Daerah  

Hut Kota Bitung Ke 30 Tanpa Festival Dan Pengucapan Syukur


Tidak ada euforia FPSL 2020 seperti tahun kemarin Gambar bidikdot

Bidikdotcom Masyarakat Kota Bitung akan merayakan hari ulang tahunnya ke 30 tepatnya pada Sabtu 10 Oktober 2020 sebagaimana informasi dari beberapa group sosial media baik lewat edaran resmi pemerintah maupun beberapa postingan dimana  mengingatkan memori pada tahun 2019 lalu sehubungan dengan berbagai kegiatan menarik seputar hari ulang tahun Kota Bitung.

Salah satu kegiatan berhubungan dengan hari ulang tahun Kota Bitung adalah Festival Pesona Selat Lembeh  (FPSL). Kegiatan festival ini tidak hanya menjadi program Pemerintah Kota Bitung tetapi telah menjadi iven berskala Nasional dalam rangka mendongkrak kemajuan serta pengembangan pariwisata di setiap daerah yang ada di tanah air.

Baca Juga : Mantiri Honandar Kampanye Blusukan Sampai Terima Blusukan Ambulance

Tahun 2020 ini berkenan dengan bencana non alam sedang melanda dunia termasuk Indonesia secara umum yakni masih meningkatnya penyebaran wabah virus corona di berbagai daerah dan Kota Bitung secara khusus maka pelaksanaan Festival Pesona Selat Lembeh tahun 2020 kemungkinan tidak akan dilaksanakan.

Mengingat pelaksanaan FPSL merupakan barometer warga Kota Bitung dan setiap pelaksanaanya selalu menghadirkan ribuan warga Kota Cakalang menyerbu spot-spot tempat pelaksanaan kegiatan baik dalam bentuk perlombaan maupun entertaiment yang menghadirkan artis daerah.

Sehingga akan bertentangan dengan eksistensi Pemerintah dalam rangka memerangi penyebaran wabah virus corona dimana setiap warga masyarakat harus menjaga jarak (social distancing) dan memakai masker sebagai bentuk perlindungan diri dari terpapar covid-19 dan ini harus di jalankan secara disiplin.

Beberapa masyarakat pun memberi komentar tentang tidak dilaksanakannya FPSL salah anak muda dari Kelurahan Pintukota dan Papusungan sempat kami tanyakan memberi tanggapan dengan positif “ini kan masa corona ada baiknya fpsl tidak dilaksanakan” ungkap mereka.

Bukan hanya itu alasan moment bergengsi bagi warga Kota Bitung ini tidak akan dilaksanakan karena berhubungan dengan pemilihan kepala daerah serentak pada 9 Desember 2020 dan bulan Oktober ini adalah masa kampanye dari tiga calon Walikota dan Wakil Walikota nantinya akan memimpin Bitung lima tahun kedepan.

Bahkan pengucapan syukur atas panen raya dan lainnya dimana sebagai satu rangkaian dalam rangka hut Kota Bitung tidak akan seperti tahun-tahun sebelumnya dengan mengundang warga daerah lain di luar Kota Bitung atau sanak saudara untuk datang (pasiar).

Pelaksanaan pengucalpan syukur hanya dalam bentuk ibadah minggu di gereja-gereja sesuai dengan pengaturan pimpinan denominasi gereja masing-masing dengan tidak mengumpulkan banyak orang seperti makan bersama dan lainya.

Memang seluruh elemen masyarakat Bitung harus dapat menahan diri karena Indonesia ada di tengah kesesakan sosial dan harus mendukung upaya pemerintah memerangi penyebaran wabah virus berbahaya yang mengancam keselamatan manusia. dilain pihak pelaksanaan kampanye Pilkada merupakan amanat undang-undang harus dihargai setiap warga negara.

Sehingga hal-hal menyangkut euforia seperti pada tahun-tahun sebelumnya harus dikesampingkan dahulu mengingat moment lima tahunan perlu dukungan utama dari segenap masyarakat Kota Bitung meski di hut ke 30 ini tanpa festival dan pengucapan syukur.

Sejak kepemimpinan mantan Walikota Hani Sondakh (alm) FPSL telah di canangkan sebagai program masyarakat Bitung  dalam rangkaian hari ulang Kota. hingga hari ini kegiatan FPSL telah menjadi fakta sejarah bagaimana Kota Bitung  memiliki sumber kekayaan luar biasa.

Hanya saja disayangkan tidak ada semacam gerakan eksekusi mumpuni untuk dijadikan senjata andalan dalam memberi peningkatan terhadap perekonomian warga Bitung  secara menyeluruh. padahal kegiatan ini merupakan aset wisata masa depan bagi masyarakat karena di dukung dengan fasilitas penginapan resort dan spot diving yang indah.

Di resort-resort wisata tak terlihat gerakan pemerintah dalam rangka kampanye kemajuan pariwisata, kemajuan wisata hanya dilakukan oleh pihak pengelolah untuk mendantangkan para turis mancanegara untuk memakai jasa yang mereka sediakan.

Sehingga jika di elaborasi pemerintah dan pihak pengolah pariwisata dan masyarakat sekitar yang terhubung di dalamnya untuk FPSL pasti dampaknya akan sangat luar biasa. dan dimungkinkan dari situ akan ada ciptaan lapangan kerja baru atau hal lain dalam rangka pengembangan ekonomi warga.

Baca Juga : Lembeh Zona Hijau Corona Warga Berharap Ada Batasan Pengunjung

Apapun alasannya untuk tahun 2020 ini euforia berlebihan harus di tahan kita sama-sama berperang melawan wabah virus berbahaya agar tetap sehat hingga tahun-tahun selanjutnya asal disiplin menjalankan protokol kesehatan dan tetap memanjatkan doa syukur kepada Tuhan agar kita dilindungiNYA. salam sehat Kota Bitung Sejahtera.

loading…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *