Headline

thumbnail

By On Juni 17, 2020

Penyerahan raport dirumah oleh guru SDN Pintukota Photo : Marselia

Bidikdot.com Tahun 2020 merupakan tahun suram bagi dunia pendidikan nasional pasalnya moment dimana kualitas dari para murid didik saat mereka digembleng dengan berbagai tugas serta materi belajar untuk menghadapi ujian kelulusan maupun kenaikan kelas direduksi sampai pada kriteria sederhana untuk kegiatan belajar meski mengajar oleh para guru tidak lagi dijalankan seperti biasanya saat didalam kelas disekolah.

Beberapa keputusan krusial pun diambil dengan tegas oleh Pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan salasatunya adalah tidak melaksanakan Ujian Nasional tahun 2020 bagi seluruh calon siswa kelas 3 SMA/SMK dan Sederajat secara Nasional. hasil kelulusan ditentukan oleh mata pelajaran dari nilai raport nantinya akan menjadi produksi sekolah untuk meluluskan para murid didiknya.

Baca Juga : Hasil Kelulusan SMA/SMK Se Kota Bitung di Serahkan Dirumah Oleh Guru

Covid-19 telah membuat nilai dari sebuah proses pendidikan selama 3 tahun buyar setelah Pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam rangka memutus mata rantai penularan virus berbahaya ini dari pergerakan banyak orang termasuk dilingkungan sekolah.

Demikian juga pada 15/6/2020 khusus di Kota Bitung seluruh sekolah dasar disembilan Kecamatan menyerahkan hasil kelulusan maupun kenaikan kelas dari kelas 1-5 lewat guru dan wali kelasnya masing-masing dirumah dan didampingi oleh orang tua.

Penyerahan raport ini tidak biasanya dilakukan dirumah namun karena adanya pandemi covid-19 yang masih menyebar ditengah warga khususnya di Sulawesi Utara maka kegiatan penyerahan kelulusan serta kenaikan kelas untuk Sekolah Dasar dilakukan dirumah.

Salasatu orang tua murid di SDN Pintukota mengakui sangat berbeda ketika anaknya belajar disekolah dan dirumah sebab bila ada yang kurang dapat langsung ditanyakan kepada guru kelas mereka tapi saat belajar dirumah sedikit ada kendala karena ada sebagian pelajaran tidak dimengerti.

Meski demikian mereka merasa bersyukur dapat mendampingi anak untuk belajar termasuk menyelesaikan soal pelajaran diberikan oleh para guru walaupun sifatnya tidak didalam kelas.

Memang diakui oleh para orang tua bila membuat pelajaran diberikan guru maupun para wali kelas tingkat disiplin anak tidak terkontrol dan sering terjadi tawar menawar dengan orang tua dari anak untuk menyelesaikan pelajaran diberikan para guru.

Sehingga pelajaran bisa selesai hari ini sering nanti diselesaikan besoknya atau hari berikut. kalau disekolah tidak ada tawar-menawar untuk mengerjakan mata pelajaran ungkap Ibu Mate saat sharing dengan hasil diterima anaknya pada Senin 15/6/2020.

Kemudian hal lain adalah dari murid itu sendiri kebijakan Pemerintah untuk sekolah dari rumah dipahami sebagai kesempatan cukup panjang untuk meluangkan waktu bermain mereka sehingga pelajaran diberikan oleh para guru sering lupa dikerjakan apalagi jika perhatiannya sudah ditujukan pada gamer-gamer di handphone sehingga membuat daya belajar mereka turun.

Tetapi begitu bisa dikatakan hasil dari apa yang dikerjakan para murid cukup baik meskipun hanya belajar dari rumah tetapi mampu menunjukan kualitas belajar sesuai harapan dan bisa lulus serta naik kelas dengan hasil cukup baik.

Baca Juga : Artis Korea Yohan TST Tutup Usia 28 Tahun Ucapan Duka Banjiri Sosmed

Kita berharap agar pandemi ini segera berlalu sehingga suasana belajar mengajar disekolah kembali bisa aktif lagi dan para murid dan guru bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan baik. maka dengan itu tetap ikuti protokol kesehatan dan kebijakan Pemerintah agar kita tetap sehat.

thumbnail

By On Juni 02, 2020

Kebersamaan murid dan guru SMA 3 Bitung sebelum pandemi Covid-19 
Photo : Omega

Bidikdot.com Dunia Pendidikan Nasional dapat dikatakan berdukacita atas Covid-19 melanda negeri sejak awal Maret 2020 lalu secara nasional seluruh sekolah ditanah air harus ditutup karena menjaga agar wabah berbahaya ini tidak menyerang para murid ditengah aktifitas belajar mengajar bersama guru serta para walikelas.

Kebijakan Pemerintah ini membuat semua persiapan dalam rangka mengakhiri masa belajar 2019/2020 bagi murid yang akan naik kelas tetapi juga bagi murid yang akan mengakhiri masa belajarnya setelah selama 3 tahun menimbah ilmu disekolah buyar dibuat oleh Covid-19.

Baca Juga : Waspada!!! Penyebaran Covid-19 Telah Menyerembet Setiap Daerah Di Sulut

Pemerintah dengan berat hati lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengumumkan bahwa Ujian Nasional tahun 2020 dibatalkan pelaksanaanya mulai dari tingkat SD hingga tingkat SMA.

Kebijakan ini diambil Pemerintah berkaitan dengan penyebaran Covid-19 yang terus menunjukan tingkat kenaikan sangat signifikan dibeberapa daerah pada bulan Maret lalu.

Meskipun berat hati para murid orang tua serta guru menerima kebijakan Pemerintah sebab memutus mata rantai Covid-19 perlu gotong royong bersama oleh seluruh elemen masyarakat termasuk dunia Pendidikan. bahkan seluruh hasil kelulusan dibagikan dirumah para murid oleh seluruh dewan guru.

Seperti yang dilaksanakan oleh sekolah-sekolah di Kota Bitung para guru mengantar envelope berisikan hasil kelulusan kepada para murid dirumah mereka masing-masing disaksikan oleh para orang tua secara langsung.

Hal ini juga dilakukan oleh para guru di SMA 3 Bitung di Kelapa Dua Pulau Lembeh Kecamatan Lembeh Selatan. hari ini 2/6/2020.

Para guru ini melakukan kontrol terhadap proses belajar dilakukan oleh murid selama dirumah dengan materi pelajaran dibagikan melalui group media sosial dengan menarik semua yang telah dikerjakan oleh para murid sebagaimana arahan serta penjelasan disosial media.

Salasatu guru walikelas jurusan IPS Rola Jenli Untu Sumilap mengatakan mereka tidak dapat berbuat lebih karena pandemi virus corona yang melanda tanah air termasuk daerah Sulawesi Utara. para guru hanya berharap semua materi yang diberikan kepada murid dapat diselesaikan dengan baik sehingga mereka memiliki dasar untuk pengisian raport nanti.

"biar tidak terlalu lengkap semua soal diberikan harus diselesaikan oleh murid" ungkap wali kelas ini benar atau sala yang penting ada usaha sambil mengarahkan muridnya bernama Arthur.

Disalasatu rumah murid dikelurahan Pintukota Sumilap  mengatakan bahwa ulangan kenaikan kelas akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni ini sehingga pekerjaan rumah yang mereka berikan kepada murid dapat segera diselesaikan dan akan dikumpulkan pada tanggal 8 Juni mendatang.

Baca Juga : Hasil Kelulusan SMA/SMK Se Kota Bitung di Serahkan Dirumah Oleh Guru

Ia menambahkan kemungkinan proses belajar mengajar dari rumah akan berlangsung hingga bulan Desember mendatang. Kegiatan para guru SMA 3 Bitung ini akan menyambangi seluruh murid di 2 kecamatan yakni Lembeh Utara dan Lembeh Selatan dan mereka akan melalui jalan lingkar Lembeh hingga kelurahan Pancuran karena ada 4 siswa SMA 3 di Kelurahan ini tuturnya
loading...

thumbnail

By On Mei 02, 2020

Penyerahan hasil kelulusan dirumah murid oleh Kepsek Maxi Awondatu M.pd 2/5/2020

Bidikdot.com Hari ini Sabtu 2/5/2020 para murid didik kelas 3 SMA dan SMK bahkan sederajat se Kota Bitung menerima hasil ujian yang telah  mereka ikut lewat bimbingan online dari guru pembimbingnya. ada rasa haru bangga dari para guru bisa membuat muridnya lulus dengan nilai cukup meskipun diakui bukan standar kelulusan yang mereka harapkan biasanya dilaksanakan yaitu Ujian Nasional (UN).

Semenjak Pemerintah mengumukan lewat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada awal Maret lalu bahwa Ujian Nasional tahun 2020 dibatalkan pelaksanaannya karena Corona Virus Desease (covid-19). membuat semangat para siswa kelas tiga diseluruh nusantara buyar setelah kelas tambahan (les) sering mereka ikuti sejak desember 2019 hingga Februari tidak memiliki arti sama sekali.

Baca Juga : TVRI Fasilitasi Program Belajar Dari Rumah Oleh Kemendikbud

Belum lagi mereka harus melaksanakan ujian dari rumah tentu konsetrasi serta mendambakan ruang kelas bertatap dengan sahabat akan membuat atmosfir persaingan adrenalin mereka mengisi lembar jawaban dalam komputer penuh disiplin. namun karena dirumah saja semua berubah santai tak perlu konsen buru-buru dan lainnya. saat kami bertanya kepada sala satu lulusan dari Lembeh ia mengakui sangat kecewa dan terasa sia-sia perjuangan yang telah dibangun selama 3 bulan terakhir sebelum penetapan tinggal dirumah.

Meskipun demikian para orang tua murid menerima hasil dengan bangga dan bahagia sambil menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru dimana telah membantu anak-anak mereka walaupun dimasa sulit virus corona.

Para Guru rela membuang waktu mereka untuk door to door mengantar hasil kelulusan kerumah para murid. sebab tidak ada kegiatan penamatan biasanya dilakukan didalam ruangan kelas ada tangisan haru, senyum bahkan kebiasaan coret-mencoret disaat kelulusan masih menjadi budaya luapan kesenangan para murid disaat pengumuman kelulusan.

Tapi kini hasil mereka terima penuh keheningan hanya sedikit candaan antara guru dan murid  dan belum tentu juga bila murid maupun orang tua berada di tempat.

Diketahui akibat dampak yang dihasilkan dari Covid-19 ini hasil kelulusan para murid ditentukan dengan nilai raport meskipun hanya raport namun tidak mengurangi kualitas dari apa yang hendak dipersembakan kepada diri sendiri, guru dan orang tua inilah kemudian memotivasi mereka bahwa ujian raport sama tinggi nilainya dengan ujian nasional.

Opini Balik

Social Distancing semakin memperparah para murid untuk berinteraksi dengan sesama sahabat para guru dan orang tua sehingga dimungkinkan jika tindakan pertemuan untuk menyatakan perpisahan mereka disekolah dilarang tidak diijinkan maka lulusan tahun 2020 merupakan lulusan terburuk sepanjang sejarah dunia pendidikan di tanah air.

Dan hal tersebut sangat dimungkinkan sebab penyebaran Covid-19 di tanah air terus meningkat dan telah mewabah di 321 kabupaten/kota se Indonesia jika hingga Juni belum ada perubahan penurunan Covid-19 maka bakalan tidak ada kegiatan perpisahan disekolah namun skemanya pasti diatur oleh para dewan guru masing-masing sekolah.

Memiriskan memang wabah virus mematikan ini membuat semua pergerakan manusia berhenti secara umum termasuk dunia pendidikan. walau Pemerintah telah menerapkan sistem belajar dari rumah dan dipandu dari tayangan televisi belum serta merta dapat membuat rangking murid berubah sebab kebanyakan murid memanfaatkan kesempatan untuk santai dan bermain.

Lepas dari semua dampak tersebut keikut sertaan orang tua melakukan pengawasan terhadap anak-anak dirumah merupakan subangsi kecil bernilai besar sehingga walaupun belajar dirumah akan terasa seperti didalam kelas.

Sehubungan hari ini sebagai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) maka apapun dampak Covid-19 akan memotivasi para murid bersemangat apalagi akan melanjutkan kejenjang lebih tinggi sehingga punya niat yang sama berkualitas dari ujian nasional maupun ujian raport. namun juga akan menjadi satu catatan kecil bagi mereka bahwa sejarah telah mengantarkan mereka kepada peradaban pendidikan yang tidak pernah dirasakan oleh lulusan SMA/SMK dan Sederajat setelah Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga : Warga Lembeh Pilih Bertani Di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Pendidikan Nasional tahun 2020 mencatatkan cerita dibelakang awan gelap namun penuh fakta menyenangkan saat sehelai enplope mereka terima dengan tangan bangga dan rasa haru tidak terhindar dan abu-abu putih mengisyaratkan adalah seragam terakhir mereka kenakan dalam balutan harapan yang tertimbun seiring dengan dampak wabah virus membenamkan cita mereka. selamat menerima keberhasilan para penerus bangsa dan negara.

thumbnail

By On April 12, 2020

Program Merdeka Belajar TVRI meminimalisir banyaknya waktu terbuang murid
Gambar : Ilustrasi belajar dari rumah

Bidikdot.com Mulai besok Senin 13/4/2020 TVRI akan menyiarkan kegiatan belajar ditingkat Paud, SD, SMP, SMA dan sederajat sebagaimana dijadwalkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada rapat kerja Kemendikbud dengan anggota DPRRI Komisi X pada 27/3/2020 lalu.
Menteri Nadiem Makarim resmi menggandeng TVRI sebagai label partner untuk tetap melakukan kegiatan belajar mengajar di tengah Pemerintah sedang menangani kasus Covid-19.

Selain telah mengumumkan secara resmi belajar mengajar disiarkan lewat channel tv TVRI pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat jadwal pembelajaran dari segi usia pendidikan yang saat ini di tempuh oleh para murid disekolah.

Baca Juga : TVRI Fasilitasi Program Belajar Dari Rumah Oleh Kemendikbud

Ditetapkannya TVRI oleh Kemendikbud sebagai partner untuk menyiarkan belajar mengajar dirumah untuk menjawab beberapa tantangan para murid didik disekolah yang tidak dapat mengakses pembelajaran secara daring dan masih sulitnya jangkaun internet dibeberapa daerah ditanah air sekaligus sebagai solusi ditengah wabah Covid-19 mengakibatkan para siswa harus diliburkan.

Jadwal "Belajar Dari Rumah" akan membantu para murid mengikuti kegiatan belajar serta menringankan control berlebihan dari orang tua disaat sekolah sampai hari ini masih tutup. berikut susunan jadwalnya sesuai rilisan Kemendikbud :

Siswa/Siswi Paud dan Sederajad
Senin 13- Jumat 17 April 2020
08.00 - 08.30 wib Acara "Jalan Sesama"

Sabtu 18 April 2020
Siswa/Siswi Paud dan Sederajad
08.00 - 09.00 wib Acara Cerita Sabtu Pagi Animasi : Misteri Pesawat Mainan

Minggu 19 April 2020
Siswa/Siswi Paud dan Sederajad
08.00 - 08.30 wib Acara Cerita Minggu Pagi Animasi : Aquiescence

Siswa/Siswi 1-3 SD
Senin 13 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Sahabat Pelangi :Ayo Memancing

Selasa 14 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan : Operasi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah.

Rabu 15 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Sahabat Pelangi : Hari Pahlawan

Kamis 16 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan : Sifat-sifat Bangun Datar

Jumat 17 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Sahabat Pelangi : Panen Mangga

Sabtu 18 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Dokumenter Remaja : Sasandu

Minggu 19 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Animasi : Jelajah Pulau, Mesin Waktu
Fiksi Remaja : Bahasa Isyarat Bahasa Ibu, Cerita Risma, Gulung Rundung

Siswa/Siswi 4-6 SD
Senin 13 April 2020
10.00 - 10.30 wib Acara Acara Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan : Bilangan Akar dan Berpangkat.

Selasa 14 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara X-Sains : Magnet dan Kelistrikan

Rabu 15 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Dongeng Kita : Cerita Rakyat dan Lagu Daerah

Kamis 16 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Tradisi Asli Nusantara : Kain Tenun Sengkang

Jumat 17 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Gemar Matematika Bersama Pak Ridwan : Pengolahan Data (mean, median, modus)

Sabtu 18 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Gelar Wicara (talkshow) Asli Indonesia/Gelar Wicara : Seni dan Industri Kreatif Menghadapi Pandemi Episode 1

Minggu 19 April 2020
08.30 - 09.00 wib Acara Gelar Wicara (talkshow) Asli Indonesia/Gelar Wicara : Seni dan Industri Kreatif Menghadapi Pandemi Episode 2

Siswa/Siswi SMP dan Sederajat
Senin 13 April 2020
10.30 - 11.00 wib Acara Kebudayaan : Cagar Budaya Bawa Air di Karimunjawa

Selasa 14 April 2020
10.30 - 11.00 wib Acara Mantul-Matematika Manfaat Betul : Perbandingan

Rabu 15 April 2020
10.30 - 11.00 wib Acara Ronggowarsito dan Javanologi

Kamis 16 April 2020
10.30 - 11.00 wib Acara Mantul-Matematika Manfaat Betul : Phytagoras

Jumat 17 April 2020
10.30 - 11.00 wib Acara Tradisi Asli Nusantara : Ayam Betutu

Sabtu 18 April 2020
Belum ada Jadwal

Minggu 19 April 2020
Belum ada jadwal

Siswa/Siswi SMP dan Sederajat
Senin 13 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Virus

Selasa 14 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Matematika : Frekuensi dan Harapan

Rabu 15 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Noken Papua

Kamis 16 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Trigonometri

Jumat 17 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Bendera, Lambang Negara dan Pancasila

Sabtu 18 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Budaya Saya : Peninggalan Candi di Sumatera Barat

Minggu 19 April 2020
14.03-14.30 wib Acara Budaya Saya : Candi Mega di Tanah Jawa

Orang Tua dan Guru
Senin 13 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Keluarga Indonesia : Tahap Perkembangan Anak

Selasa 14 April 2020
14.30-15
.00 wib Acara Keluarga Indonesia : Mengasuh Anak Dengan Kebutuhan Khusus

Rabu 15 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Keluarga Indonesia : Tahap Perkembangan Anak

Kamis 16 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Keluarga Indonesia : Pengasuh di Era Digital

Jumat 17 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Keluarga Indonesia : Disiplin Positif

Sabtu 18 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Ragam Indonesia : Panggung Kaebauk Pekan Kebudayaan Nasional : Reog Dog Dog Temuan Somo, Oroduku Sangiran, Festival Palu Salonde

Minggu 19 April 2020
14.30-15.00 wib Acara Ragam Indonesia : Senjata Keris Desa Bawomataluo Nias Selatan, Museum Manusia Purba Sangiran.

Baca Juga : Program Merdeka Belajar : 50 Persen Dana BOS Bayar Gaji Guru Honorer Bersyarat

Menarik dari acara Program Merdeka Belajar ini oarang tua  mendapat bagian untuk menyaksikan keragaman budaya sebagaimana dalam isi siaran terjadwal.harapan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas di berlakukannya belajar dari rumah baik lewat Daring maupun siaran tv akan mendongkrak kualitas belajar para murid yang hampir 2 bulan ini sudah tidak belajar didalam kelas sekolah oleh karena adanya pandemi wabah virus corona melanda negara.

thumbnail

By On April 11, 2020

Kemendikbud menggandeng TVRI untuk program belajar dari rumah 
gambar :ilustrasi

Bidikdot.com Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menaruh perhatian khusus terhadap dunia pendidikan akibat pengaruh buruk dari wabah Corona Virus Desease (Covid-19) ditanah air. Menteri Nadiem menggandeng Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk menjadi sarana belajar saat para murid dan guru melakukan kegiatan belajarnya dari rumah.

Hal ini di katakan Nadiem Makarim saat telekonfrensi pada Kamis 9/4/2020 untuk peluncuran Program Belajar dari Rumah. Menteri Nadiem katakan bahwa Program Belajar dari Rumah merupakan upaya Kemendikbud agar terselenggaranya pendidkan secara merata saat penanganan Covid-19 di tanah air.

Baca Juga : Kasus Covid-19 Di Tanah Air Terus Naik, PSBB Solusi Final

Menteri Nadiem katakan bahwa Program Belajar dari Rumah di sajikan bagi mereka yang memiliki keterbatasan untuk akses internet di karenakan tantangan ekonomi maupun letak geografis di mana para pelajar berada. dengan program ini kiranya membuat para anak didik dapat mengejar ketertinggalan mereka saat instruksi  Pemerintah harus belajar dari rumah.

Penyebaran Covid-19 yang semakin meluas ditanah air membuat Pemerintah harus menutup Sekolah-sekolah untuk sementara waktu dan menggantinya kegiatan belajar para anak didik dari rumah dengan cara Daring (dalam jaringan- internet) maupun di luar jaringan(manual).

Program Belajar dari Rumah merupakan Program Mendikbud untuk menjawab tantangan belajar disituasi sulit akibat wabah virus corona. bahkan dengan menggandeng TVRI sebagai mitra pemerintah untuk pembangunan sumber daya manusia berkelanjutan.

Program Merdeka Belajar yang menggandeng TVRI merupakan arahan dari  Komisi X DPRRI pada rapat kerja di bulan Maret lalu. Program Belajar dari Rumah ini akan mulai di siarkan oleh TVRI pada Senin 13 April 2020 mulai pukul 08.00 wib.

Nantinya pembelajaran disajikan pada siaran TVRI lebih merujuk pada peningkatan literasi, numerasi, serta penumbuhan karakter peserta didik. sehingga orang tua pun bisa mengawasi kegiatan belajar dari pada anak tersebut.

Selanjutnya saat di mana kegiatan belajar mengajar di sekolah terhenti akibat Covid-19 maka harapan Menteri Nadiem Gotong-royong serta solidaritas bersama sebagai kunci untuk menghadapi penanganan wabah virus corona. program ini akan berjalan selama 3 bulan kedepan dan di mulai bulan April ini sampai Juni 2020 mendatang.

Menteri Nadiem juag berpesan bagi orang tua untuk dapat bersama-sama belajar, mengawasi serta mengarahkan anaknya masing-masing saat Program Belajar dari Rumah ini di terbitkan pungkasnya.Menteri Nadiem Makarim memberi pesan khusus bagi orang tua maupun siswa agar dapat bekerja sama dan dapat berkolaborasi dengan pihak lain dalam rangka penanganan Covid-19 untuk mengembalikan citra sekolah yang telah di lakukan didalam rumah.

Berikut petikan Pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim kepada Orang tua Siswa, Guru dan siswa yang kami lansir dari halaman website Kompas :

 "Kami berterima kasih atas semua bantuan, kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, dari Komisi X, mitra swasta, organisasi masyarakat, juga relawan yang bersama-sama mengambil peran dan kontribusi dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini," tutur Mendikbud. "Semangat
gotong royong yang kita miliki menunjukkan kesatuan dan kekuatan bangsa kita yang berideologi
Pancasila,” tambahnya.

Baca Juga : Program Merdeka Belajar : 50 Persen Dana BOS Bayar Gaji Guru Honorer Bersyarat

Mendikbud berharap agar para orang tua, pendidik, dan peserta didik menjaga kesehatan dan menjalankan protokol kesehatan yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Pesan saya agar baik orang tua, siswa, dan guru menjaga kesehatan masing-masing beserta keluarga sesuai protap dari Kemenkes terkait Covid-19, dan untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi agar belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah,” tutup Mendikbud.

thumbnail

By On Maret 16, 2020

Sosialisasi cuci tangan yang di lakukan SD Inpres 3/77 Papusungan menangkal 
penyebaran Covid-19 Photo : Lenny SN

Bidikdot.com Instruksi Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menutup sementara sekolah-sekolah selama 2 minggu dalam rangka mengurangi penyebaran virus corona mendapat apresiasi dari berbagai pihak mengingat kasus virus corona saat ini sangat memprihatinkan bahkan menjadi kekawatiran terhadap keselamatan manusia yang telah terjadi selama ini di berbagai negara.

Berbeda dengan sekolah yang ada di Pulau Lembeh khususnya Sekolah Dasar yang tetap mengijinkan murid-muridnya untuk datang kesekolah namun kali ini sedikit ada yang berbeda dengan aktifitas biasanya yang di lakukan kali ini para guru memberikan sosialisasi bagaimana hidup sehat agar tidak tertular dengan wabah covid-19

Baca Juga : Pemerintah Sulut  Tutup Sementara Sekolah Selama 2 Minggu

Seperti yang di lakukan oleh sala satu sekolah dasar yang ada di Kecamatan Lembeh Selatan (pulau lembeh) SD Inpres 3/77 Papusungan pada 16/3/2020. anak-anak didik di sekolah ini langsung di arahkan oleh para guru yang di pimpin langsung kepala sekolah Stan Lenny Slat M.PD bagaimana mencuci tangan yang benar menurut instruksi pemerintah lewat Kementerian Kesehatan RI.

Di ketahui bahwa pemerintah provinsi sulawesi utara pada minggu 15/3/2020 membijaki dengan meliburkan sementara sekolah-sekolah selama 2 minggu kedepan.sebagai antisipasi penyebaran covid-19 yang dengan cepat telah menyebar di berbagai daerah di tanah air.

Itu juga langsung di respon oleh Pemerintah Kota Bitung dengan meliburkan sekolah-sekolah yang ada di seluruh Kota Bitung. walaupun pada Senin 16/3/2020 terpantau hampir seluruh sekolah di pulau lembeh masih beraktifitas walau sifatnya hanya sementara.

Para orang tua menyambut positif tindakan yang di ambil oleh para guru di sekolah untuk mengsosialisasi bagaimana cara hidup sehat  agar wabah virus corona tidak muda terjangkit secara cepat sebelumnya ada kekawatiran dari para orang tua tentang penyebaran cepat covid-19 namun kelegaan itu hilang kala  pengumuman dari pemerintah meliburkan sementara sekolah-sekolah.

Ditutupnya sementara sekolah bahkan himbauan mengurangi untuk berkunjung ke pusat-pusat keramaian merupakan respon cepat pemerintah atas pengumuman yang di sampaikan oleh juru bicara kepresidenan Achmad Yurianto pada Sabtu 13/3/2020 pukul 08.15 wib yang mana sala satu WNI asal Manado di nyatakan positif terpapar covid-19.

Hal itu pun langsung di benarkan oleh pemerintah provinsi sulawesi utara dalam hal ini Gubernur Olly Dondokambey SH. Olly berharap agar masyarakat tidak panik secara berlebihan sehingga tidak menggangu setiap aktifitas yang hendak di lakukan.

Terindikasi sala satu warga kawanua terpapar covid-19 setelah bepergian dari luar negeri dan setelah kembalinya dari perjalanan luar negeri mendapat pemeriksaan kesehatan dari otoritas bandara yang ada di Jakarta  dan langsung mendapat surat rujukan pemeriksaan ke RS yang di tunjuk.

Menerima pemberitahuan dari juru bicara kepresidenan itu pemerintah provinsi sulawesi utara langsung bergerak cepat dengan mengambil kebijakan-kebijakan yang tidak merugikan semua pihak.

Dari pemberitaan media-media mainstream bahwa bukan hanya warga sipil yang terendus covid-19 namun para pejabat juga terpapar virus mematikan itu. pemberitaan pada 15/3/2020 bahwa Menteri Budi Karya Sumadi positif  terpapar covid-19 dan telah di rawat di RS PAD Jakarta.

Atas peristiwa tersebut seluruh pejabat kementerian di lingkungan istanah kepresidenan langsung memeriksakan diri untuk pengecekan terpapar atau tidaknya wabah virus corona.bagi masyarakat untuk menyikapi dengan tidak dalam kepanikan sehingga akan menggangu terhadap kesehatan tubuh

Baca Juga : Imbas Covid-19 Terhadap Kesehatan Pariwisata Daerah

Sampai informasi ini di turunkan tidak ada penambahan pasien terpapar covid-19 untuk wilayah sulawesi utara pemerintah berharap masyarakat sulut tetap berlakukan cara hidup sehat sebagimana yang telah di lakukan sosialisasi oleh pemerintah dan lembaga-lembaga terkait

thumbnail

By On Maret 15, 2020

sala satu sekolah di Kota Bitung yang akan di tutup selama 2 minggu mulai
16/3/2020 Photo : Omega Kaluando 

Bidikdot.com Imbas dari penyebaran Covid-19 yang terus terjadi di beberapa daerah di tanah air membuat beberapa kepala daerah mengambil kebijakan untuk mengurangi penyebaran virus yang telah mengkawatirkan manusia.virus yang di nyatakan oleh WHO sebagai pandemi global kini harus di hadapi oleh bangsa Indonesia yang sampai saat ini telah 96 pasien terinfeksi virus corona.

Dari daerah Pemerintah DKI Jakarta dan Solo mengambil kebijakan sejak Sabtu 13/3/2020 menutup tempat-tempat keramaian yang di anggap sebagai tempat  yang paling ideal terjangkitnya virusbcorona.tindakan Kepala daerah DKI Jakarta dan Solo di susul oleh beberapa kepala daerah yang ada di masing-masing provinsi termasuk Sulawesi Utara.

Baca Juga : Resort Diving Di Kota Bitung Mulai Kurangi Pekerjanya

Khusus Kota Manado dan sekitarnya telah mengikuti kebijakan kepala daerah lain lewat instruksi Gubernur Sulawesi Utara atas arahan Presiden Joko Widodo untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar mulai besok Senin 16 Maret 2020.

Oleh karena hari ini minggu hari libur maka sosial media menjadi sumber penyampaian yang cukup ideal atas penutupan sekolah yang di mulai pada besok 16/3/2020.belajar mengajar tetap jalan tetapi di lakukan dari dalam rumah sebagaimana petunjuk masing_masing guru.

Di Kota Bitung ada beberapa sekolah yang di tutup untuk merespon arahan dari pemerintah. namun ada beberapa sekolah yang tetap di buka. seperti Sekolah Menengah Pertama Kristen Girian.yang tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar khusus kelas 3 yang mengikuti UNBK, tegas Kepala Sekolahnya.

Kepala Sekolah SMA Kristen ST Maxi Awondatu M.PD meyampaikan bagi kelas 3 tetap melaksanakan proses belajar karena berkenan dengan mengikuti kegiatan Ujian Nasional Berskala Komputer (UNBK). dari pantauan kami dalam konfirmasi masing-masing sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar besok ternyata hanya kelas yang tidak mengikuti ujian yaitu kelas 1&2.

Bagi kelas 3 tidak ada perubahan dari penjadwalan untuk mengikuti kegiatan UNBK besok 16/3/2020. Para orang tua murid pun menyambut gembira keputusan pemerintah khususnya di Kota Bitung meliburkan sekolah secara serentak pada besok atas kekawatiran mereka sebagai orang tua terhadap penyebaran virus corona.

Gubernur Olly Dondokambey mengharapkan kepada seluruh masyarakat yang ada di Sulawesi Utara untuk tidak panik terhadap informasi penyebaran virus corona yang telah masuk sulut khususnya di Kota Manado. ia menambahkan agar siapa saja tidak membuat informasi yang meresahkan publik apalagi mengenai postingan di media sosial, semua warga harus mengikuti informasi resmi dari pemerintah.tegasnya.

Penutupan sekolah yang di lakukan oleh pemerintah provinsi sulawesi utara akan di mulai pada besok 16/3/2020 sampai tanggal 30 Maret 2020.sehingga tidak menjadi pleuang bagi para siswa untuk lebih banyak bermain tetapi tetap belajar seperti biasa hanya saja itu di lakukan di dalam rumah.

Pada Sabtu 13/3/2020 pukul 20.15 juru bicara kepresidenan Achmad Yurianto menyampaikan dalam konprensi pers terhadap pantauan terkini pemerintah atas penyebaran virus corona menyebutkan bahwa Manado memiliki pasien yang di nyatakan positif virus corona bukan hanya di Manado di beberapa daerah lain seperti pontianak turut ikut terkena virus corlna walau tidak di sebut identitas mereka.

Atas informasi itulah pemerintah Sulawesi Utara langsung bergerak cepat dengan mengambil kebijakan menutup kegiatan belajar mengajar mulai besok 16/3/2020 walau tidak merubah jadwal UNBK yang ada di beberapa sekolah tersebar di seluruh sulawesi utara.

Bahkan lewat rumah-rumah ibadah di gereja hari ini menyampaikan seruan untuk dapat menghindari tempat-tempat di mana secara cepat terjadinya penyebaran virus corona.bahkan kontak secara langsung "jabat tangan" menjadi sorotan saat selesai beribadah di gereja.

Baca Juga : Harga Masker Meroket Pengusah Kesabet Durin Runtu

Memang ada yang sedikit pro kontra dengan beberapa poin himbauan di dalam gereja hari ini namun semua yang di lakukan untuk kebaikan bersama atas wabah virus yang melanda dunia.harapan dari kebijakan yang di ambil pemerintah agar meminimalisir penyebaran wabah virus corona agar tidak secara cepat terkontaminasi antara satu dengan yang lain.

thumbnail

By On Februari 12, 2020

Guru honorer bersyarat terima dana Bos 50 persen dalam program 
merdeka belajar jilid 3 oleh Kemendikbud

Bidikdot.com - Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di bawa pemerintahan Presiden Joko Widodo melakukan pembenahan-pembenahan terhadap kemajuan pendidikan nasional bukan hanya secara fisik infrastruktur namun perhatian terhadap kesejahteraan guru  apalagi para guru honorer menjadi prioritas  pemerintah di Tahun Anggaran 2020.

Pertemuan  Mendikbud, Mendagri, Menkeu di kantor Kementerian Keuangan pada Senin 10/2/2020 membahas tentang kesejahteraan para guru honorer lewat kebijakan program merdeka belajar jilid 3 dan menetapkan bahwa 50 persen anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembayaran guru honorer.

Baca Juga : Sekolah Wajib Mengumumkan Dana Bos di Tempat Terbuka-
Ini Alasannya

Dari keputusan tersebut guru honorer yang mendapat bayaran gaji dari alokasi dana BOS harus memiliki beberapa persyaratan seperti memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), belum memiliki sertifikat pendidik dan tercatat di data pokok pendidikan (DAPODIK) pada 31/12/2020.

sumber: https://www.kemdikbud.go.id/

Dengan demikian bagi guru honorer yang belum memenuhi persyaratan yang di sebutkan di atas belum bisa menerima dana bantuan tersebut.Mendikbud menyatakan bahwa penggunaan dana BOS tahun 2020 ini prinsipnya adalah fleksibilitas dan otonomi untuk kesejahteraan para guru honorer

Menteri Nadiem mengungkapkan bahwa kebutuhan sekolah di Indonesia dari segi kebutuhan berbeda dengan kebutuhan sekolah lainnya sehingga di perlukan fleksibilitas dari penggunaan dana BOS.

Dalam pernyataannya di Kantor Keuangan Menteri Nadiem mengatakan bahwa yang lebih tahu kebutuhan sekolah adalah kepala sekolah dan para guru sehingga di butuhkan fleksibilitas Kemendibud tidak dapat mengurai satu demi satu kebutuhan seluruh sekolah di tanah air sebab ada 130 ribu sekolah yang masuk daftar bantuan dana BOS.

Sebelumnya pembayaran gaji guru honorer di petakan 15 persen untuk guru di sekolah negeri dan 30 persen untuk sekolah swasta.kini mendikbud menaruh perhatian untuk kesejahteraan para guru tersebut dengan memberikan setengah dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah.

Tentu ini adalah kabar menggembirakan bagi para guru honorer yang tersebar di seluruh Indonesia sebab dedikasi serta pengabdian yang di berikan oleh mereka di sekolah terkadang tidak di imbangi dengan gaji yang terima.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan APBN untuk BOS di TA 2020 berjumlah 53.31 Triliun naik 0.03 persendari tahun 2019. penggunaan dana BOS meliputi kegiatan sekolah, alat  embelajaran, pengembangan sarana prasarana sekolah, pembayaran guru honorer dan lain.lain.

Baca Juga : 5 Wisata Unggulan Pulau Lembeh Patut Anda Eksplor

Dana BOS di berikan di tentukan dengan banyaknya siswa dan di salurkan lewat Pemerintah Privinsi melaluli transfer daerah. ini adalah langka awal dari Kemendikbud memberikan kesejahteraan bagi guru honorer yang memang layak di berikan dan yang paling mengetahui siapa yang layak menerima adalah kepala sekolah sehingga di berikan otonomi bagi kepala sekolah, ungkap sang menteri.

thumbnail

By On Februari 12, 2020

Mendikbud Nadiem Makarin berharap penggunaan dana BOS  di lakukan 
secara bertanggung jawab dan penuh transparansi photo : merdeka.com

Bidikdot.com Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional memperketat kontrol terhadap penyaluran/penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) TA 2020  di mana menurut Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim tahun anggaran 2019 respon pelaporan pengumuman BOS dari pihak sekolah sangat minim dan dari evaluasi Kementerian Pendidikan hanya sekitar 53 persen
sekolah di seluruh indonesia yang melaporkan penggunaan anggaran tersebut.

Di kutip dari halaman website kementerian pendidikan kemdikbud.go.id bahwa pihaknya akan melakukan kontrol keseluruh sekolah lewat laporan yang nantinya akan di terima dari pihak sekolah dan pembentukan tim pengawasan atas penggunaan dana yang di maksud

Baca Juga : Program Merdeka Belajar 50 Persen Bayar Gaji Guru Honorer
Bersyarat

Menurut Menteri Nadiem Anwar Makarim Fleksibel dan otonomi sudah di berikan secara terbuka kepada pihak sekolah untuk mengelolah dengan baik pencairan dana BOS itu. sehingga tidak ada alasan dari pihak sekolah untuk tidak  akan melaporkan penggunaannya.

Tahun anggaran 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berharap bahwa laporan dari pihak sekolah di seluruh Indonesia dapat di terima 100%. menteri berharap bahwa laporan dari pihak sekolah dapat di buat se akurat mungkin sehingga akan menjadi bahan audit serta evaluasi untuk peningkatan kemajuan pendidikan nasional dan pendanaan selanjutnya.

Maka dengan itu transparansi dan tanggung jawab perlu untuk di lakukan oleh pihak sekolah dalam penggunaan dana BOS sehingga semua pihak termasuk orang tua dapat melakukan kontrol atas dana yang telah di terima.

Sebagaimana yang di harapkan oleh pihak Kemendikbud bahwa laporan pihak sekolah bukan hanya di lihat oleh Kementerian saja namun masyarakat pun harus mengetahui lapaoran-laporan apa saja yang di berikan sekolah sehubungan dengan penggunaan anggaran dana yang di maksud.

Untuk laporan penggunaan dana BOS wajib di publikasikan oleh sekolah di  papan informasi sekolah maupun di tempat-tempat yang mudah di akses  masyarakat sebagai transparansi pihak sekolah atas penggunaan dana BOS.

Di ketahui sebelumnya bahwa pencairan dana BOS di lakukan sebanyak 4 kali namun untuk TA 2020 anggaran tersebut di cairkan lebih cepat yaitu 3 kali di sepanjang tahun 2020 ini.. dalam sesi pertemuan bersama antara Mendikbud, Menkeu dan Mendagri Tito Karnavian pada Senin 10/2/2020 menyampaikan bahwa para kepala sekolah dapat mengelolah anggaran tersebut agar tidak
di sala gunakan ungkapnya.

Berikut pernyataan Tito Karnavian yang kami lansir dari website Kemendikbud “Sebagai pembina dan pengawas, kita tahu bahwa 130 ribu (sekolah) mengawasi dan membinanya tidak gampang. Apalagi anggarannya cukup besar. Kita berharap  teman-teman, kepala sekolah, lebih otonomi dan fleksibel dalam mengelola  anggarannya, tapi juga kemudian tidak sampai terjadi 
penyalahgunaan,” tegas Tito Karnavian

Demikian juga pernyataan dari Mendikbud Nadiem Anwar Makarim bahwa semakin sekolah di beri kebebasan maka perlu di ikuti dengan transparansi yang bertanggung jawab "Semakin banyak diberikan kebebasan dalam alokasi penggunaannya, harus semakin tinggi transparansi dan akuntabilitasnya,” ujarnya.

Maka dengan itu tidak ada alasan lagi bagi sekolah untuk kongkalingkong terhadap dana BOS sebab masyarakat juga akan menjadi kontrol dari luar atas dana bantuan untuk kesejahteraan pendidikan di tanah air.

thumbnail

By On Juli 10, 2019

Hari Pertama Antar Anak ke Sekolah/ilustrasi photo

Bidikdot - Pendidikan Hari pertama antar anak kesekolah sangat di respon dengan baik oleh para orang tua yang memiliki anak sekolah mulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai ke tingkat sekolah menengah atas bahkan sederajat.

terlihat dari pantauan bidikdot pada kemarin 10/7/2019 di sejumlah tempat di Kota Bitung khususnya di Pulau Lembeh para orang tua dengan antusias mengantar anaknya kesekolah bahkan ada yang rela menunggu sampai jam selesai kegiatan di sekolah.

Baca Juga : Kota Bitung Tidak ada Sekolah Favorit Lagi

Pada hari pertama buka sekolah memang belum ada kegiatan proses belajar mengajar yang di lakukan sebagaimana biasanya namun keikut sertaan orang tua dalam melihat langsung keberadaan anak didalam sekolah sangat berpengaruh terhadap keterlibatan orang tua secara moril dan materil untuk memiliki tanggung jawab kelangsungan pendidikan anak tersebut.

beberapa agenda yang di sampaikan oleh pihak sekolah adalah mengenai bagaimana peraturan serta syarat yang harus di taati oleh para anak didik nantinya bila kegiatan belajar mengajar sudah berjalan secara normal.

secara nasional memang buka sekolah nanti pada senin 15/7/2019 namun beberapa  sekolah sudah mendahuluinya dengan kegiatan secara administratif sekaligus memperkenalkan secara dini kepada anak-anak sekolah khususnya yang baru masuk dan berstatus sebagai siswa dan siswi yang baru, bagaimana nantinya kegiatan sekolah akan di laksanakan.

Baca Juga : Logiskah Pendidikan Agama di Hilangkan dari Sekolah 

bagi orang tua mengantar anak kesekolah merupakan kesenangan tersendiri selain melihat langsung bagaimana perilaku anaknya dalam beradaptasi dengan suasana baru di lingkungan sekolanya, namun bagi beberapa orang tua itu adalah kesempatan untuk bernostalgia saat masa-masa sekolah dulu
ungkap sala seorang ibu yang dengan bahagianya sharing dengan kami.

thumbnail

By On Juli 05, 2019

Logiskah Pendidikan Agama di Hilangkan Dari Sekolah /photo makassartoday

Bidikdot - Pedidikan Wacana Pendidikan Agama di Hilangkan Dari Sekolah sangat tidak masuk akal dan bertentangan dengan Pancasila khususnya sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. apa jadinya disekolah jika tidak ada Pendidikan agama pasti moral anak didik disekolah tidak akan terbentuk.

Wacana ini muncul dari seorang pengusaha yang bernama Darmono yang juga sebagai praktisi pendidikan dan kebudayaan di sela-sela beda bukunya yang ke-5 dengan judul Bringing Civilizatios Together di jakarta pada Kamis 4/7/2019.

"Mengapa agama sering menjadi alat politik? Karena agama dimasukkan dalam kurikulum pendidikan. di sekolah, siswa dibedakan ketika menerima mata  pelajaran (mapel) agama. Akhirnya mereka merasa kalau mereka itu berbeda,"  ungkap Darmono sebagaimana yang di kutip dari halaman Gelora News.


sebab jika melihat dari yang sudah terjadi terhadap dunia pendidikan yang  menurut Darmono sudah dipolitisasi dan sekolah sudah menciptakan perpecahan dikalangan Siswa.mestinya siswa tidak perlu di pisahkan karena beda agama. jika demikian seharusnya mata pelajaran agama di tiadakan.

Menurut Darmono mapel agama dapat di ganti dengan budi pekerti dan perlu  diperkuat sehingga membangun toleransi antar siswa lebih di kedepankan serta nilai kebinekaan makin kuat dan terjaga tandas Chaiman PT Jababeka Tbk itu.

Darmono mengatakan bahwa Siswa harus menghargai satu dengan yang lain sebab mereka hidup ditengah keberagaman dan nilai budaya bukan agama yang menyatukan bangsa Indonesia melainkan budaya.

sebab terlihat dan mulai dirasakan bahwa agama sudah di jadikan politik identitas dan menjurus pada terpicunya radikalisme jika negara hancur karena radikalisme  belum tentu negara lain yang seagama akan menerima kita.kalau negara ini hancur yang rugi kita sendiri 

lanjut Setyono Djuandi Darmono yang di sapa akrab dengan panggilan S.D ini berharap bahwa seluruh komponen bangsa harus menjaga negara dari politik identitas (agama).agar tidak hancur.


ia pun berharap kedepannya Presden Joko Widodo dapat meniadakan mata pelajaran agama di sekolah.tandansya. Menurut Darmono pendidikan agama menjadi tanggung jawab para orang tua
dan guru agama masing-masing bukan didalam sekolah melainkan di luar  sekolah seperti di masjid, gereja, wihara, pura dan lainnya.

Menanggapai pernyataan yang di sampaikan oleh Darmono masyarakat pun memberikan pendapat yang berseberangan dengan apa yang di sampaikan praktisi pendidikan itu.

Bahkan didunia maya hastag menolak pernyataan dari Darmono ini ramai di tampilkan sala satunya komentar seorang netizen berkata jika pendidikan agama ditiadakan dari sekolah maka sila pertama dari Pancasila Ketuhanan yang Maha Esa harus dihilangkan.


semoga pernyataan-pernyataan ini tidak akan menjadi benturan terhadap pembangunan akhlak serta moral anak bangsa kedepannya untuk Indonesia yang sejahtera adil dan makmur (as).

thumbnail

By On Juni 23, 2019

Photo Tanza Dona Pertiwi

Bidikdot -Pendidkan Dari sekian anak-anak jaman now jarang dapat memiliki prinsip bertahan dari segalah keterbatasan di saat menjalankan studi di perguruan tinggi sebab banyak lebih memilih menjalankan proses masa kuliahnya dengan tidak mau ada kesulitan apalagi menyangkut kebutuhan materi setiap hari.

Sehingga tidak sedikit juga yang gagal dari prisnsip studi demikian dalam hal minder, gengsi, malu berbuat lebih untuk di lihat orang banyak dan lain-lain dari objek berpikir dan bertindak para pelajar lebih terarah pada materi untuk kesenangan ketimbang serius untuk menuntut ilmu dan membanggakan orang tua.

Hal demikian tidak berlaku bagi Tanza Dona Pertiwi anak seorang buruh bangunan dari Pacitan Jawa Timur yang berhasil menyelesaikan studinya di STIE Perbanas Surabaya pada Program S1 yang di Wisuda 23/6/2019.

Baca Juga : Ivander Jonathan Maestro Fisika Dunia

Tanza sangat terharu ketika mengikuti proses wisuda sambil mengingat apa yang di perjuangkan selama kulianya sambil meneteskan air mata.

"Enggak pernah menyangka bisa jadi wisudawan terbaik Ekonomi Syariah. Saya  juga enggak nyangka bisa kuliah di sini dengan kondisi kami serba kekurangan  dengan bapak tukang bangunan, ibu cuma petani," kata Tanza peraih  IPK 3,68 ini.

Tanza pun bercerita tentang keluarganya ayahnya Kardiono seorang pekerja buruh bangunan dan ibunya Suratun kesehariaanya sebagai petani.'Kalau mau  mencapai cita-cita harus mengabaikan sifat minder dan gengsi,'' kata Tanza. sebagaimana di kutip dari halaman Kumparan.

3.5 tahun berkuliah Tanza mendapat beasiswa penuh dari kampus.meski tak memiliki komputer bukan menjadi penghalang bagi wanita yang kini sudah bekerja di sala satu bank swasta ini untuk giat menuntu ilmu.Tanza mendapat bantuan pinjaman laptop dari temannya sehingga tugas-tugas dapat selesai.

Selama menjalankan kuliah Tanza meraih beberapa prestasi meraih Pendanaan Hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2019, Esaay Competition di  Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya mendapat Juara 1, dan Bussines Plan Competition oleh FISIP UNAIR Juara 3 serta Best Desk Evaluation PKM Internal STIE Perbanas Surabaya.bahkan bersama teman-temannya mebuat sebuat produk inovasi sereal dari biji mangga untuk mengobati Diare.

"Motivasi terbesar saya adalah mengangkat derajat orang tua saya dan menjadi
manusia lebih dari sebelumnya "ungkap Tanza kepada tim Basra(berita anak-
surabaya). 

thumbnail

By On Juni 21, 2019

Photo Ilustrasi PPDB

Bidikdot - Pendidikan Polemik terhadap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terjadi di beberapa daerah seperti Bandung, Surabaya, Medan Jakarta sangat di keluhkan oleh orang tua murid calon siswa sehubungan penerapan Zonasi

begitu juga dengan status Sekolah yang di anggap oleh para calon Siswa yang akan mendaftar sebagai Sekolah Favorit di batasi jumlah penerimaannya sebab tidak akan melebihi kouta penerimaan yang sebelumnya sudah di tentukan oleh pihak sekolah.

Dari daerah khususnya di Kota Bitung Sulawesi Utara sejauh ini penerapan zonasi tidak bermasalah, sebab untuk zonasi hanya di berlakukan bagi sekolah negeri ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung Julius Ondang.

Baca Juga : Ivander Jonathan Maestro Fisiska Sedunia

"Prinsipnya dalam Permendikbud tidak mengatakan untuk sekolah Swasta"ujar mantan guru yang pernah berprestasi di tingkat nasional tersebut.

"Zonasi harus dilaksanakan, sebab di Bitung tidak ada lagi Sekolah Favorit, malahan yang sering mendapat olimpiade-olimpiade sekarang dari sekolah kecil dari pada sekolah besar" sebagaimana yang di kutip dari halaman manadopostonline Kamis 20/6/2019.

Ondang menambahkan bahwa sekarang tidak ada alasan untuk melanggar perintah zonasi "Tetapi untuk PPDB juga ada peluang 5 persen untuk siswa yang berprestasi dan 5 persen untuk siswa yang orang tuanya pindah tugas," imbuhnya.dan untuk Kota Bitung PPDB di buka sampai 29 Juni 2019.

thumbnail

By On Juni 15, 2019

Gambar Pribadi Jonathan 

Bidikpendidikan - Merah Putih kembali di harumkan di daratan Eropa oleh seorang Siswa yang bernama Ivander Jonathan Marella Waskito pada ajang lomba Fisika Sedunia yang di laksanakan di Eropa tepatnya di negara Latvia kota Riga.

Siswa SMA Mawar Sharon Christian Surabaya ini, mengalahkan 250 Peserta dari 35 Negara yang turut ambil bagian dalam European Physics Olympiad (Eupho) 2019.

Olympiade Fisika sedunia ini di laksanakan pada tanggal 30 mei s/d 4 Juni 2019.Ivander mengalahkan para siswa-siswa SMA yang sudah terkenal sebelumnya di materi mata pelajaran Fisika seperti Rusia, Singapura, dan Amerika serta China.

ada 5 siswa SMA yang ikut dalam ajang ini yaitu Yuwanza Ramadhan dari SMA Negeri 1 Depok, Nixon Widjaja dari SMAK IPEKA Plus Tanggerang Gusti Putu Surya Govinda dari SMA Kesatuan Bangsa dan Daffa Fathani dari SMAN 8 Jakarta.

Baca Juga : Melihat Lebih Dekat apa itu Bidikmisi

dalam kompetisi ini ada dua tahapan yang harus di lalui para peserta yaitu Fisika eksperimental dan Fisika Teoritis dan waktu yang di berikan hanya 5 jam.

"Indonesia memang baru pertama kali ikut kompetisi fisika tingkat Eropa. dan tesnya pun sangat berbeda dengan level Asia. Itu yang sempat membuat  kita kaget pas tahu soal-soalnya," kata Ivander kepada Basra, Jumat (14/6)  sebagaimana yang di kutip dari halaman Kumparan.com

"Soalnya memang cuma tiga tapi sangat menguras pikiran. Puji Tuhan, kita bisa menyelesaikannya dengan baik," ungkap Ivander Indonesia sendiri membawa 5 medali di antaranya untuk medali Emas
disabet oleh Ivander Jonathan sedangkan medali perak di raih oleh Yuwanza Ramadhan dari SMA Negeri 1 Depok, Nixon Widjaja dari SMAK IPEKA Plus Tangerang dan medali Perunggu di raih oleh Gusti Putu Surya Govinda dari SMA Kesatuan Bangsa dan Daffa Fathani dari SMAN 8 Jakarta.

Bagi Ivander ini adalah medali yang ke 4 di tahun 2019  yang di raihnya pada European Physics Olympad.yang sebelumnya tahun 2015 di Korea Selatan, 2018 di Medan dan 2019 di Adeleide Autralia.

Jika melihat prestasi yang sudah di torehkan oleh Ivander untuk Indonesia layaklah dia disebut sebagai Maestro Fisika sedunia. Anak kedua dari tiga bersaudara ini rencananya akan melanjutkan
pendidikannya di Singapura."Rencananya kuliah di Singapura ambil jurusan computer engineering,"ungkapnya pada kumparan 14/6.

thumbnail

By On Juni 10, 2019

Pembukaan Pendaftaran SBMPTN masih menjadi solusi masuk perguruan tinggi
gambar ilustrasi

Bidikdot - Pendidikan Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 di buka hari ini 10 Juni 2019 pada pukul 13.00 wib dan berakhir pada 24 Juni mendatang.

Dari informasi yang di rilis oleh CNN Indonesia bahwa pendaftaran di lakukan secara online lewat website resmi dari sbmptn Ketua Lembaga Tes Perguruan Tinggi (LTMPT) Ravik Karsidi menyampaikan sebagaimana yang di kutip dari  Antara News

"Kami harapkan kepada para calon pendaftar agar memperhatikan secara teliti dan cermat semua ketentuan persyaratan dan tahapan pendaftaran SBMPTN 2019 yang dapat dilihat pada laman https://sbmptn.ltmpt.ac.id,"


Menurut Keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  (Permenristekdikti)  Nomor 60 Tahun 2018, kuota yang tersedia di setiap program studi bagi para calon mahasiswa yang akan ikut SBMPTN di tetapkan kurang lebih 40% dari daya tampung program studi di Perguruan Tinggi Negeri
(PTN)

Menurut Ravik mengenai pertimbangan, program studi dan daya tampung PTN 2019 serta jumlah peminat PTN pada tahun 2018 lalu dapat di lihat di website https://sbmptn.ltmpt.ac.id.

Bagi pelamar program Bidikmisi harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana prosedur pendaftaran dan itu bisa di cek di https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id.

dan untuk peserta calon penerima beasiswa bidikmisi yang telah di nyatakan lulus SNMPTN 2019 serta non-bidikmisi yang di nyatakan lulus SNMPTN tidak di perbolehkan lagi mendaftar SBMPTN.

Bagi masyarakat khususnya lagi para calon SBMPTN 2019 Ravik menghimbau bahwa LTMPT tidak melakukan kerjasama dari pihak manapun pada SBMPTN 2019  ini jadi semua proses maupun prosedur SBMPTN dapat di lihat https://sbmptn.ac.idbaik mengenai perubahan dalam
ketentuan informasinya harus di cek di web resmi.

SNMPTN merupakan seleksi Akademik yang prosesnya menggunakan prestasi akademik pada jenjang SMA maupun sederajat, dan untuk SBMPTN dilaksanakan melalui ujian keahlian dasar dan potensi akademik secara tertulis dan di lakukan secara bersama atau serentak.

thumbnail

By On Mei 24, 2019


Bidikdot.com - Pendidikan, BidikMisi adalah sebuah program pemerintah di dalam membantu masyarakat untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaima yang tertera pada UUD 1945.program ini di khususkan bagi para mahasiswa yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan di tingkat perkuliahan.

Program ini di kelolah oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi calon mahasiswa yang kurang mampu tetapi memiliki kopetensi dalam pendidikan secara akdemik untuk menempuh pendidikan lanjutan di perguruan tinggi dengan program unggulan sampai mendapatkan gelar sarjana.

Program Bidik Misi ini di mulai sejak tahun 2010 sampai sekarang ini sebab program ini sangat membantu masyarakat khususnya bagi anak-anak yang kurang mampu tetapi ingin melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi

Bantuan Pendidikan ini di berikan mulai kepada calon mahasiswa yang dinyatakan di terima masuk dalam perguruan tinggi selama 8 semsester untuk di ploma IV dan S1serta selama 6 semester untuk Diploma III (D3)

Tujuan dilaksanakannya program bidik misi ini untuk memberi kesempatan belajar bagi siswa di perguruan tinggi bagi mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki kemampuan secara akademik artinya memiliki prestasi di atas rata-rata.

pemberian bantuan biaya kepada mahasiswa sampai mereka selesai dalam perkuliahan dengan memenuhi persyaratan yang sudah di tentukan oleh pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan lewat program diploma maupun sarjana.

Sasaran program BidikMisi ini buat lulusan SMA/SMK/MA/MAK maupun yang sederajat yang tidak mampu secara ekonomi namun memiliki prestasi secara akademik'

Penyelenggara program Bidik Misi ini adalah dari seluruh Perguruan Tinggi maupun Swasta yang di pilih di bawah naungan Kementerian Riset dan Teknologi dan pendidikan tinggi.pada Jadwal BidikMisi Tahun 2019 masyarakat maupun calon mahasiswa dapat mengkonfirmasi sebelumnya kepada dinas pendidikan di daerah setempat.

Didalam menjalankan program pendidikan ini pemerintah memiliki Sistem Penyaluran Bidikmisi khususnya buat para calon mahasiswa yang akan mendaftar  sebagai peserta dari program yang akan di jalankan.jadi perlu ada cek dan ricek sebelum melakukan pendaftaran terhadap program pemerintah yang sangat membantu ini.semoga bermanfaat

Sumber : bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *