HEADLINE NEWS

Iklan

Gerai Indomaret Lembeh Segera Beroperasi

By On 21.57

 

Foto Indomaret di Ruko Pateten Bitung oleh bidikdot September 2021

Lembeh - Jaringan retail waralaba dari PT Indomarco Prismatama atau akrab disebut Indomaret akan segera membuka cabangnya di Pulau Lembeh didua Kecamatan yakni Lembeh Utara dan Lembeh Selatan.


Dalam waktu dekat ini gerai Indomaret di Kelurahan Papusungan (lembeh selatan) akan segera beroperasi karena pembangunannya hampir akan selesai.

Baca Juga: Dermaga Penyeberangan Lembeh Pulau Abadi Jadi Solusi Cepat Ke Daratan Bitung

Keterangan yang saya dapatkan dari beberapa karyawan Indomaret asal Pintukota bahwa hari ini 27/9/2021 mereka akan merampungkan barang-barang dari gudang utama yang datang dari Kota Bitung.


Dan jika tidak ada halangan maka pekan depan  minimarket milik Salim Group tersebut akan segera di operasikan tutur Hendra karyawan yang bertugas di Indomaret Kecamatan Aertembaga.


Sebelumnya lewat Pemerintah Kota Bitung telah menyepakati persetujuan bersama dengan pihak Indomaret bahwa akan di bangun dua titik gerai dimasing-masing kecamatan.


Lembeh Selatan letaknya di Kelurahan Papusungan dan Lembeh Utara letaknya di Kelurahan Mawali, tetapi yang baru selesai pengerjaannya adalah gerai belanja di Papusungan.


Ini merupakan kabar baik bagi para anak muda di Lembeh khususnya di Kelurahan Papusungan yang belum mendapatkan pekerjaan sebab tentunya kehadiran dari mini market ini akan membuka lapangan kerja tentu dengan persyaratan yang berlaku.


Beberapa masyarakat yang mendengar kabar bahwa gerai Indomaret di Papusungan akan segera dibuka menyambut gembira karena tidak akan lagi ke daratan kota mencari keperluan yang tidak tersedia di kios-kios masyarakat.


Meski begitu ada juga masyarakat yang merasa was-was hadirnya minimarket modern tersebut, karena akan merasa di saingi seperti kata ibu vita penjual kios mini di Pintukota "bagus-bagus no ada swalayan kecil di lembeh, mar bagimana deng torang pedagang kecil bagini". tuturnya


Tentu hal ini perlu disikapi dengan bijaksana oleh masyarakat sebab tidak semua juga disedaikan oleh swalayan sebab barang ritel yang mereka jual adalah komponen tetap dan berstandar khusus.


Anda tidak bisa membeli beras atau gula enceran per liter di Indomaret anda juga tidak bisa membeli telur perbutir semua sudah di kemas dalam paket  bungkusan.


Sedangkan di warung-warung warga hal yang dimaksudkan tadi tersedia secara ekonomis bahkan juga anda bisa kredit, sedangkan di minimarket tidak bisa kredit harus bayar di tempat.

Baca Juga: Pantai Buniang Wisata Tersembunyi Pulau Lembeh Kurang diKetahui Publik

Jadi kesimpulannya sebenarnya tidak perlu masyarakat takut dengan persaingan bisnis sebab semua ada mines plusnya dari masing-masing yang menjalankan usahanya.


deny/BDC

Lembeh Utara Sabet Juara 2 Cooking Competition Bitung Tuna Fest 2021

By On 21.54

 

Elvina dan Metha di Bitung Tuna Fest 2021 gambar editing by bidikdot


Bidikdotcom - Pemerintah Kota Bitung gencar-gencarnya mempromosikan pariwisata daerahnya agar mampu bersaing dengan daerah lainnya.

 

Dibawa kepemimpinan Walikota Ir.Maurits Mantiri dan Wakil Walikota Hengki Honandar perlahan tapi pasti kota yang disebut dengan kota cakalang ini terus berbenah.


Salah satunya memperkenalkan pada masyarakat nusantara bahkan regional bahwa daerah di ujung pulau Sulawesi ini memiliki komoditi laut andalan yakni Ikan Tuna.


Sebetulnya ada dua jenis ikan populer sejak puluhan tahun silam yakni Cakalang dan Tuna hanya saja Tuna lebih unggul karena telah masuk pasar ekspor.


Itulah sebabnya pemerintah memilih varian Ikan Tuna di perkenalkan pada publik Indonesia khususnya di Sulawesi Utara sebagai salah satu olahan unggulan dikota dengan 8 kecamatan ini.


Alasan inilah kemudian lewat Tim Penggerak Kota Bitung melaksanakan iven bertajuk Bitung Tuna Fest 2021 secara virtual pada 26/8/2021.


Kompetisi memasak memakai bahan dasar Ikan Tuna mendapat respon sangat positif oleh masyarakat Kota Bitung dan dari 8 kecamatan seluruhnya memilik utusan.


Acara cocoking competition dimulai pada pukul 10.00 wita dan disiarkan secara live lewat akun resmi facebook dan youtube pemkot Bitung.


Meski dengan penerapan protokol kesehatan ketat dimasing-masing station tetapi peserta mampu menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


Sementara perwakilan Kecamatan Lembeh Utara lewat peserta Elvina Pananggung dan Metha Seran  berhasil menyabet gelar Juara 2 dalam turnamen tersebut.


Keduanya berasal dari Kelurahan Batukota tepatnya di Pintukota Kecil yang dijadikan sebagai destinasi desa wisata terpilih tahun 2018 lalu oleh Pemkot Bitung.


Apresiasi pun mengalir dari kalangan masyarakat bahwa iven kontes memasak dengan mempromosikan sumber alam lokal merupakan sebuah sinyal kemajuan daerahnya lewat ekonomi kreatif para pelaku UMKM.


Tidak sampai disitu pada hari yang sama pukul 19.00 wita Walikota Maurits Mantiri melaunching iven Festival Pesona Selat Lembeh 2021 yang juga akan dilaksanakan secara virtual.


Tentu ini akan membuat geliat ekonomi masyarakat bangkit meski ditengah pandemi sebab hampir dua tahun ini efek dari wabah penyakit telah menyeret penghasilan warga Kota Bitung di titik yang paling suram bahkan secara umum di Indonesia.


deny/BDC

Pantai Buniang Wisata Tersembunyi Pulau Lembeh Kurang di Ketahui Publik

By On 22.20

 

Foto Pantai Buniang Agustus 2021 oleh deni's


Bidikdotcom - Pulau Lembeh memiliki beberapa tempat wisata yang bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar apalagi bicara pantainya.


Tidak kalah menariknya dengan tempat wisata di Sulawesi Utara secara umum Pulau Lembeh juga punya area liburan pantai yang mengasyikan dan bisa membuat  pengunjung berlama-lama menikmatinya.


Salah satunya adalah Pantai Buniang, dalam bahasa daerah Sangihe bermakna "sembunyi" atau tersembunyi. Itulah kenapa hingga hari ini masyarakat sekitar menyebutnya Buniang karena memang pantainya sangat tersembunyi dan jauh dari jangkauan masyarakat umum.


Pantai ini menyimpan pesona alam cukup luar biasa dan kenyamanan para pengunjung meskipun diakui area pantai ini belum terkelola dengan baik sehingga tidak ada penginapan tersedia.


Pantai Buniang dapat dijadikan tujuan wisata keluarga untuk liburan harian karena memiliki air yang sangat jernih dan tidak kotor dengan suasana yang cukup asri.


Lokasi pantai ini bertempat di Kelurahan Pintukota Kecamatan Lembeh Utara di Kota Bitung yang bisa dicapai selama 30 menit dari jalan aspal belakang lingkar Lembeh di Pintukota Besar.


Untuk mencapai lokasi pantai anda harus melalui track jalan kaki yang sedikit turun gunung tapi yang punya motor trail atau sejenisnya bisa mencapainya tanpa jalan kaki.


Pantai Buniang sebetulnya menjadi ikon rekreasi masyarakat kelurahan Pintukota sejak lama tetapi karena jarak yang cukup jauh dan mengharuskan mereka jalan kaki maka banyak warganya enggan ke pantai ini lagi karena alasan kelelahan.


Dengan lokasi tersebunyi membuat pantai Buniang kurang diketahui masyarakat luas apalagi yang ada diseputaran Kota Bitung karena tidak ada akses yang menunjang untuk mencapai area ini.


Tahun 2014 silam pemerintah kelurahan Pintukota merintis jalan menuju pantai ini. dan tahun 2016 pengerjaan jalan dibuat tetapi hanya sekedar dalam bentuk merintis saja supaya terlihat sudah ada akses untuk sampai kepantai.


Aspalnya pun hanya berjarak tiga puluh meter dari badan jalan lingkar lembeh (jalan utama).


Bahkan hari ini jalan tersebut sudah sangat parah untuk dilewati dan akan membahayakan pengendara bila memaksakan diri membawa kendaraan kepantai.


Pantai Buniang sangat eksotis bila dijadikan wisata rekreasi atau sekedar bersantai sebab memiliki kenyamanan untuk berenang karena dihalangi dengan batu karang yang luas didepannya sebagai pengaman terhubung ke laut lepas kecuali pada musim-musim angin selatan.


Selain itu bila area ini  memiliki akses jalan akan memberikan penghasilan bagi masyarakat yang punya tanah disekitar pantai tersebut untuk dibangun usaha. 


Beberapa masyarakat pun punya harapan agar sesegera ada projek jalan untuk membantu mereka bisa memanfaatkan pantai sebagai lahan usaha untuk ekonomi kedepan.


Tidak hanya Pantai Buniang menyisihkan pemandangan eloknya tetapi Pantai Salise di Keluruhan Lirang dan Pantai Pasir Itang di Kelurahan Gunung Woka bukti bahwa Pulau Lembeh memiliki area wisata yang cukup menarik, 


hanya saja alasan tadi yang membuat area ini sulit untuk diakses yakni tidak ada jalan layak mencapainya.


Kiranya kedepannya dalam hal ini pemerintah Kelurahan Pintukota dapat mengusulkan pada pemerintah Kota Bitung untuk dapat membuat jalan yang terhubung ke pantai Buniang.


deny/BDC

Dermaga Penyeberangan Lembeh Pulau Abadi Jadi Solusi Cepat Ke Daratan Bitung

By On 19.55

 

Foto Dermaga Perjuangan Pulau Abadi - bidikdot


Bidikdotcom - Menjawab kebutuhan masyarakat dalam mengakses transportasi cepat, kelompok pemilik perahu taksi Papusungan-Ruko menginisiasi untuk membuat satu tambahan dermaga yang bertempat di Pulau Abadi Kelurahan Papusungan.


Sebelumnya masyarakat Pulau Lembeh menggunakan jasa penyeberangan yang ada di Papusungan Besar berdekatan dengan Pelabuhan Feri. Namun seiring berjalannya waktu masyarakat yang ingin cepat dalam memenuhi kebutuhannya,  sarana penyeberangan perahu taksi di Papusungan ini tidak kompeten lagi.


Alasannya harus memenuhi target penumpang 20 orang dan 5 kendaraan roda dua (motor) baru bisa menyeberang ke Ruko.


Tetapi hal tersebut bertolak belakang dengan penumpang yang bekerja di daratan Bitung ataupun para ASN yang berburu waktu agar tidak terlambat. sebab untuk memenuhi target sebagaimana yang disampaikan tadi harus menunggu hingga 30 menit baru perahu taksi yang mendapat giliran jalur  bisa berangkat.


Itulah sebabnya kenapa Dermaga Penyeberangan Pulau Abadi sudah menjadi alternatif penumpang khusus yang tinggal di seputaran Pulau dengan dua kecamatan tersebut.


Dibuka pada Januari 2021 dermaga ini telah dipakai secara resmi oleh para pemilik perahu taksi sebagaimana diatur dalam musyawarah bersama dengan pemerintah Kelurahan Papusungan dan di Kecamatan Lembeh Selatan.


Perahu taksi yang mengangkut penumpang dari dermaga ini di pasang target Rp 30.000 per trayek (sekali menyeberang).


Jumlah motor yang dimuat hanya satu unit kalau ada dua satunya harus mendapat persetujuan dari petugas yang mengatur lalulintas tersebut.


Untuk penumpang paling banyak berjumlah 5 orang tidak lebih, 


inilah kemudian dermaga Pulau Abadi menjadi alternatif penyeberangan masyarakat umum sampai di bulan Agustus 2021 karena servis yang diberikan menjawab kebutuhan mereka yang punya keperluan super cepat.


Tidak sampai disitu para pemilik perahu taksi mengumumkan nomor handphone mereka sebagai hotline bagi masyarakat yang ingin menggunakan jasa perahu mereka bila ada yang sakit dan akan dibawa ke rumah sakit pada waktu tengah malam atau kepentingan darurat lainnya.


Hal ini disampaikan oleh Bpk Bado Dalambide penanggung jawab operator harian di dermaga ini.


Iya menyampaikan bahwa merasa bangga dengan hadirnya dermaga Perjuangan Pulau Abadi ini dan melayani masyarakat dengan kebutuhan yang mereka inginkan yakni "cepat-cepat mu brangkat".tutur pria lansia dengan semangat tinggi itu.


Walau sekarang ini perahu taksi yang beroperasi di dermaga Papusungan Besar telah menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan diatur tidak lagi seperti semula, namun perahu taksi di dermaga Pulau Abadi telah berhasil menyulap orientasi warga untuk tetap menggunakan fasilitas mereka.


deny/BDC

Penyeberangan Bitung-Lembeh Tetap Beroperasi, KMP Tude Dalam Perbaikan

By On 21.18

 

Gambar diambil dari depan dermaga Ruko Pateten Bitung

Bidikdotcom - KMP Tude adalah sarana transportasi Penyeberangan Bitung-Lembeh satu-satunya dimiliki oleh PD Bangun Bitung dalam melayani kebutuhan pembangunan masyarakat khususnya di Pulau Lembeh.


Telah diumukan sejak akhir Juni 2021 oleh pihak pengelola transportasi laut ini bahwa KMP Tude akan docking dan untuk sementara segalah sesuatu yang berhubungan dengan material bangunan proyek atau hasil panen kopra dibawa ke perusahaan tidak akan terlayani.


Salah satu staf yang bekerja di kapal Feri  Bpk Ocax Pansarian mengatakan bahwa perbaikan kapal angkutan ini akan memakan waktu selama kurang lebih 3 bulan.


Sehingga masyarakat yang biasanya memakai jasa KMP Tude dapat mencari alternatif lain mengingat cukup lama masa perbaikan kapal tersebut.


Di tengah mandeknya kebutuhan transportasi yang terhubungan antara Lembeh dan daratan Bitung tersebut,


masyarakat dihentak dengan  kabar menggembirakan lewat Pemkot Bitung bahwa akan ada dua armada kapal Feri yang siap melayani rute Bitung-Lembeh agar roda ekonomi masyarakat maupun kepentingan pembangunan proyek pemerintah di 2 kecamatan ini serta didaratan tetap berjalan.


Dua armada kapal Feri yang akan mengisi sementara kekosongan saat KMP Tude dalam perbaikan adalah KMP Lokong Banua yang melayani rute Sitaro dan Sangihe serta KMP Bawal yang melayani rute Ternate Maluku Utara.


Kedua armada ini akan melayani rute Ruko Pateten dan dermaga Papusungan selama tidak ada jadwal keberangkatan sebagaimana aktivitas kedua kapal tersebut selama ini masing-masing mendapat kuota penyebrangan 8 trip, berikut adalah jadwalnya :


KMP Bawal 

Hari Senin dan Kamis pukul 08.00 - 14.00 wita


KMP Lokong Banua

Hari Selasa dan Sabtu pukul 09.00 - 15.00 wita


Jadwal kedua armada ini dapat berubah secara fleksibel sesuai kebutuhan. Masyarakat pun menyambut baik usaha pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pelayanan khususnya transportasi kapal Feri agar semua aktivitas bongkar muat meski berskala kecil tidak terbengkalai.


Salah satu pengusaha kopra dan pembeli arang asal kelurahan Pintukota Pak Andreas memberi apresiasi atas usaha dari walikota Ir.Maurits Mantiri karena menurutnya bila ada armada feri maka arang yang dibelinya dari petani tidak akan bertumpuk dan bisa langsung dibawa ke perusahaan.


Kedua armada Feri ini sudah beroperasi sejak Kamis 22 Juli 2021 dan akan melayani kebutuhan masyarakat hingga KMP Tude selesai dalam perbaikan.


deny/BDC

Pemkot Bitung Terapkan Pembatasan Rumah Ibadah, Ini Reaksi Warganya

By On 16.50

 

lustrasi gambar bidikdot


Bidikdotcom - Penyebaran wabah virus corona di Kota Bitung memuncak setelah Kecamatan Girian ditetapkan sebagai status Zona Merah.


Hal ini merembet ditutupnya untuk sementara waktu RSUD Manembo-nembo sejak tanggal 6 Juli 2021 lalu karena beberapa perawat terkonfirmasi positif.


Seminggu kemudian dari ditutupnya RSUD tersebut virus ini terus menyebar hampir di 8 Kecamtan dan akhirnya menjadikan Kota Bitung sebagai Zona Merah.


Mengantisipasi agar penyebaran wabah ini tidak signifikan maka Pemkot Bitung lewat Walikota Ir Maurits Mantiri mengambil langka dengan mengeluarkan edaran untuk menambah waktu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  (PPKM) pada 22 Juli 2021 lalu.


Salah satu isi poin tersebut adalah kegiatan di rumah-rumah ibadah sementara ditiadakan untuk menjaga tidak terjadinya kerumumana.


Masyarakat dengan penduduk mayoritas beragama Kristiani itu menanggapi dengan beragam pendapat mengingat bahwa pembatasan rumah ibadah termasuk didalamnya adalah gereja tidak bisa di hindari.


Meski hingga hari ini belum ada klaster penyebaran  di zona gereja tetapi dalam rangka memutus mata rantai wabah tersebut maka sementara waktu kegiatan ibadah gereja di pandu lewat pengeras suara atau media streaming tv kabel.


Sebagian masyarakat menyayangkan tidak ada lagi ibadah gereja.


Menurut mereka bahwa jangkauan toa atau pengeras suara lainnya sangat terbatas sehingga sangat mengganggu saat ibadah sedang berlangsung.


Ibu Uto asal kelurahan pintukota mengatakan "kalo dipasar nyanda dapa batasi itu manusia pe banya, mar di gereja nyanda dapa ijin".ungkapnya pada saya. Menanggapi keluhan masyarakat ini pemerintah setempat dan pimpinan gereja di kelurahan pintukota memohon untuk dapat bersabar sambil tetap menjalankan protokol kesehatan.


Ini merupakan kedua kalinya ibadah-ibadah kembali dilakukan dari rumah dengan panduan pengeras suara dan virtual setelah Maret-Juli 2020 lalu. 


Pulau Lembeh sendiri saat ini masih berstatus normal meskipun sudah ada isoman hasil swab antingen.


Menghindari terjadinya penyebaran signifikan dari virus ini Puskesmas Lembeh Utara di Pintukota sementara ditutup dan tidak ada pelayanan.


Meskipun vaksinasi sementara dilaksanakan tidak menjadi alasaan bagi seseorang telah terbebas dari virus corona meskipun bersangkutan sudah di vaksin.


Waba virus ini masih menjadi ancaman keselamatan manusia, untuk itu tidak hentinya pemerintah dan pemimpin agama di Kota Bitung menyeruhkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.


Banyaknya masyarakat takut divaksin memberi peluang virus yang pertama ditemukan di  Provinsi Hubei itu menyebar dengan mudah.


Pembatasan kegiatan peribadatan umat merupakan langka alternatif pemerintah untuk menjaga agar semua tetap sehat walaupun menurut beberapa pendapat bahwa rumah ibadah belum ada kasus klaster penyebaran.


Sebagaimana surat edaran Gubernur Olly Dondokambey bahwa PPKM Mikro diperpanjang hingga 1 Agustus 2021 diseluruh Kabupaten Kota yang ada di Sulawesi Utara


deny/BDC 

Pro - Kontra Kehadiran Minimarket di Pulau Lembeh

By On 10.52

 

Foto ilustrasi oleh bidikdot 


Bidikdotcom - Isu masuknya minimarket ke Pulau Lembeh telah terdengar sejak 2015 silam hanya saja rumor tersebut  sebatas cerita antar sesama warga masyarakat dan tidak pernah terealisasi hingga hari ini karena beberapa alasan.


Tetapi dalam pemerintahan baru Kota Bitung dibawa pimpinan Ir.Maurits Mantiri dan Hengki Honandar SE isu keberadaan minimarket tersebut tidak hanya sebatas rumor tetapi benar-benar akan terealisasi karena salah satu peluang bisnis berdampak langsung pada masyarakat.


Hal ini tertuang dalam rekomendasi Walikota Bitung bernomor 008/439/WK tentang Rekomendasi Pembukaan Minimarket Indomaret oleh PT Indomarco Prismatama tertanggal 14 Juni 2021 yang sudah di tandatangani oleh Ir.Maurits Mantiri sealku Walikota


Adapun isi surat rekomendasi tersebut salah satunya menyebutkan 2 Kelurahan di Kecamatan Lembeh Utara dan Kecamatan Lembeh Selatan yakni Kelurahan Mawali dan Kelurahan Papusungan akan didirikan Indomaret.


Sontak saja ini langsung menuai pro dan kontra antar warga masyarakat didua kecamatan yang ada di Pulau Lembeh tersebut.


Beberapa alasan pun di kemukakan oleh mayarakat yang kontra seperti jika akan ada Indomaret di Pulau Lembeh maka pemilik-pemilik kios sedang/kecil kemungkinan akan tersingkir karena kalah stok produk apalagi UMKM yang belanja barangnya hanya seminggu sekali.


Bagi mereka yang pro dan bersedia menerima masuknya pasar modern berpendapat bahwa kehadiran minimarket tersebut nantinya akan menyerap tenaga kerja di sekitar Pulau Lembeh secara umum dan kedua masyarakat pulau ini tidak perlu lagi ke daratan Bitung untuk membeli barang yang dicari karena telah tersedia di minimarket tersebut yang catatanya belum tentu tersedia di kios biasa.


Menerima dan tidaknya Indomaret di Pulau Lembeh juga ramai di perbincangkan di sosial media namun dari sekian komentar warganet beberapa diantaranya menyatakan hal tersebut dapat dibicarakan ditingkat RT maupun di Lingkungan masing-masing.


Rapat dengar pendapat antar sesama warga jauh lebih bijaksana ketimbang saling melakukan provokasi dan pada akhirnya masyarakat lainnya dirugikan.


Keberadaan minimarket di pulau seperti Pulau Lembeh ini memberikan jaminan bahwa Lembeh bisa menjadi peluang infestasi masa depan bagi para investor menanamkan modalnya lewat bisnis yang akan nantinya dibangun. 


dan kedua adalah menunjukan bahwa meski di pulau, modernisasi untuk perubahan sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat di dua Kecamatan itu.


Menjadi persoalan saat ini adalah cara berpikir masyarakat Lembeh saja yang sedikit belum terbuka dan awam terhadap sesuatu yang modern. Merasa tersaingi dan usaha kemungkinan akan bngkrut bila hadirnya minimarket seperti Indomaret itulah sedang melilit pola pikir masyarakat.


Padahal bila dicermati secara seksama dibeberapa tempat di perkotaan  ada juga minimarket yang kalah bersaing dengan kios ritel milik warga dan UMKM lainnya.


Contohnya Indomaret Kombos Manado didepannya ada kios warga namun terlihat minimarket tersebut biasa-biasa saja dan masih terlihat kios dari warga di depannya lebih ramai.


Memang diakui minimarket memiliki kemasan produk resmi tetapi belum tentu bisa di jangkau masyarakat biasa. 


Barang produknya mungkin hampir sama tetapi untuk beras di Indomaret tidak ada yang jual per/liter tidak ada gula setengah liter dan lainnya. jadi bila kita berpikir merasa terancam akan hadirnya minimarket mungkin bisa dibuang jauh dulu pola pikir seperti itu sebab fakta di lapangan tidak semuanya seperti yang di bayangkan.


Semoga dengan hadirnya minimarket di Lembeh masyarakatnya akan semakin maju dan punya pola pikir rasional kedepan menyambut era industri digital. Salam Sehat


deny/BDC


Menguak Kekayaan Selat Lembeh Kampung Pesisir atas Berlimpahnya Ikan Teri

By On 16.53

 

Foto Perairan Selat Lembeh oleh bidikdotcom


Bidikdotcom - Selat Lembeh memiliki cerita sejarah panjang mulai dari tempat persinggahan kapal perang TNI Angkatan Laut saat perang dunia ke II dan pembebasan Irian Barat hingga berlabuhnya kapal-kapal dagang Portugis sebelum menuju Pulau Maluku.


Tidak sampai disitu selat yang membela daratan Kota Bitung dengan Pulau Lembeh memiliki kekayaan laut dengan beragam biodatanya mulai dari terumbu karang hingga ribuan jenis ikan tinggal di dalamnya.


Di era tahun 80-an hingga awal tahun 2000 selat ini menjadi tempat tinggal tersubur kumpulan ikan halus atau ikan Teri, sehingga beberapa kampung pesisir di jadikan sementara tempat tinggal para pencari nafkah dari hasil laut itu seperti pesisir pantai Binuang, Kareko, Baturirir, Rarandam, Mawali, Paudean, Tandurusa, Jiko Aras, Makawide.


Di jaman itu para nelayan yang menggeluti mata pencaharian tangkapan ikan teri dengan alat tangkapan yang disebut "Soma Dampar" bisa di bilang sukses karena langsung di ambil oleh kapal motor cakalang untuk di jadikan umpan.


Hanya saja waktu itu nilai jual ikan Teri kurang mendapat tempat sehingga harganya kadang relatif murah.


Namun diakui melimpahnya "ikan putih" di selat Lembeh kadang mebuat nelayan kelabakan karena kehabisan peralatan penampungan. dimana sebelum di ambil kapal ikan cakalang ikan Teri sebelumnya harus di kurung dalam wadah disebut "kurung-kurung".


Ikan Teri di selat ini tidak hanya ditangkap malam hari tetapi juga di siang hari sehingga pasokannya kadang membludak bahkan ada dalam satu kurungan karamba mati total disebabkan banyaknya ikan yang di tempatkan dalam wadah itu.


Bauhnya yang khas karena sudah membusuk sangat tercium hingga ke perkampungan lain yang ada di sekitar pantai itu seperti dari kampung Rarandam bisa tercium bau busuk ikan teri hingga ke Pintukota.


Namun beberapa pesisir di pulau lembeh mulai merelokasi wilayahnya dijadikan aktivitas industri seperti galangan kapal dan tempat-tempat wisata diving berbasis hunian resort memberikan pengaruh signifikan menghilangnya ikan Teri dari selat ini.


Bahkan "Soma Dampar" dulunya menjadi ikon kejayaan nelayan ikan putih di kampung-kampung pesisir, kini tinggal dihitung dengan jari dan ada yang sudah tidak tertarik lagi menggunakan alat tangkapan ini dengan alasan sudah sangat sulit mendapatkan ikan yang pernah hidup cukup lama di selat lembeh itu.


Menghilangnya ikan teri dari perairan selat Lembeh juga di pengaruhi oleh sorotan lampu listrik yang cukup tajam terangnya mulai dari arah pelabuhan, galangan kapal, sampai hunian resort membuat ikan berjenis kecik-kecil ini pergi dan menghilang.




ditambah dengan aktivitas bout diving setiap hari melintasi jalur selat lembeh memberikan ketidak nyamanan bagi penghuni laut selat ini dan akhirnya membuat mereka menghilang entah kemana.


Kini masyarakat yang pernah mengalami kejayaan atas kekayaan selat lembeh dengan berlimpahnya ikan teri hanya bisa mengenang masa-masa yang pernah mereka rasakan.


Memang masih ada saat ini ikan putih masuk pesisir selat lembeh namun hanya pada musim tertentu dan biasanya hanya sehari atau semalam selebihnya sudah menghilang, ini pun hanya di dapat di pesisir kelurahan Binuang.


Hari ini Selat Lembeh sudah dijadikan sebagai lalulintas persinggahan kapal-kapal barang atau kapal lainnya sehingga mengharapkan datangnya ikan teri mungkin sudah tidak ada lagi kejayaan yang pernah di alami para nelayan soma dampar hanya bisa di kenang.


deny/BDC

TK Gmim Betel Pintukota Besar Tamatkan Murid Angkatan XVII

By On 21.31

 

Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th menggeser tali topi wisuda para murid TK


Bidikdotcom - Sekolah Taman Kanak (TK) di bawa naungan Yayasan Ds.A.Z.R Wenas yang dikelola Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Kecamatan Lembeh Utara menamatkan murid tahun ajaran 202/2021 pada 17 Juni 2021 dan merupakan angkatan penamatan ke-XVII.


Acara penamatan diawali dengan sebuah ibadah singkat dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th.


Dalam khotbahnya Pendeta mengingatkan para orang tua untuk tidak mengabaikan tanggung jawab terhadap anak-anak apalagi seperti usia dibawa 7 tahun dan lebih mementingkan nak yang lebi dewasa.


Demikian juga dengan tenaga pendidik untuk selalu memperhatikan norma serta etika cara mengajar sebagai bagian dari pengasuhan anak sebagaimana cara Tuhan Yesus mengajak anak-anak untuk datang kepadaNya.


Usai ibadah Ketua Jemaat yang sudah 6 tahun melayani di Gmim Pintukota itu dipersilahkan untuk memindahkan tali diatas topi wisuda para murid sebagai tanda aktivitas belajar mereka telah selesai.


Sambutan dari pihak guru langsung disampaikan oleh Kepsek Grace Nova Tatunduge S.Pd. ia mengungkapkan rasa bangganya bisa bersama dengan para murid ini meskipun ia baru dua tahun lebih bertugas di sekolah yayasan Gmim itu. ia berharap para orang tua dapat meneruskan sekolah anak sampai sekolah dasar (SD) bahkan hingga ke jenjang lanutan.


Jumlah murid TK Gmim Betel Pintukota Besar tahun ajaran 2020/2021 berjumlah 11 orang dan ini merupakan murid angkatan paling sedikit selama 17 tahun sekolah ini berjalan sejak 2004.


Dalam dedikasinya taman kanak Jemaat Gmim Betel Pintukota ini hadir ditengah masyarakat majemuk Kota Bitung khususnya di Kecamatan Lembeh Utara Kelurahan Pintukota untuk mencerdaskan kehidupan bangsa lewat pendidkan bermutu bagi anak usia dini.


Harapan para orang tua yang hadir saat penamatan bahwa ulusan tahun ajaran 2020/2021 kelak akan menjadi pemimpin gereja maupun masyarakat yang berkualitas baik mental maupun rohani mereka.


Foto Deny 


Sebab dalam persiapan diberikan orang tua murid seragam penamatan mereka pun hampir ssma dengan para mahasiswa perguruan tinggi saat wisuda dan itu jadi kebanggaan orang tua, ungkap Alex salah satu orang tua dari murid yang ada.


Turut hadir dalam acara tersebut BPMJ setempat, Pemerintah Kelurahan, Guru dari SD Negeri Pintukota serta Pelayan Khusus dan para orang tua murid sendiri.

Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Rayakan Syukur HUT KE-69 15 April 2021

By On 20.24

 

Pemasangan lilin dipandu Ketua BPMJ Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th


Bidikdotcom - Salah satu Jemaat GMIM yang ada di Wilayah pelayanan Bitung Enam, Pulau Lembeh yakni Jemaat Betel Pintukota Besar pada kemarin 15 April 2021 merayakan hari ulang tahun ke-69.


Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar bertempat di Ibukota Kecamatan Lembeh Utara tepatnya di Kelurahan Pintukota wilayah Pemerintahan Kota Bitung, dimana saat ini terdiri atas 7 kolom dengan sekitar 151 kepala keluarga (hasil pendataan digital gmim).


Perayaan syukur hut jemaat ke-69 ini dibuat dalam bentuk ibadah yang di pimpin langsung oleh Ketua Jemaat Pdt. Yansye Steifane Tendean S.Th.


Dalam khotbahnya sebagaimana pembacaan Alkitab Yohanes 21 : 1-14 Pendeta Yansye mengingatkan kepada seluruh jemaat bahwa kegiatan ibadah tidak hanya sebagai sebuah seremoni, tetapi bagaimana kesungguhan iman jemaat kepada Yesus Kristus,


ia melanjutkan dengan berkata hendaklah satu dengan yang lain saling memberi kasih sebagaimana diteladankan Kristus.


Di hari ulang tahun jemaat ke-69 ini beliau berharap iman jemaat semakin dewasa dan berbuah tidak hanya rajin beribadah saja tetapi melakukan kehendak Tuhan dalam hidup setiap hari.


Selesai persembahan dilanjutkan pemasangan lilin hut ke-69 yang dipimpin Pendeta Yansye.


Turut mendapingi dalam pemasangan lilin hut ini Camat Lembeh Utara Aristarkus Ansa M.AP, Sekretaris Kecamatan Lembeh Utara Ir.Julius Nana dan Lurah Pintukota Anitje Makapuas.


Usai pemasangan lilin hut Camat Lembeh Utara Aristarkus Ansa diberi waktu memberikan sambutan syukur mewakili pemerintah Kota Bitung.


Mantan Lurah Pintukota tersebut mengatakan jemaat Gmim Betel sebagai salah satu warga masyarakat di Kelurahan Pintukota dimana saat ini sedang bersyukur dapat menjadi contoh untuk mendukung dan menyukseskan setiap program pemerintah.


Camat Ansa berharap jemaat Gmim Betel akan menjadi pendukung dalam program kesehatan pemerintah yakni vaksinasi masal di Kota Bitung apalagi para Pelayan Khususnya.


Acara syukur hut ke-69 15 April 2021 tersebut sekaligus dengan penyambutan dua Vikaris Pendeta baru yang ditugaskan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gmim di Jemaat Betel Pintukota Besar.


Masing-masing Vikaris Pendeta tersebut adalah Vic.Pdt Stevie Kahiking S.Th dan Vic Pdt Ryan Kolantung S.Th.


Sebetulnya kedatangan dua vikaris pendeta tersebut nanti pada tanggal 18 April tetapi setelah BPMJ berkoordinasi dengan Ketua Wilayah Bitung Enam Pdt.James Bryan Mailuhu S.Th berkenan dengan syukur hut jemaat maka penerimaan vikaris diadakan bersama syukur hut jemaat.


Turut juga hadir dalam acara itu BPMJ dan Pelsus Jemaat Imanuel Wangurer Likupang dan BPMJ serta Pelsus Jemaat Bulo wilayah Wori 2. 


Acara ditutup dengan resepsi bersama Jemaat dan para undangan serta tamu yang ikut hadir dalam dalam acara syukur hut jemaat sekaligus dengan penerimaan vikaris pendeta.


Deny/bdc

Warga Kelurahan Mawali Keluhkan Polindes Tak Ada Layanan

By On 14.46

 

Foto Ilustrasi Puskesmas Lembeh Utara by bidikdotcom


Bidikdotcom - Pos Bersalin Desa (Polindes) merupakan sarana dan prasarana kesehatan pertama masyarakat mendapatkan pertolongan medis sebelum dibawa ke puskesmas atau rumah sakit.


Apa jadinya jika sarana ini hanya meninggalkan bangunannya tanpa ada pelayanan medis yang efektif  dirasakan publik secara umum.


Inilah yang dirasakan oleh warga di Kelurahan Mawali saat membutuhkan pelayanan medis.


Salah satu bidan  juga sebagai  petugas puskesmas Kecamatan Lembeh Utara Ses Dei menyayangkan Polindes di Kelurahan Mawali tidak difungsikan padahal ini sangat dibutuhkan.


Bidan Dei  menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu saat ada warga yang membutuhkan pelayanan bersalin yang pada akhirnya harus dibawa ke Puskesmas.


Beliau mengatakan satu waktu kejadian warga membutuhkannya  ada suara orang membangunkannya pada tengah malam tetapi karena kelelahan sepanjang hari bekerja melayani para pasien di Puskesmas Lembeh Utara dan sampai dirumah ia harus merawat suaminya yang sakit.


Sehingga kelehan berat ia alami sampai-sampai orang memintah pertolongannya tidak dapat ia berikan karena tidak terbangun, tutur bidan Dei penuh sesal.


Memang ada petugas yang melayani di Polindes Kelurahan Mawali ini pada tahun 2020 lalu tetapi petugas kesehatan ini sudah tidak ada kabar lagi bertugas dipolindes tersebut  sehingga kadang menurut Ses Dei ia harus mengkaver pekerjaan yang dobel di puskesmas maupun di Polindes belum lagi jika diminta msyarakat berkunjung kerumah cukup merepotkan ungkap bidan dua anak itu.


Keluhan dari bidan Dei juga menjadi keluhan dari masyarakat di Pulau Lembeh khususnya lagi di Kecamatan Lembeh Utara, sebab beberapa sarana kesehatan disiapkan pemerintah Kota Bitung disetiap kelurahan hingga hari ini sudah tidak digunakan dengan efektif lagi.


Itulah sebabnya masyarakat pertanyakan status dari bangunan-bangunan tersebut jika tidak tepat sasaran kenapa dibangun sehingga tidak merugikan APBD.


Kalaupun dibangun seharusnya ada tenaga medis yang telah disiapkan dan harus diroling masa tugas mereka bukan sebaliknya terkesan seperti anak ayam kehilangan induknya.


Seperti di Keurahan Pintukota dan Kelurahan Mawali.


Kiranya dengan keluhan masyarakat ini Pemerintah Kota Bitung dibawa  kepemimpinan Maurits Mantiri dan Hengki Honandar dapat membenahi masalah-masalah kesehatan di daerah ini, baik di Pulau Lembeh maupun di daratan Kota Bitung. Deny/bdc



loading...

Pengunjung Puskemas Lembeh Utara Cukup Sepi, Ini Kata Warga

By On 21.23

 

Puskesmas Pintukota Lembeh Utara Foto bidikdot

Bidikdotcom Hari ini Rabu 17/2/2021 Pusat Kesehatan Masyarakat (puskesmas) Lembeh Utara terpantau cukup sepi dan hanya terlihat beberapa orang saja yang datang untuk berobat. Meski jam kunjungan dibatasi oleh pihak puskesmas beberapa waktu lalu tetapi antusias warga tetap terlihat ramai.


Tetapi hari ini tidak seperti biasanya dan terasa sangat sepi aktivitas di dalam puskesmas.ini mungkin di karenakan pada Senin 16/2/2021 kunjungan pasien lumayan banyak sehingga semua keluhan warga yang berobat telah ditangani pada hari itu.


Baca Juga : Enggan Berobat ke Rumah Sakit Masyarakat Memilih Rawat Dari Rumah


Banyaknya pasien yang datang berobat pada hari Senin lalu imbas dari  dua hari puskesmas tidak ada dokter sejak Sabtu 14/2/2021.


Beberapa pasien harus menunggu hingga Senin datangnya dokter. itulah sebabnya pasien pada hari Senin kemarin cukup banyak mereka sejak Sabtu datang berobat tetapi karena tidak ada dokter yang masuk, akhirnya harus balik lagi kerumah.


Warga pun angkat  bicara soal kurangnya dokter yang melayani di Puskesmas Lembeh Utara ini sehingga meski sulit dan jauh ada saja warga yang pergi berobat ke Kota Bitung.


Kenapa juga sepi karena warga lebih memilih pergi ke Bitung ketimbang ke Puskesmas jangan-jangan saat datang tidak ada dokter, ungkap para tukang ojek meniru ungkapan pasien  yang sering  mereka antar ke Papusungan. 


Menurut masyarakat kedepannya pemerintahan yang baru dapat memperhatikan lebih serius lagi pelayanan kesehatan di pulau ini termasuk mengirim para tenaga dokter untuk melayani warga yang membutuhkan pertolongan kesehatan.


Apa gunanya dibangun Puskesmas cukup bagus tapi kurang dokter yang melayani masyarakat ditambah dengan waktu sangat terbatas. para petugas kesehatan ini  datang pukul 09.00 wita dan pulang pukul 11.00 wita hanya dua jam kerja mereka di Puskesmas.


Memang alasan ditengah pandemi seluruh aktivitas dibatasi, tetapi terhadap misi kemanusiaan apakah hal seperti ini juga dibatasi dalam rangka tolong menolong menyelamatkan jiwa. 


Baca Juga : Manfaat Cangkang Biji Pala Bagi Kesehatan Tubuh Manusia


Semoga kedepannya layanan kesehatan kebanggaan dari warga Lembeh Utara akan terlayani secara maksimal dan terukur oleh mereka yang bertugas disana tentu butuh perhatian dari pemerintah setempat dalam hal ini Dinas Kesehatan dalam melaksanakan regulasi perundangan kesehatan didaerah ini (bdc)

5 Tempat Wisata di  Pulau Lembeh Paling Sering Dikunjungi

By On 11.20



Bitung - Pulau Lembeh  memiliki keragaman sosial budaya yang ada di tengah masyarakatnya begitu kental kerukunan  serta persaudaraan telah menjadi atmosfir pengembangan ekonomi dalam menghubungkan satu dengan lainnya.

Masyarakat Pulau Lembeh tinggal dan menetap dari berbagai suku dan agama, tetapi memiliki ikatan perasaan dalam persaudaraan yang kuat sehingga kesejateraan dapat dirasakan.

Program Pemerintah Kota Bitung akan menjadikan Pulau Lembeh sebagai tempat wisata atau destinasi berkelas dunia sangatlah tepat. sebab rencana tersebut telah  di dukung oleh beberapa penginapan resort yang menyediakan jasa diving maupun  yang hanya akan berlibur.

Baca Juga : Wisata Mangrove Kelurahan Pintukota Tinggal Kenangan

Peluang itu kini terealisasi  sebab para turis mancanegara telah dan terus bahkan penuh dengan kesempatan mereka berikan waktunya berkunjung ke Pulau Lembeh.

Pulau Lembeh dapat di tempuh dengan 15-20 menit dengan transportasi perahu taksi bahkan armada kapal veri kini telah beroperasi walaupun saat ini ada dalam perbaikan kapal karena kerusakan.

Kondisi alam pun sangat memungkinkan bagi traveler untuk menginjakan kakinya di pulau yang memiliki sejumlah tempat wisata pantai yang menakjubkan sebab jalan yang menghubungkan antar kampung sangatlah mendukung dengan fisik aspal beton (hotmix).maka layaklah Pulau Lembeh menjadi pusat perhatian para turis lokal maupun manca negara untuk datang berwisata ke daerah ini.

Berikut kami rangkum 5 wisata yang ada di Pulau Lembeh patut anda coba untuk melepaskan kepengatan dari suasana pekerjaan yang pengat.

1.Patung Yesus Memberkati 

Patung Yesus Memberkati di Kelurahan Doorbolaang - Lembeh SelatanFoto: denis


Patung Yesus merupakan wisata rohani yang menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Lembeh, patung yang di bangun masa pemerintahan Walikota Hany Sondak yang bertempat di Kelurahan Dorbolaang dan menarik perhatian dari berbagai  tempat yang ada di Sulawesi Utara.dan  menyajikan pemandangan yang indah  jika kita berada di atas puncak dari bangunan setinggi 60 meter itu.

2.Wisata Mangrove Pantai Kahona - Pasir Panjang

Pantai Kahona Foto: denis


Wisata Mangrove Pasir Panjang dapat di tempuh dari dermaga kapal veri papusungan15 menit dengan kendaraan bermotor roda dua. jarak antara Patung Yesus dan Mangrove ini hanya sekitar satu kilo sehingga bagi anda yang akan ke pulau lembeh khususnya di Kecamatan Lembeh Selatan dapat sekalian berkunjung ke dua tempat ini

3. Resting Area Puncak Beby Doll Mawali

Foto denis


Bertempat di perbatasan Kelurahan Mawali dan Pintukota Resting Area Puncak Beby Dol ini menawarkan suasana yang menawan saat anda berselfie ria di area ini sebab pemandangan alam yang di tawarkan oleh tempat ini sangatlah eksotis patut di kunjungi.kini puncak beby dol ini tidak pernah putus dari pengunjung yang mendatanginya.

4.Pantai Pasir Itang Gunung Woka

Sumber Foto FB Derlia



Pantai pasir itang gunung woka menyajikan kondisi pastai yang asri serta sejuk kebersihan yang terjaga memberi daya tarik tersendiri bagi keindahan pantai pasir hitam yang terbentang luas akan dan kejernihan air laut akan mengobati rasa lelah jika sudah ada di dalam air untuk berenang. tidak ada sarana permainan memang di tempat ini.

Pantai pasir itang dapat di tempuh satu jam perjalanan dengan kendaraan bermotor roda dua dari dermaga Veri Papusungan .

5.Pantai Salise Lirang

Foto: Derlia FB



Sama halnya dengan pantai pasir itang, pantai salise pun tidak kala menariknya menawarkan kesejukan pantai yang asri walau ukuran pantai tidak terlalu besar tetapi menawarkan terumbu karang yang indah bagi yang suka dengan snorkling  wisata nomor 3,4,5 ketiganya berada di Kecamatan LembehUtara yang masing masing dapat di tempuh 1 jam dengan kendaraan bermotor roda dua dari deramga Veri Papusungan, tetapi boleh memakai jasa transportasi dari masing-masing
kelurahan yang ada di pulau lembeh dengan perahu taksi.

Baca Juga : Film Parasite Sabet 4 Gelar dari 6 Kategori

Untuk saat ini ada beberapa area wisata yang dalam pengembangan masyarakat di antaranya Pantai Buniang di Kelurahan Pintukota dan Wisata Mangrove di Kelurahan Lirang. ada juga Tugu Trikora di Kelurahan Batulubang yang juga masih di kunjungi tetapi sudah kalah pamor dari ke 5 wisata di atas.


deny/BDC

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *