News  

Dua Pernyataan Biden Sudutkan Trump Yang Curi Perhatian Publik

 

Joe Biden dan Kamal Harris calon pemimpin Amerika foto twitter kamala harris

Bidikdotcom Pemilihan Umum Amerika Serikat telah selesai dilaksanakan dua calon kandidat Presiden dan pendukungnya masih menunggu hasil perhitungan  suara siapa nantinya akan melanggeng ke gedung putih untuk meminpin Amerika kedepan. Masing-masing kubu mengklaim memenangkan pemilu tak terkecuali calon presiden yang diusung partai Republik Donald Trump.

Trump menyampaikan kepada pendukungnya pada 3/11/2020 waktu setempat usai melakukan pencoblosan kertas suara bahwa ia akan memenangkan pemilihan Presiden kali ini. Meski tidak di umbar di sosial media tetapi ini menjadi perhatian publik Amerika baik dari kubunya sendiri maupun pihak Biden dimana belum ada pernyataan resmi dari penyelenggara pemilu siapa yang unggul.

Baca Juga : Pemilu Amerika Joe Biden Ungguli Trump Sementara Suara Elektoral

Tetapi ada kisah menarik dalam perjalanan kampanye pemilu Amerika 2020 ini sebelum memasuki masa pencoblosan dimana dua pernyataan calon Presiden dari Partai Demokrat  Joe Biden berhasil menyudutkan petahana Donald Trump untuk di pertimbangkan warga Amerika memilihnya kembali.

Dua pernyataan itu masing-masing lahir dalam debat terakhir calon Presiden dan kampanye terakhir Biden di Philadelpia. dimana dua pernyataan Biden tersebut menyita perhatian masyarakat Amerika bahkan dunia secara umum termasuk Indonesia. Berikut ulasannya.

Pernyataan Biden

1.“Orang yang telah menghadirkan kematian bagi 220.000 jiwa meninggal akibat covid-19 tidak layak lagi menjadi seorang Presiden” ungkapan ini disampaikan oleh Biden kepada Trump saat duel debat kandidat calon presiden Amerika pada 22/10/2020 lalu.

Menurut Biden pasukan Amerika di pimpin Donald Trump tidak mampu menangani wabah virus berbahaya tersebut. bahkan Menteri Kesehatannya angkat bendera putih menangani wabah virus corona. Biden meyakinkan seluruh rakyat Amerika bila ia di percayakan memimpin Amerika persoalan pertama yang akan menjadi sasarannya adalah penanganan virus berbahaya agar tidak banyak orang Amerika Meninggal.

Tudingan gagalnya rezim Trump menangani virus corona tidak lepas dari kearogansian pengusaha real estate itu yang tidak melihat bahwa wabah virus corona merupakan wabah berbahaya dan bisa mengancam bahkan membunuh manusia.

2. “Kita harus menyingkirkan virus corona dari Amerika Serikat ini, dan virus itu adalah Donald Trump sendiri” pernyataan ini disampaikan Joe Biden pada kampanye terakhir di negara bagian Philadelpia pada 2/11/2020. Biden mengajak warga Amerika bila tidak ingin ada lagi virus yang akan mengancam keselamatan dan jiwa warga Amerika jangan memilih Donald Trump.

Sontak saja pernyataan Biden ini langsung mendapat respon di sosial media  twitter dan berhasil mencuri perhatian warga net. Pernyataan Biden tersebut dilihat hampir 2,7 juta warga net dan menjadikan topik tersebut sebagai trending teratas hari itu di twitter.

Memang beberapa kelemahan Donald Trump di pergunakan Biden untuk menyerang termasuk penanganan wabah virus corona. Isu rasisme di Amerika Serikat saat kepemimpinan Donald Trump cukup meningkat signifikan sehingga membuat para warga berkulit hitan melakukan unjuk rasa pada 2019 lalu yang sangat disayangkan oleh pejuang HAM Amerika memakan korban jiwa

Demonstrasi menuntut keadilan atas perlakuan tidak adil dari warga kulit hitam Amerika mengakibatkan meninggalnya seorang pengnjuk rasa George Floyd dari tangan kepolisisan setempat dan menurut Biden Donald Trump tak bergeming atas kasus kematian dari George Floyd itu.

Dan di ketahui pada pemilihan Presiden Amerika tahun 2020 mereka yang di sebut berkulit hitam itu memberi suaranya hampir 100% kepada Biden dan Harris. Mengutip dari yang di beritakan New York Times bahwa 92% warga kulit hitam menjatuhkan pilihannya kepada Biden dan Harris.

Arus dukungan dari mereka yang merasa tidak diberlakukan secara adil dalam masa pemerintahan Trump kepada Biden tidak lepas dari peran seorang Kamala Haris dimana Biden menggandeng Senator dari California yang merupakan seorang keturunan kulit hitam. ini adalah sejarah pertama kalinya seorang perempuan berkulit hitam menjadi calon Wakil Presiden Amerika Serikat.

Dua pernyataan Biden tersebut berhasil mendapat respon dari warga Amerika yang ingin perubahan dari 100 juta pemilih yang telah memberi hak suaranya dalam pemilihan Presiden tanggal 3 November Joe Biden unggul sementara dengan perolehan suara 50% sedangkan Trump 48%.

Baca Juga : Mengenal Lebih Dekat Siapa di Balik Nama Kamala Harris 

Belum di sahkannya siapa yang akan memenangkan pemilu presiden Amerika 2020 karena belum masuknya surat suara dari 7 negara bagian tersisa karena dikirim melalui kantor pos masing-masing dan kemungkinan hasilnya akan diumumkan 2 atau 3 hari kedepan.(bdc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *