di Mahkama Konstitusi tetapi dari pihak masyarakat dalam hal ini adalah buruh lebih memilih aksi demonstrasi sebab efeknya besar ketimbang melalui jalur peundangan. sebab dari bebarap panflet dibawa para demonstran bertuliskan "Mosi tidak percaya"

Baca Juga : Protes Buruh di Balik Palu Omnibus Law Cipta Kerja 

Ini membuktikan bahwa hukum lebih kebal keatas ketimbang kebawa dan narasi pendapat ada baiknya disampaikan lewat jalur hukum dan perundangan berlaku dalam hal ini ke Mahkamah Konstitusi mendapat lirikan sepeleh dari pencari keadilan dalam hal ini para buru. Disinilah terlihat bahwa lembaga hukum pun mulai tidak dapat dipercayai lagi. (bdc)

loading...

thumbnail

By On Oktober 07, 2020

Demo buruh tolak UU OmnibusLaw Cipta Kerja seumber gambar Jakartanews


Bidikdotcom Polemik seputar penetapan RUU Cipta Kerja tahun 2020 yang diteken Pemerintah dan DPR pada Senin 5 Oktober 2020 berbuntut aksi protes oleh perserikatan buruh di berbagai daerah tanah air. penetapan UU Cipta Kerja dianggap sebagai diskriminasi terhadap kaum buruh dimana memiliki peran terhadap pembangunan ekonomi nasional diberbagai sektor industri.

Pemerintah juga dinilai lebih berpihak kepada pengusaha ketimbang kepada kaum buruh. meski demikian rancangan RUU Cipta Kerja telah disahkan menjadi undang-undang yang harus dijalankan oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai ketentuan hukum dalam menata dan mengatur tata kelolah ketenaga kerjaan di Indonesia. 

Baca Juga : Protes Buruh Di Balik Palu Omnibus Law Cipta Kerja 

Konteks itulah kemudian menggerakan aksi para buruh untuk menuntut keadilan agar undang-undang yang ditetapkan Pemerintah dan DPR tersebut harus di tinjau kembali isi dari pasal yang terurai dimana beberapa hal sudah dikritisi sebelumnya untuk tidak dijadikan sebagai undang-undang

Hari ini 8/10/2020 para buruh diberbagai daerah melakukan unjuk rasa menolak kehadiran Omnibus Law Cipta Kerja termasuk dari daerah khusus ibukota. mereka berkumpul di seputaran monas dan selnjutnya menuju gedung DPRRI untuk menyampaikan aspirasinya mengenai di tetapkannya undang-undang Cipta Kerja tersebut.

Sebelumnya Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyampaikan penolakan untuk dilaksanakannya aksi demo hari ini sebab kerumunan aksi demo dapat menciptakan klaster baru penyebaran covid-19 mengingat Jakarta merupakan salah satu daerah yang masih tinggi tingkat penyebaran covid-19.

Aparat keamanan akan membubarkan aksi masa demonstrasi hari ini jika protokol kesehatan dilanggar sebab pihak kepolisian juga tetap menghargai upaya para buruh menyampaikan pendapatnya didepan umum karena itu dilindungi oleh undang-undang.

Aksi gerakan masa protes penetapan UU Cipta Kerja disinyalir pihak berwajib telah termakan beberapa informasi "hoax" yang beredar di sosial media seakan-akan undang-undang yang ditetapkan ini memiliki hak untuk mengdeskreditkan para buruh.

Menanggapi apa yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa UU Cipta Kerja memiliki banyak keuntungan dan tetap berpihak kepada kaum buruh mulai dari pengurusan administrasi UMKM hingga hal lain dimana akan membangkitkan gairah ekonomi nasional maupun secara menyeluruh (global).

Di Kota Malang unjuk rasa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja berakhir ricuh pagar kawat yang telah diblokade para petugas keamanan dirusak dan diterobos barisan pengunjuk rasa hingga masuk kearea kantor gedung DPRD Kota Malang. melihat aksi masa yang semakin brutal petugas keamanan pun menyemprotkan gas air mata kearah pengunjuk rasa untuk dibubarkan.

Masa yang katanya sebagai kaum buruh ini menuntut agar undang-undang yang sarat kepentingan tersebut segera dicabut dan direvisi kembali.

Di Ketahui 7 Fraksi menyetujui penetapan Omnibus Law UU Cipta Kerja di antaranya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan sedangkan 2 diantaranya yakni Parta Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera menyatakan walk out.

Beberapa poin penting yang dianggap mendeskreditkan para kaum buruh yakni pemberian hari libur hanya satu hari, uang pesangon akan dihitung lamanya seseorang itu bekerja dan poin-poin krusial lain.baca RUU Cipta Kerja

Namun pemerintah mengkalim para buruh terlalu cepat mengambil kesimpulan yang seharusnya mengecek secara menyeluruh keberadaan isi dari undang-undang tersebut.bukan mendengar dari telinga satu ketelinga lain atau hanya mengikuti postingan media sosial dimana kebenarannya perlu dipertanyakan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam sanggahannya kepada awak media hari ini 8/10/2020 mengatakan bahwa UU Cipta kerja seharusnya di pelajari dulu atau dijalankan dulu oleh para pelaku duni kerja jika mengalami kendala baru disampaikan aspirasinya atau dapat diuji materi kekuatan hukum dari undang-undang tersebut di Mahkamah Konstitusi.

Di Sosial media ramai diperbincangkan bahwa demo hari ini ditunggangi oleh segelintir elit yang memiliki kepentingan atas ketidak puasan dari kebijakan kepemimpinan Pemerintah dibawa arahan Presiden Joko Widodo. mengingat ada beberapa poin yang telah diplentir dijadikan gorengan hangat sehinggat menarik pembelihnya.

Baca Juga : 30 Tahun Kota Bitung Dalam Pembangunan

Informasi-informasi hoax memang kerap menggunakan kesempatan dibalik dasar debat seperti contoh Omnibus Law UU Cipta Kerja yang hangat terangkat padahal informasi seperti diatas berseberangan dengan penjelasan dalam isi undang-undang meskipun di kemudian hari itu diakui akan direvisi.(bdc)


loading...

thumbnail

By On Oktober 06, 2020

 

Filipina dan Indonesia tertinggi di Asia Tenggara covid-19 gambar bidikdot

Bidikdotcom Penyebaran wabah virus  berbahaya covid-19 terus melanda berbagai negara di seluruh belahan dunia termasuk wilayah Asia Tenggara. beberapa negara Asean ada yang tingkat penyebaran virus corona sangat rendah namun ada negara Asean lainnya dengan tingkat penyebaran dari wabah berbahaya ini cukup tinggi termasuk Indonesia. 

Sejak tiga bulan terakhir Indonesia memang menjadi salah satu episetrum tertinggi di negara-negara Asean bersaing dengan Filipina. dua negara ini memiliki riwayat covid-19 dengan angka tertinggi dari negara Asean lainnya yang tidak mencapai hingga belasan ribu kasus seperti Brunei Darusalam, Vietnam dan Thailand

Baca Juga : Protes Buruh di Balik Palu Omnibus Law Cipta Kerja 

Sejak Agustus 2020 lalu Filipina telah menduduki posisi teratas penyebaran tertinggi covid-19 dan disusul Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam dan Brunei Darussalam. dari data informasi worldmeter.info khusus memberikan informasi perkembangan virus corona di seluruh dunia dimana Filipina menempati posisi subur di Asia Tenggara sebagai negara dengan tingkat penyebaran tertinggi corona virus desease 19 (covid-19)

Dari data hari ini 6/10/2020 Filipina ada di ururtan ke-19 penyebaran covid-19 tertinggi didunia disusul Indonesia di urutan ke-22. rincian masing-masing Filipina positif 326.833 sedangkan Indonesia angka positif berjumlah 311.176.

Sedangkan angka sembuh Filipina berjumlah 273.313, Indonesia 236.437. Indonesia menempati posisi teratas angka kematian covid-19 di Asia Tenggara dengan jumlah 11.374 dan untuk Filipina berjumlah 5.865.Kedua negara ini memiliki riwayat penyebaran covid-19 dengan jumlah tidak terlalu terpaut jauh.

Kini kedua negara ini masing-masing memiliki solusi berbeda untuk mengurangi dan menghentikan penyebaran wabah berbahaya ini. dari pemberitaan salah satu televisi pemerintah setempat bahwa beberapa wilayah masih dijalankan lockdown dan penindakan cukup keras di jalankan pihak keamanan bagi warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan.

Indonesia sendiri belum ada penindakan serius secara berlebihan bagi masyarakat yang cuek dan tidak peduli dengan protokol kesehatan dalam hal ini memakai masker, menjaga jarak dan tetap mencuci tangan. mala sebaliknya ada saja warga yang masih membuat acara-acara selewiran dengan menghadirkan masa cukup banyak.

Dari kasus baru Filipina berhasil menekan tingginya penyebaran covid-19 hingga lima pulu persen rata-rata perharinya 2 ribu orang sedangkan Indonesia sendiri setiap hari ketambahan hingga 4 ribuan orang yang terpapar positif kasus covid-19.

Indonesia belum sampai pada penegakan hukum resmi karena cara menghukumnya hanya dalam bentuk pembinaan sosial seperti disuruh kerja bakti, shitup, menyanyi dan lainnya. jika ada penegakan secara serius dari setiap warga yang tidak mematuhi protokol kesehatan seperti diberlakukan oleh pemerintah Filipina bagi warganya kemungkinan angka penyebaran kasus positif bisa ditekan.

Hingga hari ini 6/10/2020 angka kasus positif covid-19 diseluruh dunia mencapai 35.787 301 sedangkan meninggal berjumlah 1.049  825 dan sembuh mencapai 26.909.723. Amerika Serikat masih sebagai negara tertinggi kasus penyebaran wabah virus corona berjumlah 7 juta kasus, disusul India berjumlah 6.687.247 dan Brasil 4.940.499.

Asia Tenggara dengan kasus terendah covid-19 adalah negara Brunei Darussalam dengan jumlah kasus sebanyak 146 kasus 3 orang meninggal per 6 Oktober 2020.

Sementara Malaysia ada di urutan ketiga saat ini kembali menutup beberapa wilayahnya karena terjadi lonjakan cukup signifikan warga yang positif virus corona. beberapa hal menjadikan Asia Tenggara mash tinggi penyebaran virus berbahaya ini dikarenakan tidak disiplinnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan dan masih melakukan aktifitas kerumunan masa.

Baca Juga : Polemik Konser Kampanye Pilkada 2020 Sampai Batasan Simpatisan

Itulah sebabnya butuh penindakan tegas dari aparat maupun peraturan pemerintah tidak sebatas pada pembinaan saja selesai itu kembali dilakukan oleh masyarakat. kalau tindakannya memiliki efek jerah maka kemungkinan besar tingkat penyebarannya bisa di tekan dan menurun(bdc)

loading...

thumbnail

By On Oktober 06, 2020

Aksi penolakan buruh terhadap Omnibus Law Cipta Kerja  6/10/2020 sumber gambar yahoo berita


Bidikdotcom
Publik tanah air di buat getir atas penetapan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang sah ketenagakerjaan yang disinyalir akan merubah secara sepihak UU Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003 dimana akan lebih menguntungkan pihak pengusaha ketimbang pekerja . Senin 5 Oktober 2020 DPR dan Pemerintah sepakat menetapkan  Omnibus Law Cipta Kerja sebagai UU Tenaga Kerja tahun 2020.

Dari paripurna yang di laksanakan pada kemarin 5/10/2020 dua Fraksi menyatakan walk out yakni Demokrat dan PKS. Pimpinan Fraksi Partai Demokrat Agus Harimurti Yudoyono dalam cuitannya disosial media twitter mengatakan bahwa penetapan Omnibus Law Cipta Kerja terkesan terburu-buru dan di paksakan tanpa mempertimbagkan segalah konsekuensinya.

Baca Juga : Aice Perusahaan Pembuat Ice Cream Di Tuntut Tak Taat Hukum

AHY sapaan akrab Agus Yudoyono menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh kaum buruh di tanah air atas ketidak mampuan mereka menghalangi penetapan UU cipta kerja karena bukan dari mayoritas dalam persidangan.

Dilain pihak pada Senin 5 Oktober 2020 sebenarnya tidak ada rencana paripurna penutupan paripurna nanti dilaksanakan pada Kamis 8/10/202 tetapi tiba-tiba paripurna DPR RI dilaksanakan dalam rangka menetapkan RUU Cipta Kerja menjadi dan menurut beberapa pihak sangat prihatin dengan tata laksana negara yang terlau di paksakan (twitter :ehermankhaeron)

Pengertian Omnibus law adalah hukum untuk semuanya dengan kata lain berkenan dengan undang-undang yang menjadi perdebatan saat ini merupakan satu perundangan hukum namun mengatur banyak hal artinya Omnibus Law tidak serta merta mengurus satu aspek saja tetapi banyak aspek dengan kata lain ada dalam satu payung hukum tetap tetapi dapat mengatur berbagai hal.

RUU Cipta Kerja merupakan salah satu dari tiga  Omnibus Law yang nantinya akan di tetapkan sebagai undang-undang yakni RUU tentang ketentuan fasilitas perpajakan. RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dan RUU Cipta Kerja sendiri.

Sejak awal tahun 2020 wacana RUU Cipta Kerja sering diperdebatkan di dialog-dialog stasiun televisi maupun di kalangan para buruh dan paling banyak mendapat respon dari wacana undang-undang ini adalah para buruh dan kerap mendapat penolakan sebab sifatnya tidak berpihak pada masyarakat menengah kebawa khususnya para kaum buruh.

Ada beberapa poin utama yang menjadi sorotan para pejuang sosial atas di tetapkannya RUU Cipta Kerja yaitu libur pekerja hanya satu hari dalam seminggu dimana sebelumnya libur ditetapkan menjadi dua hari yakni Sabtu dan Minggu. bahkan Upah Mimimum Provinsi (UMP) akan menggantikan posisinya menjadi Upah Minimum Kota (UMK).

Dilansir dari Kompas.com Pemerintah pun angkat bicara mengenai hal ini Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Omnibus Law Cipta Kerja akan sangat bermanfaat terhadap pemulihan ekonomi secara nasional dan menuju perekonomian era baru ekonomi global.

Menteri Airlangga menambahkan atas di tetapkannya undang-undang Cipta Kerja ini akan memberi kemudahan dalam mendaftar hak kekayaan intelektual (HAKI), kemudahan mendirikan perseroan terbuka (PT), kemudahan persyaratan mudan dan murah bagi legalitas pelaku UMKM.

Tidak hanya itu Pemerintah mengklaim dengan di tetapkannya Omnibus Lae Cipta Kerja akan memudahkan masyarakat mendirikan koperasi yang nantinya akan diberi dasar hukum yang kuat dan pasti dalam menjalankan prinsip usaha syariah

Aliran protes pun tak dapat terhindari atas di tetapkannya UU Cipta Kerja pada kemarin hari itu. berbagai daerah melakukan aksi demo damai menuntut pemerintah dan DPR mencabut atas apa yang telah mereka tetapkan karena tidak berpihak kepada pekerja. sedangkan dari pihak pengusaha menyambut baik penetapan UU Cipta Kerja oleh DPR dan Pemerintah itu.

Dari sembilan Fraksi ada 7 Fraksi yang setuju diantaranya : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan. sedangkan 2 partai lainnya menyatakan keluar dari penetapan undang-undang tersebut adalah Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera.

Hari ini 6/10/2020 seluruh buruh setanah air melakukan mogok kerja atas penetapan RUU Cipta Kerja karena tidak sesuai dengan hak-hak pekerja bahkan terkesan lebih memihak kepada pengusaha. mogok kerja ini akan dilakukan hingga Kamis besok sebagai bentuk keprihatinan hukum yang tajam kebawa namun tumpul ke atas.

Kasus perusahaan pembuat ice cream di Jakarta salah satu contoh penyelewengan pihak pengelolah usaha yang tidak memperhatikan moral dalam kapasitas mereka sebagai pekerja terhadap perlindungan hak asasinya sebagai seorang manusia.

Baca Juga : 30 Tahun Kota Bitung Dalam Pembangunan

Ini adalah fakta dimana perundangan cipta kerja belum ditetapkan apalagi sudah di tetapkan dengan pemberian libur hanya sehari apalagi bagi wanita pekerja perempuan yang sedang mengandung. Meski menuai polemik di tengah masyarakat toh undang-undang ini telah disahkan pemerintah mungkin seandainya ada dalam kebijaksanaan para pemangku kepentingan ini bisa ditinjau kembali.(bdc)

Link file RUU Cipta Kerja 2020


loading...

thumbnail

By On September 22, 2020

 

Konvoi iring-iringan pasangan calon Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Utara 
Tetty Eugenia Paruntu dan Sehan Landjar pada pendaftaran di KPU Provinsi Sulut

Bidikdotcom Belum berakhirnya solusi seputar konser kampanye pada Pilkada serentak tahun 2020 yang masih menuai pro dan kontra kini muncul lagi wacana untuk menunda Pemilihan Kepala Daerah 2020 yang sudah terjadwal pada 9 Desember 2020 mendatang. Wacana ini muncul setelah ketua KPU Arif Budiman dan 2 Komisionernya di nyatakan positif Covid-19.

Arif  Budiman di vonis positif covid-19 setelah melakukan cek swab pada Minggu 20 September 2020 dan di minta oleh pihak medis untuk melakukan karantina mandiri meskipun statusnya orang tanpa gejala (OTG). Menyikapi apa yang di alami oleh Ketua KPU pusat ini maka dua lembaga keagamaan besar memberi pertimbangan jikalau bisa pelaksanaan Pilkada 2020 dapat dilakukan penundaan.

Baca Juga : Terpidana Mati Chai Chang Pan Lolos Dari Lapas Dengan Menggali Lobang

Bila melihat penyebaran covid-19 seluruh Indonesia dari statistik harian pada Senin 21 September 2020 ada ketambahan 4 ribu orang yang terpapar covid-19 dan inilah kemudian menjadi acuan publik untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada bulan Desember mendatang.

Ada beberapa pertimbangan dari publik untuk menunda pilkada 2020 ini yang pertama adalah perkumpulan masa pendukung bisa menjadi klaster (penyebaran) baru covid-19 dan yang kedua adalah tidak disiplinnya masyarakat menjalankan protokol kesehatan.

Inilah kemudian menjadi perbincangan hangat publik yang kami kutip di Media Editorial Metro TV pagi ini untuk dapat "menunda pilkada 2020" menurut para partisipan yang memberi pendapatnya bahwa mana lebih penting keselamatan manusia atau kesuksesan Pilkada 2020.

Tetapi dari pernyataan Pemerintah lewat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bahwa Pilkada 2020 bisa dilaksanakan asal para simpatisan pendukung disiplin menjalankan protokol kesehatan. dan membatasi kampanye masa dengan jumlah 50 orang dan dilakukan di ruang tertutup, serta menggunakan sistem "daring" lewat media sosial untuk melaksanakan kampanyenya.

Memang belum ada peraturan lanjutan dari KPU selain PKPU no.10 Tahun 2020 tentang pemilihan kepala daerah serentak. menyangkut penanganan intensif covid-19 di saat proses pilkada termasuk kampanye belum ada dalam jangkauan KPU.

Sebab KPU baru akan membuka kantornya pada besok 23/9/2020 setelah kasus positif corona menimpa anggota KPU termasuk Ketua KPU Arif  Budiman. menurut publik KPU segera melakukan revisi peraturan perundangan seputar pilkada 2020 bersama dengan DPR Komisi II mengenai penanganan covid-19 di saat proses pilkada berjalan.

Alasan lain yang tidak kala pentingnya menjadi pertimbangan publik untuk menunda pilkada 2020 adalah ketidak perhatiaannya para calon kepala daerah menjalankan protokol kesehatan covid-19 dan ini terlihat saat melangsungkan pendaftaran di KPU masing-masing daerah.

Sehingga hal tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah lewat Mendagri yang akhirnya memberi peringatan bagi para calon kepala daerah yang tidak menjalankan protokol kesehatan.

Memang masih terjadi tarik menarik tentang di tunda atau tidak pilkada serentak tahun 2020 ini, namun mengacu dari peraturan PKPU no.10 Tahun 2020 bahwa tidak ada pernyataan penundaan untuk pelaksanaan pilkada Desember mendatang ini berarti meski terjadi penyampaian wacana penundaan di tengah publik pihak KPU tetap mengacu pada peraturan pelaksanaan pilkada 2020.

Jika demikian maka PKPU no.10 tersebut perlu ada revisi oleh KPU untuk mengatur proses pilkada di tengah pandemi covid-19 sehingga pelaksanaan pilkada tidak menghasilkan korban karena terpapar covid-19.

Bukan hanya itu pihak yang mejalankan kompetisi pilkada dalam hal ini para calon kepala daerah juga perlu memberikan edukasi kepada para pendukungnya untuk dapat memahami kondisi kesehatan sekitar mengenai bahayanya covid-19 bila tetap ada kerumunan masa.

Para calon kepala daerah perlu sehaluan dalam konsep pola dan pemikiran seputar jika tidak ada masa banyak dalam kampanye akan dirugikan. cara-cara berfikir seperti ini perlu dibuang jauh-jauh demi keselamatan umat manusia.

Kalau sekolah seluruh Indonesia di perhadapkan dengan dua pilihan belajar mengajar yaitu Daring dan Luring kenapa di pilkada 2020 tidak bisa dilaksanakan. kan lebih menghemat anggaran  ketimbang mengumpulkan masa dengan mengeluarkan uang yang cukup banyak.

Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian Tegur Wakil Walikota Bitung Abaikan Protokol Kesehatan

Kita pun harus belajar menerima konsekuensi dari kesesakan hidup yang telah melanda dunia termasuk Indonesia. di tengah euforia Demokrasi menghadapi pilkada 2020 apakah akan kita abaikan keselamatan manusia di tengah covid-19 ataukah secara bersama memerangi wabah berbahaya ini dengan melaksanakan pilkada tanpa mengumpulkan masa jika itu tetap dilaksanakan.

loading...

thumbnail

By On September 21, 2020

Terpidana Mati Chai Chang Pan Lolos Dari Lapas Dengan Menggali Lobang
Gambar Iustrasi

Bidikdotcom Lingkungan Lapas Tangerang Banten di buat heboh atas kaburnya terpidana mati kasus penyeludupan narkoba Chai Chang Pan warga Tiongkok yang lolos dari pemeriksaan ketat para petugas napi. Lapas kelas 1 Tangeran Banten dimana Chang Pan dikurung di kabarkan hilang dari ruangannya pada 18 September 2020 lalu.

Para petugas lapas pun memeriksa bagian ruangan yang berhasil Chang Pan lewati untuk keluar dari tahanan yang mengurungnya. berkali-kali petugas melakukan pengecekan namun belum mendapat tanda. setelah mendapat laporan dari warga ada semacam galian dari arah lapas menuju gorong-gorong pembuangan air maka pihak lapas memastikan bahwa itu adalah jalan yang dibuat Chai Chan Pan.

Baca Juga : Polemik Konser Kampanye Pilkada 2020 Sampai Batasan Jumlah Simpatisan Kampanye

Chang Pan berhasil lolos dari lapas dengan menggali lobang dibawa tempat tidurnya yang mengarah ke gorong-gorong pembuangan air. Setelah memeriksa video CCTV lapas di samping gorong-gorong pembuangan air maka petugas memastikan bahwa orang dalam rekaman melewati jalan keluar lapas adalah Chai Chang Pan yang ditangkap pada 2016 lalu.

Kabar menghebohkan publik tanah air baru tersiar pada 18 September padahal terpidana narkoba ini telah menghilang sejak 14 September 2020. 

Kepala lapas Kelas 1 Tangerang Banten Jumadi mengakui bahwa itu adalah kelalaian mereka yang tidak secara intensif dan berhati-hati memeriksa seluruh isi ruangan di tempati oleh Chang Pan. Menurut Jumadi mereka hanya memeriksa bagian tempat tidurnya tanpa mengecek bagian bawa dari tempat tidur sang napi.

Dikutip dari Kompas tv Chai Chang Pan di tangkap pada 2016 silam oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri atas kepemilikan bersangkutan sabu seberat 110 kg dan divonis oleh pengadilan tinggi Tangerang Banten dengan hukuman mati.

Chai Chang Pan juga pernah mecoba melarikan diri pada 24 Januari 2017 Rutan Narkoba  Mabes Polri Cawang dengan melobangi dinding tembok lapas namun pada 27 Januari 2017 di tangkap lagi.

Warga Tiongkok ini merupakan salah satu gembong narkoba yang sudah lama menjadi target pihak kepolisian hanya saja sering berhasil lolos dari pengejaran pihak berwajib. hingga akhirnya ia pun dibekuk dengan barang bawaannya Sabu sebesar 110 kg jika di uangkan ada di sekitar Rp 6 miliar.

Kini gembong narkoba asal Tiongkok Chai Chang Pan ada dalam pengejaran Polisi yang bekerjasama dengan petugas lapas. bukan hanya itu pihak kepolisian akan meminta kerjasama dengan Pemerintah Tiongkok lewat duta besarnya di Indonesia untuk penangkapan napi Chai Chang Pan.

Kaburnya gembong narkoba kelas kakap di Asia ini di hubung-hubungkan dengan keterlibatan para petugas lapas Tangerang namun menurut kepala lapas Jumadi hal ini belum mereka dalami apakah ada keterlibatan dari petugas lapas ataukah tidak.

Chai Chang Pan merupakan gembong narkoba yang memiliki jaring cukup luas bukan hanya di Indonesia target pasarnya namun kota-kota besar  di Asia Tenggara seperti Singapura, Kuala Lumpur, Ho Ching Min, Manilla juga menjadi bidikan utama menyebarkan barang haram serta mematikan ini.

Kini ia menjadi target pengejaran Polisi dengan status hukum terpidana mati dalam kasus narkoba. Chai Chang Pan adalah segelintir kecil para pelaku bisnis haram namun mungkin tidak sedikit pula para pengedar narkoba yang akan mencoba peruntungan seperti yang dilakukan oleh warga Tiongkok itu.

Baca Juga : Jejualan Lapak Ganjar Pranowo Dongkrak UMKM Di Tengah Pandemi CV-19

Namun hal ini juga butuh komitmen yang benar-benar super ektra ketat dari petugas lapas untuk melakukan swiping secara berkala kepada setiap napi lapas apalagi jika dalam ruangan tersebut  tidak ada napi lain maka peluang untuk meloloskan diri tetap ada apapun caranya.

loading...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *