Amerika Tolak Indonesia Beli Jet Tempur F35

 

Jet tempur F35 milik Amerika Serikat rencana akan dibeli Indonesia 
produksi Lockheed Martin Foto US NAVY Keith Simmons

Bidikdotcom Pemerintah lewat Kementerian Pertahanan Republik Indonesia berencana membeli Jet tempur tercanggih Amerika Serikat F35, namun usaha menambah alutsista dalam negeri ini mendapat beberapa kendala atas persyaratan regulasi Amerika seputar penjualan peralatan tempur.

Bila Indonesia tidak memenuhi persyaratan atas pemberlakuan penjualan alutsista maka kemungkinan besar rencana pembelian tersebut akan mendapat penolakan.

Hal ini dibenarkan oleh Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Muhamad Lutfi, dalam pernyataannya lewat konfrensi pers secara virtual pada 2/11/2020 sehubungan dengan perpanjangan GSP antara Indonesia dan Amerika. GSP adalah kependekan dari Generalized System of Preferences yakni fasilitas dimana pembebasan bea dan cukai untuk memasukan produk dalam negeri ke Amerika.

Lutfi mengatakan bahwa Indonesia punya rencana melakukan pembelian pesawat tempur tercanggih dari tipe F yakni F 35. Tetapi sayang permintaan Indonesia ditolak oleh Amerika dengan alasan bahwa Indonesia belum layak untuk memiliki pesawat super canggih tersebut.

Berlatar belakang Jenderal yang pernah memimpin Komando Pasukan Khusus (Kopassus) pada satuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dimana hari ini menjadi  Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan langkah-langkah diplomasi dengan Pemerintah Amerika dalam rencana pembelian Pesawat tempur tersebut.

Ketua umum Gerindra ini cukup serius membidik alutsista paling canggih dari peralatan tempur Angkatan Laut Amerika Serikat itu. 

Atas keseriusannya memperlengkapi pertahanan negara Prabowo beberapa waktu lalu bertolak ke Amerika  dan bertemu dengan segenap pejabat pertahanan negeri Pamansam itu atas maksud pembelian pesawat tempur F 35.

Baca Juga : Pemilu Amerika Joe Biden Ungguli Sementara Suara Electoral

Ada beberapa prasyaratan yang harus di penuhi pemerintah Indonesia untuk mendapatkan Jet tempur terbaru Amerika Serikat tersebut. Salah satunya ialah Indonesia harus memiliki jet tempur seri F-4 dan seri F-4,5 yakni F-16 BLOCK 32 dan F 16 BLOCK C72 ungkap Lutfi.

Meski demikian bukan berarti kerjasama Indonesia dan Amerika dalam pembelian alutsista berakhir Amerika tetap menawarkan Jet tempurnya yang berkelas seperti 2 tipe yang telah di catat diatas. Bila Indonesia dapat membeli salah satu tipe F-16 tersebut maka dimungkinkan Indonesia mendapatkan Jet tempur yang sering disebut dengan Jet siluman itu.

Indonesia dibawa kepemimpinan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan sedang melakukan peremajaan alutsista. 

Salah satunya adalah pesawat tempur. Lutfi menambahkan bahwa Indonesia memang memiliki F-16 dengan seri AB yang di beli tahun 1990 tapi itu sudah cukup lama dan Indonesia hari ini harus memiliki persenjataan modern yang canggih termasuk jenis pesawat tadi.

F35 menjadi bidikan Indonesia karena memiliki kecanggihan luar biasa dari segi digital dan dapat memproteksi musuh secara cepat dari 4 mata angin berbeda. itulah alasannya Indonesia berburuh pesawat ini. 

Tetapi dari pihak Amerika menjelaskan bahwa dua seri F16 32 dan F16 C 72 merupakan dua jenis pesawat seri ke-4 bertipe F  tercanggih meskipun seri ke-5 masing paling canggih. Indonesia harus memiliki 2 jenis Jet tempur tersebut jika ingin memiliki seri terbarunya yakni F35.

Kecanggihan F-35 Seri Ke-5

Pesawat Jet tempur F 35 seri ke-5 memiliki program bernama Join Strike Fighter yang di kembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Amerika dibawa pimpinan Lockheed Martin dan dua rekannya BAE System dan Northrop Grumman. Ada tiga tipe Jet tempur ini yaitu F35 A, F35 B dan F35 C.


Pada keempat sayap pesawat ini dilengkapi dengan kamera super canggih yang bisa membaca pergerakan musuh dari ke-4 penjuru mata angin secara cepat meskipun dalam radar yang terlihat.

Kecanggihan lain dari jenis F35 ini ialah dimana tipe C sayapnya bisa di lipat dan tidak memakan badan area parkiran dan dimedan tempur tak bisa dibaca oleh oleh lawan jika hanya mengandalkan teknologi rata-rata, untuk mendeteksi pesawat ini harus memiliki teknologi diatas dari F35.

Dalam medan pendaratan secara darurat Jet  tempur F35 bisa mendarat seperti helikopter ia tidak membutuhkan landasan pacu pesawat karena multi fungsinya. Rudal yang dibawanya pun tergolong unik yaitu rudal berjenis hyper sonic yang memiliki kecepatan 5 kali dari penglihatan mata manusia.

Tidak sampai di situ F35 dapat membawa muatan dengan berat 6800 kg sehingga rudal serang tersemat di tubuh pesawat ini berjumlah 6 unit dari tipe F16 yang hanya berjumlah 4 unit. pesawat ini juga memiliki kecepatan terbang 1800 km/jam dan dalam satu kali terbang bisa mencapai 1500 km/jam.

Sistem komputer dalam pesawat ini memiliki 8,5 juta baris kode dengan dua layar penuh dimana mampu membaca musuh dari luar jangkauan deteksi satelit, dan didarat pun pesawat ini dapat berkamuflase dengan sensor non deteksi dalam komputer super canggihnya. Jet tempur ini pertama di gunakan membombardir markas utama pasukan ISIS tahun 2019 lalu.

Harga yang dibandrol dari masing-masing pesawat :

F35 A Rp 1 Triliun 107 Milyar 336 Juta (77,9 juta US Dollar)

F35 B Rp 1 Triliun 436 Milyar 963 Juta (101,3 juta US Dollar)

F35 C Rp 1 Triliun 341 Milyar 880 Juta (94,4 juta US Dollar)

Harga ini untuk Amerika saja, belum masuk harga jual beli secara global sumber info (wikipedia) dari Loocheed Martin X-35. bila melihat beberapa informasi terbaru penjualan alutsista khususnya pesawat yang di impor Indonesia maka anggaran di butuhkan setiap pesawatnya hampir 2 Triliun harga yang cukup fantastik ini dimungkinkan bisa membangun 100.000 ribu unit rumah di 1000 kecamatan 

Tetapi demi kedaulatan dan pertahanan Nasional berapapun harganya dapat mendantangkan kesejahteraan bagi bangsa dan negara patut diberi dukungan.

Baca Juga : Ventilator Alat Bantu Pernafasan Convent-20 Buatan Anak Bangsa

Amerika Serikat memang dikenal sebagai pencipta alutsista terkemuka dan paling modern dibelahan dunia ini sehingga untuk mendapatkan kecanggihan mereka tidak semudah membalikan telapak tangan tetapi butuh berbagai langkah diplomasi untuk merealisasikannya. 

catatan ini juga sudah di beritakan dimedia mainstream seperti CNN Indonesia, Kompas TV dan iNews TV. beberapa keterangan seputar informasi pesawat dirilis dari wikipedia.

deny-bdc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *