Pasukan Amerika Mulai Tinggalkan Afghanistan Taliban Siapkan Pemerintahan Baru

Pasukan Amerika mulai meninggalkan Afghanistan di bandara Kabul (foto:shbana)


Bidikdotcom – Amerika Serikat akhirnya menarik pasukannya dari Afghanistan setelah kejatuhan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani oleh pasukan Taliban pada pertengahan Agustus 2021.

Pasukan Amerika mulai meninggalkan Afghanistan melalui bandara internasional Kabul pada 29/8/2021 setelah melakukan evakuasi warga yang tidak ingin negaranya dipimpin Taliban.

Dilansir dari media setempat lewat akun media sosial bahwa Taliban akan mempersiapkan pemerintahan baru menurut cara dan gaya kepemimpinan Afghanistan tanpa ada campur tangan negara asing.

Perdana Menteri Pakistan Mufti Asad Mehmood  pemimpin parlemen Islam di Pakistan memberi dukungannya terhadap pemerintahan nantinya akan dibangun oleh Taliban.

Ia menyeruhkan agar semua kekuatan politik di Afghanistan menunjukan kemurahan hati dan dapat bersatu dalam meghadapai era peralihan kepemimpinan tersebut.

Tetapi ia mengingatkan agar cara-cara lama yang pernah dialami warga Afghanistan perlu dipikirkan untuk tidak diterapkan lagi, tukas Mufti dalam konfrensi persnya 31/8/2021 berikut kutipannya:

“Imarah Islam telah mengusulkan pembentukan pemerintahan berbasis luas di Afghanistan. Saya ingin meminta semua kekuatan politik di Afghanistan untuk menunjukkan kemurahan hati yang ditunjukkan oleh Imarah Islam. Haruskah Anda menerimanya dengan cara yang sama?”

Sementara dari Gedung Putih belum memberikan tanggapan perihal pembentukan pemerintahan dari Taliban, saat ini mereka masih fokus memulangkan seluruh warga Amerika maupun pasukan yang masih tertinggal di Afghanistan.

Tetapi dalam pernyataan Presiden Joe Biden dalam menyikapi kematian 13 anggota pasukannya beberapa waktu yang lalu akibat bom bunuh diri dari ISIS akan terus memantau pergerakan teroris termasuk dalam pemulangan seluruh warganya.

Diketahui bahwa US Army dengan pesawat dronne berhasil menembak mati salah satu pemimpin ISIS pada pekan lalu yang berencana kembali akan melakukan bom bunuh diri di bandara Kabul.

Saat ini dari data Gedung Putih bahwa sudah 52 ribu warga Afghanistan yang dievakuasi pasukan Amerika meninggalkan negaranya untuk mendapatkan perlindungan keamanan.

Sebagian warga Afghanistan memilih meninggalkan negaranya ketimbang harus hidup dibawa pemerintahan Taliban.

Trauma berkepanjangan akibat kebengisan dari cara pemimpin Taliban membuat alasan warganya  memilih meninggalkan negara dengan perang yang berkepanjangan.

Kini seluruh warga Afghanistan sedang menanti seperti apa cara memimpin Taliban bagi yang tetap tinggal di wilayahnya meski pemimpin Taliban berjanji akan memperlakukan warganya secara manusiawi.

deny/BDC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *