News  

Harga Sayuran Anjlok Petani Kota Malang Bagikan Ke Pengendara Jalan

Ilustrasi gambar sayuran dari para petani di Kota Bitung dipasar Winenet
Photo : bidikdotcom

Bidikdot.com Dampak wabah Covid-19 telah menggerus seluruh sendi perekonomian secara nasional bukan hanya kepada UMKM  atau usaha menengah keatas tetapi seluruh usaha  bersifat ekonomi dibabat oleh wabah mematikan sementara menyerang manusia termasuk kaum Petani. nilai jual para petani saat ini sangat karu-karuan dan betul-betul ambruk ditengah Pemerintah mengambil kebijakan PSBB atau pembatasan wilayah secara khusus.

Bukan hanya nilai jual petani melorot tetapi juga daya beli masyarakat menurun  akibat  pemberlakuan Social Distancing dan harus tetap dirumah.memang ada solusi lain agar usaha tetap jalan yaitu memakai market elektronik yaitu sosial media. jejaring sosial merupakan media penjualan dipakai oleh para pebisnis untuk tetap bertahan dari keterpurukan ekonmi.

Baca Juga : Bantuan Sosial Pemprov Sulut Covid-19 ke Pulau Lembeh Tersalur Hari Ini 16/5/2020

Namun berbeda dengan petani kecil atau perseorangan yang kurang memahami dunia maya untuk membantu usaha mereka agar bisa berjalan meskipun nilai profitnya kurang. tetapi itu sulit dilakukan bagi para petani yang daerahnya kena pemberlakuan PSBB.

Alasan itulah kemudian membuat para petani Desa Kedungrejo Pakis – Kota Malang membagikan secara gratis  hasil panen sayuran mereka kepada pengendara jalan Motor dan Mobil yang lewat di area pasar dikarenakan nilai jual sayur yang anjlok secara drastis.

Sontak saja aksi para petani sayur ini diabadikan oleh seorang lewat rekaman video kemudian diposting dalam akun twitter milik Cholik Moeslar dan menjadi viral pada Jumat 15/5/2020. aksi para petani tersebut menuai tanggapan para netizen dari sudut pandang masing-masing.

Memang harus diakui resiko oleh seluruh masyarakat termasuk para petani untung ruginya usaha dibangun maupun telah jalan termasuk para petani ditengah pandemi wabah corona saat ini sehingga hal terburuk siap untuk di terima  namun perlu menjadi catatan bagi Pemerintah setempat agar dapat memberikan solusi bagi para petani kecil seperti yang terjadi di Desa Kedungrejo tersebut.

Ajakan untuk membeli sayur kepada petani kecil seperti pada video dibawah ini adalah sikap kooperatif  yang bisa menyelamatkan usaha para petani kecil sehingga meski ditengah pandemi ini mereka boleh bertahan secara finansial dan terus bertani meskipun harga jual kurang memuaskan.

Meskipun sangat disayangkan ditengah anjloknya usaha para petani karena daya jual rendah pihak Pemerintah melakukan impor bahan kebutuhan sehari-hari termasuk sayur kedalam negeri dan hal ini sangat memiriskan kita perlu belajar untuk dapat saling mengisi kekurangan mereka yang paling kecil walaupun program impor tetap jalan karena memang ada regulasinya tentang impor.

Baca Juga : Liga Top Eropa 2020 Kembali Bergulir di Tengah Pandemi Covid-19

Tetapi aksi para petani di Kota Malang itu hanya sebagian kecil dari begitu banyak petani yang mungkin berteriak hari ini meminta bantuan agar mereka tetap bertahan dengan usaha pertanian yang dijalankan. lepas dari semua itu kita pun setuju jika menopang para petani kecil kita sehingga mereka dapat bertahan dari keterbatasan saat ini mereka hadapi dengan membeli hasil panen mereka dengan demikian kita juga menopang kelangsungan hidup keluarga para petani itu.

Para petani di Desa Kedungrejo, Pakis – Malang ini juga terdampak pandemi shg komoditi hasil panen tdk bisa terdistribusi. Tp mereka mengajarkan empati, meskipun kondisi mereka tdk lebih baik dari yg mereka bantu. pic.twitter.com/alIcgE2Huj

— Cholik Moelsar (@cholikk) May 15, 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *