Notification

×

Iklan

Iklan

Arti Hidup di Tengah Wabah Virus Corona

Jumat, 03 September 2021 | 22.29 WITA Last Updated 2021-09-04T02:35:24Z

 

Ilustrasi gambar

Bidikdotcom - Hampir dua tahun sejak akhir 2019 wabah virus corona berhasil mengeksekusi setiap sudut kehdupan manusia dengan sempurnah.


Dunia berduka kehilangan segalahnya baik dari nyawa, harta, benda, bahkan kedudukan nyaris tidak luput dari terjangan badai mematikan yang secara kasat mata tidak terlihat adanya.


Indonesia menetapkan wabah corona pada Februari 2020 sebagai "pandemi berbahaya" dan mengancam keselamatan manusia.


Maka tidak ada jalan lain selain melakukan penghentian semua kegiatan yang berhubungan dengan jaringan banyak orang.


Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran, aktivitas melibatkan banyak orang dilarang karena dianggap dapat menciptakan klaster penyebaran baru mengisi setiap sudut perjuangan anak manusia.


belum lagi aksi jual beli di pusat-pusat perbelanjaan  ditutup dan semua serba beraktivitas dari rumah.


Seolah arti kehidupan bukanlah sebuah hal istimewah membawa kebahagian tetapi sebaliknya hidup telah menjadi sebuah ketakutan atas bayang-bayang pelarangan, pembatasan, penyekatan dan istilah lainnya asal tidak ada kerumuanan terjadi.


karena virus corona bisa menyerang kapan saja dan siapa saja tanpa memilih target kecil atau besar semuanya disasar tanpa pandang bulu.


Wajah aktivitas dunia sekejap berubah bagai mendung yang sebentar lagi akan turun hujan termasuk di dalamnya Indonesia merana dalam harapan ketidak pastian.


Mereka yang bekerja di garda terdepan untuk misi penyelamatan pun tidak luput dari serangan wabah mematikan ini.


Dari data Kementerian Kesehatan RI hingga Juli 2021 ada "1.459 tenaga medis" yang gugur dalam penanganan Covid-19.


Tetapi dilain pihak ada masyarakat yang ciut bahkan tidak peduli dengan ajakan menanggulangi bersama untuk memutus mata rantai penyebaran dari virus berbahaya tersebut.


Bahkan ada juga yang tak bergeming dengan angkah kematian virus corona yang telah mencapai 134 ribu Jiwa dengan kasus terkonfirmasi positif tembus 4 jutaan secara keseluruhan di Indonesia per 2 September 2021.


Kini babak baru telah di mulai, artinya hidup mulai ada secerca harapan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah di longgarkan pemerintah menjadi level 3,2, 1.


Masyarakat telah di ijinkan untuk melakukan aktivitas seperti sediakalah untuk mengembalikan geliat ekonomi warga yang porak-poranda akibat corona.


sektor penggerak ekonomi seperti UMKM, Pariwisata, pusat perbelanjaan, pasar tradisional dan lainnya menyambut senang dan bangga atas keputusan pemerintah meskipun protokol kesehatan masih menjadi tema utama dari semua kegiatan tersebut.


Pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah menjadi trending topik media-media offline maupun online sebab antusias pelaku pendidikan cukup menarik  perhatian publik atas rasa bangga dan harunya para guru dan murid menyambut sekolah segera dibuka. 


bahkan ada dari para guru tidak tahan menahan air mata mereka saat wawancara virtual dengan Presiden Joko Widodo.


Pemenuhan vaksinasi masih menjadi target pemerintah, agar semua murid maupun guru bahkan masyarakat Indonesia secara umum dapat menerima vaksin secara merata.


Lantas apa kesan istimewah atas hadirnya virus corona dimuka bumi ini termasuk Indonesia salah satunya? berikut uraiannya:


Pertama - Wabah Corona merubah sifat manusia yang sebelumnya lupa pada Tuhan kini berbalik 90 derajat memanjatkan doa, beribadah meski tempat-tempat ibadah ditutup.


yang sebelumnya super cuek, menganggap diri paling hebat, punya jabatan tinggi, memiliki harta benda melimpah dan tidak pernah kenal dengan manusia lainnya, kini terlihat lebih peduli, mengasihi, bahkan tidak sedikit harta dikorbankan dalam rangka membantu sesama.


Pola hidup sehat dimana sebelumnya dianggap sebagai slogan periklanan kini menjadi sifat dasar yang tidak terpisahkan dari seseorang. Makan harus cuci tangan pakai sabun, berjemur dibawa terik matahari, berolahraga dan sering membersihkan area rumah dengan disinfektan.


Kedua - Wabah Corona memberikan manfaat ekxtra dimana hampir 100% masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Marauke mengenal teknologi dari kelas smartphone.


Sebelumnya hampir separuh rakyat Indonesia tidak kenal apa itu virtual, daring, webinar, market digital dan jualan online. tetapi kini secara nasional masyarakat dibuat mengerti dengan hadirnya perangkat canggih smartphone untuk aktivitas dari rumah


baik itu kebutuhan belajar anak, pengurusan administrasi seperti Kartu Keluarga, KTP dan lainnya.


Program pemerintah menyambut era industri four poin zero (4.0) saat ini menjadi muda dan selangkah lebih maju dari yang ditargetkan, sebab hampir semua masyarakat Indonesia memiliki smartphone canggih baik lewat orang tua maupun anak-anak.


Ketiga - Wabah Corona memberikan dampak positif bagi perkebunan-perkebunan dimana sebelumnya sudah tidak terawat karena kesibukan pekerjaan yang mungkin waktu libur seseorang hanya ada pada hari sabtu dan minggu.


Saat ini perkebunan-perkebunan warga telah terawat dan ditanami berbagai jenis tanaman mulai dari sayuran, buah-buahan dan rempah-rempah seperti yang dilakukan oleh admin yang meulis artikel ini.


Tentu ini diluar dari mereka yang memang punya aktivitas berkebun, tetapi bagi mereka yang punya pekerjaan tapi terjadi PHK maka  salah satu alternatifnya adalah membersihkan lahan perkebunan.


Tetapi meski memiliki keistimewaan wabah corona menyisikan dan memberi pembatasan bagi seseorang dalam hal saling menyapa apa-apa saja itu berikut uraiannya.


Berjabat Tangan - Salah satu sifat dasar manusia Indonesia bila bertemu atau mengakhiri percakapan sebelum berpamitan akan berjabat tangan, namun ditengah pandemi berjabat tangan merupakan hal menakutkan dan sering di hindari, benar-benar memiriskan.


Bersin - Ingat tempoe doloe, bila seorang anak atau orang tua yang bersin maka itu dianggap  sebagai tanda syukur bahwa akan dilindungi Tuhan sehingga orang disamping yang melihat atau mendengar langsung menjawab selamat, umur panjang.


Namun ditengah pandemi corona seorang disamping mungkin akan menegur dengan kasar dan melerai jika bersin tidak langsung ditutup dengan telapak tangan, sungguh sifat hidup yang telah berbalik berbalik arah.


Menjaga Jarak - Ini lebih aneh! sebelum ada pandemi duduk menjaga jarak hanya mungkin dilakukan oleh mereka yang saling berseteru, tetapi kini sesama anggota keluarga pun harus duduk menjaga jarak apalagi salah satu anggota keluarga dari beraktivitas diluar rumah.


Kesimpulan - Wabah virus corona benar-benar telah merubah segalahnya yang di miliki umat manusia  kini tinggal bagaimana manusia menyikapi siklus kehidupan yang sementara terjadi.


Ingat film 2045? dimana aktivitas tahun itu telah dirasakan dan dilakukan oleh manusia pada tahun 2011 meski aktivitasnya di tahun berjalan tersebut.


Mungkin juga manusia memprediksi wabah ini akan terjadi pada tahun-tahun yang akan datang tetapi faktanya wabah ini disaksikan hari ini.


Pertanyaannya apakah tanda-tanda akhir dari kesudahan zaman sudah dekat?


Tentu bagi kita yang beragama hanya kitalah yang akan merasakan atas perkenanan Tuhan yang kita yakini menurut ajaran dan keyakinan masing-masing.


Tetapi jika iya itu adalah tanda kesudahan dunia ini, maka corona telah memberikan kita arti hidup sesungguhnya, maka dengan itu berbuatlah semampu kita kebaikan selama kita masih diijinkan Tuhan bernafas hingga hari ini.


Sekiranya menginspirasi kita, Salam Sehat dari admin


deny/BDC

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update