Notification

×

Iklan

Iklan

Kicauan Miring Antara Corona Dan Agama

Sabtu, 21 Maret 2020 | 20.56 WITA Last Updated 2020-03-21T16:00:38Z
Ilustrasi gambar kerumunan orang rentan terpapar Covid-19

Bidikdot.com Penyebaran Covid-19 di tanah air bukan hal sepeleh lagi dan dapat di pandang dengan sebelah mata namun kini wabah corona kini semakin menjadi dari awal di Indonesia hanya 3 kasus kini menjadi 450 kasus per tanggal 21/3/2020 dengan angka kematian mencapai 38 pasien ini di sampaikan juru bicara kepresidenan khusus penanganan Covid-19.

Di tengah merebaknya virus corona pemerintah mengambil kebijakan dengan menutup sementara tempat-tempat ibadah yang ada di seluruh Indonesia dan di mulai  pada Jumat 20/3//2020. masyarakat di batasi dulu untuk shalat berjemaat di Masjid-masjid apalagi yang masuk zona merah  pemerintah menganggap perkumpulan seperti di tempat ibadah adalah rentan terjangkit virus mematikan itu.

Baca Juga : Kontroversi Lockdown Dan Kebijakan Daerah

Kebijakan di ambil pemerintah adalah tindak lanjut himbauan badan kesehatan dunia WHO mengingat seperti yang terjadi di Wuhan pada sala satu rumah ibadah di mama selesai beribadah ada beberapa orang yang langsung teridentifikasi covid-19. langkah ini di anggap sebagai cela memutuskan mata rantai dari penyebaran cepat wabah corona.

Namun di balik kebijakan pemerintah muncul pro dan kontra terhadap pembatasan melakukan ibadah di rumah-rumah ibadah. pendapat miring maupun positif mengisi tempat di mana terjadi perjumpaan secara terbatas kenapa begitu  begini dan seterusnya.

Ungkapan pasif seperti"kenapa harus takut corona dari pada Tuhan"ada juga berpendapat kenapa harus rumah pribadi sedangkan ada rumah ibadah" dan berbagai macam ocehan yang tak pantas keluar dari netizen jika di sosial media bahkan masyarakat secara umum.

Memang terjadi berbagai pendapat bahkan spekulasi miring dari kebijakan pemerintah membatasi masyarakat berinteraksi di dalam kerumunan banyak orang termasuk di tempat-tempat ibadah yang catatanya adalah pertemuan umat dengan Tuhan.

Tidak ada salahnya untuk berpendapat demikian namun Agama juga mengajarkan nilai-nilai bijaksana kepada kaumnya sehingga dalam pengambilan keputusan tidak ada yang di sakiti. Pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo mebijaksanai keputusannya atas nilai agamawi yang di ambil untuk keamanan bersama.

Para tokoh agama pun angkat bicara soal kegiatan agamawi untuk sementara di lakukan di rumah-rumah pribadi mengingat virus corona adalah pandemi jenis baru yang sulit terdeteksi sehingga menuntut bijaksana dari seluruh masyarakat Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah memerangi covid-19.

Menurut beberapa tokoh nasional khususnya Muhammad Quraish Shihab dalam video unggahan Najwa Shihab mengatakan baik ibadah di rumah maupun di Masjid tidak akan menguragi kebaikan yang kita lakukan untuk Allah. sehingga perlu di hindari apa yang harus di hindari ungkap ayah dari presenter acara mata najwa pada 21/3/2020.

Memang ada tidak memahami kebijakan dari pemerintah tersebut, pemerintah di anggap tidak menghargai apa yang agama perintahkan padahal di bangun pemerintah untuk keselamatan banyak orang mengingat kasus covid-19 di tanah air sudah bisa di kategorikan pada zona merah seperti di DKI

Kebijakan ini di anggap oleh para tokoh agama dapat menyulut laju penyebaran covid-19 di mana sampai hari ini sudah ada 450 kasus dengan masalah telah di jelaskan tadi. memang masyarakat perlu kritis di suasana yang tidak baik ini asal saja tidak kebablasan akhirnya diri sendiri dan orang lain di rugikan.

Baca Juga : Cara Jitu Tambah Imunitas Tangkal Covid-19 Dengan Sarabah

Lepas dari semua kicauan dengan argumen miring tentu kita akan setuju kalau di suruh pilih Agama dengan virus corona.namun perlu juga di sadari semakin cepat bertindak untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 maka nilai mulia agama sebenarnya sementara di jalankan tidak masalah melakukan kegiatan di rumah pribadi maupun di rumah ibadah

Tag Terpopuler

×
Berita Terbaru Update