Terbaru

Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Untuk Keluarga Kristen Dalam Persekutuan Gereja

By On 10.53

  

ilustrasi gambar by pixabay

Bidikdotcom Tinggal beberapa jam lagi kita akan mengakhiri tahun 2020 sebagai tahun Anugerah Tuhan yang penuh dengan berbagai kesesakan hari ini Kamis 31 Desember 2020 akan menjadi penghayatan bagi seluruh umat manusia kala akan menyambut tahun baru 1 Januari 2021.

Mengapa perlu hidup sederhana di tahun ini untuk dihayati, jawabannya sangat perlu!

Lantas hidup seperti apa yang harus dihayati itulah yang akan kita sampaikan dalam doa dan harapan di tahun 2021 supaya akan lebih baik dari tahun sebelumnya. meski diperhadapkan dengan wabah virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Satu keyakinan kita sebagai umat yang percaya bahwa Allah di dalam Yesus Kristus akan menaungi kita di tengah badai serta gelombang yang sementara menerpa.

Kita akan memasuki tahun rahmat Tuhan 2021 sebagai kasih karuniaNya atas pemberian hidup dan boleh diperkenankan kita menikmati hingga hari ini. Kita melanggeng ke tahun baru masih membawa sederet peristiwa mencengangkan dunia yakni Covid-19.

Tetapi itu tidak akan menyurut semangat kita untuk berkarya lebih baik dari tahun ini!

Alkitab berkata dalam Ulangan Pasal 5 ayat 33 "Segenap Jalan yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allahmu, haruslah kamu jalani supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri akan kamu duduki".

Jadi apapun alasannya mulai dari adanya peristiwa wabah penyakit maupun tidak adanya wabah umat manusia diajak untuk menjalani segenap perintah Tuhan supaya kita akan beroleh hidup dan umur panjang ditahun yang akan kita duduki (jalani).

Perintah Tuhan yang mana itu? perintah untuk saling mengasihi sesama manusia dan mengasihi Tuhan dengan kesungguhan hati.

Bentuk dan cara mengasihi Tuhan tertuang dengan mengasihi kepada sesama manusia dengan mematuhi peraturan pemerintah sebagai wakil Allah untuk mematuhi protokol kesehatan, tidak menciptakan kerumunan, dan membuat acara pesta pora yang dapat menciptakan penyebaran baru.

Bila kita menjalankan dengan segalah ketulusan dua perintah itu maka ya dan amin kita akan terima berkat kehidupan dari Tuhan bukan sebaliknya yakni kutuk.


Mari kita Berdoa :

Ya Tuhan Allah kami, kami bersyukur masih boleh bernafas dengan segalah kekuatan dan kesehatan tubuh jasmani kami alami hingga hari ini di penghujun tahun 2020.

Kami bersyukur pula atas segalah pekerjaan yang boleh kami jalani meskipun penghasilan dirasakan cukup menurun bahkan membuat kami harus berhemat secara luar biasa demi bisa bertahan dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan.

 Bapa kami dalam Kerajaan Sorga, kami bersyukur kalau wabah penyakit berbahaya ini Tuhan ijinkan bagi umat manusia alami karena Engkau punya maksud terindah dalam hidup umatMu.

Itulah sebabNya kami makin sungguh-sungguh cari hadiratmu karena kami percaya Engkau lebih besar dari wabah penyakit apapun termasuk Covid-19 berapa pun gelombangnya Engkau pasti akan menghalaunya bagi kami.

Beberapa jam kedepan Tuhan, kami segerah mengakhiri tahun 2020 ini kami sedih karena di PHK, kami sedih karena kehilangan pekerjaan dan hanya bisa pasrah padaMu.

Kami sedih orang yang kami cintai pergi mendahului kami menghadap keribaanMu bahkan kami sedih tidak bisa menyaksikan prosesi pemakaman mereka karena dimakamkan dengan cara protokol kesehatan namun, semuanya Engkau beri kekuatan bagi kami untuk menghadapinya.

Ya Tuhan Allah Kami, di tahun yang hampir lewat ini kami memohon kepadaMu pertahankan semangat iman kami melayaniMu sehingga semua yang kami alami di tahun ini kesedihan, dukacita, penghianatan, kejahatan, dan berbagai cara hidup tak berkenan padaMu akan kami tinggalkan.

Kami hendak hidup baru dan siap menjalani bersamaMu di tahun rahmat 2021.

Demikian juga saat kami menapaki kehidupan di tahun baru nanti pertolonganMu di tahun sebelumnya akan menjadi juga bagian kami ditahun baru 2021.

Memberkati serta menolong dan memberi kekuatan, kesehatan dan kedamaian bagi keluarga kami Istri, Suami, Anak-anak, Orang Tua Saudara bersaudara agar di tahun baru nanti kami semua Engkau berkati.

Ya Bapa Kami di dalam Yesus Kristus diakhir tahun ini kami berdoa bagi Pemerintah mulai dari Bpk.Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Bpk.Ma'ruf Amin seluruh Menteri kerja Indonesia Maju, para Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota 

Engkau menolong dan memberkati mereka sebagai wakilMu di dunia ini untuk memimpin umat mendantangkan kesejahteraan, ketenteraman bahkan kehidupan damai yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia.

Mereka juga Engkau kuatkan, sehatkan sehingga dalam menjalankan tugas kerja mereka penuh sukacita.

Kami berdoa kepadaMu pulihkan bangsa kami dari Covid-19, pulihkan umatMu dari wabah penyakit ini sehingga kami dapat menerima tanah kanaan berlimpah susu madunya yakni Indonesia yang kami cintai.

Ya Tuhan kami serahkan perjalanan hidup kami ditahun baru nanti kedalam tanganMu yang penuh pengasihan kami berdoa, bermohon, berharap biarlah kehendakMu yang jadi bukan kehendak kami. Amin

Kiranya ungkapan doa akhir tahun dan awal tahun untuk keluarga kita bangsa dan negara di perhitungkan Tuhan sumber pengharapan kita. Amin


Saya Admin mengucapkan Selamat menjalani Tahun Baru 2021 - Syalom 👌🎵🎆🎇

BPMS Gmim Tegaskan Ibadah NATARU Hanya Pelsus dan Perangkat Pelayanan Dalam Gereja

By On 10.05

 

Ilustrasi gambar Salah satu gerej di pusat Kota Bitung Foto bidikdot

Bidikdotcom Surat edaran terbaru dari BPMS GMIM pada 22 Desember 2020 menegaskan bahwa Ibadah Natal tahun ini dalam gedung gereja pelaksanaan hanya bisa di hadiri oleh Pelayan Khusus dan perangkat pelayanan di Jemaat. Keputusan ini menindak lanjuti keputusan Gubernur Sulawesi Utara pada 21/12/2020 dimana poinnya membatasi pelaksanaan kegiatan ibadah natal dan tahun baru didalam gereja.

Lewat penegasan BPMS ini seluruh pimpinan gereja Gmim mulai dari Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah maupun Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat dapat mengatur sedemikian bijaksana kegiatan ibadah malam Natal hari ini 24/12/2020 hingga besok 25 Desember 2020.

Baca Juga : Polemik Pembatasan Ibadah Natal Oleh Pemerintah Sulawesi Utara

Sama halnya dengan kegiatan pelayanan Baptisan pada 26 Desember 2020 hanya di hadiri oleh Pendeta Pelsus dan orang tua serta orang tua saksi atau calon papa nani dan calon mama nani serta perangkat pelayanan.

Alasan ini dibuat karena penyebaran wabah covid-19 seminggu terakhir cukup tinggi di Sulut dan telah menembus angka 2000-an yang terpapar maka dengan itu ketaatan gereja kepada Tuhan Yesus sang Putra Natal, di ungkapkan dengan mendukung tindakan pemerintah terhadap memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya itu.

Perayaan Natal tahun ini juga tidak ada kumpul-kumpul keluarga atau open house.

Bukan hanya Natal saja namun juga Pemerintah larang keramaian malam tahun baru dimana bisa menjadi cluster baru penyebaran wabah berbahaya virus corona.

Maka dengan itu BPMS juga mengatur pelaksanaan ibadah mulai dari 31 Desember dan tanggal 1, 2  Januari 2021 sama dengan pelaksanaan ibadah Natal.

Berikut 3 poin penting isi surat edaran BPMS Gmim tertanggal 22 Desember 2020.

1. Pelaksanaan Ibadah Perayaan Malam Natal Yesus Kristus 24 Desember 2020, Ibadah Natal Yesus Kristus tanggal 25, 26 Desember 2020 dan Ibadah Malam Tahun Baru tanggal 1, 2 Januari 2021 dilaksanakan di Gedung Gereja dengan kehadiran hanya Pelayan Khusus serta Perangkat Pelayanan Jemaat dan wajib mematuhi prosedur tetap (protap) Kesehatan.

Untuk pelayanan ibadah bagi anggota jemaat melalui live streaming dan atau pengeras suara yang diikuti dari rumah masing-masing.

2. Pelayanan Ibadah Sakramen Baptisan dilaksanakan dalam suatu Ibadah khusus Pelayanan Baptisan hanya dihadiri oleh seorang Pendeta sebagai Khadim Pelayan Khusus Kolom setempat BPMJ yang bertugas orang tua Baptisan (dan tidak dilaksanakan pada jam yang sama saat ibadah natal).

3. Mengapresiasi segalah bentuk upaya dari warga Gmim yang telah dilakukan selama ini untuk memutus mata rantai Covid-19 sambil terus kami ingatkan dalam memaknai perayaan gerejawi ini kita hanya merayakan bersama keluarga dirumah masing-masing (tidak melakukan open house) serta tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul orang. 

Sebagai tanggung jawab iman orang percaya kita diajak untuk tetap mematuhi segala aturan maupun himbauan baik oleh gereja dan pemerintah untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus ini.

Itulah tiga poin penting dari isi edaran oleh pimpinan tertinggi gereja terbesar di Sulawesi Utara ini yakni Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gmim.

Perayaan ibadah natal memang menjadi sorotan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran wabah berbahaya ini,  tetapi sadarkah kita bahwa hari ini 24/12/2020 kerumuman pasar-pasar rakyat tidak terbendung pengunjungnya untuk berbelanja persedian menyambut natal besok.

Bahkan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Manado terkesan tidak melakukan pengetatan seperti himbauan dari petinggi gereja ini, malahan ada beberapa dari pengunjung serta para karyawannya tidak memakai masker dan tidak adanya persedian air cuci tangan disekitaran lokasi.

Coba di bandingkan dengan gereja fasilitas protokol kesehatan benar-benar terfasilitasi dengan baik bahkan jauh dari kata kotor sebab jemaat yang datang ke gereja semuanya sudah bersih dari mandi dengan berbagai aroma wewangian sampai didepan gereja cuci tangan, sudah pakai masker harus diukur suhu tubuh baru dipersilahkan masuk ruangan gereja oleh petugas jemaat yang mengatur.

Adakah metode gereja ini terlihat dipasar-pasar atau di tempat perbelanjaan tadi? tidak!

Gereja seharusnya menjadi barometer unik dari penerapan protokol kesehatan bukan sebaliknya kegiatan pelaksanaan ibadah natal dalam gereja diwaspadai seakan-akan terkesan gereja bisa memicu cluster baru dari wabah ini.

Baca Juga : Kota Bitung Zona Merah Covid-19 Satu Rumah Sakit di Tutup Sementara

Semua tinggal dari kita yang menjalankan dengan bijak situasi tak menentu ini walau demikian jangan menghilangkan makna natal sesungguhnya sebagaimana isi edaran BPMS diatas Selamat Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2021. Penulis deny sondoh


Komisi Pelayanan WKI Gmim Wilayah Bitung VI Rayakan Ibadah Sambut Natal Terbatas

By On 21.00

 

Ruang Gereja dalam pembatasan ibadah sambut natal Sabtu 5/12/2020
 Foto FBfanny

Bidikdotcom Perayaan Natal di gereja tahun 2020 di batasi jumlahnya dalam rangka terus berjuang memutus mata rantai penyebaran virus corona yang masih tinggi di beberapa daerah termasuk Sulawesi Utara meskipun tidak signifikan.


Inilah juga di lakukan oleh Komisi Pelayanan Wanita Kaum Ibu Gmim di Wilayah Bitung Enam/Lembeh Utara pada Ibadah sambut Natal Yesus Kristus hari ini 5/12/2020  di Jemaat Betel Pintukota Besar sebagai respon  surat edaran dari Gubernur Sulawesi Utara lewat Pjs DR Agus Fatoni M.Si


Bahwa dalam merayakan natal tidak ada kerumunan berlebihan dan tetap dalam protokol kesehatan yang sudah disampaikan memakai masker, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tangan di sekitar area gedung gereja atau rumah ibadah lainnya.


Tahun ini tidak biasanya dengan tahun-tahun lalu dimana semua wanita yang masuk dalam pelayanan kaum Ibu di kecamatan lembeh utara khusus warga GMIM semuanya ambil bagian dalam ibadah sambut Natal Yesus Kristus.


Tetapi kali ini hanya di wakilkan dari masing-masing Jemaat berjumlah 3 orang saja tidak lebih. Sehingga jumlah keseluruhan dari 11 Jemaat semuanya 33 peserta. Ibadah sambut Natal ini juga sekaligus dengan ibadah sambut Natal Jemaat nyonya rumah.


Ibadah sambut natal ini dipimpin langsung oleh Ketua BPMJ Gmim Betel Pintukota Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th dan dimulai pada pukul 16.30 wita.


Bukan hanya pelayanan wanita kaum Ibu namun berlaku untuk semua pelayanan BIPRA di Wilayah Bitung Enam (Bapa, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak), tetapi juga disemua aras pelayanan GMIM.


Ada beberapa tanggapan kekecewaan dari warga jemaat atas pemberlakuan pembatasan pelayanan ibadah. Sebab salah satu menampung aktifitas masa adalah ibadah-ibadah sambut natal seperti ini apalagi skopnya cukup luas yakni 11 jemaat seandainya itu dipaksakan bisa saja terjadi klaster baru.


Dimana hingga hari ini Pulau Lembeh masih tergolong zona hijau dari wabah berbahaya virus corona itu. Meski demikian tidak mengurangi hikmat merayakan ibadah sambut natal dimana semua peserta ikut ibadah dalam suasana kekhusukan menikmati hadirat Tuhan.


Ketua WKI Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Penatua Santy Tangkabiringan mengatakan ia sangat bersyukur meski kehadiran para ibu-ibu Tuhan dari wilayah hanya sedemikian banyak  tetapi demi keselamatan bersama protokol kesehatan tetap harus di jalankan dengan tidak menghadirkan kerumunan. (bdc)

Ketua Sinode GMIM Pimpin Ibadah Pentahbisan Gereja Mesias Pintukota

By On 09.19

 

Pdt.Dr Hein Arina dan Olly Dondokambey SE tanda tangan Prasasti Pentahbisan 
Gedung Gereja Mesias Pintukota Sabtu 21/11/2020 Foto bidikdot

Bidikdotcom Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt.Dr Hein Arina pada Sabtu 21/11/2020 berkunjung ke Pulau Lembeh tepatnya di Wilayah pelayanan Bitung Empat dan Bitung Enam. 


Bersama dengan rombongan Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Olly Dondokambey serta beberapa anggota BPMS melaksanakan agenda Konven Pelayan Khusus di Lembeh 


Sebelum datang ke Jemaat Mesias Pintukota Kecil Pendeta Hein Arina bersama rombongan berjumpa dengan seluruh Pelayan Khusus di wilayah Bitung Empat untuk menyampaikan misi Gereja kepada para pemimpin yakni Penatua dan Syamas yang nantinya akan bertemu langsung setiap ada pelayanan di kolom maupun di aras BIPRA. 


Selanjutnya rombongan langsung menuju pelayanan wilayah Bitung Enam di Kecamatan Lembeh Utara sebagaimana agenda yang sudah tersusun.


Baca Juga : Debat Publik Tahap III Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut


Rencana acara Peresmian dan Pentahbisan rumah ibadah Jemaat Mesias Pintukota Kecil sebagaimana undangan di edarkan pukul 10.00 wita oleh Ketua BPMJ Pdt. Albert Tompunu M.TH tetapi harus menunggu rombongan dari BPMS 


maka acara tersebut molor hingga pukul 12.30 wita menyesuaikan dengan rombongan yang baru tiba kira-kira pukul 12.15.


Tetapi tidak mengurangi semangat Jemaat Mesias untuk menyukseskan acara yang selama ini mereka tunggu-tunggu. Ada tiga moment terindah di alami oleh Jemaat dengan 4 Kolom ini yaitu Peresmian rumah ibadah, 


Peresmian Pastori dan Peresmian gedung serba guna yang di bangun dan berhasil selesai tahun 2020 ini.


Acara ibadah di mulai dari luar gedung gereja di awali dengan penanda tanganan 3 prasasti yakni peresmian gedung gereja, pastori dan gedung serba guna oleh Pendeta Hein Arina dan Olly Dondokambey  selaku Ketua MPH PGI.


Dari ketiga hamba Tuhan (pendeta) di tempatkan di Jemaat ini, Pdt. Albert Tompunu M.th yang menjadi harapan untuk menjawab kerinduan jemaat agar punya status administrasi resmi baik gereja maupun pemerintah. dan itu berhasil dilaksanakan pada Sabtu 21/11/2020.


Pendiri jemaat sebagai generasi yang tersisa yakni Ibu.Lolyn Makisurat-Dalekes merasa bangga dan terharu atas peristiwa sejarah yang sekian lama mereka tunggu dalam pengakuan hadirnya gereja sebagai lembaga di tengah masyarakat sambil mengenang masa perjuanganmembangun  gereja.


Acara berjalan sangat baik meski waktu dari penetapan acara molor beberapa jam tetapi terobati dengan hadirnya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang juga memberi bantuan pembangunan fisik Jemaat. 


Gubernur yang lagi cuti tersebut karena Pilkada menyampaikan sangat berbangga bisa berjumpa dengan Jemaat Mesias Pintukota Kecil sambil mengharapkan seluruh masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan menyalurkan hak demokrasinya pada 9 Desember 2020 mendatang.


Sebagai Ketua BPMJ Pdt.Albert Tompunu menyampaikan terima kasihnya kepada ketua BPMS Pd.Dr Hein Arina dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang sudah bersedia hadir memenuhi harapan jemaat Mesias Pintukota Kecil ungkapan ini juga di amini oleh Ketua Wilayah Bitung Enam Pdt. Bryan James Mailuhu S.Th


Acara Peresmian dan Pentahbisan rumah ibadah ini di hadiri juga oleh Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Hengki Honandar serta Lurah Batu Kota Novendi Bawimbang S.Sos. 


Selesai acara di Pintukota Kecil rombongan BPMS menuju Jemaat Lembah Yarden Mawali 1 untuk menghadiri Konven Pelayan Khusus dalam rangka pembinaan pelsus untuk bersama dalam persiapan pemilihan kepala daerah Desember mendatang.


Baca Juga : Warga Lembeh Buat Jembatan Ruko Yang Rusak Parah


Dalam konven tersebut yang memberi materi adalah Pdt. Yani Rende M.Th, Pdt. Ventje Talumepa M.Th dan Ketua Sinode sendiri. Seluruh Pelsus di wilayah Bitung Enam dari 11 Jemaat semuanya hadir untuk mendengarkan pembekalan dari BPMS. 


Olly Dondokambey selaku calon Gubernur Sulut juga hadir dalam konven ini namun orang nomor satu Sulut ini hanya memberikan sedikit arahan kepada Pelsus dan selanjutnya ia mohon diri untuk kembali  menuju Tomohon.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *