News  

Bersaing Program Covid-19 Bupati Boltim Singgung Bupati Lumajang

Bupati Boltim – Sulut Sehan Salim Landjar


Bidikdot.com Penyelenggaraan program dalam rangka penanganan Covid-19 membuat Pemerintah pusat maupun daerah harus tetap singkron untuk menjalankan program bantuannya kepada masyarakat sehingga semua dapat terjangkau apapun metode dan cara penyaluran bantuan yang diberikan pemerintah tersebut harus sampai ketangan yang tepat untuk menerima. meskipun ini terkadang berbeda dengan fakta lapangan dari tujuan program dimaksud.

Dari arahan kebijakan Pemerintah pusat memberi ruang bagi Pemerintah daerah untuk dapat mengolah anggaran daerahnya terhadap dampak dari wabah berbahaya virus corona. bahkan dari kepercayaan tanggung jawab diberikan kepada Pemerintah Daerah membuat peluang pimpinan kepala-kepala daerah unjuk gigi bersaing dengan adu program siapa yang mendapat tempat atau dapat mengambil hati rakyatnya.

Baca Juga : Mengenal 7 Milenial Pendiri Startup dan Peran Anak Muda Jaman Now

Itulah sedikit pintasan jika kita menilai perilaku dari kepala-kepala daerah yang menonjolkan program untuk rakyatnya. dari penyajian program bantuan dampak Covid-19 ada kepala daerah yang saling menggeledek dan itu terjadi hari ini 5/5/2020 antara  Bupati Lumajang  Thoriqul Hag disapa Cak Thorik dan Bupati Boltim Sehan Salim Landjar dipanggil akrab wan sehan.

Awal saling bakutantang kedua kepala daerah tersebut dimulai dari kritikan terhadap bantuan langsung tunai (BLT) Kementerian Sosial oleh Bupati Bolaangmongondow Timur  Sehan Salim Landjar. bahwa bantuan Kementerian Sosial tersebut tidak berpihak kemasyarakat “saya kritik Menteri Sosial karena kucuran dana BLT sebesar Rp 600.000 tersebut tidak memihak rakyak” ungkap Bupati Sehan.

Menurut Bupati Sehan dana BLT yang hendak diberikan kepada rakyat belum tentu dapat menyenangkan rakyat sebab bila dipetakan wilayah Boltim dengan area perkotaan menyediakan layanan perbankan akan sangat sulit sebagian warganya mencapainya.

Perhitungan Bupati Sehan uang BLT Rp 600.000 buka rekening Rp 150.000 biaya transport pulang pergi Rp 200.000 jika pencairannya besok mereka harus kembali dan mengeluarkan lagi biayanya  dan itu tidak masuk akal. Wan Sehan menambahkan jadi sebelum menerima kucuran dana BLT masyarakatnya harus siap uang sekitar Rp 400.000 untuk mengurus biaya administrasi BLT.

Bupati Boltim itu bingung dengan bantuan BLT Kementerian Sosial dengan pembagian sembako telah dipersiapkan oleh pihaknya sehingga ia katakan Menteri yang membuat program tersebut goblok. “Kriteria macam-macam, Negara udah mau bangkrut menteri masih pada ngeyel aja, Goblok,” kata -kata inilah yang membuat Bupati Lumajang sedikit bernyanyi menggelitik lewat video yang menunjukan kritik baliknya kepada Bupati Boltim tersebut.

Membalas nyanyian Bupati Lumajang terhadap dirinya Bupati Boltim pun menantang Thoriqul Hag untuk menunjukan seberapa besar bantuan yang diberikan buat rakkyatnya dilansir dari video youtube chaca tv Wan Sehan katakan “baru beri seperti itu sudah merasa gede”

Diketahui Bupati Lumajang lagi memantau bagi-bagi sembako diwilayahnya sambil menggeledek Bupati Boltim menurut Bupati Sehan Bupati Lumajang usruslah rakyatmu  sendiri jangan urus soal kurang lebihnya apa dilakukan olehnya adalah wewenang Kementerian Sosial kepada dirinya.

Wan Sehan katakan kepada Thoriqul Hag “anda hanya memberi 23 ton beras sedangkan saya 900 ton dan perkepala keluarganya adalah 15 kg dengan beras premium anda hanya 5 kg” tandasnya.

Sehan juga katakan bahwa ia memberikan Jaminan Hari Tua bagi para lansia di boltim sebesar Rp 2 Juta dan lagi-lagi ia menyindir Bupati Lumajang. “saya sudah lakukan sejak 4 April lalu anda baru lakukan sekarang” ungkapnya  dengan nada menantang.

Bupati Boltim Sehan Salim Landjar sempat viral pada awal April lalu dimana ia turun langsung memberikan bantuan sembako buat masyarakat Boltim dan mengumunkan tentang tindakan darurat penanganan Covid-19 secara kocak dan sontak saja menyita perhatian para netizen.

Bupati Boltim Timur itu meminta Bupati Lumajang untuk mengurusi saja wilayah pemerintahan dan rakyatnya soal siapa yang keliru dan tak baik akan dinilai dan dikritik  oleh Kementerian Sosial.sambungnya.

Saling singgung kedua kepala daerah ini menjadi trending topik hari ini disosial media padahal semestinya peristiwa ini tidak perlu terjadi. sebagai sesama kepala daerah seharusnya kedua birokrasi itu menunjukan sikap saling dukung bukan saling perang kritik dan protes supaya tidak memperkeruh suasana. bila demikian bersyukurlah dengan Pemerintah daerah anda miliki sebab mereka sering menghargai anda dalam lingkungan sosial maupun ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *