Headline

thumbnail

By On November 13, 2020

 

Ilustrasi gambar perkawinan dalan janji suci kadang dikhianati sumber pixabay
editing bidikdot

Bidikdotcom Tidak selamanya perkawinan berujung manis banyak orang menyampaikan doa mereka kepada sahabat atau pun keluarganya saat perkawinan di langsungkan dengan berbagai ucapan. Ada ucapan familiar sering kita kepada mereka yang sedang berbahagia karena telah menikah yakni "selamat berbahagia hingga kakek nenek" ungkapan ini tidak asing lagi bagi kita dimana ini selalu di alamatkan kepada mereka baru saja menikah.

Ikatan perkawinan sah bila dinyatakan secara hukum oleh dinas pencatatan sipil daerah masing-masing di mana telah diatur dalam UU Perkawinan No 16 Tahun 2019 sebagai revisi dari UU Perkawinan No.1  Tahun  1974 dimana salah satu pasalnya 28B menyatakan bahwa :

Baca Juga : 4 Hal Sederhana Dalam Hidup Berumah Tangga Baru Menikah 

setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah serta Negara menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi".

Tetapi selaras dengan apa yang telah di atur dalam Undang-Undang di Negara ini maka perkawinan sah adalah mereka sebagai pasangan suami istri telah di teguhkan dan di akui dalam hukum agama menurut keyakinan dan kepercayaan dari agama tersebut. Maka sejogjanya sebagai pasangan suami istri layak menghargai dan mempertahankan perkawinan sebagai nilai suci diakui agama dah hukum di negara ini.

Namun hal in sering bertentangan saat pasangan suami istri dalam proses rumah tangganya salah satunya melanggar akidah dan pengakuan 2 komponen utama tadi karena berbagai pandangan modern yang sebetulnya tidak mendidik hidup berumah tangga.

Judul bahasan kita kali ini tentang "Selingkuh" di saji dalam bentuk pertanyaan "kenapa selingkuh" padahal itu membahayakan dan melanggar 2 komponen pengakuan tadi dari hukum maupun agama. Apa membuat seseorang selingkuh dan tidak setia dalam rumah tangga serta keluarganya? mari kita bahas dari sudut pandang bidikdotcom

1. Ekonomi

Peran ekonomi dalam kehidupan berumah tangga sangat krusial seseorang bisa meninggalkan pasangannya maupun keluarganya hanya alasan isi perut. Rasa tidak mencukupi dalam kebutuhan seseorang setiap hari akan membuatnya daun dan akhirnya tergoda dengan orang lain dengan latar belakang  kehidupan ekonomi berlebihan meskipun ia telah berumah tangga.

2. Watak (Perangai)

Bawaan seseorang atau salah satu pasangan dengan perangai kasar dan otoriter akan membuat pasangannya lari dan memilih jalan selingkuh dengan tidak lagi memperhatikan dua hal penting dalam pengakuan mereka saat berlangsungnya perkawinan. Watak kasar akan membuat pasangan lainnya kadang meninggalkan pasangannya tanpa memberi alasan-alasan mendasar.

3. Kenangan Indah 

Memori Indah bersama mantan pacar bisa memicu seseorang melakukan perselingkuhan baik mantan tersebut masih bujangan atau sudah berkeluarga. Sebabnya jika pasangan suami istri sudah menjalani bahtera rumah tangga harus mengubur dalam-dalam memori dengan mantan kekasih. Disinilah fungsi keterbukaan antara kedua pasangan tersebut dan membangun komitmen menurut ukuran mereka bukan tergantung pada orang lain.

4. Styles 

Gaya hidup pasangan sendiri kadang  menjadi ukuran bagi pasangan lainnya seperti seorang istri tidak mampu berdandan sesuai dengan selera suaminya atau sebaliknya istri kadang menilai suami seperti orang kolot dan kuno dalam hal styles dan sering terpengaruh dengan orang lain memiliki kelebihan dalam berdandan sehingga hal ini juga memicu terjadinya perselingkuhan meski potensinya kecil.

5. Memberi Kesempatan

Dalam pergaulan di lingkungan atau diluar lingkungannya sendiri kadang seorang yang sudah berumah tangga tidak dapat membatasi diri untuk bergaul dan tidak menyadari bahwa ia sudah berumah tangga  apalagi 4 poin bahasan diatas terpenuhi dari orang tersebut seperti jika ia seorang istri membiarkan tangannya dipegang lelaki lain, menerima pemberian dalam bentuk apapun walau bersangkutan sudah mengetahui bahwa itu sebuah modus dan ini akan membahayakan kelangsungan bertahannya rumah tangga karena memberi kesempatan.

6. Sosial Media

Menjamurnya kepemilikan gawai di era ini atas penggunaan sosial media sering membuat pasangan suami istri rentan melakukan perselingkuhan bila tidak bijak menjalankannya. Apalagi jika pasangannya gaptek terhadap teknologi maka akan terbuka lebar hal-hal tidak diinginkan dalam berumah tangga  untuk dilakukan pasangan suami maupun istri.

Itulah ke enam poin pemicu pasangan suami istri dapat melakukan niat tidak setia bagi pasangannya untuk melakukan selingkuh. Lalu bagaimana tanggapan pasangannya jika mengetahui istri atau suaminya menghianati janji suci mereka saat perkawinan.

Dari berbagai kasus yang terjadi berselingkuh sering diakhiri dengan"maut" seseorang atau pasangannya  tersulut amarah dengan emosi meluap-luap mengetahui suami atau istrinya berselingkuh dengan orang lain dengan tidak lagi melihat bahwa janji suci tersebut harus mereka jalani hingga akhir hayat bersama dengan anak serta cucu bahkan keturunan selanjutnya.

Khusus di Kota Bitung tahun 2020 ini ada dua kejadian tragis terjadi dari hasil perselingkuhan, yakni suami dari istri menghabisi nyawa selingkuhannya dengan sadis dan tidak manusiawi masing-masing bulan April di Pulau Lembeh dan 29 Oktober di Pelelangan Aertembaga. Sangat mengerikan memang bagi yang bersangkutan sudah membunuh karena sulutan emosi sesaat sebenarnya menyadari bahwa itu bukan sebuah solusi. 

Baca Juga : 10 Pahlawan Sosial Dalam "Dunia" Kerja Kurang Disorot Media

Bagi yang menyelingkuhi istri orang pun menyadari bahwa ia telah menodai komitmen pengakuan hidup suci mereka dan yang menjalankan perselingkuhan tersebut bila 6 poin diatas tidak terpenuhi dalam hidup berumah tangga seharusnya di cakapkan dengan penuh santun dan kasih sayang untuk mencari jalan keluar sehingga janji suci dapat dipertahankan hingga kakek dan nenek. (bdc)



thumbnail

By On November 04, 2020

 

Gambar ilustrasi editing bidikdot 

Bidikdotcom Kisa hidup manusia kadang di ibaratkan seperti uap dari penanakan wajan usai diangkat uapnya langsung hilang meskipun hal ini sering dilupakan orang. Kita pasti semua akan setuju jika jalan hidup manusia ada yang telah mengaturnya yakni Tuhan Maha Kuasa mulai dari rejeki hingga perjodohan bahkan kisah sukses para konglomerat maupun mereka sebagai masyarakat biasa tidak lepas dari permohonan doa mereka kepada sang Agung pemilik hidup agar diberi kelancaran menggapainya.

Polarisasi global mengantar manusia pada konsep atau cara berpikir semakin kritis tidak perduli siapa dia dari latar belakang apa yang penting semua cita-cita baik dari jalan lurus maupun tidak dapat tergapai sesuai yang di rencanakan. Kenapa jalan sempit sekalipun menjadi cara manusia mencari apa yang di idamkannya semua hanya karena "uang"

Baca Juga : 4 Hal Sederhana Dalam Hidup Berumah Tangga Baru Menikah

Uang mengubah cara pandang manusia sebagai mahkluk ciptaan termulia pada kehidupan yang benar-benar semua dilihat dari segi pandang ekonomi mulai dari orang tua dan anak, suami istri, kakak beradik semua di ukur dengan uang.

Model hidup inilah kemudian menjadikan manusia memiliki dua sisi sosial yang bertolak belakang ada yang menanggapi semua proses hidup baik itu dalam suka maupun duka dengan penuh ketenangan tetapi ada manusia menjalani hidup baik menyangkut kesenangannya atau persoalan dengan cara yang suka viral, heboh, ingin diperhatikan dan lain sebagainya padahal jika disimpulkan ternyata menjalani hidup itu cukup simpel kan hanya persoalan makan "atau tidak".

Dalam kesempatan ini saya sedikit mencoret dua filosofi hidup dalam menjalankan perilakunya sebagai manusia dengan berbagai talenta atau pekerjaan dimana menurut seseorang adalah terpenting dalam menjaga jati diri di era digital seperti sekarang ini.

A. Filosofi Hidup Kura Kura

Kura-Kura adalah bangsa hewan berjenis reptil atau di sebut (ordo) Testudinata dalam bahasa ilmianya Chelonians (wikipedia) dalm bahasa Inggris disebut Turtle yang menjalani hidupnya ditempat berair seperti laut maupun bibir pantai yang menjadi pertemuan antara air tawar dan air laut hewan ini biasanya dijumpai pada tempat seperti ini.

Kura-Kura memiliki batok yang keras atau rumah pelindung bagi pemangsa yang akan mengancamnya. Jika di lautan Kura Kura sering menjadi sasaran serangan dari hiu putih tetapi karena memiliki perlindungan cukup aman maka hewan ini sering lolos dari serangan berbahaya.

Nah, apa hubungannya dengan manusia yang memiliki kodrat berbeda dengan hewan satu ini. Kita rasional saja berpikir tentu tidak seperti itu maksud dari catatan ini. Tingka laku manusia cenderung menonjolkan keangkuhan, egois, kesombongan, apatis, tidak pernah memandang manusia lainnya sebagai ciptaan sederajat ada baiknya belajar dari Kura Kura.

Dalam mengayunkan langkah secara perlahan walau banyak sindiran Kura-Kura mewakilkan dirinya sebagai manusia dimana lebih mengutamakan sikap kesopan santunan ketimbang menggeledek orang, merendahkan orang, termasuk membully (perundungan) pokoknya sikap ini mewakili manusia untuk lebih saling menghargai.

Dalam pekerjaan Kura Kura pun memposisikan dirinya sebagai hewan yang tidak ingin diketahui cara berinteraksinya saat ia memiliki telur dengan ribuan butir dan nantinya akan menjadi keturunan selanjutnya bagi kelangsungan hidupnya. ia tidak ingin heboh, terkenal dan euforia lainnya karena akan membahayakan telurnya sehingga ia bersusah payah menyembunyikan calon keturunannya tersebut sedemikian aman dari pemangsa berbahaya termasuk manusia.

Cara pandang hidup dari hewan ini bertolak belakang dengan manusia. Manusia yang katanya mahkluk termulia lebih memilih menyembunyikan seaman-amannya tindakan kejahatan ketimbang kebaikan mulai dari tindakan Aborsi, Korupsi, Penipuan berkedok sosial dan masih banyak lagi sifat jahat manusia yang disembunyikan.

Bila sukses dalam pekerjaan manusia cenderung menobatkan dirinya sebagai yang terbaik, hebat, pinter, kuat seakan-akan seluruh jagat harus mengetahui apa yang sementara dialaminya saat itu bahkan lebih dari itu mempostingnya dimedia sosisl tanpa memikirkan efek dari yang dihasilkan seperti kasus emak-emak muda yang melaksanakan acara syukuran disalah satu hotel di Makasar yang menjadi viral pada pertengan bulan Oktober lalu di tengah pemerintah berupaya memutus mata rantai covid-19.

Pertanyaannya apakah hal-hal tersebut tidak boleh?

Semua yang di peruntukan tentang hak asasi manusia didunia ini diperbolehkan tanpa batasan hanya saja semua yang ingin di lakukan tetap memperhatikan nilai-nilai toleransi hajat hidup orang banyak sehingga terkesan bukan hanya kita saja yang hidup di bumi ini ternyata masih ada orang lain.

B. Filosofi Hidup Ayam

Sudah sedikit disentil tadi hidup bertolak belakang dari yang di jalani si Kura Kura kita mengetahui ada beberapa model ayam di alam ciptaan Tuhan ini yaitu ayam kampung, ayam potong, ayam kalkun, tapi juga ada "ayam di seterika" wkwkwk canda aja guys.

Dari jenis ayam diatas semuanya memiliki karakter berkokok. Bila kita perhatikan lebih dalam pada ayam kampung saat ia sedang bertelur cara mendapatkan kokok-kannya yang khas saat ia turun dari sangkar bertelur. Pasti itu sangat ribut sekali bisa bayangkan bila ada sepuluh ayam seperti ini saat pagi hari dan biasanya anda bangun pukul 8 atau 9 pagi itu melebihi dari 5 buah alaram yang anda siapkan.

Cara hidup manusia seperti ayam inilah sangat berbahaya bahkan tidak menunjukan elegan sebagai manusia termulia. Apalagi dalam hidup berumah tangga persoalan pribadi seharusnya hanya diketahui diri sendiri dan keluarganya karena sifatnya suka teriak-teriak kalau ada persoalan sehingga satu kampung mengetahui apa yang terjadi dalam hidup keluarga. Ibarat berita hangat baru di turunkan dan menjadi buruan untuk dibaca (kepo).

Termasuk saat dalam situasi sukses kerap cara menghebohkan diri seperti yang sudah saya sampaikan tadi menjadi bagian tak terhindarkan. pokok semua orang harus tahu apa yang kita alami hari ini supaya dunia sadar bahwa kita adalah orang-orang hebat. Memang tidak ada salahnya kita menyatakan euforia kita dimuka umum hanya saja sifat kerendahan hati tetap menjadi bagian kita, bahkan baru akan memulai usaha pun cara elegan yang di tunjukan 2 hewan tadi dapat pertimbankan.

Baca Juga : Apa Yang Anda Lakukan Saat Lupa Membawa ATM 

Ungkapan ini semata-mata tidak menyamakan manusia dengan hewan namun nilai positif terkandung dari sifat 2 mahkluk hidup tersebut setidaknya memberi inspirasi bagi kita ternyata hidup di bumi ini tidak hanya menyangkut diri kita saja tetapi masih ada banyak orang patut dihargai sebagai sesama ciptaan termulia sehingga hidup penuh keseimbangan terjadi dalam lingkungan dimana kita tinggal.

Penulis/Deny Sondoh

thumbnail

By On Oktober 20, 2020

 

ilustrasi gambar oleh pixabay

Bidikdotcom Sebuah pertanyaan menggelitik dan dianggap lucu bagi mereka yang kurang memahami masa depan atau menuju hari tua seperti judul bahasan ini "tindakan apa kira-kira jika seseorang telah berusia 40 tahun hari ini". Memang seberapa penting dan keharusan apa bila seseorang sudah ada di usia ini toh yang menjalaninya adalah pribadi bersangkutan bukan orang lain.

Pernyataan yang benar karena akan menjalani masa hidup seseorang adalah pribadinya tetapi tidak ada salahnya jika seseorang merencanakan sesuatu berunjung manis dimana ia sudah berusia 40 tahun bahkan akan dilewatinya setelah itu.

Baca Juga : 30 Tahun Kota Bitung Dalam Pembangunan

Menurut beberapa pakar kesehatan dan ekonomi bahwa usia 40 tahun adalah usia dominan seseorang menginjakan kakinya pada puncak kesuksesan baik lewat karir secara personal maupun dari segi pekerjaan yang di tekuni. sebab banyak insan sukses di usia ini namun gagal mempertahankan kesusksesannya setelah ia berusia 60 tahun dan memasuki masa lanjut usia.

Sehingga perlu untuk dipersiapkan rencana sukses hingga hari tua bukan hanya sampai pada usia produktif namun hingga hari tua kedepan.

Lantas bagaimana memulainya sementara semua yang diinginkan sudah ada di genggaman apalagi yang perlu di cari jika semua bentuk keinginan dari segi harta telah terpenuhi. Sebenarnya tidak perlu sesuatu yang wow untuk memulai perjalanan baru dalam karir serta pekerjaan setelah usia 40 tahun tetapi hal-hal sederhana saja sudah cukup untuk memberi modal bagi kita agar tetap menjadi orang sukses hingga masa tua.

Berikut beberapa hal sederhana perlu disiapkan jika hari ini anda sudah berusia 40 tahun dan segera akan melewati usia tersebut.

1.Pola Makan 

Di sadur dari berbagai sumber  bahwa seseorang bila sudah masuk usia kepala 40-an maka yang pertama harus di perhatikan adalah pola makan, sebab usia ini rentan dengan serangan penyakit berbahaya meskipun terlihat ringan seperti asam urat, diabetes, darah tinggi, jantung, kolestrol dan pegal-pegal hingga kesemutan akut.

Beberapa penyakit ini di hasilkan dari cara mengkomsumsi makanan tidak sehat dan sering di imbangi dengan komsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. kemudian suka membuat makanan-makanan olahan sendiri tanpa memperhatikan higinis dan sanitasinya.

2.Istirahat Yang Cukup

Hal kedua perlu di lakukan jika sudah berada di usia 40-an adalah optimalkan waktu istirahat secara teratur sebab tenaga saat usia 20-30 ke-enerjikannya berbeda dengan usia dalam bahasan saat ini sebab kadang rasa lelah yang sangat sering menyerang seseorang walaupun ia sementara santai, ini di akibatkan oleh tubuh yang di forser pada usia produktif  yang rasa kelelahannya kurang dirasakan nanti akan sangat terasa setelah menjalani usia 40-an bahkan lebih.

Makanya bila aktifitas pekerjaan di kantoran atau ditempat kerja lain bila belum diselesaikan maka tidak perlu untuk dibawa kerumah sebab dirumah adalah tempat melepaskan kepenatan dari hiruk pikuk pekerjaan yang menyibukan. Tetapi jika hal ini anda paksakan untuk dilanjutkan di rumah maka rentan penyakit kronis siap menyerang anda bahkan bisa mengakibatkan stres berkepanjangan

3.Hentikan Komsumsi Minuman Alkohol

Hal ini sudah di sentil pada poin pertama tadi bahwa seseorang berada di usia 40-an khususnya bangsa laki-laki maka mengkomsumsi minuman beralkohol harus dihindari dan jika bisa di hentikan penggunaanya sejak dini akan membantu mengurangi berbagai penyakit yang akan masuk ketubuh.

Sebab bila seseorang sudah memiliki riwayat sakit asam urat atau kolesterol dan masih tetap mengkomsusmsi jenis minuman beralkohol apalagi yang namanya oplosan maka akan sangat rentan dengan serangan berbagai penyakit dan akan sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh seseorang.

4.Kembali ke Keluarga

Bila anda seorang pekerja yang super sibuk dan jarang memiliki waktu dengan keluarga usia inilah yang pas untuk anda lakukan kumpul-kumpul dengan keluarga anda. sebab bila kita kembali pada posisi dan tanggung jawab sebenarnya maka otak kita semacam di refresh dan ini akan menjadi sebuah perubahan besar dalam menjaga kondisi kesehatan meski di usia 40-an

Maksudnya adalah bila kita seorang ayah kembalilah kepada peran kita sebagai seorang imam dalam keluarga sebaliknya sebagai istri menjadi tiang doa penyangga keluarga dimana selama bertahun-tahun keluarga terabaikan karena pekerjaan dan ini akan memberi stamina serta ispirasi yang membahagiakan dan akan terhindar dari namanya setres.

5.Kesibukan Rumahan

Perbanyak kesibukan dengan anggota keluarga didalam rumah anda apalagi bersama anak-anak. Anda bisa buat kebun kecil di pekarangan atau bila memiliki area kebun bisa dikelolah dengan ditanami berbagai jenis buah-buahan atau sayuran dan sejenisnya sehingga keakraban akan semakin terjalin antara satu dan lainnya sebab selama bekerja suasana seperti ini mungkin jarang dan tidak pernah anda alami sebelumnya

Atau jika rumah anda dekat dengan pantai bisa mengajak keluarga anda pergi ke pantai sambil main-mainan dan lupakan pekerjaan anda yang pernah membawa anda menjadi seorang super sibuk. ini akan menambah daya tahan tubuh karena terjadi semacam kamuflase dan otak kita tetap fresting.

6.Menghemat

Salah satu cara bila anda sudah berada di usia ini maka penghematan secara ekonomi perlu anda perhatikan sebab jika penghematan diluar kontrol anda maka bisa saja dikemudian hari anda tidak memiliki apa-apa. makanya lakukan pengeluaran menurut kebutuhan yang ada, bukan karena keinginan sebab kedua hal ini sangat bertolak belakang dengan cara bila penghematan dimana itu sementara diterapkan sehingga kita tetap sukses di hari tua. 

Bagi yang masih merokok saatnya mengurangi pengeluaran untuk membeli rokok bahkan jika bisa dilakukan berhenti untuk merokok sebab salah satu pengeluaran membengkak dalam urusan penghematan adalah biaya rokok. 

Memang diakui jika berhenti merokok bukan berarti anda akan menjadi orang kaya atau bertambah secara materi tetapi paling tidak ada tindakan kesadaran menjaga kesehatan hari ini dan nanti serta  upaya penghematan dapat di lakukan secara maksimal.

7.Tabungan

Yang perlu anda lakukan jika sudah berusia 40-an adalah punya tabungan di hari tua. bila saat ini anda sudah tidak lagi bekerja karena pandemi covid-19 dan memiliki simpanan lewat BPJS tenaga kerja yang belum dicairkan, maka upayakan hindari dulu untuk mencairkannya jika tidak ada kebutuhan mendesak kecuali anda seorang pegawai negeri sipil.

Sebab simpanan ini bisa menghandle bila suatu kelak keluarga atau pribadi kita mengalami sakit dan harus dirawat inap. memang tidak semua orang menginginkan akan sakit tetapi bila itu tiba-tiba terjadi dalam hidup kita maka kita tidak akan kelimpungan mencari pinjaman sana atau sini untuk biaya pengobatan karena sudah mengantisipasinya.

Ketujuh hal diatas dapat menjadi refrensi anda bila sudah berusia 40 tahun dan akan menjalaninya diusia selanjutnya. sebab takaran kesehatan yang sering diambil contoh adalah usia 40-an. kalau anda ikut acara kesehatan disalah satu stasiun televisi swasta (metro tv) ada penyakit yang selalu dibahas yakni gula darah dan serangan paling utama ketubuh manusia adalah usia 40-an keatas.

Sehingga polarisasi hidup sehat di usia ini benar-benar diperhatikan dengan serius jangan menganggap enteng dengan apa yang telah kita punya hari ini kuat, sehat dan punya harta benda padahal kita tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian dalam diri kita.

Catatan ini bukan sebuah pemaksaan terhadap tingkah laku seseorang untuk menjalankan apa yang tidak di inginkannya tetapi yang di inginkan sehingga bahasan ini akan sedikit membantu bagi mereka yang benar-benar respek saat memasuki usia senja. Tetapi semua kembali ke diri masing-masing mana yang terbaik untuk diputuskan. 

Baca Juga : 7 Tips Mengelola Keuangan Bertahan Di Tengah Pandemi Covid-19

Bukan hanya beberapa hal diatas menjadi uraian penjelasan bila seseorang sudah berada di usia 40-an tetapi juga ada berbagai hal mungkin bisa anda lakukan sebagaimana yang dialami setiap hari ini hanya sebagai rujukan bagaimana kita menghargai hidup bila sudah berada pada titik dimana kita akan kembali pada sifat alami manusia yakni lemah dan terbatas. (ined)


loading...

thumbnail

By On Oktober 06, 2020

  

Pelabuhan Kontainer Bitung Foto bidikdot

Bidikdotcom Perjalanan Sejarah Kota Bitung mulai berdirinya hingga hari ini tidak lepas dari peran para pemimpin dalam menghadirkan perubahan dan legitimasi teritorial hingga pada status hukum dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat  atau komunitas sosial dalam keseimbangan mendapatkan keadilan, kesetaraan dan bentuk moral kehidupan sebagaimana dalam falsafa kebinekaan dan UUD 1945.

Kota Bitung bukan hanya tentang siapa didalamnya tetapi juga tentang sejauh mana orang dari luar melihat secara menyeluruh kontribusi atau peran masyarakat dan pemerintahnya terhadap bangsa dan negara dari semua aspek kehidupan yang seimbang. sehingga akan nampak jati diri dan kekhasan sebuah daerah dalam menjalankan dan mempertahankan cita-cita luhur para pendahulunya.

Baca Juga : Hut Kota Bitung Ke 30 Tanpa Festival Dan Pengucapan Syukur

Kini kota yang sering di sebut dengan Kota Cakalang telah memasuki usia ke 30 tahun dalam sejarah pemerintahannya setelah di tetapkan Pemerintah Indonesia dari Kota Administrasi menjadi Kota Madya pada 10 Oktober 1990 oleh Menteri Dalam Negeri Rudini pada masa Pemerintahan SH Sarundajang.

Berbagai perubahan telah dirasakan oleh seluruh masyarakat dengan multi kultur sosial yang di jalani penuh kedamaian dan kerukunan dalam tatanan kehidupan penuh keharmonisan.

Seiring berjalannya waktu Kota Bitung telah menjadi Kota strategi ekonomi pasifik dengan hadirnya pelabuhan kontainer sebagai penggerak ekonomi dari berbagai komoditi pangan, kerajinan kreatif dan  bisnis pengolahan ikan serta usaha-usaha lain dengan memakai jasa pelabuhan yang di resmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

Meski keberhasilan ini masih perlu di tinjau lagi sejauh mana respek positif terhadap perkembangan dalam peningkatan ekonomi masyarakat menengah kebawa atau UMKM dan petani musiman secara khusus. sebab bila melihat catatan negara-negara Asia Tenggara lain dimana ada beberapa daerahnya menjadi area bongkar muat atau di jadikan sebagai pelabuhan kontainer maka tingkat ekonomi warganya akan meningkat bukan sebaliknya menurun.

Di lansir dari CNBC news salah satu pelabuhan teramai keempat di Tiongkok, Guangzhou memiliki tingkat keramaian bongkar muat barang sangat signifikan setiap harinya dan memiliki efek cukup baik dalam membantu perekonomian warganya khususnya para petani sayuran, seafood dan kerang-kerangan untuk dibawa ke Eropa Timur.

Hadirnya pelabuhan kontainer di Kota Cakalang hingga hari ini dalam aktifitasnya belum dapat mendongkrak pengaruh pertumbuhan ekonomi secara signifikan bagi para petani atau para pelaku UMKM yang memiliki usaha yang dapat di andalkan di  pasar global. area ini terlihat hanya mereka dengan kantong tebal dan pebisnis yang memiliki kedekatan dengan pemerintah.

Padahal bila di telisik lebih dalam komoditinya berasal dari para petani atau para pelaku usaha kecil menengah. seperti contoh pengolahan ikan kaleng bahan ikannya dari para pemilik Pambut dan Pajeko namun disayangkan harga ikan sangat murah padahal nilai ekspor dari ikan tersebut melebihi dari yang diperkirakan.

Meski di akui beberapa pilar penunjang hampir terpenuhi di sepanjang 30 tahun ini mulai dari jalan raya dan infrastruktur lain telah dirasakan sangat signifikan perkembangannya.  khusus buat warga Pulau Lembeh boleh menikmati jalan lingkar lembeh dimana telah menghubungkan antar kampung di seluruh kelurahan di dua Kecamatan 

Wacana jalan lingkar Lembeh berdengung sejak tahun 1987 bahkan proyek ini sering menjadi komoditi andalan dalam kampanye  di pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Bitung meski realisasinya baru terlaksana tahun 2018 lalu.

Bagaimana dengan sekarang tahun 2020 dan seterusnya?

Beberapa uraian sederhana diatas hanya sebagian kecil dari perjalanan pemerintahan Kota Bitung dalam tiga dekade terakhir hingga masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Maxmilian Jonas Lomban dan Maurits Mantiri yang sejatinya memiliki kelebihan dan kekurangan menjalankan amanat rakyat sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Besar harapan masyarakat Kota Bitung kepada mereka nantinya akan di percayakan memimpin Kota serba dimensi ini lewat pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember  2020 mendatang. demikian juga bagi masyarakat dapat memilih pemimpin benar-benar bertanggung jawab dengan apa yang mereka sampaikan saat kampanye bukan hanya sekedar janji.

Pembangunan Kota Bitung bukan hanya diplentir sebagai wahana mencari keuntungan dari manusia-manusia serakah karena akan digelontorkan dana sekian dari Dinas Pekerjaan Umum dan lainnya namun bagaimana membangun sumber daya manusianya yang berakhlak sehingga dapat mengelolah sumber daya alamnya dengan bijaksana termasuk menjalankan proyek-proyek infrastruktur.

30 Tahun merupakan usia yang terus beranjak dewasa sehingga butuh para nahkoda/Pemimpin  dengan tingkat kerja profesional yang tinggi dan paling utama takut akan Tuhan. bila pemimpin takut akan Tuhan maka ia akan mengutamakan pekerjaan dengan tingkat keahlian yang mapan dan jauh dari segalah tindakan kejahatan seperti korupsi, gratifikasi, kolusi nepotisme.

Karena jikalau pemimpin seperti ke 4 poin diatas maka 30 tahun kedepan akan seperti saat 30 tahun lalu mungkin juga Kota Bitung akan lebih merosot dalam jati dirinya sebagai orang Bitung bahkan dimungkinkan warga Bitung sendiri akan menjadi penonton.

Kini Kota Bitung akan memasuki babak baru dari berbagai dilema dari catatan tadi, terintegrasinya jalan dari daratan sampai kepulau Lembeh dalam pembangunan infrastruktur nasional akan menjadikan Kota Bitung sebagai atmosfir pergerakan ekonomi baru antar masyarakat secara langsung tanpa perantara (tengkulak) dan di pastikan ekonomi warga Bitung secara menyeluruh akan terbangun.

Baca Juga : Kicauan Miring Antara Corona Dan Agama

Dirgahayu Kotaku sejahtera negeriku jayalah pemimpinku di usia ke 30 tahun Kota Cakalang meskipun hari ini telah didominasi oleh ikan tuna, malalugis, deho, ikan putih akan bangkit sebagai negeri dengan sarana membanggakan dalam mengsejahterakan warganya bukan hanya dilihat, didengar tetapi dinikmati Tuhan memberkati kita semua. (deni sondoh)

loading...

thumbnail

By On Juni 04, 2020


Ilustrasi gambar from pixabay

Bidikdot.com Hiruk pikuk penanganan pasien Covid-19 didaerah Sulawesi Utara menjadi trending topik bahasan dalam setiap informasi jika terjadi kasus baru entah itu Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dalam seminggu terakhir ini sebab sering terjadi kesalahan pemahaman antara keluarga pasien dengan tim medis perihal standar penetapan pasien Covid-19 sebagaimana pengaturannya dalam protokol penanganan kesehatan virus corona.

Pada Selasa 2 Juni 2020 terjadi klaim pembenaran antara pihak keluarga pasien dan tim medis di RS Budi Mulia Bitung. Pihak keluarga pasien yang meninggal tidak menerima hasil dari tim medis yang mana setelah pasien meninggal harus mengikuti prosedur pemakaman protokol kesehatan Covid-19.

Menurut pihak keluarga menganggap bahwa yang bersangkutan tidak memiliki tanda-tanda terpapar covid-19 sebab setelah hasil pemeriksaan di RS Budi Mulia Bitung pasien tersebut mengalami kekurangan Kalium (Hipokalemia) "mineral dalam tubuh yang mengendalikan fungsi sel saraf dan otot, terutama otot jantung"-sumber alodokter.

Namun setelah pasien tersebut meninggal tim medis menyarankan dilakukan tatacara pemakaman protap kesehatan covid-19. tetapi pihak keluarga keberatan atas putusan dari para tim medis tersebut tetapi setelah dialog akhirnya mereka pun harus pasrah dengan penuh tanda tanya.

Dari pantauan kami lewat media sosial perkembangan kasus ini dengan beragam komentar para partisipan bahwa melihat penetapan pasien covid-19 menurut penanganan intesif pasien terpapar covid-19 di Sulawesi Utara terkesan dipaksakan dan tidak ada penetapan standar penanganan tepat terhadap seseorang yang ditetapkan pasien corona.

Sehingga mulai terlintas kepada masyarakat stigma buruk dari tim medis yang sejujurnya mereka harus dihargai sepenuhnya oleh masyarakat karena telah menjadi garda terdepan barisan masyarakat Indonesia memerangi corona virus desease 19. dari peristiwa tersebut muncul pertanyaan dari masyarakat Bitung kenapa sering ada kasus kematian dalam pantauan pasien sementara sebagai ODP maupun PDP tim medis sering mengarahkan ke pemakaman protap covid-19

Hal lain membuat masyarakat bertanya-tanya kepada tim medis kenapa kurang transparannya penyampaian hasil dari pasien yang ditetapkan ODP maupun PDP.

Padahal jika menyimak dari awal penanganan covid-19 secara nasional bahwa seseorang benar-benar ditetapkan sebagai pasien positif corona harus melewati tahapan proses uji laboratorium dengan metode Polymerase Chein Reaction (PCR) sebab hasil dari pemeriksaan inilah menjadi standar penetapan seseorang benar-benar positif corona atau tidak.

Tetapi saat ini penetapan seseorang sebagai ODP dan PDP nerujuk pada gejalah yang ditunjukan pasien sesuai dengan gejalah virus corona dan harus masuk ruang Isolasi sebagaimana diberlakukan pada RS rujukan Covid-19 padahal pasien tersebut memiliki riwayat sakit biasa setiap harinya dialami seperti asam urat disertai dengan demam dan sakit kepala masuk pasien dalam pengawsan padahal penyakit asam urat jika akan kambuh gejalahnya adalah demam disertai sakit kepala.

Sekarang pertanyaannya jika semua gejala tadi masuk kategori covid-19 dan semisal pasien tersebut meninggal dunia dan tetap diberlakukan dengan tatacara  pemakaman protap covid-19 apakah tidak mungkin anggapan masyarakat terhadap Rumah Sakit akan menjadi dingin dan menjurus pada penilaian bahwa RS lewat para medisnya menghadirkan ketakutan dan keseraman sehingga niat untuk kerumah sakit diurungkan dengan pertimbangan tadi.

Telah banyak masyarakat menyampaikan tanggapannya sekitar keinginan untuk kerumah sakit namun ada rasa takut jangan-jangan akan kena isolasi diruang rawat darurat karena hanya sakit sepeleh seperti influensa kesemutan dan lain-lain.

Padahal pihak rumah sakit dapat menciptakan rasa nyaman terhadap masyarakat untuk datang memeriksakan dirinya kerumah sakit. jika stigma ini akan terbangun ditengah masyarakat dengan cara pandang tadi kemungkinan cara berfikirnya seperti ini "lebih baik rawat dirumah dan kalaupun Yang Kuasa telah berkehendak memanggil seseorang dari dunia itu lebih baik karena semua keluarga bisa melihat langsung" ketimbang dirumah sakit kena cara protap covid-19.

Akan sangat disesalkan memang seandainya itu mulai tumbuh dalam pemikiran masyarakat Sulawesi Utara khususnya di Kota Bitung memeriksakan diri kerumah sakit merupakan momok menakutkan padahal sebelumnya tidaklah demikian.

Maka dengan itu juga bagi warga masyarakat dapat memperhatikan beberapa kriteria kesehatan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona atas himbauan maupun kebijakan Pemerintah setempat. cara pandang yang keliru terhadap para medis dirumah sakit perlu untuk dipertimbangakan  sehingga kita pun tidak ada perasaan takut untuk kerumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan kita.

Beberapa informasi seputaran penanganan covid-19 sepanjang minggu ini yang menerpa keluarga pasien akan menjadi pengalaman berharga bersama baik para medis, Pemerintah maupun pihak pasien dan seluruh masyarakat sambil tetap jaga kesehatan dan tetap dirumah saja.

thumbnail

By On Maret 21, 2020

Ilustrasi gambar kerumunan orang rentan terpapar Covid-19

Bidikdot.com Penyebaran Covid-19 di tanah air bukan hal sepeleh lagi dan dapat di pandang dengan sebelah mata namun kini wabah corona kini semakin menjadi dari awal di Indonesia hanya 3 kasus kini menjadi 450 kasus per tanggal 21/3/2020 dengan angka kematian mencapai 38 pasien ini di sampaikan juru bicara kepresidenan khusus penanganan Covid-19.

Di tengah merebaknya virus corona pemerintah mengambil kebijakan dengan menutup sementara tempat-tempat ibadah yang ada di seluruh Indonesia dan di mulai  pada Jumat 20/3//2020. masyarakat di batasi dulu untuk shalat berjemaat di Masjid-masjid apalagi yang masuk zona merah  pemerintah menganggap perkumpulan seperti di tempat ibadah adalah rentan terjangkit virus mematikan itu.

Baca Juga : Kontroversi Lockdown Dan Kebijakan Daerah

Kebijakan di ambil pemerintah adalah tindak lanjut himbauan badan kesehatan dunia WHO mengingat seperti yang terjadi di Wuhan pada sala satu rumah ibadah di mama selesai beribadah ada beberapa orang yang langsung teridentifikasi covid-19. langkah ini di anggap sebagai cela memutuskan mata rantai dari penyebaran cepat wabah corona.

Namun di balik kebijakan pemerintah muncul pro dan kontra terhadap pembatasan melakukan ibadah di rumah-rumah ibadah. pendapat miring maupun positif mengisi tempat di mana terjadi perjumpaan secara terbatas kenapa begitu  begini dan seterusnya.

Ungkapan pasif seperti"kenapa harus takut corona dari pada Tuhan"ada juga berpendapat kenapa harus rumah pribadi sedangkan ada rumah ibadah" dan berbagai macam ocehan yang tak pantas keluar dari netizen jika di sosial media bahkan masyarakat secara umum.

Memang terjadi berbagai pendapat bahkan spekulasi miring dari kebijakan pemerintah membatasi masyarakat berinteraksi di dalam kerumunan banyak orang termasuk di tempat-tempat ibadah yang catatanya adalah pertemuan umat dengan Tuhan.

Tidak ada salahnya untuk berpendapat demikian namun Agama juga mengajarkan nilai-nilai bijaksana kepada kaumnya sehingga dalam pengambilan keputusan tidak ada yang di sakiti. Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo mebijaksanai keputusannya atas nilai agamawi yang di ambil untuk keamanan bersama.

Para tokoh agama pun angkat bicara soal kegiatan agamawi untuk sementara di lakukan di rumah-rumah pribadi mengingat virus corona adalah pandemi jenis baru yang sulit terdeteksi sehingga menuntut bijaksana dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah memerangi covid-19.

Menurut beberapa tokoh nasional khususnya Muhammad Quraish Shihab dalam video unggahan Najwa Shihab mengatakan baik ibadah di rumah maupun di Masjid tidak akan menguragi kebaikan yang kita lakukan untuk Allah. sehingga perlu di hindari apa yang harus di hindari ungkap ayah dari presenter acara mata najwa pada 21/3/2020.

Memang ada tidak memahami kebijakan dari pemerintah tersebut, pemerintah di anggap tidak menghargai apa yang agama perintahkan padahal di bangun pemerintah untuk keselamatan banyak orang mengingat kasus covid-19 di tanah air sudah bisa di kategorikan pada zona merah seperti di DKI

Kebijakan ini di anggap oleh para tokoh agama dapat menyulut laju penyebaran covid-19 di mana sampai hari ini sudah ada 450 kasus dengan masalah telah di jelaskan tadi. memang masyarakat perlu kritis di suasana yang tidak baik ini asal saja tidak kebablasan akhirnya diri sendiri dan orang lain di rugikan.

Baca Juga : Cara Jitu Tambah Imunitas Tangkal Covid-19 Dengan Sarabah

Lepas dari semua kicauan dengan argumen miring tentu kita akan setuju kalau di suruh pilih Agama dengan virus corona.namun perlu juga di sadari semakin cepat bertindak untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 maka nilai mulia agama sebenarnya sementara di jalankan tidak masalah melakukan kegiatan di rumah pribadi maupun di rumah ibadah

thumbnail

By On Februari 16, 2020

Ilustrasi gambar disco tanah via facebook

Bidikdot.com - Lembeh Sederet rangkaian kematian yang terjadi saat pesta baik itu pesta nikah, hari ulang tahun bahkan ucapan syukur atas kesuksesan yang di raih di wilayah pulau lembeh menjadi hal yang perlu di sikapi serta di tindaki secara serius oleh seluruh warga masyarakat Kota Bitung
maupun pihak berwajib dan lebih khusus lagi yang tinggal di pulau lembeh.

Kematian dari Stefanus Dalewi (31) warga Kelurahan Mawali pada minggu 16/2/2020 menambah daftar kelam kejahatan yang terjadi jikalau pesta akan di lengkapi dengan acara disko atau yang sering di sebut oleh kaum milenial di Pulau Lembeh "disko tanah"

Baca Juga : Maksud Meramaikan Acara Pesta Nikah Nyawa Stefanus
Melayang

Kita flash balik lagi kasus yang menimpa warga Doorbolaang tahun 2019 silam meninggal akibat perkelahian dengan warga Pancurang Lembeh Selatan di lokasi acara disko tanah dan wilayah lain seperti Batulubang dan Pintukota yang pernah mengalami kejadian serupa.

Peristiwa seperti yang terjadi hari ini 16/2/2020 perlu ada solusi kongkrit dari  semua pemangku kepentingan dalam mejaga keamanan, ketertiban serta nilai kedamaian. dan sampai hari ini tren kekacauan yang terjadi di saat pesta di mulai jika dalam pesta tersebut pelengkap acaranya adalah "disko tanah"

Tidak di pungkiri memang bahwa animo masyarakat mencintai acara tersebut sangat tinggi sebab acara disko tanah ini di gandrungi oleh semua pihak mulai dari anak-anak sampai orang dewasa ikut terlibat dan berjoget jikalau lagu dari susunan kas spiker itu telah berbunyi.

Tidak ada yang sala dari lagunya maupun aksesoris penunjang dari disko tanah tersebut hanya saja orang-orang yang terlibat dalam mengikuti acara itu yang menggunakan kesempatan untuk melampiaskan amarah maupun ada hal mengganjal dalam hatinya apalagi jika ada dasar permusuhan antar kampung  yang satu dengan kampung yang lain.

Area yang sangat efektif untuk mejalankan aksi seseorang khususnya kaum lelaki adalah acara disko tanah.kenapa acara ini yang di pilih karena berkenan sangat muda menemukan jika ada yang saling bermusuhan. baik yang terundang maupun tidak pasti akan datang ke acara tersebut.

Tulisan ini bukan bermaksud anti "lagu" atau apa yang ada dengan peralatannya tetapi hendak mengajak bagi semua elemen masyarakat untuk bersama-sama mencari jalan tengahnya agar tidak lagi akan terjadi korban berjatuhan atas acara yang di maksud.

Kejadian hari ini menuntut kita selaku masyarakat khususnya di pulau lembeh untuk bertindak secara cepat dan serius untuk menghindari benturan-benturan maut terulang lagi di kemudian hari.dengan tidak memberi izin pun dalam sebuah pesta untuk acara disko tanah belum tentu dapat  menghilangkan hal jahat bagi para pembuat kejahatan.

Baca Juga : 5 Wisata Unggulan Pulau Lembeh Perlu Anda Eskplor

Perlu adanya semacam sistem penataan terhadap menggunankan alat disko tanah di sebuah acara pesta.sehingga benturan yang membahayakan dapat di antisipasi tanpa ada korban jiwa.menghilangkan supaya tidak ada disko tanah juga bukanlah sebuah keputusan yang bijak  karena merakit sebuah alat di disko tanah adalah sebuah seni kreatif seseorang yang perlu di hargai
termasuk di dalamnya adalah lagu-lagu.(bd)

thumbnail

By On September 25, 2019

Unjuk rasa serentak seluruh Mahasiswa dibeberapa daerah Gambar/Tempo

Bidikdot.com Pelantikan Presiden terpilih periode 2019-2024 tinggal sebulan lagi hiruk pikuk persoalan dalam negeri kini terlihat seperti kengerian yang tak kunjung selesai.masyarakat di buat bingung terasa seperti kekacauan yang terencana dan dianggap sebagai nilai sepele yang tak perlu ditanggapi dan di persoalkan.

itulah wajah Indonesia tercinta saat ini. teknologi berperan penting dalam membuat skema informasi yang berbau hoax dalam wadah sosial media, karena teknologi pula manusia dijebak dalam rana yang tidak terkendali.mulai dari penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab di asrama mahasiswa Papua, sampai merebaknya unjuk rasa yang menjurus pada tindakan anarkis yang brutal dan
akhirnya korban jiwa pun berjatuhan di tanah Papua khususnya di Kota Wamena pada Senin 23/9/2019.

Baca Juga : Pemblokiran Internet Redam Situasi Panas Wamena Papua

Tidak sampai disitu yel-yel menyampaikan tolak Jokowi sebagai Presiden Indonesia terus berdengung dari mereka yang tidak terkendali emosi untuk mendapatkan tujuan yang di inginkan sampai pada pengrusakan fasilitas  umum yang negara siapkan.

Memiriskan memang  kondisi berpikir manusia Indonesia saat ini walau perilaku  itu tidak mewakili keseluruhan rakyat Indonesia yang masih mencintai NKRI serta ingin tetap mempertahankan nilai kemanusiaan saling menghargai.

Tuntutan penolakan terhadap Revisi Undang-Undang KPK, RKUHP, dan lainnya yang dilakukan oleh para mahasiswa pada 24/9/2019 serentak di beberapa daerah merupakan sandiwara yang dibuat bak sutradara profesional atas dahlil keadilan untuk rakyat Indonesia.yang jadi pertanyaan haruskah tuntutan yang disampaikan diatas merusak fasilitas-fasilitas umum yang catatannya untuk keadilan dan  kesejahteraan?

Padahal Undang-Undang telah menjamin setiap warga negara berhak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum tanpa harus mengganggu hal lain yang ada disekitarnya.

Kini itu terjadi bagi Indonesia khususnya mereka yang telah melakukan unjuk rasa yang pada akhirnya merusak bahkan membakar fasilitas umum, untuk memenuhi hasrat emosi yang tidak terkendali.kembali muncul pertanyaan kenapa itu 
dilakukan? lantas komentarnya ow itu bukan kami,...kami telah ditunggangi 
sekelompok orang

Kita telah di bodohi dengan kepandaian dan emosi tak terkendali seharusnya minta pemerintah untuk dapat mengundang "KAMI" yang tidak setujuh dengan segalah yang dilakukan oleh DPR dan pemerintah duduk bersama pecahkan solusi untuk keadilan dan kesejahteraan rakyat Indonesia bukan kebrutalan yang begitu ngeri di pertontonkan malah sebaliknya kita sementara kembali kemasa
lalu yang begitu kelam.

Bagi para elit politik dan birokrasi seharusnya politik mendantangkan kedamaian dan kesentosaan bukan sebaliknya.politik seperti alat gesek tanpa berproses langsung dapat terjadi, demikian juga demokrasi seharusnya menciptakan suasana yang penuh keelokan tapi kini demokrasi mulai keok atas tujuan sepihak yang tidak bertanggung jawab nilai-nilai luhur demokrasi sudah dikesampingkan yang penting tujuan sampai.

Baca Juga : Tarik Menarik Pengahan Pimpina KPK Terpilih

Haruskah ini kita wariskan bagi generasi yang akan datang bahwa unjuk rasa, anarkis dan terciptanya korban merupakan mata rantai yang harus dipertahankan sebagai alat solusi cerdas dari pemangku kepentingan yang tidak terpuaskan?

semoga ini tidak akan menjadi konvensi tegak berdiri seakan itulah fakta yang harus dilalui tanpa harus melakukan hal-hal yang konstruktif dalam bingkai egois sesaat. pandanglah Bhineka Tunggal Ika bukan sebagai logo tetapi sebagai ceremony kesatuan anak-anak bangsa yang mencintai satu dengan yang tanpa sekat pemisah sampai akhir hayat kita menutup mata.salam Indonesia Damai.

thumbnail

By On Juli 28, 2019

Rekonsiliasi Elit Uji Solid Koalisi TKN, Pertemuan Megawati dan Prabowo/Photo Kompas

Bidikdot.com Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum PDI Perjuangan membuat sederet tafsiran yang berbeda dari berbagai kalangan mulai dari politisi, akademisi, sampai masyarakat ditingkat paling bawah memiliki tanggapan beragam atas bersuanya Megawati dan Prabowo.

Rekonsiliasi yang menjadi harapan masyarakat setelah melewati masa kelam usai pemilu 2019 perlahan berangsur terlaksana.entah lahir dari kesadaran diri sendiri sebagai anak bangsa atau karena panggilan politik dari iming-iming jabatan yang nantinya akan membuat pemangku
kepentingan merasa terpuaskan.

Baca Juga : Pidato Politik Visi Indonesia Joko Widodo

lepas dari itu semua persatuan dan kesatuan bangsa adalah harga yang tidak bisa ditawar-tawar apaun alasannya.sebab merakit kembali keutuhan yang telah dicoreng perilaku yang tidak bertanggung jawab pasca pemilu merupakan tanggung jawab bersama dan itulah yang ditunjukan oleh
Megawati dan Prabowo patut diapresiasi sebagai sikap luhur walaupun ada yang tidak menyetujuinya.

Partai Gerindra yang dikenal keras dalam kritiknya yang memposisikan diri sebagai oposisi terlihat lugu dan mencair saat pertemuan dengan Megawati Soekarno Putri bahkan tidak ada respon yang menyindir antara satu dengan yang lain.

Lantas bagaimana dengan pihak koalisi? bahwa pertemuan kedua elit politik merupakan jalan positif keterbukaan antara satu dengan yang lain menghadirkan pendapat bukan hanya sekedar wacana.atau benarkah bahwa pertemuan kedua tokoh nasional tersebut karena ada apanya dan ininya
terhadap jabatan kelak.

Para petinggi partai dari koalisi pun angkat suara Sekjen PDIP Hasto Kristianto "ada pihak sengaja membuat framing bahwa koalisi TKN pasca di bubarkan sudah tidak solid lagi" ungkapnya saat mnejawab pertanyaan awak media menyikapi isu tidak solidnya koalisi pendukung Jokowi.

Sekjen Partai Nasdem "Mulai dibentuk sampai dibubarkan tetap solid mengawal  Pemerintahan Jokowi-Ma'aruf 5 tahun kedepan" ungkapan toko-toko ini ada benarnya.

Namun bagaimana dengan pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem yang jelas memberi dukungan walau dalam tanda petik pemerintahan Anis Baswedan di DKI Jakarta.apakah ini sebagai manuver politik Nasdem atas pertemuan Megawati dan Prabowo?

Ataukah para koalisi tidak setuju dengan pertemuan Megawati dan Prabowo tersebut sebab mengancam jumlah jabatan yang akan didapat nanti, sehingga muncul pendapat-pendapat miring walaupun terkesan elok kedengrannya perspektif yang disampaikan.

Dari pendapat pihak koalisi bahwa pertemuan kedua tokoh partai besar tersebut adalah hal yang lumrah dan biasa sebagai bentuk silahturami untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa.

dari pihak luar menanggapi bahwa hadirnya Prabowo dalam tubuh sala satu perancang koalisi merupakan serangan bawah tanah dalam bidikannya merebut pundi-pundi kursi jabatan.

Sangat menarik memang sajian politik terhadap hiruk pikuk kejar-mengejar porsi kepentingan dalam balutan rekonsiliasi mufakat yang terancang baik dari hati tulus maupun inisiasi pihak-pihak menginginkan rekonsiliasi.

Lepas dari semua persepsi silang para elit politik maupun birokrasi negara ini butuh kenyamanan, keindahan berpendapat dan rasa toleransi penuh kekeluargaan perlu diberdayakan terus bukan hanya pada tingkat atas saja namun sampai arus bawah perlu menyadari bahwa jabatan apapun tingginya tidak dapat menukar harapan yang sudah disampaikan tadi.

Baca Juga : Prediksi Menteri Perempuan Bidikan Jokowi

Apapun yang diingingkan semua pemangku kepentingan dipemerintahan Jokowi- Ma'aruf lima tahun mendatang harus didukung dengan kinerja yang menghasilkan, mengsejahterakan seluruh rakyat indonesia silahkan lakukan kejar-mengejar kepentingan asal persatuan dan kesatuan menjaga Idiologi
negara adalah tatanan hidup yang harus berdiri dibarisan depan tujuan Negara Republik Indonesia

Rekonsiliasi yang sudah tersaji mulai dari Prabowo-Jokowi dan Megawati-Prabowo seharusnya tidak mengenduskan semangat membangun bangsa dalam kebersamaan bukan lagi terganggu atau tidaknya sebuah komunitas dalam kepentingan tertentu sehingga terciptalah politik adem, smart dan
manusiawi. (ds)

thumbnail

By On Juli 17, 2019

Ilustrasi gambar Sikap Malas dan Tren Pekerja Keras Tanpa Hasil

Bidikdot.com Sikap malas dan pekerja keras merupakan dua sisi yang sangat bertolak belakang dari apa yang dijalani bagi kehidupan seseorang didunia. pengertian sederhana  bahwa seorang yang malas pasti tidak mau sukses dalam hidupnya, sebaliknya orang pekerja keras pasti dalam niat perjuangannya bahwa hidup harus lebih baik dari hari ini dan seterusnya.

Siklus hidup manusia tidak bisa dihindari dari kedua opsi tersebut walaupun sebagian orang tidak terlalu setujuh kalau hidup ini di jalani dengan serius harus dibawah santai agar tidak membuat pikiran terlalu monoton untuk bertindak dengan hanya mengejar harta kekayaan.

Namun sebaliknya ada orang sangat memprotes keras jika seseorang hanya ingin santai berpangku tangan tanpa ada upaya membaharui diri dan mau keluar dari ketepurukan ekonomi yang melilit hdup orang tersebut.

Baca Juga : Di Ujung Nikmat Petaka Ehabon

kita pun tidak bisa menyalahkan apa yang dianggap buruk menurut persepsi kita dengan keberadaan seseorang dibalik kekurangannya dari hidup yang dijalani.

Orang malas tidak memikirkan  hal-hal yang membuat ia miskin namun didalam kemiskinannya, kekurangan ekonomi terlintas dalam benaknya ingin punya banyak harta dan hal istimewah lain yang disimpan dalam mimpinya.

Bagi pekerja keras tentu sebuah keistimewaan jikalau hasil yang didapat akan membawahnya pada sebuah titik dimana ia benar-benar menikmati sukses itu. walaupun harus di akui ada hanya sampai pada pekerja keras saja namun tidak pernah erasakan apa itu sukses karena terlalu boros dan hidup berfoya-foya.

dari penelitian beberapa ahli di inggris yang mereka tuang dalam sebuah petisi usai perang dunia kedua pada tahun 1955 berjudul secret of lazy bahwa membuat seseorang malas di akibatkan setres yang berkepanjangan terhadap perilaku lingkungan yang dijalani yang tidak sesuai dengan keinginan dan harapan.

sehingga tidak heran saat itu ada peraturan dari pemerintah inggris bagi warganya yang bermalasan akan diberi sanksi sesuai kedudukan dan strata masyarakatnya. sehingga tahun 1960 - 1970 Inggris menjadi negara industri terbesar didaratan eropa mengalahkan Prancis saat demo besar menuntut adanya revolusi industri.

Bagaimana sikap malas di era modern seperti sekarang ini pasti tidak relevan dengan tuntutan zaman yang menghendaki seseorang harus menjadi pelaku yang menghasilkan perubahan dalan dirinya sendiri dalam pencapaian yang diinginkan terhadap nilai hidup secara ekonomis dan realistis.

Baca Juga : Agama Dijadikan Alat Kepentingan Konyol

Begitu juga sebagai pekerja keras apalah artinya jika upaya yang kita berikan hanya sebatas niat pekerja yang hebat sementara untuk mencapai titik dimana sukses harus menjadi tujuan dari kerja keras sulit untu dinikmati.

Belajarlah untuk melepaskan belenggu keinginan kuat dari malas yang yang menderah hidup kita dan menatap masa depan dengan tidak hanya sebatas pekerja keras namun menjadi pemberi sukses dalam diri sendiri maupun mereka disekitar kita, bila dua sisi itu ada pada kita mulailah bergerak dari sekarang.

Salam Sukses

thumbnail

By On Juli 01, 2019

Di Ujung Nikmat Petaka "Ehabon"  ilustrasi gambar Ehabon

Bidikdot.com Ehabon merupakan sejenis cairan kental yang berfungsi sebagai lem atau perekat, yang biasanya di gunakan pada kayu.namun fakta lain mengatakan kini alat perekat tersebut di komsumsi oleh para remaja sebagai pengganti obat-obatan yang membuat mereka teler.

Fenomena menghirup Ehabon belum ada ujungnya sampai saat ini sebab bahan bangunan ini sangat mudah didapat ditoko-toko. terasa tidak ada yang menghalangi para anak-anak remaja ini dengan
leluasanya melenggak-lenggok dengan apa yang di nikmati padahal maut sementara mengincar hidup mereka.

Menghirup Ehabon sama halnya dengan para pengguna narkoba pada umumnya diakhir sesi mengirup lem tersebut perasaan terasa melayang-layang tenang dan sering berhalusinasi ataupun mengigau dan bisa bertahan proses tersebut 3-4 jam.

Baca Juga : Menjaga Tubuh Sehat Tanpa Suplemen

Reaksi lain dari menghirup Ehabon adalah tidak adanya perasaan lapar walaupun sudah saatnya jam makan sebab tubuh terasa di buat ringan.dan sangat berbahaya lagi adalah si pelaku terkadang melakukan tindakan kriminal atau hal-hal lain yang membahayakan ketertiban masyarakat umum.

Dari apa yang di sampaikan oleh mereka yang bertanggung jawab dalam hal penanganan Narkoba bahwa Ehabon tidak masuk dalam kategori bahan yang mengandung zat adiktif atau zat yang membahayakan lainnya.

Padahal sangat kontras serta logis jika dilihat dari para remaja yang mengalami kecanduan Ehabon sering melakukan tindakan-tindakan di luar kesadarannya bahkan menimbulkan orang lain celaka.

Gejala-gejala kesehatan yang bisa di lihat dari seseorang pengguna ehabom sangatlah mencolok mulai dari mata sayu, malas untuk bangun pagi, tidak suka makan, tidak suka beraktifitas lebih suka makan buah yang berjenis asam, sering mimisan/keluar darah dari hidung sampai 4 -6 kali
dalam seminggu.

Jika seorang pengguna Ehabon yang sering mimisan dalam seminggu maka perlu secepatnya kedokter karena sudah mendekati lampu hijauh artinya tanda-tanda zat racun Ehabon yang terhirup ke dalam tubuh mulai bekerja untuk meracuni organ-organ tubuh seperti uluhati, usus dan lain-lain.

Baca Juga : Kegunaan Batang Sereh Buat Kesehatan

Jika uluhati dan usus sudah teracuni dengan Ehabon maka akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup dari seseorang fakta tersebut bisa di lihat dari buang air baik kecil maupun besar.

kalau air kecil(kencing) warnanya kuning gelap sedangkan air besar warnanya hitam dan itu berlangsung cukup lama bila tidak ada penanganan yang intensif  dari dokter.

terkait dengan penggunaan Ehabon yang marak di lakukan oleh para remaja maka perlu ada penegasan yang serius dari pihak yang berwajib walaupun Ehabon bukanlah sebuah obat yang mengandung zat-zat seperti pada narkoba

tetapi efek yang di akibatkan dari penggunaan Ehabon ini menjurus pada bahayanya hidup seseorang dan bila tidak di tangani secepatnya maka lem Ehabon ini akan menjadi pembunuh serius bagi anak remaja.

thumbnail

By On Juni 26, 2019


Bidikdot.com - Demokrasi tanah air benar-benar di buat terseok-seok oleh suatu tuntutan yang tidak mendasar UUD 1945 dan Pancasila sebagai panglima dalam menegakan Demokrasi yang berkeadilan benar-benar di uji keberadaannya. politik praktis dan politik identitas menggirng opini publik terhadap dalih atas tindakan mereka yang berkuasa di anggap mencoreng demokrasi.

Pemilu 2019 yang di laksanakan serentak pada 17 April lalu menyisahkan cerita buruk penuntut keadilan yang merasa di rugikan sementara dari pihak yang merasa tidak memiliki kepentingan cuek dan tak bergemining dengan alasan apapun

Tindakan 21-22 Mei 2019 merupakan tindakan anarkis dari tuntutan untuk mendapatkan keadilan dan kebenaran namun semua di pelentir sebagai hal yang harus di sikapi dengan kekerasan padahal ada aksi yang mengatas namakan diri yang ingin menciptakan kedamaian.

Agama di bawah ke podium sebagai sesuatu yang harus di hormati dan hargai oleh siapapun namun tujuan agama yang mulia dan suci di balut dengan kuasa iblis yang ingin mendapatkan tujuan yang menyimpang dairi norma peradaban kasih.

Agama di jadikan alat kepentingan kekonyolan segelintir manusia yang memiliki perilaku kotor untuk tujuan yang ingin di capai.padahal seharusnya agama harus di biarkan berjalan menurut ukuran dan ketetapan sebagai lembaga yang akan membawah umat kepada hidup yang suci, kasih, damai tanpa bercacat.

Terlihat Agama kini menjadi senjata ampuh untuk menutupi kepentingan atas tindakan politik praktis.manusia tidak merasa takut lagi, membawah agama pada tujuan untuk mendapatkan kepentingan dan kepuasan diri sendiri dan kelompok.

Politik seharusnya mendatangkan damai sejahtera, kemakmuran untuk manusia yang diam di bumi dan agamalah yang mendapinginya untuk mendapatkan hal hal yang di sebutkan tadi tetapi lembaga yang penuh kenetralan, menciptakan kebaikan hidup di dunia maupun di akhirat di kotori dengan alasan kejujuran dan keadilan segelintir manusia yang haus kepentingan dan kekuasaan.

Seharunya juga sadar atau tidak sadar janganlah membawah Agama sebagai alat untuk "menyulap" tujuan mendapatkan kepentingan yang penuh tipu muslihat.

Marilah kembalikan Agama pada tempat yang sesungguhnya jangan bawah "lembaga suci" ini kepada kepentingan kotor tangan-tangan yang tidak berharap adanya kehidupan yang penuh kerukunan dan perdamaian.

Jika ada praktek-praktek terhadap keterlibatan banyak orang mulailah dari dalam lembaga Agama itu jangan membawahnya atau menggiringnya kepada tempat yang akan di jadikan oleh para "penumpang gelap" untuk tujuan yang jahat.(ds)

thumbnail

By On Juni 04, 2019


Bidikdot -Inspirasi Hari ini 5/6/2019 seluruh umat Islam di Indonesia marayakan Idul Fitri 1 Syawal 1440 hijriah bukan hanya di Indonesia tetapi seluruh umat Islam yang ada di belahan dunia merayakan hari yang sangat bersukacita setelah satu bulan melewati dari segalah godaan dengan tidak makan minum dan bebagai hawa nafsu lain.

ini merupakan momen di mana setiap insan dapat berintrokspeksi diri dari segalah perbuatan yang mungkin sudah menyakiti sesama apalagi menyakiti Tuhannya. sebagaimana di Indonesia

dengan berbagai keberagaman multicultur yang memiliki nilai sosial yang sangat peka dalam kepelbagaian perasaan nilai-nilai hidup yang perlu di hargai antara satu dengan yang lain maka lebaranlah yang  dapat mengikat segalah perekat yang hampir terlepas atas keegoisan.

Baca Juga : Tips Untuk Menjaga Uang THR Tidak Tergerus di Lebaran

Hari raya besar seperti Idul Fitri bukan hanya di maknai sebagai sebuah seremoni bagi umat muslim pada umumnya tetapi lebih dari pada itu membawa kehangatan kekeluargaan yang indah, rukun, kedamaian dari hiruk pikuk perbedaan-perbedaan yang merugikan.

Lebaran adalah panggilan mulia dari Allah untuk memberikan rasa hangat bagi seluruh insan manusia di muka bumi termasuk dalam perbedaan politik, sosial,budaya dan keagamaan.lebaran membawah kesejukan dalam kehidupan di tengah keberagaman anak bangsa.

Sebagai bangsa kita sudah melewati masa-masa pilihan politik hampir setiap sudut berbincang tanpa berhenti apa yang sudah kita lakukan terhadap pilihan tersebut.kini kita kembali lagi menghayati kemurahan Tuhan di hari yang Suci ini untuk melepas semua yang sudah terjadi.

Baca Juga : Mengurai Macet Mudik Lebaran Dengan Tampilnya Jalan Tol

Lebaran akan membawah berkah jika kita kembali kejalanNya untuk saling memberi pintu maaf  atas segalah kehilafan baik dari pemimpin yang tertinggi sebagai lembaga sampai pada  bawahan sebagai masyarakat inilah yang harus kita beri di hari bahagia ini.

Maka dengan demikian inilah makna Lebaran sesungguhnya di tengah keberagaman anak bangsa yang harus di rajut kembali tanpa harus melihat kebelakang lagi.pandanglah kedepan bahwa ada cita-cita luhur yang akan di capai sesama anak bangsa tanpa harus di pisah-pisah, di kotak-kotak kita berjalan bersama, tersenyum bersama itulah sedekah yang mulia

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *