HEADLINE NEWS

Iklan

Pendeta Fristi Arthur Kelung M.Th Tutup Usia

By On 21.25

 

Jenazah Pendeta Arthur Kelung di semayamkan di Gereja Gmim Warukapas Foto:deny


Bidikdotcom - Masyarakat Kota Bitung khususnya Pulau Lembeh di kejutkan dengan berita duka atas dipanggil pulangnya seorang pelayan Gmim oleh yang kuasa Pendeta Fristi Arthur Kelung M.Th pada Rabu dini hari 15/7/2021 di RS Prof. Kandow Manado.


Lewat siaran Radio pukul 05.00 wita diumumkan kepergian meninggalnya Pendeta Kelung dan pengumuman dari Radio tersebut dikuatkan informasinya lewat postingan media sosial Facebook.


Berita ini langsung mengagetkan masyarakat Kelurahan Pintukota dan khususnya warga jemaat Gmim Betel Pintukota Besar dimana menjadi alamat pelayanan pertama dari Pendeta Fristi Arthur Kelung itu


Tidak hanya warga Pintukota tetapi warga jemaat luar Pintukota yang mengenal sosok Pendeta Kelung, menanyakan apakah berita meninggalnya Pendeta Kelung benar atau salah informasi.


Dari informasi pihak keluarga bahwa Pendeta Kelung tidak memiliki gejalah sakit serius selama aktivitasnya setiap hari, hanya menurut sang istri ia pernah mengalami sakit asam lambung yang sering dirasakannya tetapi pada rentang waktu yang cukup panjang.


itulah sebabnya meninggalnya Pendeta Kelung sangat tidak di percayai keluarga apalagi sang istri yang setiap saat mendampingi pelayanan sang suami.


Menurut beberapa warga jemaat Warukapas Tatelu mengatakan bahwa yang biasa disapa akrab Arter ini mengalami rasa mual saat mengikuti acara ulang tahun dari salah satu anggota jemaatnya.


Tetapi mual dihasilkan Pendeta Kelung sangat serius maka istri dibantu beberapa anggota jemaat membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan pertama yakni di RS Hermana Lembean.


Tetapi karena perkembangang sakit dialami sang Pendeta maka pihak RS merujuknya ke Prof.Kandow Malalayang Manado.


Tetapi sayang Tuhan Yesus punya cara menyembuhkan sakit yang dialami oleh ketua Jemaat Gmim Sentrum Warukapas itu.


Sekitar pukul 03.00 wita Pendeta Arthur Kelung tutup usia


Saat ini Pendeta berusia 47 tahun itu menjabat sebagai Ketua BPMJ Gmim Warukapas dan Ketua BPMW Tatelu Minahasa Utara.


Di Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Pendeta Kelung melayani selama 7 tahun dari 2002 hingga tahun 2009. 


deny/BDC

Pisah Sambut Pendeta GMIM Bahtera Lirang,  Pdt Talumepa: Layanilah Dengan Tulus

By On 11.06

 

Tanda tangan berita acara Pendeta Ketty Kolantung-David dan Pendeta Nonvie Kalalo-Bororing dalam Ibadah Jemaat Gmim Bahtera Lirang Minggu 15 Agustus 2021 (foto:bidikdot).


Bidikdotcom - Serah terima pelayanan di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa kembali dilakukan oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) dan kali ini menjadi bagian dari wilayah pelayanan Bitung Enam Pulau Lembeh di wilayah Pemerintahan Kecamatan Lembeh Utara.


Acara pisah sambut dari ketua jemaat lama Pdt.Ketty Kolantung-David S.th kepada ketua jemaat yang baru Pdt.Nonvie Jeiny Kalalo Bororing S.Th dibuat dalam satu ibadah jemaat yang dipimpin langsung oleh BPMS yang membidangi unsur kerjasama yakni Pdt. Ventje Talumepa M.Th


Dalam khotbanya Pendeta Talumepa mengingatkan kepada kedua hambah Tuhan ini untuk dapat melayani dengan tulus sehingga nama Tuhan di permuliakan.


Pendeta yang dikenal humoris tersebut membandingkan dengan kesaksian latar belakang (testimoni)  seorang rasul Paulus yang di pakai Tuhan memberitakan injil dengan kesungguhan hati hingga ia lolos dari siksaan yang bisa saja mengantarkannya pada kematian.


Hanya dengan status kewarganegaraan yang jelas yakni orang asli (penduduk) Romawi maka Paulus dilepaskan oleh kepala pasunkannya tetapi ada hal yang lebih penting yaitu Roh Kudus Tuhan turut bekerja dalam perkara lolosnya rasul yang sebelumnya bernama Saulus, tutur Talumepa.


Pendeta Ventje memaparkan hak keistimewaan warga negara bisa menjadi penyelamat atas status hukum seseorang yang di jalaninya termasuk Paulus, namun lebih dari pada itu status orang percaya adalah kewarganegaraan kerajaan Allah sambil menutup khotbahnya.


Dalam rangkaian tata cara ibadah dilaksanakan penandatanganan berita acara serah terima antara Pendeta Ketty dan Pendeta Nonvie di saksikan oleh Pendeta Ventje Talumepa dan Pendeta Bryan James Mailuhu selaku Ketua Wilayah Bitung Enam.


Pendeta Ketty Kolantung- David  S.Th di bebas tugaskan sebagai Ketua Jemaat Gmim Bahtera Lirang yang telah melayani 7 tahun lebih, dan di mutasikan ke Jemaat Gmim Diaspora Sagrat Weru wilayah Bitung IX.


Sedangkan Pendeta Nonvie Jeiny Kalalo-Bororing S.Th berasal dari Jemaat Gmim Baitel Kaskasen Tomohon dan di tugaskan mengganti Pendeta Ketty sebagai Ketua Jemaat Bahtera Lirang.


Meski demikian Pendeta Ketty masih tetap akan berkunjung ke Lembeh sebab salah seorang anak masih bertugas sebagai Vikaris Pendeta di Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar yak Ryan Kolantung S.Th


Turut hadir dalam acara ibadah tersebut Kepala Kecamatan Lembeh Utara Aristarkus Ansa SPd.M.Ap, Sekcam Lembeh Utara Ir.Julius Nana, Kabid Kominfo Kota Bitung Drs.Samuel Muhaling, Lurah Lirang Ventje Takalaukang, para ketua-ketua jemaat se-wilayah bitung enam dan pimpinan denominasi gereja di Kelurahan Lirang.


Gambar tampak camat lembeh utara Aristarkus Ansa M.Ap


Pelayanan ibadah ini tetap memakai protokol kesehatan satu bangku 2 orang yang menempatinya dan jemaat memakai masker.


deny/BDC

Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Rayakan Syukur HUT KE-69 15 April 2021

By On 20.24

 

Pemasangan lilin dipandu Ketua BPMJ Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th


Bidikdotcom - Salah satu Jemaat GMIM yang ada di Wilayah pelayanan Bitung Enam, Pulau Lembeh yakni Jemaat Betel Pintukota Besar pada kemarin 15 April 2021 merayakan hari ulang tahun ke-69.


Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar bertempat di Ibukota Kecamatan Lembeh Utara tepatnya di Kelurahan Pintukota wilayah Pemerintahan Kota Bitung, dimana saat ini terdiri atas 7 kolom dengan sekitar 151 kepala keluarga (hasil pendataan digital gmim).


Perayaan syukur hut jemaat ke-69 ini dibuat dalam bentuk ibadah yang di pimpin langsung oleh Ketua Jemaat Pdt. Yansye Steifane Tendean S.Th.


Dalam khotbahnya sebagaimana pembacaan Alkitab Yohanes 21 : 1-14 Pendeta Yansye mengingatkan kepada seluruh jemaat bahwa kegiatan ibadah tidak hanya sebagai sebuah seremoni, tetapi bagaimana kesungguhan iman jemaat kepada Yesus Kristus,


ia melanjutkan dengan berkata hendaklah satu dengan yang lain saling memberi kasih sebagaimana diteladankan Kristus.


Di hari ulang tahun jemaat ke-69 ini beliau berharap iman jemaat semakin dewasa dan berbuah tidak hanya rajin beribadah saja tetapi melakukan kehendak Tuhan dalam hidup setiap hari.


Selesai persembahan dilanjutkan pemasangan lilin hut ke-69 yang dipimpin Pendeta Yansye.


Turut mendapingi dalam pemasangan lilin hut ini Camat Lembeh Utara Aristarkus Ansa M.AP, Sekretaris Kecamatan Lembeh Utara Ir.Julius Nana dan Lurah Pintukota Anitje Makapuas.


Usai pemasangan lilin hut Camat Lembeh Utara Aristarkus Ansa diberi waktu memberikan sambutan syukur mewakili pemerintah Kota Bitung.


Mantan Lurah Pintukota tersebut mengatakan jemaat Gmim Betel sebagai salah satu warga masyarakat di Kelurahan Pintukota dimana saat ini sedang bersyukur dapat menjadi contoh untuk mendukung dan menyukseskan setiap program pemerintah.


Camat Ansa berharap jemaat Gmim Betel akan menjadi pendukung dalam program kesehatan pemerintah yakni vaksinasi masal di Kota Bitung apalagi para Pelayan Khususnya.


Acara syukur hut ke-69 15 April 2021 tersebut sekaligus dengan penyambutan dua Vikaris Pendeta baru yang ditugaskan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gmim di Jemaat Betel Pintukota Besar.


Masing-masing Vikaris Pendeta tersebut adalah Vic.Pdt Stevie Kahiking S.Th dan Vic Pdt Ryan Kolantung S.Th.


Sebetulnya kedatangan dua vikaris pendeta tersebut nanti pada tanggal 18 April tetapi setelah BPMJ berkoordinasi dengan Ketua Wilayah Bitung Enam Pdt.James Bryan Mailuhu S.Th berkenan dengan syukur hut jemaat maka penerimaan vikaris diadakan bersama syukur hut jemaat.


Turut juga hadir dalam acara itu BPMJ dan Pelsus Jemaat Imanuel Wangurer Likupang dan BPMJ serta Pelsus Jemaat Bulo wilayah Wori 2. 


Acara ditutup dengan resepsi bersama Jemaat dan para undangan serta tamu yang ikut hadir dalam dalam acara syukur hut jemaat sekaligus dengan penerimaan vikaris pendeta.


Deny/bdc

 Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Hayati Jumat Agung Dengan Kesungguhan

By On 20.38

 

Foto Ekslusif Gmim Betel Pintukota by FB Maxi Awondatu


Bidikdotcom - Hari ini seluruh umat Kristiani diseluruh Indonesia bahkan dunia  merayakan Kematian Yesus Kristus yang dengan kerelaan memberi dirinya untuk di Salibkan sampai mati.


Tidak terkecuali juga warga Gereja Masehi Injili di Minahasa Jemaat Betel Pintukota Besar di Wilayah Bitung Enam Kecamatan Lembeh Utara Pulau Lembeh.


Ibadah menghayati kematian Yesus Kristus tersebut dibuat dua sesi yakni sesi 1, pukul 06.00 wita dan sesi 2, pukul 10.00 wita.


Jemaat pun antusias mengambil bagian beribadah untuk memperingati kematian Yesus Kristus itu.


Meski harus menjaga jarak dan penerapatn protokol kesehatan yang baik tidak mengurangi khitmah jemaat dalam mengikuti setiap alur tata cara ibadah hingga selesai.


Ibadah pagi pukul 06.00 wita di pimpin oleh Wakil Ketua BPMJ Gmim Betel Pintukota Besar Pnt. Denius Sondoh sekaligus sebagai pelayan khusus di Kolom 7 dan selanjutnya pukul 10.00 di pimpin oleh Ketua BPMJ Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th.


Dalam ibadah tersebut diputar film Passion of the Christ yang berdurasi sekitar 3 menit yang menggambarkan penderitaan Yesus Kristus saat menghadapi ajal kematianNya di kayu salib dimana terasa menyakitkan dan benar-benar sebuah penderitaan yang tak terlukiskan.


Ayat Alkitab dalam ibadah tersebut diambil dari dalam Kitab Markus 15 : 33-41


Pdt.Steifane mengingatkan agar jemaat bersungguh-sungguh mengikut Yesus karena bagi mereka yang akan bertahan dalam mengiring Kristus setia sampai akhir akan menerima kehidupan kekal yakni sorga mulia.


Sangat terasa hikmah perayaan Jumat Agung tahun 2021 di mana seluruh jemaat yang ikut beribadah memakai pakain bernuansa hitam, sehingga menurut beberapa jemaat terasa ada dalam sebuah acara kedukaan saat menyaksikan pakaian berwarna hitam dikenakan anggota jemaat.


Pnt.Denius Sondoh selaku pelsus di periode 2018-2021 memberi pesan kepada jemaat bahwa perayaan Jumat Agung tahun ini akan memeri perubahan rohani bagi seluruh jemaat yang ini bertobat dan mau memberi diri mengikut Tuhan Yesus.


Puncak perayaan kematian Yesus Kristus ditutup dengan Perjamuan Kudus pukul 04.00 wita yang di pimpin oleh Ketua BPMJ Pdt.Steifane Tendean S.Th.


Arhtur/bdc



SMSI Gmim  2021 Angkat Isu Revisi Tata Gereja  Menuai Penolakan

By On 13.54

 

Baliho penolakan revisi TG Gmim 

Bidikdotcom Badan Pekerja Majelis Sinode Gmim akan melaksanakan Sidang Istimewah 2021 pada bulan Maret mendatang. Sidang melibatkan ketua-ketua jemaat, ketua-ketua wilayah se-GMIM itu dan anggota BPMS 


akan membahas berbagai rencana kerja pelayanan di tahun 2021 


diantaranya seputar pemilihan pelayan khusus mulai dari aras jemaaat hingga sinode tahun 2022 sebagaimana dalam Jadwal Pemilihan yang telah beredar sejak Jumat 12/2/2021.


Salah satu agenda dalam sidang nanti akan membahas perubahan Tata Gereja Gmim dalam hal Periodisasi Keanggotaan BPMS


Ini bukan lagi sebuah rahasia dalam pelayanan gereja dengan keanggotaan terbanyak di Sulawesi Utara tetapi telah disampaikan oleh Ketua-Ketua Wilayah dalam Sidang Majelis Wilayah bulan Februari ini.


Dimana akan diganti masa jabatan anggota BPMS dari dua periode menjadi tiga periode, alasan ini berkenan dengan kepemimpinan Ketua Sinode sekarang yang dianggap berhasil membangun hubungan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


Sehingga menjaga nilai dan usaha ini agar jaringan kerja pelayanan gereja tetap sinergitasnya terjaga dalam hubungan dimaksud, 


maka mencuatlah ide untuk memberikan peluang bagi pimpinan Sinode sekarang periodisasinya ditambah.


Rencana revisi Tata Gereja ini pun berbuntut pada penolakan beberapa warga Jemaat yang menilai bahwa perubahan tersebut sarat dengan muatan kepentingan.


Meskipun SMSI nanti akan dilaksanakan bulan Maret mendatang tetapi pemberitaannya cukup viral sejak kemarin 17/2/2021 lewat aksi penolakan yang tertulis dalam baliho terpajang dibeberapa sudut jalan Manado-Bitung.


Aksi yang dinamai Gerakan Peduli Gmim (GPG) berpandangan bahwa, 


para petinggi Gereja ini terkesan lebih terarah pada kepentingan duniawi kedudukan dan kekuasaan bukan sebaliknya menghadirkan terang kasih Kristus dalam jemaat. 


Hingga informasi ini diterbitkan belum ada tanggapan dari pihak BPMS menyikapi penolakan sebagaimana tulisan di banner tersebut.


Dalam postingan di sosial media menyikapi penolakan itu beberapa netizen mempertanyakan kredibel pemimpin Gereja sebagai hamba Tuhan sebaliknya ada juga yang membela dengan komentar bahwa tidak ada yang salah dilakukan oleh para pemimpin Gereja ini.


Tetapi seharus baliho tersebut bertuliskan menolak revisi TG bukan menolak SMSI sehingga mereka yang membacanya tidak digiring pada pemahaman yang keliru terhadap kerja pelayanan di gereja yang telah terbangun sejak ratusan tahun silam.(denys)





BPMS Gmim Mengeluarkan Jadwal Pemilihan Pelayan Khusus 2021, Berikut Tahapannya

By On 11.07

 

Foto : Spesial dari media Gmim

Bidikdotcom Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gmim mengeluarkan surat edaran mengenai pemilihan Syamas dan Penatua diaras Jemaat lewat Kolom serta BIPRA dan aras Wilayah bahkan tingkat Sinode dimana bulan Februari ini proses tahapannya sudah dimulai.


Surat berigistrasi No. K.c151/PPD.V11/02-2021 ditanda tangani langsung oleh Ketua Sonode Gmim Pdt. DR Hein Arina dan Sekretaris Pdt.Evert A.A Tangel STh, M.Pd.K.


Menurut Pendeta DR Hein Arina di terbitkannya lebih awal jadwal pemilihan Pelayan Khusus agar penjemaatannya lebih maksimal dan lebih dini diketahui jemaat se-Gmim  agar persiapan-persiapan sebagai syarat kelembagaan lebih tertata dengan baik.


Walaupun paling utama kesiapan hati dari pribadi sidi-sidi jemaat menyambut panggilan Tuhan ini.Untuk bulan Februari ini tahapan proses pemilihan untuk aras jemaat sedangkan untuk aras wilayah persiapannya setelah selesai pemilihan syamas dan penatua pada bulan Oktober 2021 dan untuk aras Sinode persiapannya pada bulan Februari 2022.


Berikut Tahapan pemilihan sebagaimana jadwal dalam isi surat edaran tertanggal 12/2/2021 :


DI ARAS JEMAAT

Sensus Warga Jemaat (Digital)

Februari-Maret  2021


Pelantikan Panitia Pemilihan dan Penetapan Daftar Sensus

April 2021


Penjemaatan Keputusan BPMS tentang Pemilihan Penataan, Pemetaan, dan Penetapan Kolom Serta Penyusunan Daftar Anggota Sidi Jemaat Menurut Kolom yang Baru

Mei-Juli 2021


Katekhisasi Bakal Calon Pelayan Khusus

Agustus-September 2021


Pengumuman Daftar Pemilih Calon Syamas/Penatua dan Daftar Pemilih Komisi Pelayanan Kategorial Jemaat (Komisi Anak dan Remaja sesuai SK BPMJ) 

Minggu ke IV September 2021.


Pemilihan Calon Syamas dan Calon Penatua di Kolom-Kolom

Jumat 15 Oktober 2021


Pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial Jemaat 

Minggu 17 Oktober 2021


Pelatihan Komisi Pelayanan Kategorial

Oktober-November 2021


Penyampaian dan Penetapan Berita Acara Pemlihan (BAP) Calon Syamas, Calon Penatua dan Calon Komisis Kategorial Jemaat kepada BPMS Gmim

Minggu III Oktober - Minggu I Novenber 2021


Katekhisasi dan Reatreat Calon Pelayan Khusus Periode Selanjutnya

Minggu IV Oktober— Minggu III November 2021


Peneguhan Pelayan Khusus periode selanjutnya

Minggu IV November — Minggu III Desember 2021


Pemilihan BPMJ

Minggu III Desember 2021


Penetapan BAP BPMJ

Minggu III Desember 2021


Pelantikan BPMJ dan serah terima pelayanan

Minggu IV Desember 2021



DI ARAS WILAYAH

Pembentukan dan Pelantikan Panitia

Desember 2021

Penyediaan daftar : Komisi Pelayanan Kategorial Jemaat, Daftar BPMJ, Daftar Anggota dan Anggota Pengganti Majelis Sinode, Perutusan Jemaat di Wilayah yang bersangkutan

Minggu II Januari 2022

Pemilihan Calon Komisi Pelayanan Kategorial Wilayah

Minggu II Januari 2022

Pemilihan Calon BPMW, Anggota Majelis Sinode Perutusan Wilayah dan Anggota Pengganti Peserta Sidang Majelis Sinode Tahunan

Minggu II Januari 2022

Penyampaian dan Penetapan Berita Acara Pemilihan (BAP)

Minggu III Januari 2022

Pelantikan dan serah terima pelayanan

Minggu IV Januari 2022


DI ARAS SINODE

Pembentukan dan Pelantikan Panitia Pemilihan

Minggu I Desember 2021

Penjaringan Calon Komisi Pelayanan Kategorial Sinode

11 Januari 2022

Penjaringan Bakal Calon BPMS

Februari 2022

Pengumuman Bakal Calon BPMS

Februari 2022

Pemilihan Komisi Pelayanan Kategorial Sinode

25 Februari 2022

Sidang Majelis Sinode dan Pemilihan BPMS

Minggu IV Maret 2022

Penetapan dan Pelantikan BPMS Minggu IV

Maret 2022

Serah terima pelayanan

1 April 2022

Pembubaran Panitia Pemilihan dan Panitia Pelaksana

Minggu III April 2022

Itulah jadwal pemilihan pelayan khusus di wilayah pelayanan Gmim dari proses tahapan sudah sementara dilaksanakan tetapi tata cara pemilihannya harus menunggu buku petunjuk teknis nantinya akan diterbitkan oleh Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) setelah SI Tahunan pada Maret 2021 mendatang.(bdc)

Gmim Betel Pintukota Besar Laksanakan Ibadah Syukur Tulude Dengan Kesederhanaan

By On 22.01

 

Pemotongan kue adat Tamo oleh Bpk Andris Limpong Foto bidikdot

Bidikdotcom Gereja Masehi Injili di Minahasa Jemaat Betel Pintukota Besar hari ini 1/2/2021 melaksanakan acara  Tulude dalam bentuk ibadah syukur  yang di pimpin langsung oleh Ketua BPMJ Pdt.Yansye Steifane Awondatu Tendean S.Th.


Tidak seperti dalam upacara resmi adat Tulude sebagaimana dilaksanakan oleh lembaga pemerintah atau komunitas masyarakat Nusa Utara pada umumnya yang di gelar dalam lapangan terbuka tetapi yang dilaksanakan oleh Jemaat Betel seperti ibadah pada hari minggu.


Baca Juga : Maurits Mantiri Hadiri Pesta Adat Tulude 2021 Dari Ormas Nusa Utara


Namun demikian tidak mengurangi makna dari pelaksanaan Tulude itu sendiri dimana menolak segalah hal-hal berkenan dengan kejahatan dan penyembahan-penyembahan kepada ilah-ilah lain.


Hal ini sejalan dengan Khotbah Pendeta Steifane Tendean yang diambil dari bacaan perenungan warga Gmim sepanjang minggu berjalan ini yakni Kisah Para Rasul 16 : 13-18.


Pendeta Steifane mengajak jemaat untuk bersyukur hanya kepada Yesus Kristus pemilik hidup dalam menghasilkan berkat Tuhan seperti Lidia yang dipakai Tuhan dalam usahanya karena mau membuka hati dalam kesungguhan ucap Ibu dua anak ini.


Pendeta Ifa panggilan akrab Pendeta Yansye melanjutkan khotbanya dengan mengatakan Jangan menyandingkan kehidupan gelap seperti tenung dan kuasa-kuasa diluar Tuhan karena kelak akan binasa.


Hanya kepada Gengghonalangi Mawu Ruata yang harus di puji dan dimuliakan ungkap istri dari Penatua Maxi Awondatu MPD.


Hal senada pun disampaikan oleh Bpk Andris Limpong yang dipercayakan untuk melaksanakan pemotongan kue adat Tamo yang sudah diramu dari berbagai jenis makanan yang di hasilkan alam sebagai berkat melimpah dari pada Tuhan.


Sang pemotong kue termadat tersebut mengatakan jangan tertuju kepada kegiatan seremonialnya


Tetapi lihatlah kepada Yesus Kristus yang sudah berkorban bagi umat manusia termasuk Jemaat Betel yang dipeliharaNya sepanjang tahun 2020 lalu.


Sejak dimulainya ibadah hingga saat pemotongan kue adat Tulude berlangsung sangat hikmat dan kusuk seluruh jemaat mengikuti dengan seksama dalam rasa syukur yang melimpah.


Selesai pemotongan kue adat Tulude Bpk.Andrid Limpong menyerahkan dua pasang bendera merah putih yang mewakili berkat melimpah dari jemaat untuk dijaga oleh hamba Tuhan Pendeta Yansye bersama suami.


Acara pun ditutup dengan nyanyian syukur bersama jemaat dan Pelayan  Khusus yang membuat lingkaran dipandu oleh Group Masamper Pria Kaum Bapa.


Beberapa jemaat sangat bersyukur meski dengan bentuk cukup sederhana namun khidmat dalam beribadah sungguh sangat terasa.


Baca Juga : Hasil Lengkap Pertandingan Liga Inggris, Spanyol, Italia, Jerman, Prancis


Acara ini sendiri di sponsori oleh Pria Kaum Bapa Jemaat yang berkolaborasi dengan Wanita Kaum Ibu sehingga semuanya boleh berjalan sesuai dengan rencana. BPMJ setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua unsur sehingga acara ibadah syukur Tulude 2021 boleh terlaksana.(bdc)


Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun Untuk Keluarga Kristen Dalam Persekutuan Gereja

By On 10.53

  

ilustrasi gambar by pixabay

Bidikdotcom Tinggal beberapa jam lagi kita akan mengakhiri tahun 2020 sebagai tahun Anugerah Tuhan yang penuh dengan berbagai kesesakan hari ini Kamis 31 Desember 2020 akan menjadi penghayatan bagi seluruh umat manusia kala akan menyambut tahun baru 1 Januari 2021.


Mengapa perlu hidup sederhana di tahun ini untuk dihayati, jawabannya sangat perlu!


Lantas hidup seperti apa yang harus dihayati itulah yang akan kita sampaikan dalam doa dan harapan di tahun 2021 supaya akan lebih baik dari tahun sebelumnya. meski diperhadapkan dengan wabah virus corona yang belum diketahui kapan berakhirnya.


Satu keyakinan kita sebagai umat yang percaya bahwa Allah di dalam Yesus Kristus akan menaungi kita di tengah badai serta gelombang yang sementara menerpa.


Kita akan memasuki tahun rahmat Tuhan 2021 sebagai kasih karuniaNya atas pemberian hidup dan boleh diperkenankan kita menikmati hingga hari ini. Kita melanggeng ke tahun baru masih membawa sederet peristiwa mencengangkan dunia yakni Covid-19.


Tetapi itu tidak akan menyurut semangat kita untuk berkarya lebih baik dari tahun ini!


Alkitab berkata dalam Ulangan Pasal 5 ayat 33 "Segenap Jalan yang diperintahkan kepadamu oleh Tuhan Allahmu, haruslah kamu jalani supaya kamu hidup, dan baik keadaanmu serta lanjut umurmu di negeri akan kamu duduki".


Jadi apapun alasannya mulai dari adanya peristiwa wabah penyakit maupun tidak adanya wabah umat manusia diajak untuk menjalani segenap perintah Tuhan supaya kita akan beroleh hidup dan umur panjang ditahun yang akan kita duduki (jalani).


Perintah Tuhan yang mana itu? perintah untuk saling mengasihi sesama manusia dan mengasihi Tuhan dengan kesungguhan hati.


Bentuk dan cara mengasihi Tuhan tertuang dengan mengasihi kepada sesama manusia dengan mematuhi peraturan pemerintah sebagai wakil Allah untuk mematuhi protokol kesehatan, tidak menciptakan kerumunan, dan membuat acara pesta pora yang dapat menciptakan penyebaran baru.


Bila kita menjalankan dengan segalah ketulusan dua perintah itu maka ya dan amin kita akan terima berkat kehidupan dari Tuhan bukan sebaliknya yakni kutuk.


Mari kita Berdoa :


Ya Tuhan Allah kami, kami bersyukur masih boleh bernafas dengan segalah kekuatan dan kesehatan tubuh jasmani kami alami hingga hari ini di penghujun tahun 2020.


Kami bersyukur pula atas segalah pekerjaan yang boleh kami jalani meskipun penghasilan dirasakan cukup menurun bahkan membuat kami harus berhemat secara luar biasa demi bisa bertahan dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan.


 Bapa kami dalam Kerajaan Sorga, kami bersyukur kalau wabah penyakit berbahaya ini Tuhan ijinkan bagi umat manusia alami karena Engkau punya maksud terindah dalam hidup umatMu.


Itulah sebabNya kami makin sungguh-sungguh cari hadiratmu karena kami percaya Engkau lebih besar dari wabah penyakit apapun termasuk Covid-19 berapa pun gelombangnya Engkau pasti akan menghalaunya bagi kami.


Beberapa jam kedepan Tuhan, kami segerah mengakhiri tahun 2020 ini kami sedih karena di PHK, kami sedih karena kehilangan pekerjaan dan hanya bisa pasrah padaMu.


Kami sedih orang yang kami cintai pergi mendahului kami menghadap keribaanMu bahkan kami sedih tidak bisa menyaksikan prosesi pemakaman mereka karena dimakamkan dengan cara protokol kesehatan namun, semuanya Engkau beri kekuatan bagi kami untuk menghadapinya.


Ya Tuhan Allah Kami, di tahun yang hampir lewat ini kami memohon kepadaMu pertahankan semangat iman kami melayaniMu sehingga semua yang kami alami di tahun ini kesedihan, dukacita, penghianatan, kejahatan, dan berbagai cara hidup tak berkenan padaMu akan kami tinggalkan.


Kami hendak hidup baru dan siap menjalani bersamaMu di tahun rahmat 2021.


Demikian juga saat kami menapaki kehidupan di tahun baru nanti pertolonganMu di tahun sebelumnya akan menjadi juga bagian kami ditahun baru 2021.


Memberkati serta menolong dan memberi kekuatan, kesehatan dan kedamaian bagi keluarga kami Istri, Suami, Anak-anak, Orang Tua Saudara bersaudara agar di tahun baru nanti kami semua Engkau berkati.


Ya Bapa Kami di dalam Yesus Kristus diakhir tahun ini kami berdoa bagi Pemerintah mulai dari Bpk.Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Bpk.Ma'ruf Amin seluruh Menteri kerja Indonesia Maju, para Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota 


Engkau menolong dan memberkati mereka sebagai wakilMu di dunia ini untuk memimpin umat mendantangkan kesejahteraan, ketenteraman bahkan kehidupan damai yang berkeadilan bagi seluruh umat manusia.


Mereka juga Engkau kuatkan, sehatkan sehingga dalam menjalankan tugas kerja mereka penuh sukacita.


Kami berdoa kepadaMu pulihkan bangsa kami dari Covid-19, pulihkan umatMu dari wabah penyakit ini sehingga kami dapat menerima tanah kanaan berlimpah susu madunya yakni Indonesia yang kami cintai.


Ya Tuhan kami serahkan perjalanan hidup kami ditahun baru nanti kedalam tanganMu yang penuh pengasihan kami berdoa, bermohon, berharap biarlah kehendakMu yang jadi bukan kehendak kami. Amin


Kiranya ungkapan doa akhir tahun dan awal tahun untuk keluarga kita bangsa dan negara di perhitungkan Tuhan sumber pengharapan kita. Amin


Saya Admin mengucapkan Selamat menjalani Tahun Baru 2021 - Syalom 👌🎵🎆🎇

BPMS Gmim Tegaskan Ibadah NATARU Hanya Pelsus dan Perangkat Pelayanan Dalam Gereja

By On 10.05

 

Ilustrasi gambar Salah satu gerej di pusat Kota Bitung Foto bidikdot

Bidikdotcom Surat edaran terbaru dari BPMS GMIM pada 22 Desember 2020 menegaskan bahwa Ibadah Natal tahun ini dalam gedung gereja pelaksanaan hanya bisa di hadiri oleh Pelayan Khusus dan perangkat pelayanan di Jemaat. Keputusan ini menindak lanjuti keputusan Gubernur Sulawesi Utara pada 21/12/2020 dimana poinnya membatasi pelaksanaan kegiatan ibadah natal dan tahun baru didalam gereja.


Lewat penegasan BPMS ini seluruh pimpinan gereja Gmim mulai dari Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah maupun Ketua Badan Pekerja Majelis Jemaat dapat mengatur sedemikian bijaksana kegiatan ibadah malam Natal hari ini 24/12/2020 hingga besok 25 Desember 2020.


Baca Juga : Polemik Pembatasan Ibadah Natal Oleh Pemerintah Sulawesi Utara


Sama halnya dengan kegiatan pelayanan Baptisan pada 26 Desember 2020 hanya di hadiri oleh Pendeta Pelsus dan orang tua serta orang tua saksi atau calon papa nani dan calon mama nani serta perangkat pelayanan.


Alasan ini dibuat karena penyebaran wabah covid-19 seminggu terakhir cukup tinggi di Sulut dan telah menembus angka 2000-an yang terpapar maka dengan itu ketaatan gereja kepada Tuhan Yesus sang Putra Natal, di ungkapkan dengan mendukung tindakan pemerintah terhadap memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya itu.


Perayaan Natal tahun ini juga tidak ada kumpul-kumpul keluarga atau open house.


Bukan hanya Natal saja namun juga Pemerintah larang keramaian malam tahun baru dimana bisa menjadi cluster baru penyebaran wabah berbahaya virus corona.


Maka dengan itu BPMS juga mengatur pelaksanaan ibadah mulai dari 31 Desember dan tanggal 1, 2  Januari 2021 sama dengan pelaksanaan ibadah Natal.


Berikut 3 poin penting isi surat edaran BPMS Gmim tertanggal 22 Desember 2020.


1. Pelaksanaan Ibadah Perayaan Malam Natal Yesus Kristus 24 Desember 2020, Ibadah Natal Yesus Kristus tanggal 25, 26 Desember 2020 dan Ibadah Malam Tahun Baru tanggal 1, 2 Januari 2021 dilaksanakan di Gedung Gereja dengan kehadiran hanya Pelayan Khusus serta Perangkat Pelayanan Jemaat dan wajib mematuhi prosedur tetap (protap) Kesehatan.


Untuk pelayanan ibadah bagi anggota jemaat melalui live streaming dan atau pengeras suara yang diikuti dari rumah masing-masing.


2. Pelayanan Ibadah Sakramen Baptisan dilaksanakan dalam suatu Ibadah khusus Pelayanan Baptisan hanya dihadiri oleh seorang Pendeta sebagai Khadim Pelayan Khusus Kolom setempat BPMJ yang bertugas orang tua Baptisan (dan tidak dilaksanakan pada jam yang sama saat ibadah natal).


3. Mengapresiasi segalah bentuk upaya dari warga Gmim yang telah dilakukan selama ini untuk memutus mata rantai Covid-19 sambil terus kami ingatkan dalam memaknai perayaan gerejawi ini kita hanya merayakan bersama keluarga dirumah masing-masing (tidak melakukan open house) serta tidak melakukan kegiatan kumpul-kumpul orang. 


Sebagai tanggung jawab iman orang percaya kita diajak untuk tetap mematuhi segala aturan maupun himbauan baik oleh gereja dan pemerintah untuk mencegah dan mengatasi penyebaran virus ini.


Itulah tiga poin penting dari isi edaran oleh pimpinan tertinggi gereja terbesar di Sulawesi Utara ini yakni Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gmim.


Perayaan ibadah natal memang menjadi sorotan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran wabah berbahaya ini,  tetapi sadarkah kita bahwa hari ini 24/12/2020 kerumuman pasar-pasar rakyat tidak terbendung pengunjungnya untuk berbelanja persedian menyambut natal besok.


Bahkan pusat-pusat perbelanjaan di Kota Manado terkesan tidak melakukan pengetatan seperti himbauan dari petinggi gereja ini, malahan ada beberapa dari pengunjung serta para karyawannya tidak memakai masker dan tidak adanya persedian air cuci tangan disekitaran lokasi.


Coba di bandingkan dengan gereja fasilitas protokol kesehatan benar-benar terfasilitasi dengan baik bahkan jauh dari kata kotor sebab jemaat yang datang ke gereja semuanya sudah bersih dari mandi dengan berbagai aroma wewangian sampai didepan gereja cuci tangan, sudah pakai masker harus diukur suhu tubuh baru dipersilahkan masuk ruangan gereja oleh petugas jemaat yang mengatur.


Adakah metode gereja ini terlihat dipasar-pasar atau di tempat perbelanjaan tadi? tidak!


Gereja seharusnya menjadi barometer unik dari penerapan protokol kesehatan bukan sebaliknya kegiatan pelaksanaan ibadah natal dalam gereja diwaspadai seakan-akan terkesan gereja bisa memicu cluster baru dari wabah ini.


Baca Juga : Kota Bitung Zona Merah Covid-19 Satu Rumah Sakit di Tutup Sementara


Semua tinggal dari kita yang menjalankan dengan bijak situasi tak menentu ini walau demikian jangan menghilangkan makna natal sesungguhnya sebagaimana isi edaran BPMS diatas Selamat Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2021. Penulis deny sondoh


Komisi Pelayanan WKI Gmim Wilayah Bitung VI Rayakan Ibadah Sambut Natal Terbatas

By On 21.00

 

Ruang Gereja dalam pembatasan ibadah sambut natal Sabtu 5/12/2020
 Foto FBfanny

Bidikdotcom Perayaan Natal di gereja tahun 2020 di batasi jumlahnya dalam rangka terus berjuang memutus mata rantai penyebaran virus corona yang masih tinggi di beberapa daerah termasuk Sulawesi Utara meskipun tidak signifikan.


Inilah juga di lakukan oleh Komisi Pelayanan Wanita Kaum Ibu Gmim di Wilayah Bitung Enam/Lembeh Utara pada Ibadah sambut Natal Yesus Kristus hari ini 5/12/2020  di Jemaat Betel Pintukota Besar sebagai respon  surat edaran dari Gubernur Sulawesi Utara lewat Pjs DR Agus Fatoni M.Si


Bahwa dalam merayakan natal tidak ada kerumunan berlebihan dan tetap dalam protokol kesehatan yang sudah disampaikan memakai masker, menjaga jarak dan menyiapkan tempat cuci tangan di sekitar area gedung gereja atau rumah ibadah lainnya.


Tahun ini tidak biasanya dengan tahun-tahun lalu dimana semua wanita yang masuk dalam pelayanan kaum Ibu di kecamatan lembeh utara khusus warga GMIM semuanya ambil bagian dalam ibadah sambut Natal Yesus Kristus.


Tetapi kali ini hanya di wakilkan dari masing-masing Jemaat berjumlah 3 orang saja tidak lebih. Sehingga jumlah keseluruhan dari 11 Jemaat semuanya 33 peserta. Ibadah sambut Natal ini juga sekaligus dengan ibadah sambut Natal Jemaat nyonya rumah.


Ibadah sambut natal ini dipimpin langsung oleh Ketua BPMJ Gmim Betel Pintukota Pdt.Yansye Steifane Tendean S.Th dan dimulai pada pukul 16.30 wita.


Bukan hanya pelayanan wanita kaum Ibu namun berlaku untuk semua pelayanan BIPRA di Wilayah Bitung Enam (Bapa, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak), tetapi juga disemua aras pelayanan GMIM.


Ada beberapa tanggapan kekecewaan dari warga jemaat atas pemberlakuan pembatasan pelayanan ibadah. Sebab salah satu menampung aktifitas masa adalah ibadah-ibadah sambut natal seperti ini apalagi skopnya cukup luas yakni 11 jemaat seandainya itu dipaksakan bisa saja terjadi klaster baru.


Dimana hingga hari ini Pulau Lembeh masih tergolong zona hijau dari wabah berbahaya virus corona itu. Meski demikian tidak mengurangi hikmat merayakan ibadah sambut natal dimana semua peserta ikut ibadah dalam suasana kekhusukan menikmati hadirat Tuhan.


Ketua WKI Jemaat Gmim Betel Pintukota Besar Penatua Santy Tangkabiringan mengatakan ia sangat bersyukur meski kehadiran para ibu-ibu Tuhan dari wilayah hanya sedemikian banyak  tetapi demi keselamatan bersama protokol kesehatan tetap harus di jalankan dengan tidak menghadirkan kerumunan. (bdc)

Ketua Sinode GMIM Pimpin Ibadah Pentahbisan Gereja Mesias Pintukota

By On 09.19

 

Pdt.Dr Hein Arina dan Olly Dondokambey SE tanda tangan Prasasti Pentahbisan 
Gedung Gereja Mesias Pintukota Sabtu 21/11/2020 Foto bidikdot

Bidikdotcom Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Pdt.Dr Hein Arina pada Sabtu 21/11/2020 berkunjung ke Pulau Lembeh tepatnya di Wilayah pelayanan Bitung Empat dan Bitung Enam. 


Bersama dengan rombongan Ketua Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Olly Dondokambey serta beberapa anggota BPMS melaksanakan agenda Konven Pelayan Khusus di Lembeh 


Sebelum datang ke Jemaat Mesias Pintukota Kecil Pendeta Hein Arina bersama rombongan berjumpa dengan seluruh Pelayan Khusus di wilayah Bitung Empat untuk menyampaikan misi Gereja kepada para pemimpin yakni Penatua dan Syamas yang nantinya akan bertemu langsung setiap ada pelayanan di kolom maupun di aras BIPRA. 


Selanjutnya rombongan langsung menuju pelayanan wilayah Bitung Enam di Kecamatan Lembeh Utara sebagaimana agenda yang sudah tersusun.


Baca Juga : Debat Publik Tahap III Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut


Rencana acara Peresmian dan Pentahbisan rumah ibadah Jemaat Mesias Pintukota Kecil sebagaimana undangan di edarkan pukul 10.00 wita oleh Ketua BPMJ Pdt. Albert Tompunu M.TH tetapi harus menunggu rombongan dari BPMS 


maka acara tersebut molor hingga pukul 12.30 wita menyesuaikan dengan rombongan yang baru tiba kira-kira pukul 12.15.


Tetapi tidak mengurangi semangat Jemaat Mesias untuk menyukseskan acara yang selama ini mereka tunggu-tunggu. Ada tiga moment terindah di alami oleh Jemaat dengan 4 Kolom ini yaitu Peresmian rumah ibadah, 


Peresmian Pastori dan Peresmian gedung serba guna yang di bangun dan berhasil selesai tahun 2020 ini.


Acara ibadah di mulai dari luar gedung gereja di awali dengan penanda tanganan 3 prasasti yakni peresmian gedung gereja, pastori dan gedung serba guna oleh Pendeta Hein Arina dan Olly Dondokambey  selaku Ketua MPH PGI.


Dari ketiga hamba Tuhan (pendeta) di tempatkan di Jemaat ini, Pdt. Albert Tompunu M.th yang menjadi harapan untuk menjawab kerinduan jemaat agar punya status administrasi resmi baik gereja maupun pemerintah. dan itu berhasil dilaksanakan pada Sabtu 21/11/2020.


Pendiri jemaat sebagai generasi yang tersisa yakni Ibu.Lolyn Makisurat-Dalekes merasa bangga dan terharu atas peristiwa sejarah yang sekian lama mereka tunggu dalam pengakuan hadirnya gereja sebagai lembaga di tengah masyarakat sambil mengenang masa perjuanganmembangun  gereja.


Acara berjalan sangat baik meski waktu dari penetapan acara molor beberapa jam tetapi terobati dengan hadirnya Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang juga memberi bantuan pembangunan fisik Jemaat. 


Gubernur yang lagi cuti tersebut karena Pilkada menyampaikan sangat berbangga bisa berjumpa dengan Jemaat Mesias Pintukota Kecil sambil mengharapkan seluruh masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dan menyalurkan hak demokrasinya pada 9 Desember 2020 mendatang.


Sebagai Ketua BPMJ Pdt.Albert Tompunu menyampaikan terima kasihnya kepada ketua BPMS Pd.Dr Hein Arina dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE yang sudah bersedia hadir memenuhi harapan jemaat Mesias Pintukota Kecil ungkapan ini juga di amini oleh Ketua Wilayah Bitung Enam Pdt. Bryan James Mailuhu S.Th


Acara Peresmian dan Pentahbisan rumah ibadah ini di hadiri juga oleh Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung Maurits Mantiri dan Hengki Honandar serta Lurah Batu Kota Novendi Bawimbang S.Sos. 


Selesai acara di Pintukota Kecil rombongan BPMS menuju Jemaat Lembah Yarden Mawali 1 untuk menghadiri Konven Pelayan Khusus dalam rangka pembinaan pelsus untuk bersama dalam persiapan pemilihan kepala daerah Desember mendatang.


Baca Juga : Warga Lembeh Buat Jembatan Ruko Yang Rusak Parah


Dalam konven tersebut yang memberi materi adalah Pdt. Yani Rende M.Th, Pdt. Ventje Talumepa M.Th dan Ketua Sinode sendiri. Seluruh Pelsus di wilayah Bitung Enam dari 11 Jemaat semuanya hadir untuk mendengarkan pembekalan dari BPMS. 


Olly Dondokambey selaku calon Gubernur Sulut juga hadir dalam konven ini namun orang nomor satu Sulut ini hanya memberikan sedikit arahan kepada Pelsus dan selanjutnya ia mohon diri untuk kembali  menuju Tomohon.


Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *